E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN E-MODUL BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KELAS VI SEKOLAH DASAR
Learning resources that do not facilitate students to improve higher-order thinking skills result in the achievement of learning objectives. This is because higher order thinking skills (HOTS) are one of the skills that students must have in current learning. This study aims (1) To describe and analyze the level of ability of students in solving HOTS questions using HOTS oriented e-modules in science for 6th grade, (2) To describe the form or results of a products HOTS oriented modules in sciences for 6th grade, (3) To describe and analyze the feasibility level of using HOTS oriented e-modules in science for 6th grade, (4) To describe and analyze the effectiveness level of using HOTS oriented e-modules in science lessons in grade 6th in improving student learning outcomes. The research type used in this research is research and development (Research and Development) Borg and Gall. The subjects of this study were students of grade VI SD Negeri Kayu Agung for the 2020/2021 academic year. To find out the response of teachers and students to the developed e-module was obtained using a questionnaire method.The results obtained show that (1) The use of e-modules oriented to HOTS in science for 6th grade can improve students abilities in solving HOTS type questions, which is marked by an increase in student learning outcomes scores in the pre test and post test. (2) The form or result of the HOTS oriented e-module product in science lessons for grade 6th is in the form of a link, so that it is easily accessed by students using a device connected to an internet connection. (3) HOTS oriented e-module in science for 6th grade is feasible to be used as teaching material based on the results of the material expert validation test obtaining an average score of 88.33 in the very good category, the results of the media expert validation test obtained a score of 88.00 with a very good category, and the results of the validation test for learning experts obtained an average score of 82.92 in the very good category. (4) HOTS orientation in science for 6th grade is effective for improving student learning outcomes, which is indicated by an increase in the pre-test average score of 65.00 to an average post-test score amounting to 76.33. Meanwhile, the follow-up to this research is to develop other e-modules for learning general subjects in elementary schools.Sumber belajar yang kurang memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi berakibat pada pencapaian tujuan pembelajaran. Hal tersebut, karena berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) merupakan salah satu keahlian yang wajib dimilki oleh peserta didik dalam pembelajaran saat ini. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal HOTS dengan menggunakan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (2) Untuk mendeskripsikan bentuk atau hasil produk e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kelayakan penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (4) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat efektivitas penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) Borg and Gall. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VI SD Negeri Kayu Agung tahun ajaran 2020/2021. Untuk mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap e-modul yang dikembangkan diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil penelitian yang diperoleh terlihat bahwa (1) Penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal tipe HOTS, yang ditandai dengan peningkatan skor hasil belajar peserta didik dalam pre test dan post test. (2) Bentuk atau hasil produk e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD berbentuk link atau tautan, sehingga mudah diakses oleh peserta didik menggunakan gawai yang terhubung koneksi internet. (3) E-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD layak digunakan sebagai bahan ajar berdasarkan hasil uji validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 88,33 dengan kategori sangat baik, hasil uji validasi ahli media memperoleh skor 88,00 dengan kategori sangat baik, serta hasil uji validasi ahli pembelajaran memperoleh skor rata-rata 82,92 dengan kategori sangat baik. (4) E-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, yang ditandai dari peningkatan skor rata-rata pre test sebesar 65,00 menjadi skor rata-rata post test sebesar 76,33. Adapun, tindak lanjut penelitian ini yaitu dapat mengembangkan e-modul pembelajaran lainnya untuk mata pelajaran umum di sekolah dasar
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
ABSTRACT:
This study aims to help improve the pedagogical competence of teachers at SMP Negeri 7 Tanah Sepenggal in preparing lesson plans that are in accordance with the competency standards of each lesson so that they can become a reference in the learning process. This research was conducted in three stages, namely preparation, implementation and evaluation and reflection, and was carried out in at least two cycles. In the preparation stage, scenarios of activities, time schedules, places, and other supporting facilities are made, such as observation sheets and questionnaires.
This study was aimed at all 5 subject teachers, namely Social Sciences, ICT, Science, Civics, and Physical Education subject teachers. This research was conducted in three stages, namely preparation, implementation and evaluation and reflection, and was carried out in at least two cycles. In the preparation stage, scenarios of activities, time schedules, places, and other supporting facilities are made, such as observation sheets and questionnaires
The results showed that in the component of the formulation of the learning objectives indicators, there was an increase from 40% in the initial ability, to 60% in cycle 1 and increased to 70% at the end of the activity. The component of strategy selection and learning methods, which includes learning steps and determining the time allocation used, shows a significant increase from 40% to 60% in cycle 1 and again to 75% after cycle 2.
Keywords: supervision, pedagogy, lesson planningAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di SMP Negeri 7 Tanah Sepenggal dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi masing- masing pelajaran agar dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Pada tahap persiapan dibuat dibuat skenario kegiatan, jadwal waktu , tempat serta sarana pendukung lainnya seperti lembar observasi, serta angket.
