E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
    384 research outputs found

    EVALUASI PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS SECARA E-LEARNING DI BPSDM PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

    Get PDF
    This study aims to determine the effectiveness of the implementation of Supervisory Leadership Training at BPSDM DKI Jakarta Provincial Government in the process and outcome aspects. This type of research is descriptive research. Descriptive research describes the characteristics of the aspects of the phenomenon or population being studied. The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, questionnaires and documentation studies. Research instruments in the form of interview guidelines, questionnaires and document guidelines. The evaluation used is the CIPP model which consists of Context, Input, Process and Product. However, in this study there are only two aspects, namely Process and Product. The results showed that all components in the implementation process were carried out effectively. And the product or result aspect, all participants passed 100% with average ability with the predicate "satisfactory".Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas di BPSDM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada aspek proses dan aspek hasil. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif menggambarkan karakteristik dari aspek-aspek fenomena atau populasi yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, angket dan pedoman dokumen. Evaluasi yang diguanakan adalah model CIPP yang terdiri dari Context, Input, Process dan Product. Namun dalam penelitian ini hanya ada dua aspek yaitu Proses dan Produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen dalam proses implementasi terlaksana dengan efektif. Dan aspek produk atau hasil, semua peserta lulus 100% dengan kemampuan rata-rata dengan predikat “memuaskan”

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MENGGUNAKAN MODEL ROLE PLAYING PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN O4

    Get PDF
    This study began with the low PKn learning outcomes in V, teaching and learning activities are too dominated by teachers, many students are lazy about participating in the learning process, talking with their friends. This han an impact on low student learning interest so that ultimately student learning outcomes are less satisfying. This study aims to determine the result of civics learning in grade V students at SDN 04/II Jaya Setia at the year 2019/2020. This type of research is classroom action research, subjects of all fifth grade students at SDN 04/II Jaya Setia totaling 36 students. The technique of inferring the data in this with observation, learning achievement test sheets and documentation. The analysis technique used is qualitative and quantitative approaches. The results of the study using the role playing model showed an increase in each cycle for learning outcomes in cycle I namely 44% and 78% in cycle II. Then the learning process increased in cycle I, namely 74,9% and cycle II increased to 89,7%. Based on these data, it showa that the use of role playing can improve the process and learning outcomes of PKn in grade V SDN 04/II Jaya Setia.Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar PKn di kelas V, kegiatan belajar mengajar terlalu didominasi oleh Pendidik, peserta didik banyak bermalas-malasan mengikuti kegiatan proses belajar, berbicara dengan temannya. Hal ini berdampak pada rendahnya minat belajar peserta didik sehingga pada akhirnya hasil belajar peserta didik kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model role playing terhadap peningkatan hasil belajar PKn pada peserta didik kelas V di SDN 04/II Jaya Setia tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas, subyek penelitian seluruh peserta didik kelas V di SDN 04/II Jaya Setia yang berjumlah 36  peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, lembar tes hasil belajar dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menggunakan model role playing ini menunjukkan peningkatan dalam setiap siklusnya untuk hasil belajar siklus I yaitu 44% dan pada siklus II 78%. Kemudian untuk proses dalam pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 74,9% dan siklus II meningkat menjadi 89,7%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan penggunaan model role playing dapat meningkatkan proses dan hasil belajar PKn di kelas V SDN 04/II Jaya Setia

    IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 4 TANJUNG JABUNG BARAT

    Get PDF
    The objectives of this study is to understand the implementation of Curriculum 2013 in Subjects PAIBP in SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat.This study is a qualitative research using interviews, observation, and documentation. Data analysis technique includes data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results showed that Curriculum 2013 has been implemented well by PAIBP teachers at the learning instruments development stage, the learning activity stage, and the learning evaluation stage. Learning instruments have been compiled in a comprehensive manner starting from indicators to lesson plan along with enrichment and remedial programs. PAIBP learning has implemented a student-centered scientific learning model. The evaluation has been carried out authentically even though the assessment of knowledge is dominant with an essay format.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran dan wakil kepala bidang kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 telah diimplementasi dengan baik oleh guru mata pelajaran PAIBP pada tahap pengembangan perangkat pembelajaran, tahap kegiatan pembelajaran, dan tahap evaluasi pembelajaran. Perangkat pembelajaran telah disusun secara komprehensif mulai indikator hingga rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta program pengayaan dan program remedial. Pembelajaran PAIBP telah menerapkan model pembelajaran saintifik yang berpusat pada siswa. Evaluasi telah dilaksanakan secara autentik meskipun penilaian pengetahuan dominan dengan format uraian (essay)

