E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
BARACK OBAMA’S VICTORY SPEECHES THROUGH ILLOCUTIONARY ACT
This research deals with the analysis of illocutionary act found in Barack Obama’s victory speeches. The purpose of this research was to analyze the illocutionary act which produced by Barack Obama in his victory speeches.This research used descriptive qualitative method where the researcher analyzed one by one the type of illocutionary act which produced by Barack Obama in his victory speeches. The researcher used the theory from Alston for illocutionary act. From the research, the researcher found that there were 31 statements of illocutionary act produced by Barack Obama in his victory speeches. They were 20 statements for expressive, 7 statements of directives and 4 statements of comissive. The researcher did not find any excertive in Barack Obama’s victory speeches. The result showed that the most dominant type of illocutionary act found in Barack Obama’s victory speeches was expressive
PERSEPSI REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI
Reward mempunyai peran penting dalam mempertahankan ataupun membangun motivasi belajar mahasiswa karena dianggap salah satu penentu keberhasilan selama mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar mahasiswa pendidikan biologi dari strata satu (S1) dan strata dua (S2) ditinjau dari pemberian reward selama perkuliahan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online tentang persepsi mahasiswa secara umum dan khusus terhadap reward yang diadaptasi dari Lloyd (2007). Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif untuk menjelaskan persepsi dari 190 mahasiswa pendidikan biologi yang terdiri dari 177 mahasiswa strata satu (S1) dan 13 mahasiswa strata dua (S2). Hasil menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa pendidikan biologi setuju dan termotivasi untuk belajar ketika diberikan reward saat perkuliahan. Meskipun persentase tipe reward yang diharapkan berbeda, seperti reward nilai sebesar 50%, pemberian semangat/pujian 23%, lalu 20 % berupa hadiah, sedangkan bentuk lain 7%. Selain itu mahasiswa umumnya lebih memilih diberitahu jika ada reward dibanding diberikan secara spontan. Perbedaan spesifik antara mahasiswa S1 dengan S2 terlihat saat pemilihan khusus jenis reward, dimana mahasiswa S1 lebih memilih nilai sedangkan mahasiswa S2 lebih mengharapkan adanya pengayaan materi, pembimbingan, serta pemberian sumber literatur yang dapat membantu tugas mereka. Penerapan reward yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan mahasiswa dapat menjadi acuan dalam mendorong semangat belajar mahasiswa selama perkuliahan. Reward plays an essential role in supporting or increasing student learning motivation because it is believed as one of contributing factors to students' performance in lectures. This study intended to analyze how rewarding students in classes influences undergraduate (S1) and postgraduate (S2) degrees in biology education students' motivation to learn. The data was gathered utilizing a Lloyd-adapted online survey (2007) regarding students' perceptions of rewards in general and particular. Furthermore, 190 biology education students, consisting of 177 undergraduate students (S1) and 13 postgraduates (S2), had their perceptions addressed through quantitative analysis. The results indicated that all biology education students believed that rewards during lectures motivate them to learn. Although the percentage of the type of reward intended varies, such as a reward in the form of a score was 50%, encouragement or praise was 23%, then 20% was in the form of a gift, while other forms were 7%. In addition, students generally prefered to be informed if there was a reward compared to being given it spontaneously. When deciding on a specific reward, it was evident that postgraduate students differed significantly in their choices. Whereas undergraduate students prioritized grades or scores, postgraduate students expected more material enrichment, mentoring, and the provision of literature resources to assist with their assignments. Implementing rewards that are relevant to the educational level of the students can be a reference for enhancing their interest in lectures
THE INFLUENCE OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING APPROACH AND SPEAKING HABIT TOWARDS THE EIGHTH GRADE STUDENT’S SPEAKING ABILITY