Penelitian ini ditujukan kepada guru guru semua mata pelajaran yang berjumlah 5 orang yaituguru mata pelajaran IPS, TIK, IPA, PKn,dan Penjas. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Pada tahap persiapan dibuat dibuat skenario kegiatan, jadwal waktu , tempat serta sarana pendukung lainnya seperti lembar observasi, serta angket
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada komponen perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40 % pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan. Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang digunakan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 40% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75% setelah siklus 2.
Kata Kunci : supervisi, pedagogik, perencanaan pembelajara
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LEMPAR CAKRAM GAYA MEMUTAR DENGAN MEDIA BAN PADA SISWA KELAS IX C SMP NEGERI 1 JUJUHAN
ABSTRACT:
Discus throwing skills of students from how to hold a discus, the initial technique of throwing discs, discus throwing techniques, and body posture after throwing discs are still not good. This study aims to describe the learning process of rotating disc throwing with tire media in class IX C students at SMP Negeri 1 Jujuhan.
This research is a Classroom Action Research. The subjects in this study were students of class IX C at SMP Negeri 1 Jujuhan, totaling 30 students. The instrument used is a discus throwing performance test. The data analysis technique used in this research is descriptive and quantitative in the form of percentages.
Based on the results of the study, it can be concluded that the increase in discus throwing results through the media of used motorcycle tires is marked by an increase in the average score of students. The average value of students in the initial conditions is 67 with a percentage of completeness of 23.33%. This condition experienced an increase in the average score of students in the first cycle, which was 68.61 and the percentage of completeness was 60%. However, this increase has not yet reached the previously set target. Then after continuing to cycle II, the average value of students' discus throwing abilities again increased by 79.72 with a percentage of completeness of 93.33%. This shows that the predetermined target has been achieved so that the research is stopped in cycle II.
The discus throwing learning process through used motorcycle tires was dynamic and fun, and the students' character of responsibility, confidence, competitiveness, and enthusiasm also increased in every meeting. Students actively carry out tasks and observe the movement of discus throwing techniques and discuss each other with friends, students' discus throwing abilities increase marked by students completing the KKM (Minimum Completeness Criteria) which is 75.
Keywords: discus throwing, twisting style, tire media
Abstrak
Kemampuan lempar cakram siswa dari cara memegang cakram, teknik awalan melempar cakram, teknik melempar cakram, dan sikap badan setelah melempar cakram masih kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Lempar Cakram gaya memutar dengan media ban pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Jujuhan.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Jujuhan yang berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes unjuk kerja lempar cakram. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif dengan bentuk persentase.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil lempar cakram melalui media ban sepeda motor bekas ditandai dsengan peningkatan nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 67 dengan persentase ketuntasan sebesar 23,33%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu sebesar 68,61 dan persentase ketuntasan sebesar 60%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai terget yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus II nilai rata-rata kemampuan lempar cakram siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 79,72 dengan persentase ketuntasan sebesar 93,33%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terget yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.
Proses pembelajaran lempar cakram melalui media ban sepeda motor bekas berlangsung dinamis dan menyenangkan, serta karkter siswa dari tanggung jawab, percaya diri, kompetatif, dan semangat juga meningkat disetiap pertemuan. Peserta didik aktif melaksanakan tugas dan mengamati gerakan teknik lempar cakram dan saling diskusi dengan teman, kemampuan lempar cakram peserta didik meningkat dengan ditandai dengan peserta didik tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75.