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD

    Get PDF
    Inquiry is learning that maximally involves all the abilities of students to find and investigate natural phenomena, living things or objects critically, analytically and logically to produce creative and innovative students in solving problems. The purpose of this study was to produce interactive multimedia assisted inquiry learning in science subjects in grade V elementary schools to improve critical thinking skills. The research method used is research and development of learning approaches by Borg and Gall and the Dick and Carey learning design model. The design used was: R&D, ADDIE, SDLC, Tesmer's formative evaluation model. The contribution of this research is to obtain a standardized interactive multimedia design based on the inquiry learning model which can help teachers implement science learning, for the formation of the students competence of Class V elementary school, implications for increasing teacher productivity and increasing competence in student learning for fifth grade elementary school. The follow-up of this interactive multimedia development research has implications for increasing teacher productivity and increasing competence in learning student for fifth grade elementary school.Inkuiri merupakan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki fenomena alam, mahluk hidup atau benda secara kritis, analitis dan logis untuk menghasilkan siswa-siswa yang kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pembelajaran inkuiri berbantuan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA kelas V sekolah dasar meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan pembelajaran Borg and Gall dan model desain pembelajaran Dick and Carey. Desain yang digunakan adalah: R&D, ADDIE, SDLC, model evaluasi formatif Tesmer. Kontribusi penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain multimedia interaktif terstandar berbasis model pembelajaran inkuiri yang dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran IPA, untuk pembentukan kompetensi siswa kelas V SD, implikasinya dalam peningkatan produktivitas guru dan peningkatan kompetensi pada siswa belajar, untuk kelas lima sekolah dasar

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN DAN SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI SIKAP SISWA

    Get PDF
    The purposes of this study are to determine: (1) which one has a better  achievement, students who are taught by learning the model Time Token or Snowball Throwing type. (2) which one has a better achievement, students who have a high, middle, or low achievement attitude. (3) Is there any interaction between learning model and achievement attitude towards achievement. This study is a quasi experimental research with 2x3 factorial design. The population of this study is all students VII Grade SMPN 1 Kasreman in the academic year 2018/2019. Sampling was done by  random technique. The total of samples is 60 students. The instruments used to collect data are the test of prior knowledge in mathematics, achievement attitude questionnaire and mathematics achievement test. The testing of hypothesis uses two-way analysis of variance with unequal cell.The testing of hypothesis concludes that (1) Students who taught by  learning model of Snowball Throwing type have better  achievement than students who taught by  learning model of Time Token type.(2) Students who have high achievement attitude have better achievement than students who have low achievement attitude, also students who have middle achievement attitude have same  achievement  than students who have low achievement attitude.(3) There isn’t interaction between learning model and achievement attitude towards  achievement.Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model pembelajaran tipe Time Token atau Snowball Throwing. (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa dengan sikap tinggi, sedang, atau rendah. (3) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan sikap siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian seluruh siswa  kelas VII SMPN 1 Kasreman Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Sampel adalah siswa  kelas VII D dan VII E SMP Negeri Kasreman tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 60 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal matematika, angket sikap siswa, dan tes prestasi belajar matematika. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa (1) Prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Snowball Throwing lebih baik dibandingkan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Time Token. (2) Prestasi belajar siswa dengan sikap tinggi lebih baik dibandingkan prestasi belajar siswa dengan sikap rendah, dan prestasi belajar siswa dengan sikap sedang sama dengan prestasi belajar siswa dengan sikap rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan sikap siswa

    MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA

    Get PDF
    Sexual violence or sexual harassment has always been a problem that never stops, every year it always increases. Sexual violence can happen to anyone, including children with mental retardation. Children with mental disabilities are those with mental retardation, where their mental condition is below normal limits, this condition is also known as mental retardation, but physically they are normal. It is appropriate to educate them about sexual education, because after all they have to be independent and be able to stand on their own feet. So it takes a proper management management in delivering sexual education to them. Based on the results of the research, it was found that educational management was learning about gender differences and the cultivation of character education. The learning model that can be applied is the center learning model, with the concept of role playing. This is what will be discussed in this article in order to alleviate children with mental retardation from violence or sexual harassment that threatens their future.Kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual selalu menjadi permasalahan yang tidak kunjung meredam, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja, termasuk anak penyandang tunagrahita. Anak penyandang tuna grahita adalah mereka yang mengalami keterbelakangan mental, dimana kondisi mentalnya berada dibawah batas normal, kondisi tersebut juga dikenal dengan Retardasi Mental, akan tetapi secara fisik mereka normal. Sudah semestinya untuk memberikan edukasi kepada mereka mengenai pendidikan seksual, karena bagaimanapun juga mereka harus mandiri dan bisa berdiri dengan kaki mereka sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu pengelolaan manajemen yang tepat dalam menyampaikan pendidikan seksual kepada mereka. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan manajemen pendidikan yaitu pembelajaran tentang perbedaan gender dan penanaman pendidikan karakter. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran sentra, dengan konsep bermain peran. Hal tersebutlah yang akan dibahas dalam artikel ini guna mengentaskan anak-anak penyandang tunagrahita dari kekerasan atau pelecehan seksual yang mengancam masa depan mereka

    Model Pembelajaran IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VAK DAN PBL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP MUHAMMADIYAH 33 JAKARTA

    No full text
    The purpose of this study was to analyze the results of learning mathematics in the visual, auditory, and kinesthetic (vak) learning model and the problem-based learning (pbl) model for students of SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. The research method used in this research is a quasi-experimental method. The sampling technique used was cluster sampling and simple random sampling. The instrument for collecting data was a test with 8 essays. The data analysis technique used is descriptive analysis technique and data requirements test. Test data requirements used are normality test and homogeneity test. In normality test, obtained sig. > α, means that data in the experimental and control class are normally distributed. In homogeneity test, obtained sig.> α, that is, both data have homogeneous variants. Furthermore, the hypothesis is tested using a free (independent) sample t-test. Based on the calculation, obtained sig. <α and tcount> ttable, so H0 is rejected and the mathematics learning outcomes of students who are given visual, auditory, and kinesthetic (vak) learning models are higher than learning outcomes who are given problem-based learning models. Thus, the VAK learning model is better than the PBL learning model for mathematics learning outcomes of SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. Keywords: vak learning model, pbl learning model, efforts to improve learning outcomes.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil belajar matematika  pada model pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik (vak) dan model problem based learning (pbl) terhadap siswa SMP  Muhammadiyah 33 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan simple random sampling. Instrumen adalah instrument tes berupa 8 soal essay. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji persyaratan  data. Uji persyaratan data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil perhitungan uji normalitas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai sig. > α, artinya data pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Pada uji homogenitas juga diperoleh nilai sig, artinya  kedua data memiliki varians yang homogen. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel bebas (independent). Berdasarkan perhitungan, diperoleh nilai sig. < α dan nilai   , sehingga  ditolak dan hasil belajar matematika peserta didik yang diberi model pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik (vak) lebih tinggi daripada hasil belajar yang diberi model pembelajaran problem based learning. Dengan demikian, model pembelajaran VAK lebih baik dari model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar matematika Siswa SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. Kata kunci: model pembelajaran vak, model pembelajaran pbl, upaya meningkatkan hasil belaja

    FAKTOR PEMBENTUK MINAT SISWA PUTRI KELAS V DAN VI DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SD NEGERI 180/II MULIA BHAKTI KECAMATAN PELEPAT KABUPATEN BUNGO

