E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Analisis dan perancangan sistem informasi pendaftaran online PT Medianusa permana net
PT.Medianusa permana net merupakan perusahaan yang bergerak dibidang masih melakukan pendaftaran pelanggan internet secara manual. Proses pendaftaran menggunakan metode konvensional memiliki banyak kekurangan, karena pelanggan harus mengisi formulir secara manual. Oleh karena itu, diperlukan Sistem Informasi Pendafaran Internet Berbasis Web. Tujuan dari Sistem Informasi Pendafaran Internet Berbasis Web adalah untuk membantu manajemen membuat keputusan dari sisi internal dan dari sisi eksternal. Sistem Informasi Pendaftaran Internet Berbasis Web ini dibangun menggunakan sistem pengembangan SDLC (System Development Life Cycle), yang menggunakan model proses waterfall.Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya adalah MySQL. Hasil dari Sistem Informasi Pendafaran Internet Berbasis Web ini adalah Aplikasi Sistem Pendaftaran, yang memudahkan pendaftaran pelanggan dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendataan pelanggan
KLASIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN ROASTING KOPI MENGGUNAKAN DEEP LEARNING
Masyarakat awam tidak memiliki pemahaman atau pengetahuan yang cukup dalam mengolah biji kopi khususnya proses mensangrai kopi sehingga masyarakat akan kesulitan untuk menghasilkan kopi yang nikmat untuk dikonsumsi meskipun sudah menggunakan biji kopi yang berkualitas, pengetahuan tentang tingkat kematangan dalam proses sangrai pada kopi sebagian besar hanya bisa diketahui oleh barista atau orang yang sudah terbiasa dalam mengolah biji kopi. Dalam penelitian ini penulis akan membuat sebuah sistem berbasis deep learning yang dapat membaca tingkat kematangan hasil roasting kopi sehingga diharapkan dapat membantu masyarakant awam untuk dapat mengolah kopi dengan baik
Menumbuhkan Kecapakan Literasi Finansial Siswa Sd Negeri Jenggolo 2 Kabupaten Malang Melalui Kegiatan Pasar Pasaran.
Abstrak : Pendidikan literasi finansial sangat tepat jika dilakukan ditingkat sekolah dasar dengan pembelajaran yang terprogram. Peran literasi finansial di sekolah dasar tidak hanya mengenalkan uang, namun juga mempelajari dan menerapkan tentang pengelolaan uang, belajar traksaksi, dan dapat memiliki jiwa entrepreneurship. Kegiatan pengenalan dan penerapan literasi finansial dapat melalui kegiatan pasar – pasaran selain mengembangkan interaksi social juga mengembangkan jiwa entrepreneurship siswa dengan kegiatan berdagang. Melalui kegiatan berdagang tersebut, siswa akan belajar mengelola modal, belanja bijak, serta menghitung laba atau rugi. Sehingga, tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pengenalan serta penerapan keterampilan literasi finansial pada siswa di SD Negeri 2 Jenggolo Kepanjen Kabupaten Malang. Kegiatan pasar – pasaran merupakan kegiatan jual beli dalam pasar yang sengaja diselenggarakan dalam kurun waktu tertentu untuk menjual makanan tradisional hasil karya siswa. Dalam kegiatan pasar – pasaran, siswa menjual makanan tradisional atau jajan pasar khas Jawa Timur yang terdiri dari jamu, lupis, sawut, gethuk, lumpur, onde – onde, dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil perhitungan akhir, setiap kelompok penjual mendapatkankan untung 20.000 rupiah hingga 50.000 rupiah dari hasil kegiatan berjualan di pasar – pasaran. Kegiatan pasar – pasaran menjadi alternatif belajar bermakna bagi siswa untuk pengenalan dan penerapan literasi finansial dan mengembangkan jiwa entrepreneurship siswa
Career Coaching: Developing a Constructive Mindset and Ethical Conduct in the Realm of Employment from a Young Age
The current era in which the world of work is evolving into 4.0 requires businesses to be more competitive; therefore, human resources are essential to this end. Effective employee performance positively influences the company's overall performance. This pertains to the correlation between good attitudes and behaviours in employees, leading to increased engagement in work, heightened motivation, and job satisfaction. Developing a positive attitude and behaviour in individuals from a young age is crucial. Students, as future human resources entering the workforce, should be equipped with abilities and character that align with the company's requirements. Through this career coaching programme, students are expected to develop insight, knowledge, and positive attitudes and behaviours related to the workplace from an early age by implementing them in an educational environment. 63 persons from the 1st-semester students of the Psychology Study Programme at Sriwijaya University participated in this activity. This service activity is aligned with the industrial and organisational psychology courses that participants will complete in semester 3. The outcomes of this activity may be determined through pre and post-evaluation, revealing that 95.3% of participants grasp the career coaching activity effectively
