E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DI DUSUN BANGUN HARJO
Pendidikan dasar merupakan sekolah yang memiliki peran yang strategis dan fundamental bagi pembangunan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar harus diarahkan dan menunjang secara optimal demi mencapai tujuan pendidikan nasional. Peraturan baru yang mengharuskan syarat pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru sebagai syarat naik golongan menjadi sebuah kendala yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan guru SD tidak terbiasa menulis atau melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Guru harus memenuhi kewajibannya jika ingin naik golongan dan pangkat khususnya dari IV a ke IV b atau dari pangkat Pembina ke Pembina tingkat 1 ke atas. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjadikan guru mampu membuat karya tulis ilmiah antara lain PTK agar mampu dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Permasalahan yang dihadapi oleh guru ialah bagaimana mengoptimalkan pembuatan penelitian tindakan kelas guru-guru SD di dusun Bangun Harjo. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosialisasi. Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Hasil dari kegiatan ini mencapai target. Capaian tersebut ialah guru mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru. dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta 83% atau dapat dinilai baik. Simpulan dalam kegiatan ini ialah ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik.Pendidikan dasar merupakan sekolah yang memiliki peran yang strategis dan fundamental bagi pembangunan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar harus diarahkan dan menunjang secara optimal demi mencapai tujuan pendidikan nasional. Peraturan baru yang mengharuskan syarat pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru sebagai syarat naik golongan menjadi sebuah kendala yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan guru SD tidak terbiasa menulis atau melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Guru harus memenuhi kewajibannya jika ingin naik golongan dan pangkat khususnya dari IV a ke IV b atau dari pangkat Pembina ke Pembina tingkat 1 ke atas. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjadikan guru mampu membuat karya tulis ilmiah antara lain PTK agar mampu dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Permasalahan yang dihadapi oleh guru ialah bagaimana mengoptimalkan pembuatan penelitian tindakan kelas guru-guru SD di dusun Bangun Harjo. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosialisasi. Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Hasil dari kegiatan ini mencapai target. Capaian tersebut ialah guru mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru. dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta 83% atau dapat dinilai baik. Simpulan dalam kegiatan ini ialah ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PKN DI SMA NEGERI 1 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Abstract —This research of background with observation early which is writer do/conduct in field, writer see various problem that happened in course of study of class like less maximal it him learn the the PKN in teaching. This matter seen moment the happening of study process take place. Pursuant to background of writer interest to check about " Effort of[is Make-Up Of Professional Interest of Teacher of PKN in SMAN 1 Six Beseting Sub-Province Field Pariah". this Type Research is research qualitative by using descriptive method. While used by technique is writer to determine informan that is technique of purposive sampling. Technique test authenticity of used by data is writer that is by data discount, presentation of data, and conclude or verification. Pursuant to result and observation interview writer with informan hence obtained by data that constraint faced in the effort improving professional interest of teacher of PKN in SMA Country 1 Six Beseting Sub-Province Field Pariah. ( 1) Less motivation, still many less raced teacher and motivat to be is powered of x'self, developing x'self profesionalitas and of memuthakirkan knowledge of them. ( 2) Limitation of medium, limitation of finansial represent especial constraint to effort development of education. Especially is to relating to accomplishment of requirement of education facilities and basic facilities, good of and also physical of non-fisik. ( 3) Many pressure, too tight and is stiff of him various obligatory bureaucracy all teacher, so that unable to develop creativity. And also strive improvementAbstrak — Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dikelas seperti kurang maksimalnya guru PKn dalam mengajar, terlihat pada saat proses pembelajaran berlansung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sedangkan teknik yang digunakan penulis untuk menentukan informan yaitu teknik purposive sampling. Teknik