E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
    384 research outputs found

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PEMOHON SERTIFIKAT TANAH

    No full text
    The essence of the public service vision is the realization of excellent public services, which means being able to realize community satisfaction in an effort to get services from government agencies. This study aims to determine the effect of service quality on community satisfaction of applicants for land certificates in Bungo Regency. This research is descriptive by using survey data collection techniques which aim to determine the effect of two or more variables at the District National Land Agency Office. This study uses quantitative methods (statistical calculations) with simple linear regression using statistical analysis of Product Correlation Coefficients. A total of 100 samples came from applicants for land certificates using accidental sampling technique and distributing questionnaires filled out by respondents. The results of the analysis of hypothesis testing found that there was a positive and significant effect of the service of officers on community satisfaction in managing land certificates. The statement of the hypothesis that there is a positive and significant effect of officer services on community satisfaction in managing land certificates is proven, which means that the stronger the service of officers, the stronger the community's satisfaction in managing land certificates. This is indicated by the value of t table which is smaller than t count (1.661) < t arithmetic (6.666), and a significance value (0.000) which is smaller than 0.05 and a regression coefficient of 0.559.Esensi visi pelayanan publik adalah terwujudnya pelayanan publik yang prima, yang berarti mampu mewujudkan kepuasan masyarakat dalam upaya mendapatkan pelayanan dari instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pemohon sertifikat tanah Kabupaten Bungo. Penelitian ini bersifat deskritif  dengan menggunakan teknik pengumpulan data survey yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dua variabel atau lebih di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif (perhitungan statistik) dengan regresi linier sederhana yaitu menggunakan analisis statsistik Koofisien Korelasi Product. Sebanyak 100 orang sampel yang berasal dari pemohon sertifikat tanah dengan teknik accidental sampling dan menyebarkan angket yang diisi oleh responden. Hasil analisis pengujian hipotesis didapatkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari pelayanan petugas terhadap kepuasan masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah. Pernyataan hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari pelayanan petugas terhadap kepuasan masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah terbukti, yang berarti semakin kuat pelayanan petugas maka semakin kuat pula kepuasan masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t tabel yang lebih kecil dari t hitung (1,661) < t hitung (6,666), dan nilai signifikansi (0,000) yang lebih kecil dari 0,05 serta koefisien regresi sebesar 0,559

    STUDENTS' MOTIVATION BECOMING ENGLISH TEACHER STUDENTS AT STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

    No full text
    This research was conducted to find out the students' motivation and factor becoming English department students at STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. This research was completed using the qualitative method, case study approach. The data of this research was collected through interview and documentation. This research was conducted in English education department of STKIP Muhammadiyah Muara, involving 20 students as the respondents. Those students were studying in different semesters, semester 2, 4, and 6. The results of this research were obtained, the motivation of students to become English education students at STKIP Muhammadiyah Muara Bungo is, there are indicators or supporting elements that bring a big role in the success of individuals in learning, especially in learning English. By learning English makes, respondents have a feeling of need for satisfaction, self-esteem needs, and self-actualization. Factor motivation of students to become Students of English education at STKIP Muhammadiyah Muara Bungo above is the encouragement of intrinsic and extrinsic factors in learning English. From the above also researcher concluded that students learning English is greater controlled by intrinsic factors than extrinsic.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan factor mahasiswa menjadi mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode analisis yang  digunakan adalah pengumpulan data berupa studi teori, wawancara, dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan  pendidikan bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo sebanyak 79 mahasiswa, sedangkan untuk sampel penelitian ini adalah 20 responden dari seluruh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo semester 2, 4, dan 6. data, penelitian ini menggunakan pedoman wawancara sebagai instrumen yang berisi 34 pertanyaan. Hasil penelitian ini diperoleh, motivasi mahasiswa untuk menjadi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo adalah, terdapat indicator atau unsure pendukung yang membawa peranan besar dalam keberhasilan individu dalam belajar khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan belajar bahasa Inggris, responden memiliki  perasaan kebutuhan akan kepuasan, kebutuhan harga diri, dan aktualisasi diri. Faktor motivasi mahasiswa menjadi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo diatas  adalah factor dorongan intrinsik dan factor ekstrinsik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dari penjelasan di atas juga peneliti menyimpulkan bahwa siswa yang belajar bahasa Inggris lebih banyak dikendalikan oleh factor intrinsic dari pada ekstrinsik