Application of Liquid Organic Fertilizer Derived from Vegetable Waste and NPK on Sweet Corn Plants (Zea mays saccharata Sturt)
Corn is an alternative crop that replaces staple foods other than rice. Efforts to increase corn production in less fertile land with the application of liquid organic fertilizer (POC) vegetable waste and NPK provide nutrients and improve soil structure so that roots develop well. This study aims to obtain the right POC and NPK dose to increase the growth and production of sweet corn. The method used is field experiments. The layout on the field uses a Split Plot Design with 12 combinations repeated 3 times. The size of the plot is 2 x 2 m. As the main plot, namely NPK fertilizer K1 (30 g/plot), K2 (60 g/plot), and K3 (90 g/plot). As a subplot, namely POC of vegetable waste P0 (0 ml/L), P1 (10 ml/L) P2 (20 ml/L), and P3 (30 ml/L). The application of POC 30 ml/L with NPK fertilizer 30 g/plot is the best combination of treatment in increasing production by 12.6 kg/plot or 25.20 tons/ha
KERANGKA HUKUM KONTRAK TAMBANG BATUBARA DI INDONESIA: STUDI KASUS WANPRESTASI PERJANJIAN KERJASAMA TAMBANG BATUBARA PIHAK SWASTA PADA PEMDA KABUPATEN KOTA BARU, KALSEL
Abstrak. Studi ini mengkaji kerangka hukum yang mengatur kontrak tambang batubara di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus pelanggaran perjanjian kerjasama oleh entitas swasta dengan pemerintah daerah Kota Baru, Kalimantan Selatan, untuk eksploitasi tambang batubara. Isu utama yang diidentifikasi meliputi pelanggaran kontrak terkait pembagian hasil, ketidakpatuhan terhadap standar operasional yang disepakati, dan kurangnya transparansi dalam pelaporan keuangan.[1] Isu hukum yang dibahas mencakup tantangan seperti penegakan keputusan arbitrase yang diatur dalam kontrak, yang sering kali memerlukan intervensi hukum lebih lanjut. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya perjanjian yang jelas dan kokoh serta pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan dan mencegah pelanggaran.[2] Rekomendasi perbaikan termasuk reformasi regulasi untuk menyelaraskan peraturan pusat dan daerah, memperkuat kerangka hukum untuk mencakup aspek penting dari perjanjian kerjasama tambang, dan meningkatkan kemampuan pengawasan pemerintah. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjamin pelaporan keuangan yang transparan dan akurat melalui audit independen, sekaligus memperkuat kapasitas penegakan hukum melalui pelatihan peradilan dan arbitrase yang ditingkatkan. Secara kesimpulan, meskipun kerangka hukum yang ada sudah komprehensif, kelemahan yang diidentifikasi memerlukan reformasi untuk mengantisipasi dan menyelesaikan sengketa dalam kontrak kerjasama tambang batubara, sehingga mendukung keberlanjutan industri tambang batubara di Indonesia.Keywords: Kontrak Tambang Batubara, Kerangka Hukum, Pelanggaran Perjanjian, Pemerintah Daerah, Kota Baru, Pembagian HasilAbstract. This study examines the legal framework governing coal mining contracts in Indonesia, focusing on a case study involving breach of cooperation agreement by the private entity with the local government of Kota Baru, South Kalimantan, for coal mining exploitation. Key issues identified include contract violations related to profit sharing, non-compliance with agreed operational standards, and lack of transparency in financial reporting. Legal issues discussed involve challenges such as the enforcement of arbitration decisions stipulated within the contract, often necessitating further legal intervention. The implications underscore the necessity of clear and robust agreements and effective oversight to ensure compliance and prevent breaches. Recommendations for improvement include regulatory reforms to harmonize central and local regulations, strengthening the legal framework to encompass crucial aspects of mining cooperation agreements, and enhancing governmental oversight capabilities. These measures aim to ensure transparent and accurate financial reporting through independent audits, alongside bolstering legal enforcement capacities through enhanced judicial and arbitration training. In conclusion, while the existing legal framework is comprehensive, identified weaknesses necessitate reforms to anticipate and effectively resolve disputes within coal mining cooperation contracts, thereby supporting the sustainability of Indonesia's coal mining industry.Keywords: Coal Mining Contracts, Legal Framework, Breach of Agreement, Local GovernmentKota Baru, Profit Sharing[1] https://ppid.rokanhulukab.go.id/po-content/uploads/lkpd_audited_2022_(1).pdf[2] https://inspektoratdaerah.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pengertian-pengawasan-8
