E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Kemampuan Matematika Siswa SMP di Provinsi Sumatera Selatan
The mathematical abilities possessed by each student are different even though they are at the same age and at the same level of education. In order to find out students' mathematical abilities can be known based on the test results on the questions provided and given an assessment by the teacher. This study aims to determine the math abilities of junior high school students in South Sumatra Province. This research uses quantitative research methods. The sample in this study were public and private junior high schools in South Sumatra with a total of 416 students. From the results of the research conducted by researchers, it was obtained the mathematical ability scores of junior high school students in South Sumatra Province using multiple choice questions for the 2018/2019 Mathematics National Examination. A total of 416 students as the research sample, obtained a final score with a very good category of 0.4%, a good category of 51.6%, an adequate category of 40% and a poor category of 8%. The largest percentage or average final score of junior high school students in South Sumatra Province with a sample of 416 students and the 2018/2019 Mathematics National Examination questions with a total of 40 items in the Good categor
ANALISIS BIOSAFETY DAN BIOSECURITY LABORATORIUM BIOLOGI SMA DI KABUPATEN SLEMAN
Laboratorium biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) harus dapat menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) selama peserta didik berada di laboratorium sehingga kompetensi pembelajaran dapat tercapai. K dapat terlaksana dengan adanya biosafety dan biosecurity. Fokus kajian dalam artikel ini untuk mengetahui kondisi laboratorium biologi SMA berdasarkan biosafety dan biosecurity. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Sampel sekolah dipilih secara random sampling dari SMA negeri dan terakreditasi A di wilayah Kabupaten Sleman. Pengambilan data menggunakan tiga cara, yaitu instrumen angket, observasi dan wawancara dilakukan kepada kepala laboratorium biologi dan laboran. Hasil menunjukkan sekolah belum memenuhi standar sarana dan prasarana sesuai kriteria biosafety level 1 dan biosecurity, belum adanya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh peserta didik untuk mendukung terlaksananya K3, dan kinerja belum sesuai implementasi biosafety dan biosecurity. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan kualitas laboratorium biologi SMA untuk memenuhi kriteria biosafety (level 1) dan biosecurity. High school biology laboratories (SMA) must be able to guarantee Occupational Health and Safety (K3) while students are in the laboratory so that learning competencies can be achieved. K3 can be implemented with biosafety and biosecurity. The focus of the study in this article was to determine the condition of the high school biology laboratory based on biosafety and biosecurity. This research used quantitative and qualitative descriptive approach. The sample schools were randomly selected from state high schools and were accredited A in Sleman Regency area. Data collection used three methods: questionnaire instruments, observations, and interviews with the head of the biology laboratory and laboratory assistant. The results showed that the school has not met the facilities and infrastructure standards according to the biosafety level 1 and biosecurity criteria, students have not used Personal Protective Equipment (PPE) to support the implementation of K3, and performance has not met the implementation of biosafety and biosecurity. This show that it is necessary to improve the quality of high school biology laboratories to meet biosafety criteria (level 1) and biosecurity
Sosialisasi Penerapan Peraturan K3 (Keselamatan Dan Kesehatan Kerja) pada Siswa SMA Negeri 1 Kikim Barat Lahat