menguji keabsahan data yang digunakan adalah teknik trianggulasi dengan sumber data. Teknik analisis data yang digunakan penulis yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan observasi dan hasil wawancara penulis dengan informan maka diperoleh data bahwa kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru PKn di SMA Negeri 1 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. (1) Kurang motivasi, masih banyak guru yang kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri, mengembangkan profesionalitas diri dan memuthakirkan pengetahuan mereka. (2) Keterbatasan sarana, keterbatasan finansial merupakan kendala utama bagi upaya pengembangan pendidikan. Terutama adalah berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, baik fisik maupun non-fisik. (3) Banyak tekanan, terlalu ketat dan kakunya berbagai birokrasi yang mengikat para guru, sehingga tidak mampu mengembangkan kreativitas. Serta upaya peningkatan kompetensi profesional guru PKn di SMA Negeri 1 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman
STIMULASI MOTIVASI BERPRESTASI ATLET MENGGUNAKAN UMPAN BALIK
Umpan balik sebagai alat untuk mendapatkan informasi tentang suatu aktivitas, olahraga salah satunya. Umpan balik menjadikan aktivitas olahraga menjadi bermakna, tidak statisioner, melainkan menampilkan perubahan-perubahan terstruktur hingga menuju kepada standar ketetapan. Ada dua umpan balik yang lazimnya digunakan pelatih dan atlet dalam “mendramatisasi” proses latihan dan kompetisi, baik yang datang dari atlet sendiri berupa informasi-informasi yang real time (misalnya melewati pelari lainnya). Ataupun yang datang dari luar, misalnya jauh lompatan untuk atlet lompat jauh. Umpan balik positif mendorong atlet untuk meningkatkan motivasi berprestasinya. Prestasi-prestasi yang telah diukir atlet bisa dijadikan pula sebagai strategi umpan balik. Atlet semakin terobsesi untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasinya dengan memecahkan rekornya sendiri. Selain itu, pelatih perlu mendokumentasikan setiap performa atlet dengan melakukan perbaikan dan pengembangan umpan balik yang berorientasi kepada prestasi sehingga tumbuhnya sikap optimistik pada kemajuan. Karena setiap atlet berbeda satu sama lain, pelatih mesti mengenali emosi setiap atletnya. Sehingga saat memberikan umpan balik tidak terjadi kesalahpahaman antara pelatih dan atlet untuk tujuan prestasi olahraga yang akuntabel
Does the age matter in acquiring second language?
It has been being debatable issue for very long time, the early starter verseus late starter in the second language acquisition. Some researchers assumed and found that the early starter can acquire language better than the late starter, because they are in the critical period. While, some researchers found that the late starter can acquire and perform the new language better than the early starter, because they have better ability in understanding some aspects of languages. Therefore, this current paper concerned to find any factors influence someone in acquiring the second language acquisition. This study involved nine International students who are studying in Hungary, they started learning and acquiring Hungarian language when they have passed their critical period. This current study found that the age is not the only main factor in acquiring the language, but there are some other factors, including the society, access to the language, attitude toward language, love, and friendship/relationship
PELATIHAN PEMASARAN PRODUK LOKAL SECARA ONLINE KEPADA MASYARAKAT DESA ABURAN BATANG TEBO KECAMATAN TEBO TENGAH
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini adalah belum bisa memanfaatkan internet sebagai sarana promosi produk lokal khususnya media sosial. Masyarakat Indonesia khususnya desa aburan batang tebo masih menggunakan metode lama atau offline serta kurang nya keingintahuan mereka untuk mencari informasi dan cenderung pasrah dengan keadaan. Selain itu, kemasan produk makanan atau kerajinan tangan didesa tersebut kurang menarik dan kurang memiliki nilai jual.Berangkat dari permasalahan inilah kami pelaksanakan pengabdian masyarakat yang berjudul pelatihan pemasaran produk lokal secara online kepada masyarakat desa aburan batang tebo kecamatan tebo tengah.Tujuan dari kegiatan pelatihan dan pendampingan pemasaran secara online ini adalah bentuk pengabdian masyarakat dalam bermitra dengan desa aburan guna meningkatkan penjualan produk mereka melalui pemasaran online.Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk pelatihan pemasaran produk dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace.Kegiatan ini dilaksanakan di desa aburan batang tebo,kecamatan Tebo tengah Kabupaten Tebo.sasaran nya adalah masyarakat desa aburan yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan gender atau usia.Materi yang kami sampaikan meliputi pemasaran produk lokal secara online melalui media social dan juga memanfaatkan marketplace sebagai salah satu media promosi serta pendampingan design produk.kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang. Metode yang digunakan alah ceramah dan pembagian materi dalam bentuk hardcopy. Gadget dan wifi adalah media yang digunakan dalam menunjang pelaksanaan kegiatan ini.Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan pengetahuan peserta serta mereka dapat membuat dan memanfaatkan seluruh akun social media untuk mempromosikan produk serta membuat akun di marketplace yang telah meereka tentukan dan juga para peserta bisa mendesign kemasan produk sesuia dengan keinginan mereka tentu saja dengan design yang menarik dan memiliki nilai jual
VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Based on observations implementation of learning computer and basic network indicated only limited by using print module media, with lecture methods and guided practice and have not used learning media with android technology. This research purpose to obtain validity of learning media android-based on computer and basic network subjects. Interactive learning media based on android is designed to improve students' understanding so as to improve learning outcomes. This research is a Research and Development (R and D) with 4-D method development procedures (Define, Design, Develop, Desseminate). Data analysis techniques used descriptive analysis techniques to describe the validity of interactive learning media android-based. The results obtained from this development research the validity of Android-based interactive learning media is declared valid on the media aspects and material aspects. Based on the result of this reserch concluded that the interactive learning media android- based was declared valid to be used as teaching materials in computer and basic network.Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran komputer dan jaringan dasar hanya terbatas pada penggunaan media pembelajaran modul cetak, dengan menggunakan metode ceramah dan praktek terbimbing dan belum menggunakan media pembelajaran dengan teknologi android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar. Media pembelajaran interaktif berbasis android dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penilitian Research and Development (R and D) dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Desseminate). Teknik analisis menggunakan Teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan valididtas media pembelajaran interaktif berbasis android. Hasil yang diperoleh dari penelitian Research and Development ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis Android dinyatakan valid pada aspek media dan aspek materi. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis android dinyatakan valid untuk digunakan sebagai bahan ajar di komputer dan jaringan dasar
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR
The background of this research was that the classroom atmosphere was very calm, no one responded to the teacher's explanation, even though the teacher had repeatedly given the opportunity to ask questions. The questions given were sufficient, but in the final results of the formative test given by the teacher, the results were still far from what was expected. This study aims to describe the learning achievement of the second semester students of SDN 88 / II Sungai Mengkuang, Bungo Regency, academic year 2016/2017 in Indonesian through the assignment method. This type of research is a classroom action research (PTK) with a qualitative descriptive approach carried out in three cycles. The results showed that the use of the assignment method in class II students can improve student achievement in pre-cycle only 38.7%, 38.7% first cycle, 61.29% cycle, and 87.09% third cyclePenelitian ini berlatar belakang selama pembelajaran berlangsung suasana kelas sangat tenang, tidak ada yang memberikan tanggapan terhadap penjelasan guru, meski telah berulang kali guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Soal-soal yang diberikan sudah cukup, namun pada hasil akhir pelaksanaan tes formatif yang diberikan guru, hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan prestasi belajar siswa kelas II semester II SDN 88/II Sungai Mengkuang Kabupaten Bungo Tahun Pelajaran 2016/2017 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui metode pemberian tugas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas pada siswa kelas II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pra siklus hanya 38,7%, siklus I 38,7%, siklus II 61,29, dan siklus III 87,09%
TINDAK TUTUR PERSUASIF PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR KAGET GELORA HAJI AGUS SALIM PADANG