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor pembentuk minat siswa putri kelas V dan VI dalam ekstrakurikuler bola voli di SD Negeri 180/II Mulia Bhakti tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa putri kelas V dan VI sebanyak 20 anak. Data dikumpulkan dengan angket dengan koefisien reabilitas sebesar 0,571. Analisis data dilakukan dengan analisis deksriptif kuanitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor pembentuk minat sebagian besar pada kategori tinggi sebesar 53%. Berdasarkan faktor dari dalam individu terdiri dari aspek umur sebesar 53%, aspek bobot sebesar 53%, aspek jenis kelamin sebesar 47%, aspek pengalaman sebesar 53%, aspek perasaan mampu sebesar 40%, dan aspek kepribadian sebesar 60%. Sedangkan faktor dari luar individu terdiri dari aspek lingkungan keluarga sebesar 60%, aspek lingkungan sekolah sebesar 47%, dan aspek lingkungan masyarakat sebesar 53%

    PENDAMPINGAN BELAJAR MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS GRATIS UNTUK ANAK ASUH YAYASAN AL-KAMILAH

    Get PDF
    The part that needs to be improved from a student living in Al-Kamilah Foundation from an academic perspective is the ability to count and speak English. The service team teaches regularly at the Al-Kamilah Foundation once a week, to be precise on Wednesdays, to improve the numeracy skills and English of the foster children at the Foundation. Continuous training is needed to have a profound effect on increasing this ability. Teaching is carried out by lecturers from Pamulang University who have an educational background both from a scientific background in mathematics and English. The training has provided significant improvement results because this program has actually been going on for 3 semesters which are carried out continuously every week, unless it is closed during holidays and class holidaysBagian yang perlu ditingkatkan dari anak asuk yang tinggal di Yayasan Al-Kamilah dari sisi akademik adalah kemampuan berhitung dan berbicara dalam Bahasa Inggris. Tim pengabdi mengajar secara rutin di Yayasan Al-Kamilah setiap seminggu sekali, tepatnya di hari rabu, untuk meningkatkan kemampuan berhitung dan Bahasa Inggris anak asuh di Yayasan tersebut. Pelatiahan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memberikan efek yang mendalam bagi peningkatan kemampuan tersebut. Pengajaran dilakukan oleh dosen dosen dari Universitas Pamulang yang memiliki background Pendidikan baik dari latar belakang keilmuan matematika maupun Bahasa Inggris. Pelatiahan sudah memberikan hasil peningkatan yang signifikan karena program ini sejatinya sudah berlangsung selama 3 semester yang dilakukan secara berkelanjutan setiap minggu, kecuali diliburkan saat sedang libur hari raya dan libur perkuliahan

    PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstract — This background of the research is bad value of mathematics learning of class IV elementaray school 60/II Muara Bungo. It because convesional learning, students are nothing in the learning process, problem base learning strategy is useless in the learning. Research method is classroom action reseacrh with qualitative and quantitative. Research subject in the class IV elementary school 60/II Muara Bungo the students are 30 in the classroom. In the action of this researh, there are 2 the circulating do by the reseacher. There are 4 action from every circulate that is action of planning, action of implementation, observation, and reflection each circulating. This research data is collected by observation, learning value, and documentation. Research value shows 1) the using props as simple unit of weight with demonstration method increase teacher and students process. Teacher process of first circulating increase about 81% (very good) and the second circulating increase about 91% (excelent). The students activity of first circulating increase about 84% (very good) and the second circulating increase about 90% (excelent). 2) improving learning value get a good grade of minimal completeness criteria (65) with pre circulating percentage 51%, first circulating 60%, and second circulating 76%.Abstrak — Latar belakang penelitian ini adalah rendahNya hasil belajar mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 60/II Muara Bungo. Faktor penyebabnya adalah pembelajaran masih konvesional, tidak ada keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, tidak menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 60/II Muara Bungo yang berjumlah 30 siswa. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini terdiri 2 siklus yang dilakukan oleh peneliti. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi pada masing-masing siklus. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil kegiatan guru dan siswa. Kegiatan guru pada siklus I sebesar 81% (katagori baik) pada siklus II meningkat menjadi 91% (katagori sangat baik). Kegiatan siswa pada siklus I sebesar 84% (katagori baik) pada siklus II meningkat menjadi 90% (katagori ssangat baik). 2) Peningkatan hasil belajar yang mencapai nilai di atas KKM  (65) dengan presentase pra siklus 57%, siklus I 60%, dan siklus II 76%

    272

    full texts

    384

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