Dunia pendidikan pengetahuan dan pemahaman mengenai Penerapan Peraturan K3 yang diberikan oleh instansi pendidikan khususnya Sekolah Menegah Atas pada dasarnya hanya sebatas pengetahuan umum. Penerapan Peraturan K3 sekolah serta pemahamannya terhadap siswa masih sangat kurang. Padahal cakupan Penerapan Peraturan k3 ini sangatlah luas. Dalam instansi pendidikan, simulasi atau sosialisasi terkait K3 sangatlah penting, Sosialisasi terkait K3 ini tersebut dilakukan agar dapat mencegah terjadinya bahaya dan risiko terjadinya kecelakaan pada program belajar mengajar di sekolah. Sudah menjadi kewajiban instansi pendidikan untuk dapat menumbuhkan budaya bersih, indah dan tertib sehingga tercipta lingkungan yang aman dan terkendali. Manfaat K3 disekolah sendiri antara lain dapat meningkatkan konsentrasi belajar di kelas, terciptanya suasana tenang dan nyaman, meningkatkan kepedulian tanggung jawab, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kebersihan, keindahan dan ketertiban sekolah. Untuk mendukung penerapan K3 yang baik, perlu adanya perencanaan guna untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai pengetahuan tambahan detail bagi siswa sekolah sebagai informasi bagia siswa sekolah untuk mengetahui dan memahami mengenai peraturan dalam penerapan k3 di sekolah. Hasil Sosialisasi menunjukkan bahwa banyak sekali siswa sekolah yang belum mengetahui dampak bahaya apabila tidak mengetahui dan memahami mengenai peraturan dalam penerapan k3 sekolah
Waspada Bahaya Pencurian Arus Listrik di Tengah Masyarakat di Desa Pematang Kijang Kabupaten Ogan Komering Ilir Kolaborasi Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dan Universitas Sjakhyakirti Palembang
Dalam pasal 33 ayat (2) Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-undang ini menjelaskan bahwa usaha penyediaan tenaga listrik dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang penyelenggaranya dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Listrik merupakan energi vital bagi keberlangsungan aktivitas manusia baik bagi individu, kelompok masyarakat maupun dunia industry. Pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan energi listrik. Banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pemakai jasa listrik atau pelanggan listrik yang sering disebut dengan pencurian tenaga listrik atau pencurian listrik. Dalam hukum positif Indonesia pencurian listrik diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, bahkan pandangan Hukum Islam terhadap prilaku mencuri energi listrik adalah haram sama seperti jenis pencurian lainnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa nomor 17/2016 bahwa mencuri listrik itu haram. Kasus pencurian listrik yang marak terjadi karena faktor kurang pahamnya atas bahaya yang terjadi akibat pencurian listrik, hal yang dilakukan seringkali fatal ketika seseorang mencoba melakukan tindak pidana pencurian listrik. Mencuri listrik dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, diantaranya kebakaran yang dapat menghilangkan harta dan nyawa, padamnya listrik, dihukum penjara, merugikan PLN, mengganggu suplai tegangan PLN, dan masih banyak lagi dampak buruk yang dapat disebabkan pencurian listrik
PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA BERKORELASI DENGAN PENINGKATAN TEKANAN SISTOLIK DAN TEKANAN NADI
Pemasalahan gizi yang sering dijumpai pada remaja adalah obesitas. Kejadian obesitas sering dikaitan dengan kejadian hipertensi. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan untuk meihat hubungan variabel independen berupa tekanan darah sistolik dan diastolik, frekuensi denyut nadi serta tekanan nadi dengan variabel dependen berupa Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis bivariat menggunakan One Way ANOVA dan analisis korelasi spearman. Sebanyak 92 responden dengan rata-rata usia 19 tahun terlibat dalam penelitian ini dan sebagian besar memiliki kategori IMT overweight dan obesitas. Rata-rata tekanan sistolik dan tekanan nadi didapatkan lebih tinggi pada kelompok overweight dan obesitas dibandingkan pada kelompok kelompok underweight dan normal. Peningkatan tekanan sistolik dan diastolik serta tekanan nadi juga mempunyai korelasi yang signifikan dengan peningkatan IMT
DEIKSIS DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