The aim of this study was to know whether or not a significant influence in speaking ability after the students with positive and negative speaking habit being taught by Communicative Language Teaching Approach, identifying the significant intraction effect of Communicative Language Teaching Approach and speaking habits on student's speaking ability. In this study, the writer used two stage random sampling. The data were collected by using pretest and posttest. The data were analyzed by using Paired Sample t-test, Independent Sample t-test and Two-Way Anova. The finding of this study is the results of speaking ability between students with positive is higher than students with negative speaking habit being taught by Communicative Language Teaching Approach. It can be concluded that Communicative Language Teaching Approach can improve student’s speaking Ability
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG SEBAGAI LAHAN PERTANIAN
Lahan pasca tambang pada umumnya merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan akibat kegiatan penambangan. Kerusakan yang terjadi pada lahan pasca tambang antara lain terjadinya perubahan sifat fisik, kimia maupun biologi tanah yang mengakibatkan turunnya produktifitas lahan, terjadinya perubahan perubahan bentang alam lahan, kedalaman efektif tanah menjadi dangkal, dan terbentuknya lapisan lapisan tanah yang baru yang berisi pasir, kerikil, sisa-sisa tailing yang nantinya akan terbentik lapisan cadas. Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang yaitu dengan mereklamasi dan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian. Tujuan kajian ini untuk mengkaji berbagai lahan reklamasi pasca tambang yang dapat dialihfungsi menjadi lahan pertanian berdasarkan analisa tingkat kesuburan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis dan analisa komparatif yaitu dengan cara mengumpulkan, memilah dan membandingkan data yang didapat dari beberapa jurnal maupun buku (studi literatur). Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa lahan pasca tambang dapat diubah menjadi lahan pertanian, hal ini tergantung dari lokasi, kekhasan sifat dan karakteristik lahan pasca tambang, seperti lahan reklamasi pasca tambang batubara dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup baik.Post-mining land is generally land that has been damaged by mining activities. Damage that occurs in post-mining land includes changes in the physical, chemical and biological properties of the soil which result in a decrease in land productivity, changes in land landscape changes, the effective depth of the soil becomes shallow, and the formation of new layers of soil containing sand, gravel, remnants of tailings which will later form rock layers. One way to repair damaged post-mining land is by reclamation and conversion of post-mining land into agricultural land. The purpose of this study is to examine various post-mining reclamation lands that can be converted into agricultural land based on an analysis of soil fertility levels. The research method used is qualitative analysis and comparative analysis, namely by collecting, sorting and comparing data obtained from several journals and books (literature study). The results of the study show that some post-mining land can be converted into agricultural land, this depends on the location, the specific nature and characteristics of post-mining land, such as post-coal mining reclamation land with a fairly good level of soil fertility
SISTEM PELAKSANAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI WKBPP PADA MASA PANDEMI COVID-19 KECAMATAN SINAR PENINJAUAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU AGRICULTURAL EXTENSION IMPLEMENTATION SYSTEM AT WKBPP DURING THE COVID-19 PANDEMIC SINAR PENINJAUAN DISTRICT OGAN KOMERING ULU REGENCY
ABSTRACTThis study aims to determine the Agricultural Extension Implementation System in WKBPP During the Covid-19 to determine Farmer Responses to Agricultural Extension Activities During the Covid-19 Pandemic in Karya Jaya Village, Sinar Peninjauan District, Ogan Komering Regency. Ulu. This research was conducted in Karya Jaya Village, Sinar Peninjauan District, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. From November 2021 to January 2022. The research method used is the phenomenological method for the sampling method using the Purposive Sampling method. The data collection method used in this research is participatory observation) and in-depth interviews directly to the sources that have been determined. The data processing method used (data condensation, data presentation, describing and drawing conclusions) and data analysis used was descriptive-qualitative analysis. The results showed that the agricultural extension implementation system in the work area of the agricultural extension center during the covid-19 pandemic continued to use an online system using whatsapp groups and individual visits to each farmer's house. Meanwhile, the response of farmers to agricultural extension activities in Karya Jaya Village, Sinar Peninjauan District, Ogan Komering Ulu Regency is good because agricultural extension activities during the COVID-19 pandemic are still running but are slightly reduced in implementation. Keyword: Agrcultural Extension System, Agrcultural Extension, and Pandemic covid-19. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sistem Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian di WKBPP Pada Masa Pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui respon petani terhadap aktivitas penyuluhan pertanian pada masa pandemi covid-19 di Desa Karya Jaya Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karya Jaya Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Pada bulan November 2021 - Januari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi untuk metode penarikan contoh digunakan metode Purposive Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasidan wawancara mendalam langsung kepada narasumber yang telah ditentukan. Metode pengolahan data yang digunakan (kondensasi data, penyajian data, menggambarkan dan menarik kesimpulan) dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sistem pelaksanaan penyuluhan pertanian di wilayah kerja balai penyuluhan pertanian pada masa pandemi covid-19 tetap menggunakan sistem daring menggunakan whatsapp group dan kunjungan individu kesetiap rumah petani. Sementara untuk respon petani terhadap aktivitas penyuluhan pertanian di Desa Karya Jaya Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah baik karena aktivitas penyuluhan pertanian pada masa pandemi covid-19 masih berjalan tetapi memang sedikit berkurang dalam pelaksanaan nya.Kata Kunci : Sistem Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Pertanian dan Pandemi Covid-19
Preferensi Masyarakat Terhadap Kriteria Perancangan Ruang Komunitas
The nature humans as social beings need each other to survive and cause interactions in them. Social interactions can form specific communities or groups. In a community, people need space to move. Therefore, this study aims to determine community preferences regarding the choice of community gathering places to consider community space design criteria. Using exploratory qualitative methods with a grounded theory approach in this study is expected to produce data by selecting criteria for community places. Data analysis used four stages, namely open coding, axial coding, selective coding, and distribution analysis to determine the level of answers from participants. The results of the study found that in designing a place or community space, three design criteria could be used, including the concept of space, spatial planning, and the character and atmosphere of the space.Sifat alami manusia sebagai makhluk sosial saling membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup hingga menimbulkan interaksi di dalamnya. Interaksi sosial dapat membentuk komunitas atau kelompok tertentu. Dalam sebuah komunitas, masyarakat membutuhkan ruang untuk beraktivitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam memilih tempat berkumpulnya komunitas, guna mempertimbangkan kriteria perancangan ruang komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan pendekatan grounded theory untuk menghasilkan data berupa pemilihan kriteria tempat komunitas. Analisis data menggunakan empat tahap yakni open coding, axial coding, dan selective coding, serta tahap distribusi untuk mengetahui frekuensi jawaban dari responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam merancang sebuah tempat atau ruang komunitas dapat menggunakan tiga kriteria perancangan antara lain konsep ruang, perencanaan ruang, serta karakter dan suasana ruang
Pengaruh Risk Based Bank Rating Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
The objective of this research was to see the effect of risk based bank rating (non performing loan, return on assets, and capital adequacy ratio) on profit growth. In this study, there were 18 samples of conventional banking listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2019 using the purposive sampling method. The data obtained were then processed using SPSS tools. This analysis included bank financial analysis, classic assumption test, multiple linear regression test, hypothesis testing which included f test and t test. The results of this study indicated that there was a significant effect of non performing loan, return on assets, and capital adequacy ratio simultaneously on profit growth, there was a significant effect of non performing loan partially on profit growth, there was a significant effect of asset return on profit growth, while the adequacy ratio capital did not have a significant effect on profit growth in banking listed on the Indonesia Stock Exchange
PENERAPAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA PEMECAHAN MASALAH TRIGONOMETRI BERBANTUKAN GEOGEBRA UNTUK SISWA SMA
Pemecahan masalah materi trigonometri cenderung dianggap rumit dan sulit oleh sebagian siswa karena dalam penyelesaiannya memerlukan pemahaman yang tepat. Di samping itu, pembelajaran matematika di banyak sekolah masih menggunakan cara yang cenderung konvensional. Sehingga perlu diterapkan model pembelajaran yang cocok dan dibantu aplikasi pembelajaran matematika yang sesuai untuk dapat memecahkan masalah materi trigonometri tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan sampel penelitian sebanyak 30 siswa kelas X IPA 2 SMA Sjahkyakirti Palembang untuk memperoleh data mengenai hasil belajar, keaktifan siswa, serta motivasi belajar siswa pada materi trigonometri berbantukan aplikasi GeoGebra dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data berupa hasil belajar, aktivitas, dan motivasi belajar disajikan dalam bentuk kuantitatif, sedangkan data wawancara disajikan dalam bentuk kualitatif. Dari hasil penelitian ini diperoleh data persentase hasil belajar siswa yaitu 20% siswa dikategorikan sangat baik, 66,7% dikategorikan baik dan 13,3% siswa dikategorikan cukup. Dari data tersebut diketahui bahwa penelitian pembelajaran trigonometri dengan berbantukan aplikasi GeoGebra dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dapat dikatakan mencapai hasil ketuntasan yang diharapkan
PENERAPAN MODEL PROBLEM POSING PADA PEMBELAJARAN MATERI PYTHAGORAS
Matematika memainkan peran penting dalam dunia pendidikan. Namun, seringkali pembelajaran matematika di sekolah menghadapi kendala, terutama dalam pemahaman Pola Bilangan. Pandangan siswa yang menganggap matematika sulit berdampak negatif pada hasil belajar mereka. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menciptakan suasana belajar yang baik dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah problem posing, siswa menjadi aktif dan dapat meningkatkan pemahaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model problem posing terhadap hasil belajar matematika pada materi Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 20 Palembang. Kelas VIII.2 sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model problem posing, sementara kelas VIII.1 menjadi kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Data diuji dengan menggunakan uji-t. Analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 20 Palembang
Pendekatan Rancang Kota pada Masalah Banjir Kota Palembang
Flood in city of Palembang caused by many factors. Inadequate and unconnected city drainage channels, as well as the geomorphological condition of the city which is a lowland with rivers and swamps are the causes of flooding that routinely occurs. Various ways to overcome flooding have been done but still not effective, flooding still occurs and the losses incurred are also increasing. This paper took urban design as a tool to tackle flood problems without ignoring other technical aspects. The purpose of this research is to find the main problem of flood and then analyze it with urban context to get the effective solutions. The method which selected are literature and comparative study. The conclusion is the needed of a master plan of flood intervention, re-established green open space until 30% of total area, Fix the drainage system, install storm-water way system and reclaimed river, swamp as flood control.Banjir di kota Palembang disebabkan berbagai faktor. Tidak memadai dan belum terkoneksinya jaluran drainase kota, serta kondisi geomorfologi kota yang merupakan dataran rendah dengan sungai dan rawa menjadi penyebab banjir yang rutin terjadi. Berbagai cara untuk mengatasi banjir telah dikerjakan tetapi masih belum efektif, banjir masih terjadi dan kerugian yang ditimbulkan juga semakin banyak. Salah satu pendekatan yang diusulkan untuk diterapkan dalam mengatasi banjir adalah dengan pendekatan tata ruang, dengan tidak mengabaikan aspek teknis lainnya. Menemukenali sumber masalah banjir dan kemudian memilah bagian yang berkaitan dengan pendekatan keruangan, terutama tata ruang kota untuk selanjutnya memberikan solusi yang tepat guna. Metode yang dilakukan adalah studi literatur dan studi banding terhadap beberapa kasus yang serupa dengan kota Palembang untuk kemudian diambil pendekatan yang terbaik. Hasil penelitian ini adalah perlunya menyusun rencana terpadu pengendalian banjir, mengembalikan persentase ruang terbuka hijau sampai dengan 30%, memperbaiki drainase dan membuat saluran air pembuangan air hujan langsung (storm water drain) dan mengembalikan sungai, rawa sebagai pengendali air