Kata Kunci : lempar cakram, gaya memutar, media ba
TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS THROUGH SHORT STORIES: WHY AND HOW
Teaching English to young learners is not the same as teaching adults. Children are very active and imaginative but they tend to have short attention span. Teacher should create learning environment as interesting as possible to keep their spirit high during teaching and learning process. In line with this, short stories can be a bridge to facilitate them to learn English. Teacher can explore them to make English learning more interesting and effective. This media helps students to concentrate and engage more enthusiastically in learning English. This paper aims to investigate the value of using short stories and how it is applied in young learners’ classroom. It is hoped that this study is helpful for English teachers of young learners to gain more knowledge on how to create interesting learning environment for a successful learning process.Mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak tidak sama dengan mengajar orang dewasa. Anak-anak sangat aktif dan imajinatif tetapi mereka cenderung memiliki rentang perhatian yang pendek. Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang semenarik mungkin agar semangat mereka tetap tinggi selama proses belajar mengajar. Sejalan dengan itu, cerpen dapat menjadi jembatan untuk memfasilitasi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Guru dapat mengeksplorasinya untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih menarik dan efektif. Media ini membantu siswa untuk berkonsentrasi dan terlibat lebih antusias dalam belajar bahasa Inggris. Makalah ini bertujuan untuk menyelidiki nilai penggunaan cerita pendek dan bagaimana penerapannya di kelas anak-anak. Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi guru bahasa Inggris anak-anak. Untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang menarik untuk proses pembelajaran yang sukses
EXPLORING PERCEPTION OF POST GRADUATE STUDENTS TOWARDS VIDEO BASE LEARNING
This study aimed to find out the views of students at the undergraduate level about learning using video-based learning. The method used in this research is classroom action research, and this research was conducted in the Master of Management program, Bina Nusantara University, located in Jakarta. This research was done between the 2019 – 2020 academic year and the Covid-19 pandemic between February 2020 and June 2020. The subjects within the study were first-year students in the second-level program, and of the 25 people in the class, three volunteers participated in this research. The results of this study indicate that the possibility of successful video-based learning and the results obtained have the opportunity to have a positive impact on learning at the second-level level, only with a note that input from participants needs to be considered, including those related to the duration and appearance of video-based learning.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan mahasiswa di tingkat strata dua tentang pembelajaran yang menggunakan video based learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di program Master of Management di Universitas Bina Nusantara yang berlokasi di Jakarta. Penelitian ini dilakukan diantara tahun ajaran 2019-2020 dan masuk situasi pandemic Covid-19, yakni antara Februari 2020 hingga Juni 2020. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat pertama di program strata dua, dan dari 25 orang yang ada di dalam kelas ada tiga orang yang bersukarela berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan keberhasilan pembelajaran berbasis video, dan hasil yang diperoleh berpeluang untuk memberikan dampak positif untuk pembelajaran di tingkat strata dua, hanya dengan catatan perlu diperhatikan masukan dari peserta, diantaranya berkaitan dengan durasi dan tampilan video base learning
PENGEMBANGAN PELAKU USAHA MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Every business actor has problems with different levels of difficulty because the human resources in them come from different educational backgrounds and experiences. Problems with business management and non-standard preparation of financial reports are things that must be addressed in order to make a business more organized. This is felt by several business actors in Kaduara Barat village, Pamekasan Regency, where the majority of them run their businesses without paying attention to organized business management and proper financial reports. The results of this service are as follows: 1. The layout of the products sold in stores is more organized so that consumers feel comfortable shopping; 2. The division of tasks must be clear so that there are no overlapping jobs / positions with multiple positions; 3. In terms of service and marketing, business actors realize the need for a "touch of smile" to consumers who want to shop so that this becomes a distinct comfort for these consumers; and 4. The knowledge and ability of business actors in preparing financial reports increases so that this can be done for effective and efficient financial management in order to maximize profits. Setiap pelaku usaha mempunyai permasalahan dengan tingkat kesulitan yang berbeda dikarenakan SDM yang ada didalamnya berasal dari latar belakang pendidikan maupun pengalaman yang berbeda pula. Permasalahan perihal manajemen usaha dan penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai standar menjadi hal yang harus dibenahi untuk menjadikan suatu usaha menjadi lebih tertata. Hal ini dirasakan oleh beberapa para pelaku usaha di desa Kaduara Barat Kabupaten Pamekasan dimana mayoritas diantara mereka menjalankan usahanya tanpa memperhatikan manajemen usaha yang terorganisir dan laporan keuangan yang tepat. Adapun hasil pegabdian ini sebagai berikut : 1. Tata letak (layout) produk yang dijual di toko menjadi lebih tertata rapi sehingga konsumen merasa nyaman untuk berbelanja; 2. Pembagian tugas harus jelas agar tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih/ posisi yang rangkap jabatan; 3. Dari segi pelayanan dan pemasaran, para pelaku usaha menyadari perlu adanya “sentuhan senyuman” kepada para konsumen yang hendak berbelanja sehingga hal tersebut menjadi kenyamanan tersendiri bagi konsumen tersebut; serta 4. Pengetahuan dan kemampuan para pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan meningkat sehingga hal ini dapat dilakukan untuk pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien guna meningkatkan keuntungan secara maksima
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENEMUKAN INFORMASI PENTING DARI SEBUAH BACAAN PARAGRAF