Penelitian ini berjudul ?Deiksis dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui unsur deiksis dalam karya sastra novel yang terdapat pada novel Bumi Cinta. Penelitian ini memiliki fokus dalam mencari unsur deiksis persona , deiksis waktu dan deiksis tempat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Pokok permasalahan yang diteliti adalah mengungkapkan bentuk-bentuk deiksis secara rinci dalam kajian pragmatik, yaitu bagaimana deiksis persona, deiksis waktu dan deiksis tempat. Dalam kajian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif berupa mendeskripsikan kalimat hasil data yang berupa kalimat dalam novel Bumi Cinta yang telah dianalisis dalam unsur deiksis kajian pragmatik. Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jenis deiksis persona, deiksis waktu, dan deiksis tempat yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. (2) Mendeskripsikan hubungan antara deiksis persona, deiksis waktu dan deiksis tempat yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan makna deiksis persona yang digunakan meliputi : bentuk deiksis persona pertama tunggal berupa kata aku, deiksis persona pertama jamak, kami, kita makna perannya sebagai pembicara. Deiksis persona kedua tunggal: kau, dan deiksis persona kedua jamak: anda makna perannya sebagai lawan bicara. Deiksispersona ketiga tunggal: ia, dia dan deiksis persona ketiga jamak mereka makna perannya adalah yang dibicarakan. Deiksis waktu yaitu sekarang, saat ini , siang ,menit, hari besok, lusa dan nanti, ketika itu dan dahulu, maknanya untuk menunjukkan jarak waktu pandang pada saat seorang penutur berujar. Deiksis tempat yaitu di sini, di sana, ke sini, ke sana maknanya untuk mengetahui lokasi ruang/tempat pembicara dan lawan bicara
Aspek-Aspek Arsitektur Tradisional dalam Landmark di Kota-Kota Besar di Indonesia
Penelitian ini meninjau aspek-aspek arsitektur tradisional yang menjadi landmark di kota-kota besar di Indonesia dan popularitasnya dibandingkan landmark yang sepenuhnya modern dengan memeriksa jenis, aspek, kategori, dan daya tarik landmark di ibukota provinsi di Indonesia. Analisis deskriptif dan one-way ANOVA digunakan untuk mengklasifikasikan landmark dan memeriksa secara kuantitatif relasi antara landmark dengan daya tariknya bagi masyarakat kota. Hasil mengungkapkan bahwa 39 dari 121 landmark yang disurvai memiliki aspek arsitektur tradisional. Arsitektur tradisional dapat dilihat dalam aspek atap, bangunan, dan ornamen. Kategori landmark yang mengandung aspek arsitektur tradisional adalah masjid, museum, taman, jalan, kompleks bangunan, kuil/wihara/kelenteng, pura, benteng, keraton, monumen, dan pasar. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa landmark yang mengandung aspek arsitektur dan menonjol secara visual memiliki daya tarik lebih tinggi dari landmark yang hanya mengandung salah satu karakteristik tersebut. Hasil ini meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya aspek arsitektur tradisional untuk diterapkan dalam desain landmark dan menyarankan penambahan aspek-aspek arsitektur tradisional pada landmark yang telah ada maupun pada desain landmark yang akan datan
PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN MASYARAKAT MANDIRI DI DESA MERANJAT I
Pengelolaan keuangan keluarga merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap rumah tangga. Pada umumnya masalah keuangan terjadi adalah pada saat pengeluaran lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan jumlah pendapatan yang diperoleh, serta tidak teraturnya jumlah pendapatan yang diperoleh. Melalui pelatihan pengelolaan keuangan keluarga ini bertujuan agar peserta mampu mengidentifikasi sumber penghasilan dan pengeluaran, mampu menentukan prioritas pengeluaran dan menuliskannya dalam anggaran keluarga serta memahami cara mengendalikan pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah disusun sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Metode kegiatan npengabdian ini menggunakan metode pendidikan orang dewasa dengan teknik ceramah, diskusi mkelompok, dan pemberian tugas. Pelaksanaan kegiatan ini pada tanggal 09 Agustus 2022 di Desa Meranjat I Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan dengan peserta dari ibu-ibu rumah tangga berjumlah 30 orang. Kegiatan pelatihan ini cukup berhasil mengingat semua peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dan semua peserta bisa menyusun anggaran keuangan keluarga.