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO POWTOON PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

    No full text
    This study aims to develop a video powtoon media in integrated thematic learning based on the Problem Based Learning (PBL) modeI in grade IV Elementary School which is valid and practical. The type of research conducted is Research and Development (R&D) with a 4D development model Phase 1, namely Define, stage II Design, stage III Develop, stage IV namely Disseminate, at stage Disseminate the researcher did not do it because of time and cost limitations. So the researchers only carried out until the development stage (develop). The results of the research on Video Powtoon Media Development that were developed obtained the results of the material validity test getting a percentage of 93%, the results of the language validity test being 87.5%, and the media validity test results being 92.85%. While the results of the practicality test of the teacher's response questionnaire obtained results of 87.50% and the results of the practicality test of the student's response questionnaire obtained the results of 88.96%. Thus it can be concluded that the Video Powtoon Media in integrated thematic learning in grade IV Elementary School has been valid and practical to use.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video powtoon pada pembelajaran tematik terpadu berbasis modeI Problem Based Learning (PBL) di kelas IV Sekolah Dasar yang valid dan praktis.Jenis peneIitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D Tahap 1 yaitu Define, tahap II Design, tahap III Develop, tahap IV yaitu Disseminate, pada tahap Disseminate tidak peneliti lakukan karena keterbatasan wakktu dan biaya. Maka peneliti hanya melakukan sampai tahap pengmbangan (develop). Hasil dari penelitian Pengembangan Media Video Powtoon yang dikembangkan memperoleh hasil uji validitas materi mendapatkan persentase sebesar 93%, hasiI uji valididtas bahasa sebesar 87,5%, dan hasiI uji valliditas media sebesar 92,85%. Sedangkaan pada hasil uji praktiklalitas angket respon guru memperoleh hasil sebesar 87,50% dan hasil uji praktiikalitas angket respon peserta didik memperoleh hasil sebesar 88,96%. Dengaan demikian dapat disimpuIkan bahwa Media Video Powtoon pada pembelajaran temmatik terpadu di kelas IV Sekolah Dasar telah valid dan prkaktis digunakan