Indonesian is a compulsory subject at all levels of education in Indonesia. Difficulties in learning Indonesian are the difficulties experienced by students in both low and high grades. This study aims to (1) find out the difficulties of students in finding important information from a paragraph reading in class V SD N 2 Dukuhwaluh (2) find out the factors that cause students to have difficulty in finding important information from a paragraph reading.This research is a qualitative descriptive research with case study method. Data collection techniques by means of observation, interviews and documentation analysis. Data analysis techniques from data reduction, data presentation and verification. The results showed that there were two students who had difficulty in finding important information from a paragraph reading in class V SD N 2 DukuhwaluhBahasa Indonesia adalah pelajaran wajib yang ada di semua jenjang pendidikan di Negara Indonesia. Kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kesulitan yang dialami oleh siswa baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Salah satu kesulitan yang dialami oleh siswa adalah kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah paragraf. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kesulitan siswa dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf di kelas V SD N 2 Dukuhwaluh (2) Mengetahui faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf. Penelitian ini adalah penelitian deksriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan dua siswa yang mengalami kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf di kelas V SD N 2 Dukuhwalu
PENGEMBANGAN APLIKASI SMARTPHONE UNTUK MOBILE LEARNING MATAKULIAH SISTEM OPERASI di STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
Disterupsi yang terjadi pada dunia Pendidikan pada saat ini, dipicu oleh perkembangan teknologi pada era transformasi digital atau biasa dikenal dengan era revolusi industri 4.0. dimana dibutuhkan suatu konsep dan mekanisme proses pembelajaran yang menintegrasikan teknologi dengan pendidikan. Pemanfaatan teknologi baik hardware dan software mulai marak diaplikasikan dalam bidang pendidikan salah satunya sebagai media pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (R and D) dengan prosedur pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Desseminate). Pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk mengambangkan media pembelajaran berupa aplikasi smartphone untuk pembelajaran mobile learning matakuliah Sistem Operasi di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan validitas, praktikalitas, dan efetivitas media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini: (1) validitas aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan valid pada aspek media dan aspek materi, (2) praktikalitas aplikasi smartphone untuk mobile learning berdasarkan pengamatan langsung, respon dosen, dan mahasiswa dinyatakan sangat praktis, (3) efektivitas aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai Media Pembelaran pada mata kuliah Sistem Opearsi
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PADA PEMBELAJARAN DARING DI KELAS 6A SD NEGERI 1 JEPUN TULUNGAGUNG
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan melalui internet baik secara synchronous maupun asynchronous. Berdasarkan observasi awal di kelas 6A SD Negeri 1 Jepun peneliti mengetahui bahwa kesemangatan belajar siswa mengalami penurunan di masa pembelajaran daring. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah rendahnya kesemangatan belajar siswa salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran video dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media video pada pembelajaran daring tema selamatkan makhluk hidup sub tema 2 pembelajaran 1 di kelas 6A SDN 1 Jepun Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 6A SDN 1 Jepun. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data digunakan langkah-langkah ketekunan pengamat dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media video pada pembelajaran daring tema selamatkan makhluk hidup sub tema 2 pembelajaran 1 di kelas 6A SDN 1 Jepun sudah memenuhi langkah-langkah sebagaimana dalam sintak penggunaan video. Hasil observasi penggunaan media video diperoleh skor nilai 59 dengan prosentase 90% yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media video dalam pembelajaran daring ini membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran daring. Dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa siswa yang terkenda untuk mengikuti pembelajaran daring dengan menggunakan media video, namun guru telah berupaya menerapkan beberapa solusi untuk mengatasi kendala tersebut.
Kata kunci: asynchronous, pembelajaran daring, penggunaan media video, synchronous, triangulas
AN ANALYSIS OF MATHEMATICAL REASONING ABILITY IN PROBLEM SOLVING WORD PROBLEM BASED ON GENDER AT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
This study aims to describe and analyze the mathematical reasoning and problem solving abilities of PGSD students, Universitas Muhammadiyah Lamongan, based on the gender in resolving story problems. This research is a qualitative descriptive research. The research subjects were 6 PGSD students of Universitas Muhammadiyah Lamongan who were selected based on the criteria of academic abilities; students with high reasoning, moderate reasoning, and low reasoning. The data collection techniques were observation, test, and interview. The data analysis was based on the results of test, observation, and interview obtained by students and based on table rubrics. Data analysis was carried out by the researcher using 6 subjects as representatives consisting of 3 males and 3 females with criteria previously mentioned (high, moderate, low). The results of data analysis on mathematical reasoning and problem solving abilities based on gender were female students' mathematical reasoning abilities were superior than male students' mathematical reasoning abilities.
Keywords: Mathematical Reasoning, Problem Solving, GenderPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan berdasarkan gender pada soal cerita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan yang dipilih berdasarkan kriteria kemampuan akademis yaitu mahasiswa dengan kemampuan penalaran tinggi, penalaran sedang, dan penalaran rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu berdasarkan hasil tes, observasi, dan wawancara yang diperoleh siswa dan dinilai berdasarkan rubrik penilaian. Analisis data yang dilakukan peneliti menggunakan 6 subjek sebagai perwakilan yang terdiri dari 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan dengan kriteria hasil penilaian tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis data kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender dalam menyelesaikan soal cerita yaitu kemampuan penalaran matematis siswa perempuan lebih unggul dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki.
Kata kunci: Penalaran Matematis, Pemecahan Masalah, Gende