PENERAPAN SISTEM KEWARISAN ISLAM DALAM MASYARAKAT KOTA LUBUKLINGGAU YANG UMUMNYA MENGGUNAKAN SISTEM KEWARISAN ADAT
Abstrak. Dalam kehidupan, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, sebab kematian merupakan hal yang pasti dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Sebagai subjek hukum, meninggalnya seseorang menimbulkan akibat hukum yaitu timbulnya proses pembagian harta warisan. Dengan meninggalnya orang tersebut maka kekayaan-kekayaannya beralih pada orang lain yang ditinggalkannya, untuk itu dapat dikatakan bahwa dibutuhkannya suatu peraturan yang mengatur tentang hubungan hukum dengan kekayaan yang ditinggalkan orang yang telah meninggal dunia. Dalam Hukum Islam, arti waris berasal dari bahasa Arab yang berarti peninggalan-peninggalan yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu, penerapan sistem kewarisan Islam mulai banyak dikenal oleh masyarakat-masyarakat di daerah-daerah, hal ini disebabkan karena kesadaran masyarakat muslim di daerah tersebut mulai tinggi dalam melaksanakan perintah dari Sang Pencipta. Berkembangnya sistem kewarisan Islam pada masyarakat Kota Lubuklinggau merupakan kemajuan yang pesat yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, hal ini bukan berarti bahwa adat yang dianut oleh masyarakat setempat hilang dan tergantikan, namun kedua hal ini dapat menjadi hal yang berdampingan dalam kehidupan bermasyarakat.Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana penerapan sistem kewarisan Islam dalam masyarakat Kota Lubuklinggau yang umumnya menggunakan sistem kewarisan adat. 2) Apa kendala penerapan sistem kewarisan Islam dalam masyarakat Kota Lubuklinggau yang umumnya menggunakan sistem kewarisan adat.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, metode kepustakaan dan metode pengolahan data. Teknik analisa data yang digunakan adalah anlisis data secara kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan sistem kewarisan Islam dalam masyarakat Kota Lubuklinggau mulai umum dilakukan, dari yang mulanya menggunakan kewarisan adat, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya menerapkan pola kehidupan sesuai syari’at. Kendala dalam penerapan sistem kewarisan Islam pada masyarakat Kota Lubuklinggau yang umumnya menggunakan sistem kewarisan adat adalah: pengetahuan tentang waris Islam yang masih minim, perbandingan bagian yang dianggap timpang, perbedaan pendapat antar ahli waris dan corak adat yang masih kental.Kata kunci: Penerapan, Sistem Kewarisan Islam, Sistem Kewarisan Adat Abstract. In life, every living person will definitely experience death, because death is certain and cannot be avoided by anyone. As a legal subject, the death of a person gives rise to legal consequences, namely the process of dividing inheritance. With the death of that person, his assets pass to other people he left behind, for this reason it can be said that a regulation is needed that regulates the legal relationship with the assets left behind by people who have died. In Islamic law, the meaning of inheritance comes from Arabic, which means inheritance left by someone who dies. As time went by, the implementation of the Islamic inheritance system began to become widely known among communities in the regions, this was because the awareness of the Muslim community in these areas began to increase in carrying out orders from the Creator. The development of the Islamic inheritance system in the people of Lubuklinggau City is a rapid progress made by the community itself. This does not mean that the customs adhered to by the local community are lost and replaced, but these two things can be side by side in social life.The problems raised in this thesis are 1) How is the application of the Islamic inheritance system in the people of Lubuklinggau City, which generally uses a traditional inheritance system. 2) What are the obstacles to implementing the Islamic inheritance system in the Lubuklinggau City community which generally uses the traditional inheritance system.The data collection methods used in this research are interview methods, library methods and data processing methods. The data analysis technique used is qualitative data analysis.The results of the research show that the implementation of the Islamic inheritance system in the people of Lubuklinggau City is starting to become commonplace, from initially using traditional inheritance, this is caused by several factors, such as people who are starting to realize the importance of implementing a lifestyle according to the Shari'ah. Obstacles in implementing the Islamic inheritance system in the people of Lubuklinggau City who generally use the traditional inheritance system are: knowledge about Islamic inheritance that is still minimal, comparison of parts that are considered unequal, differences of opinion between heirs and traditional patterns that are still strong.Keywords: Application, Islamic Inheritance System, Traditional Inheritance System