    MODIFIKASI BOLA KARET UNTUK MENINGKATKAN MINAT PADA MATERI BOLA VOLI SISWA KELAS V SD

    No full text
    This research is motivated by the students' interest in volleyball game is still very low, this is because many students complain about the use of hard balls, so in this case the author tries to modify the ball to be lighter and not sick when used, with the hope that it can increase student interest 88 / VI Elementary School Bangko V Merangin Regency in a volleyball game. The study used a Class Action Research design which was carried out in two cycles, each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this study were students of class V of elementary school 88 / VI Bangko V, totaling 21 students. Volleyball learning outcomes data obtained through performance tests, observation sheets are used to collect data on student activities in following the volleyball learning process by learning to use a rubber ball.The results of this study were obtained based on an assessment of the interests of Grade V students of 88 / VI Elementary School Bangko. From the aspect of the assessment the percentage of completeness of grade V students of 88 / VI Elementary School Bangko V Merangin Regency cycle I was 47.62%. The results of the assessment of aspects of volleyball learning in the first cycle showed students achieving the KKM criteria or values> 75. There was a significant improvement from the condition of cycle I to cycle II. Volleyball learning assessment results obtained from the first cycle were as many as 14 students who completed. Whereas in the second cycle stage, the percentage of completeness of the total value of volleyball learning interest in grade V elementary school students 88 / VI Bangko V Merangin Regency is 85.71%, in other words> 75 or has met the KKM. Of the 21 students, 18 are stated to have reached KKM or only 3 have completed KKM. Based on the results of the study it was concluded that volleyball learning through modification of rubber balls can improve student learning outcomes of Class V elementary schools 88 / VI Bangko V. For Physical Education teachers in Primary Schools can apply learning effectively according to Physical Education lessons especially in ball learning volleyball.Penelitian ini dilatar belakangi minat siswa terhadap permainan Voli masih sangat rendah hal ini dikarenakan banyak siswa yang mengeluh penggunaan bola yang keras, maka dalam hal ini penulis mencoba memodifikasi bola tersebut agar menjadi lebih ringan dan tidak sakit saat digunakan, dengan harapan agar dapat meningkatkan minat siswa Sekolah Dasar 88/VI Bangko V Kabupaten Merangin pada permainan bola voli. Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar 88/VI Bangko V yang berjumlah 21 siswa. Data hasil pembelajaran bola voli diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran bola voli dengan pembelajaran menggunakan bola karet.Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan penilaian minat siswa kelas V Sekolah Dasar 88/VI Bangko. Dari aspek penilaian tersebut persentase ketuntasan nilai siswa kelas V Sekolah Dasar 88/VI Bangko V Kabupaten Merangin siklus I adalah 47.62 %. Hasil penilaian aspek-aspek pembelajaran bola voli siklus I menunjukkan siswa mencapai kriteria KKM atau nilai > 75. Terdapat peningkatan yang signifikan dari kondisi siklus I ke siklus II. Hasil penilaian pembelajaran bola voli yang diperoleh dari siklus I adalah sebanyak 14 siswa yang tuntas. Sedangkan pada tahapan siklus II, persentase ketuntasan jumlah nilai minat pembelajaran bola voli siswa kelas V Sekolah Dasar 88/VI Bangko V Kabupaten Merangin adalah 85.71 %, dengan kata lain > 75 atau telah memenuhi KKM. Dari jumlah siswa sebanyak 21 orang, 18 dinyatakan mencapai KKM atau tuntas hanya 3 orang yang belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran bola voli melalui modifikasi bola karet dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar 88/VI Bangko V. bagi guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar dapat menerapakan pembelajaran dengan efektif sesuai dalam pelajaran Pendidikan Jasmani khususnya pada pembelajaran bola voli

    PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA BUKU BERGAMBAR PADA ANAK DESA SITIMERTO

    No full text
     Era globalisasi dan kemajuan tekhnologi menjadikan setiap orang mudah menjalin komunikasi dan hubungan antar Negara. Semakin meluasnya hubungan antar manusia membuat mereka mau tidak mau harus mempelajari bahasa asing khususnya bahasa inggris sebagai bahasa internasional. Didunia pendidikan mata pelajaran bahasa inggris sudah diajarkan sejak zaman penjajahan belanda dan masih terus digunakan hingga sekarang. Sudah sejak lama pelajaran bahasa inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa tingkat menengah pertama atau SMP dan tingkat menengah atas atau SMA. Ditingkat sekolah dasar atau SD, mata pelajaran bahasa inggris sudah menjadi muatan lokal sejak tahun 1996. Mengajarkan bahasa inggris pada berbaga tingkat tidaklah sama. Pada tingkat sekolah dasar bahasa inggris lebih ditekankan pada peningkatan dan penguasaan kosakata. Selain itu para pengajar haruslah menggunakan metode yang tepat dan media yang akan menunjang kegiatan pembelajaran. Pada penelitian kali ini peneliti akan melakukan eksperimen yang berpusat pada peggunaan buku bergambar sebagai media dalam meningkatkan kosakata bahasa inggris. Dalam rangka pengabdian masyarakat yang dilakukan tim KKN-DR IAIN KEDIRI. Penelitian ini ditujukan untuk anak-anak pada tingkat sekolah dasar yang ada di desa Sitimerto. Penelitian yang dilakukan dengan metode pra-eksperimen ini menghasilkan sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media buku bergambar pada peningkatan kosakata ternyata terbukti. Pada penelitian ditemukan adanya pengaruh yang menunjukkan arah positif. Meskipun hasil peningkatan yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan, hal ini membuktikan bahwa peningkatan kosakata dengan media buku bergambar membuahkan hasil.The era of globalization and technological advances make it easy for everyone to establish communication and relations between countries. The increasingly widespread relationship between humans makes them inevitably have to learn foreign languages, especially English as an international language. In the world of education, English subjects have been taught since the Dutch colonial era and are still used until now. For a long time, English lessons have become a compulsory subject for junior high school and senior high school students. At the elementary school level, English subjects have become local content since 1996. Teaching English at various levels is not the same. At the elementary school level, English is more emphasized on improving and mastering vocabulary. In addition, teachers must use appropriate methods and media that will support learning activities. In this study, researchers will conduct an experiment centered on the use of picture books as a medium in increasing English vocabulary. In the context of community service carried out by the KKN-DR IAIN KEDIRI team. This research is aimed to children at the elementary school level in Sitimerto village. The research which was conducted using this pre-experimental method resulted in a conclusion. The results showed that the use of picture book media in increasing vocabulary was proven. In the study, it was found that there was an influence that showed a positive direction. Although the results of the increase shown are not very significant, this proves that increasing vocabulary using picture books has yielded results

    STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BATURETNO BANTUL MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL

    No full text
    Community empowerment is an economic development concept that summarizes society's values to build a new paradigm in development that is people-centered, participatory. This study examines every process of community empowerment through non-formal education programs in the village of Baturetno, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta. This activity is a development of community service. The community empowerment program results indicate that there are exogenous (government) and endogenous (community) factors in determining the program's success. The function of empowerment and other support is only a companion in line with the mentoring function concept. It is necessary to strengthen awareness, cooperation, and more active communication in improving the welfare of the economy, education, social, culture, and village infrastructure.Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembanguan ekonomi yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan yang bersifat people-centered, participatory. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji setiap proses berlangsungnya pemberdayaan masyarakat melalui program pendidikan non formal di desa Baturetno, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari pengabdian kepada masyarakat. Hasil program pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa terdapat faktor eksogen (pemerintah) dan endogen (masyarakat) dalam menentukan keberhasilan program. Fungsi pemberdaya dan dukungan lain hanya sebagai pendamping sejalan dengan konsep fungsi pendampingan. Diperlukan penguatan kesadaran, kerjasama, serta komunikasi yang lebih aktif dalam meningkatkan kesejateraan ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan infrastuktur desa

    EVALUASI PENGGUNAAN ODOO UNTUK PEMBELAJARAN HRIS BAGI MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

    No full text
    The Human Resources Information System course at the Psychology Study Program at the Islamic University of Indonesia initially used SAP HCM, but the course management team decided to change the learning tool from SAP HCM to ODOO because it is free and open source. Continuing previous research on the usability of ODOO, this research aims to evaluate the implementation of ODOO usage. This evaluation research uses the CIPP model (context, input, process, product), which focuses on process (student assessment of lecturers) and product components (final grades of 2017, 2018, and 2020 students). The Academic Section collected the data then we analyzed it using descriptive statistics and ANOVA. The results showed that the performance of lecturers in the learning process was in the high category, while the average final score was at a sufficient level (B+). There is also no difference in student evaluations of lecturers in the three years. According to this study, HRIS learning with ODOO has been effective but needs improvement.Mata kuliah Human Resources Information System di Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia pada awalnya menggunakan SAP HCM, namun tim pengelola mata kuliah tersebut memutuskan mengganti perangkat pembelajaran dari SAP HCM ke ODOO karena tidak berbayar dan open source. Dengan melanjutkan penelitian sebelumnya tentang kegunaan ODOO, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi penggunaan ODOO. Penelitian evaluasi ini menggunakan model CIPP (context, input, process, product) yang memiliki fokus pada process (penilaian mahasiswa terhadap dosen) dan komponen produk (nilai akhir mahasiswa angkatan 2017, 2018, dan 2020) . Bagian Akademik telah mengumpulkan data, dan kemudian peneliti menganalisisnya menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dosen dalam proses pembelajaran pada kategori tinggi, sedangkan rerata nilai akhir berada pada taraf cukup (B+). Juga tidak ada perbedaan evaluasi mahasiswa terhadap dosen dalam tiga tahun tersebut. Menurut penelitian ini, pembelajaran HRIS dengan ODOO sudah efektif tetapi perlu peningkatan