PERLINDUNGAN SUBJEK HUKUM DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Hakekat dari hak privasi terhadap data pribadi adalah hak kosntitusional warga negara Indonesia yang telah diatur dalam UUDNRI Tahun 1945 khususnya pada pasal 28 huruf G ayat (1). Bentuk perlindungan hukum terhadap data sebagai privasi di Indonesia saat ini menerapkan beberapa pasal yang tersirat mengatur mengenai data pribadi. Indonesia belum memiliki peraturan perundang – undangan khusus yang menjadi dasar hukum perindungan data pribadi sehingga saat ini Indonesia memiliki kekosongan norma. Hak konstitusional adalah kewajiban dari suatu negara terhadap warga negaranya. Di Indonesia saat ini banyak terjadi permasalahan hukum yang menyalahgunakan data pribadi seseorang untuk kepentingan pribadi. Tetapi, saat ini penanganan permasalahan hukum tersebut belum maksimal dikarenakan kekosongan norma dalam perlindungan hukum data pribadi. Tujuan dan fokus penelitian ini adalah menemukan hakekat dari perlindungan hukum data pribadi sebagai hak privasi dan bentuk perlindungan hukum data pribadi sebagai hak privasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, melalui conseptual approach. Hasil dari penelitian ini adalah hakekat dari perlindungan hukum data pribadi sebagai hak privasi adalah hak konstitusional warga negara. Indonesia belum memiliki peraturan perundang – undangan yang menjadi dasar hukum perlindungan terhadap data pribadi. Maka dari itu, dalam perlindungan hukum data pribadi, Indonesia mengalami kekosongan norma sehingga tidak dapat secara maksimal melindungi data pribadi warga negara. The essence of the right to privacy over personal data is the constitutional rights of Indonesian citizens which have been regulated in the 1945 UUDNRI especially in article 28 letter G paragraph (1). The form of legal protection for data as privacy in Indonesia is currently implementing several articles that imply regulating personal data. Indonesia does not yet have specific laws and regulations which form the legal basis for personal data protection, so currently Indonesia has a void of norms. Constitutional rights are obligations of a state towards its citizens. In Indonesia, there are currently many legal issues that involve misusing someone's personal data for personal gain. However, currently the handling of these legal issues has not been maximized due to the absence of norms in legal protection of personal data. The purpose and focus of this research is to find out the nature of legal protection of personal data as a right to privacy and forms of legal protection of personal data as a right to privacy in Indonesia. The research method used in this study is normative juridical, through a conceptual approach. The results of this study are that the essence of legal protection of personal data as a right to privacy is a constitutional right of citizens. Indonesia does not yet have statutory regulations which form the legal basis for the protection of personal data. Therefore, in the legal protection of personal data, Indonesia is experiencing a void of norms so that it cannot optimally protect citizens' personal data
Sistem informasi pendaftaran online pada lembaga bahasa universitas muhammadiyah palembang berbasis web
Penelitian ini dilatarbelakangi dari beberapa masalah yang muncul di Lembaga Bahasa (LB) Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) yang diketahui oleh peneliti yang juga merupakan salah satu staf di LB UM Palembang. Kesulitan mahasiswa dalam memahami proses pendaftaran kegiatan mereka di LB serta kekurangan sistem pendataan dan pelaporan manual yang sebelumnya di gunakan oleh LB UM Palembang mendasari dua permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana cara mengembangkan sistem pendaftaran online yang baik dan bagaimana hasil pengamatan ahli terhadap sistem pendaftaran yang telah di buat. Metode pengembangan aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Prototype dan metode pengumpulan datanya adalah berupa kuisioner yang di berikan kepada ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi pendaftaran berbasis web dapat membantu proses pendaftaran. Menurut evaluasi ahli, perangkat lunak ini sangat layak dalam hal akurasi dan keandalan, serta dalam hal kelengkapan dan kemudahan penggunaan