KONSEP TAKMIL AN NISAB ZAKAT PROFESI PANDANGAN YUSUF AL-QARDHAWI
Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam dan merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam. Zakat profesi yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional yang dilakukan secara individu atau bekerja sama dengan orang atau lembaga lain yang menghasilkan pendapatan (uang) yang melebihi nisab (batas minimal kewajiban zakat). Dengan demikian, zakat profesi adalah kewajiban mengeluarkan zakat atas penghasilan yang diperoleh dari profesi atau keahlian tertentu sesuai dengan nisab yang telah ditentukan. Tinjauan literatur merupakan upaya untuk mengumpulkan informasi dan landasan teoritis dengan meneliti buku-buku, makalah riset, temuan studi sebelumnya, jurnal yang relevan, serta artikel yang terkait dengan subjek penelitian. Proses pengumpulan data, baik primer maupun sekunder, diikuti dengan analisis kualitatif sebelum dipaparkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini Yusuf Al Qardhawi memasukkan gagasan takmil an nishab ke dalam zakat profesi untuk meningkatkan jumlah orang yang membayar zakat profesi. Konsep ini mengharuskan akumulasi pendapatan selama satu tahun meskipun tidak terkumpul dalam satu titik waktu tertentu. Pendekatan ini didukung oleh Mazhab Hanbali dalam konteks zakat pertanian, di mana seluruh hasil panen dari tanaman yang berbuah lebih dari sekali dalam setahun dapat digabungkan untuk mencapai nishab
EMERGING TRENDS OF FUNDING SOURCES SMES WITH BIBLIOMETRIC ANALYSIS
The difficulty for SMEs is access to capital, which has been persistently tough; nonetheless, a solution is attainable. The paper presents an extensive bibliometric analysis of research trends and thematic development in funding sources for micro, small, and medium enterprises (SMEs), specifically concentrating on the timeframe from 2013 to 2024. It underscores the growing interest in innovative financing mechanisms such as equity crowdfunding, fintech, and digital finance, which are becoming essential for MSME funding. Traditional funding sources like bank loans and venture capital continue to be pertinent. However, there needs to be a discernible transition towards technology-enabled financing. The research highlights SMEs' difficulties in obtaining financing due to rigorous banking criteria, particularly in Indonesia. It proposes new study avenues centered on emergent subjects such as crowdfunding and the interaction between fintech and regulation. The results underscore the necessity for enhanced finance access and support systems to support SME growth and competitiveness
Pendampingan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas Moda Luring dan Daring Bagi Guru Kampus St. Bernadus Kota Madiun Jawa Timur
Penelitian Tindakan Kelas menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta mengembangkan kompetensi guru. Selain itu, penulisan PTK menjadi salah satu penunjang kepangkatan seorang pendidik. Tahapan awal PTK adalah permasalahan pembelajaran yang diketahui melalui proses refleksi. Meski demikian, masih terdapat guru-guru yang memiliki rutinitas refleksi pembelajaran. Selain itu, pemahaman tentang sistematika penulisan PTK masih terbatas. Kondisi ini tampak pada sekolah mitra, yakni pada guru-guru di Kampus St. Bernadus Kota Madiun. Pengabdian ini dilakukan dengan dua tujuan, antara lain (1) melatih guru merefleksikan kegiatan belajar untuk menganalisis permasalahan pembelajaran, serta menentukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut, dan (2) melatih guru menuliskan PTK sesuai dengan sistematika penulisan dan ketepatan setiap bagian. Peserta pengabdian terdiri atas guru PAUD, SD, dan SMP yang berada di bawah naungan Yayasan Taruna Bhakti Kota Madiun. Pendampingan dilakukan dengan strategi PAR, dengan keterlibatan pelaksana secara penuh. Selain pendampingan tatap muka, pendampingan juga dilakukan secara online dengan memanfaatkan WhatsApp dan Google Spreadsheet. Berdasarkan proses pendampingan selama sepekan, diketahui bahwa guru dapat merefleksikan pembelajaran, menemukan permasalahan pembelajaran, serta menentukan alternatif solusi untuk mengatasi kendala belajar tersebut. Guru juga dapat mengetahui sistematika penulisan PTK melalui identifikasi karya yang telah terpublikasi