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SIMULASI DIGITAL MATAKULIAH KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ)

    No full text
    Learning outcomes are influenced by several factors, one of which ia a method of learning. This study alms to determine the effect of learning model Explicit Instruction on learning outcomes digital simulation class X computer engineering and network in SMKN 1 Bungo second semester of academic year 2020/2021. This research is a quantitative research with this type of Experimental research. This research conducted in SMKN 1 Bungo in March to April. Sample data collection is done by using the technique Random Sampling, where the population in this study student grade X TKJ 1 totaling 31 people and 31 people TKJ 2 as a Experimentalt class and class TKJ 1 as the control class. Based on the results of the study, the average student learning outcomes of experimental in class (81.81), while the control class (72.90). From the analysis of the test data to obtain Normal data and Homogeneous. Data analysis techniques used in this research is the t-test, The results ofthe testat significance level α of 0.05 (95% confidence level) obtained tvalue=5.623 and ttable=2.000 thus tvalue > ttable (5.623 >2.000), then H0 is rejected and Ha is accepted. Thus, the conelusion that there is a significant and positive affect on learning model explicit instruction learning model influence on the results of class x digital simulation study computer engineering and network  in SMK N 1 Bungo.Hasil belajar di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Explicit Instruction terhadap hasil belajar simulasi digital kelas X Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1 Bungo, semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Bungo  pada bulan Maret sampai April. Pengambilan data sampel di lakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling, dimana populasi dalam penelitian ini siswa kelas X TKJ yang berjumlah 31 orang TKJ 1 dan 31 orang TKJ 2. Dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ 1 sebagai kelas control. Berdasarkan hasil penelitian, maka rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar (81.81), sedangkan pada kelas kontrol (72.90) dari uji analisis data didapatkan bahwa data normal dan homogen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t, hasil pengujian pada taraf signifikan α 0.05 (taraf kepercayaan 95%) didapatkan nilai thitung (5.623) dan ttabel (2.000) sehingga diperoleh thitung>ttabel (5.623 > 2.000) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, kesimpulan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada model model pembelajaran explicit instruction terehadap hasil belajar simulasi digital kelas X Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1 Bungo

    TAHAPAN PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI LANDASAN PENGAMBIL KEBIJAKSANAAN

    No full text
    The purpose of this research is to understand the various stages of public policy making so as to make it easier to analyze complex problems so that they can be formulated into a policy for a public leader. Public policy studies seek to review shared theories and processes that occur in public policy. It can be said that public policy cannot be separated from the process of policy formation itself, thus, one of the objectives of the study of public policy is to analyze how the stages of the process of forming public policy are so that a certain policy is realized. These stages are summarized as a process of public policy making cycle. Each stage in the process of forming public policy contains various steps and methods in more detail. The stages involved in making a public policy have various benefits and consequences from the existence of the process, especially for actors making public policiesTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami berbagai tahapan pembuatan kebijakan publik sehingga mempermudah untuk menganalisis masalah-masalah yang kompleks sehingga dapat dirumuskan ke dalam suatu kebijaksanaan bagi seoran pemimpin publik. Studi kebijakan publik berusaha untuk meninjau berbagi teori dan proses yang terjadi dalam kebijakan publik. Dapat dikatakan bahwa kebijakan publik tidak lepas dari proses pembentukan kebijaksanaan itu sendiri, dengan demikian, salah satu tujuan studi kebijakan publik adalah untuk menganalisis bagaimana tahapan demi tahapan proses pembentukan kebijakan publik tersebut sehingga terwujudlah suatu kebijakan tertentu. Tahapan demi tahapan tersebut terangkum sebagai suatu proses siklus pembuatan kebijakan publik. Setiap tahapan dalam proses pembentukan kebijakan publik mengandung berbagai langkah dan metode yang lebih rinci lagi. Tahapan yang terdapat dalam pembuatan suatu kebijakan publik memiliki berbagai manfaat serta konsekuensi dari adanya proses tersebut, khususnya bagi para aktor pembuat kebijakan publik. &nbsp

    272

    full texts

    384

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