The aim of the analysisis to find the form and function of persuasive speech act whic used by street vendor in weekend sesonal in Agus Salim stadion. The result of analysis which taken from 19 different places shows that there are 39 data found as the form of persuasive speech acts. According to the data, the writer finds 3 types of persuasive speech acts. They are 25 assertive, 13 of directive, and 1 commisive. Beside that , there are also 6 persuasive speech function which classified as 18 persuasion, 11 suggestion, 7 enticement, 1 invitation, 1appeal, and 1 request. The most widely used form of persuasive speech is assertive and the most widely used speech function is the persuasion function.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk serta fungsi-fungsi tindak tutur persuasif pedagang kaki lima di pasar kaget Gelora Haji Agus Salim. Berdasarkan hasil penelitian di 19 tempat yang berbeda, peneliti menemukan jumlah bentuk-bentuk tindak tutur persuasif pedagang sebanyak 39 data. Berdasarkan data tersebut, peneliti menemukan 3 bentuk tindak tutur persuasif yang terdiri dari 25 tindak tutur asertif, 13 tindak tutur direktif, dan 1 tindak tutur komisif. Selain itu, ada 6 jenis fungsi tindak tutur persuasif yang terdiri dari 18 fungsi bujukan, 11 fungsi anjuran, 7 fungsi ajakan, 1 fungsi persilahan, 1 fungsi himbauan, dan 1 fungsi permohonan. Bentuk tuturan persuasif yang paling banyak digunakan adalah asertif dan fungsi tuturan yang paling banyak digunakan adalah fungsi bujukan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas untuk meningkatkan kemampuan guru-guru SMPN 6 Tanah Sepenggal dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 5 orang guru, yang ditentukan berdasarkan hasil observasi pada pra siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas dapat meningkatkan kemampuan guru- guru SMPN 6 Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020.This aims study is to describe the implementations of both academic supervision and class observation techniques to enhance of planning and performing learning skill of Junior High School 6 Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo teachers in academic year 2019/2020. This is an action research scool (PTS) study conducted by two cycles in with five person acted as the subject having been determinated based on the result of pracycles observation, observation techniques were conducted to collect the data and quantitative descriptive analysis were used as data analysis.The study resulted that the implementation of both academic supervision and class observation techniques enhanced the planning and performing learning skill of Junior High School 6 Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo teaches on odd semester in academic year 2019/2020
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS MELALUI AUDIO LINGUAL METHOD PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI 1 SMK NEGERI 1 BUNGO
This study aims to describe the steps of implementing the ALM (Audio Lingual Method) method in learning English, knowing the parts of the ALM method implementation activities that can make students more interested and active in learning English. The right teaching method will have a positive impact on the learning process, especially in learning English. Is an ALM method in teaching English to class X Accounting 1 students of SMKN 1 Bungo. While the data collection techniques are by means of observation, interview, and documentation. Based on the research results, the teacher uses six techniques from the ALM method in teaching English in the classroom, namely dialogue memorization techniques, backward build up (expansion) drill, and repetition drill in the first observation. While in the second observation, the teacher used the chain drill technique, question and answer drill, and complete the dialogue. The results of the learning process were good with a percentage of 75.86% in cycle 1 and 93.1% in cycle 2. From cycles 1 and 2 there was an increase of 17.24%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode ALM (Audio Lingual Method) dalam pembelajaran Bahasa Inggris, mengetahui bagian-bagian dari aktivitas penerapan metode ALM yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan aktif belajar Bahasa Inggris. Metode mengajar yang tepat akan membawa dampak positif dalam proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Merupakan metode ALM dalam mengajar Bahasa Inggris pada siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 1 Bungo. Sedangkan tekhnik pengumpulan datanya dengan cara observasi, interview, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, guru menggunakan enam tekhnik dari metode ALM dalam mengajar bahasa Inggris di kelas yaitu tekhnik dialog memorization, backward build up (expansion) drill, dan repetition drill pada observasi pertama. Sedang pada observasi kedua, guru menggunakan tekhnik chain drill, question and answer drill, dan complete the dialog. Hasil dari pembelajaran pembelajaran sudah baik dengan persentase 75.86% pada siklus 1 dan 93.1 % pada siklus 2. Dari siklus 1 dan 2 terjadi peningkatan 17.24%