E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Studi Ornamen pada Masjid di Daerah Kelurahan Bukit Lama Palembang
In general, a mosque is a spiritual place for Muslims where a deep connection between human and Allah SWT is established. Upon entering the interior of the mosque, one often encounters ornaments that contribute to the beauty and aesthetic value of the mosque. However, it is not uncommon to find mosques that adopt minimalist and simple concepts to prioritize the primary function of the mosque itself. With the presence of these ornaments in the mosque, this research aims to inventory the ornaments found in 20 mosques in the Bukit Lama district, Palembang. The research methodology employed a qualitative descriptive approach, utilizing both primary data (author's documents) and secondary data (images from Google Maps). The research findings reveal six commonly found ornaments in the 20 mosques, namely, the ? (Allah) inscription at 80%, the ? (Muhammad) inscription at 70%, Asmaul Husna ornaments at 20%, geometric patterns (mihrab) at 40%, minimalist patterns (mihrab) at 60%, and surah decorations on walls and similar areas reaching 60%.Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir ornamen apa saja yang terdapat pada 20 masjid yang terletak di daerah kelurahan Bukit Lama, kota Palembang sebagai lokus penelitian dan bahan studi. Dengan pemahaman bahwa ini adalah inventarisasi ornamen dalam masjid-masjid di Bukit Lama, Palembang, fungsi studi ini terletak pada upaya pengumpulan dan penyusunan data mengenai ornamen-ornamen yang ada. Dampaknya adalah dapat menghetahui serta memahami ornamen yang umum ditemui dimana 20 masjid tersebut sebagai objek bahan studi. Studi ini diharapkan mampu memberikan manfaat penting bagi masyarakat dengan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai ornamen yang biasanya ada di masjid-masjid di Bukit Lama, Palembang. Bagi para arsitek dan komunitas seni, hal ini menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan desain dan kreativitas yang terkait dengan nilai-nilai lokal dan seni Islam. Metodelogi yang digunakan dalam studi ini merupakan metodelogi kualitatif dengan menggunakan metode dokumentasi visual ornamen untuk memahami ornamen pada ke-20 masjid yang terbilang
PENGGUNAAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN PADA BANGUNAN HIJAU: PERUMAHAN TAMAN ANGGREK
This study examines the use of environmentally friendly materials in green buildings, focusing on Taman Anggrek housing as a case study. Construction is a major contributor to carbon emissions, with significant impacts from material production, energy use, and waste generation. The green building concept emerges as a solution to reduce environmental impacts, emphasizing eco-friendly materials, energy efficiency, water management, and waste reduction. This research assesses the implementation of green building standards, particularly in the selection of materials such as locally sourced concrete and certified environmentally friendly cement, in line with Permen PUPR No. 21/2021. Using case studies and literature analysis, the study evaluates material choices and their sustainability impacts. Findings suggest that local sourcing and certified materials contribute to reducing the carbon footprint and enhancing long-term sustainability in subsidized housing. Challenges remain in fully aligning with sustainable practices, particularly in the use of renewable materials. The study underscores the role of eco-friendly materials in achieving sustainable green housing in developing countries
DAMPAK KEBERADAAN KOPERASI UNIT DESA SEJAHTERA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI ANGGOTA KUD SEJAHTERA DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN
ABSTRACTThis study aims to determine the impact of the existence of the Prosperous Village Unit Cooperative and the socio-economic conditions of its members (KUD) after joining as members of KUD Sejahtera in Musi Banyuasin Regency. The research method used is the survey method. While the sampling method used in this study is simple random. The data collection methods used in this study are, Participatory observation, interviews and documentation. The results of the study show that the social conditions of KUD Sejahtera members after the existence of the Prosperous Village Unit cooperative can also be seen in terms of social interaction and education, and about the economic conditions of KUD Sejahtera members around 70% based on the results of interviews with respondents totaling 76 respondents or around 92.10% who said that the economic conditions of KUD Sejahtera members improved after joining as members of KUD Sejahtera. The social conditions of KUD Sejahtera members after the existence of the Prosperous Village Unit cooperative can also be seen in terms of livelihood and opinion. KUD Sejahtera itself has 12 business units such as Marketing / sales of TBS, Transportation services, Waserda BBM Distribution, ATK photocopy services, Becoloader heavy equipment business, KUD vehicles, savings and loans, MM KUD, business accommodation and other income from 12 business units that do not have a socio-economic impact on KUD Sejahtera members and for the savings and loan business unit does not have a socio-economic impact because for now (KUD) Sejahtera has not opened for savings and loans because for the region (KPA II) it is still in the period The rejuvenation of the savings and loan business unit itself means that only special members can apply for loans. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keberdaan Koperasi Unit Desa Sejahtera dan kondisi sosial ekonomi anggota (KUD) Sejahtera setelah bergabung menjadi anggota KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah acak sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, Observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian diketahui kondisi sosial Anggota KUD Sejahtera setelah adanya koperasi Unit Desa Sejahtera dapat juga dilihat dari segi interaksi sosial dan pendidikan, dan tentang kondisi ekonomi anggota KUD Sejahtera sekitar 70% berdasarkan hasil wawancara kepada responden yang berjumlah 76 responden atau sekitar 92,10 % yang mengatakan kondisi ekonomi anggota KUD Sejahtera membaik setelah bergabung menjadi anggota KUD Sejahtera kondisi sosial Anggota KUD Sejahtera setelah adanya koperasi Unit Desa Sejahtera dapat juga dilihat dari segi mata pencarian dan pendapat KUD Sejahtera sendiri memiliki 12 unit usahaseperti Pemasaran / pejualan TBS, Jasa aangkutan,Waserda Penyaluran BBM, Jasa photo copy ATK, Usaha alat berat becoloader, Kendaraan KUD, simpan pinjam, MM KUD, penginapan binis dan pendapatan lainya dari 12 unit usaha yang tidak memberikan dampak sosial ekonomi pada anggota KUD Sejahtera dan untuk unit usaha simpan pinjam tidak memberikan dampak secara secara sosial ekonomi dikarenakan untuk saat ini (KUD) Sejahtera belum membuka untuk simpan pinjam karena untuk wilayah (KPA II) masih masa peremejaan unit usaha simpan pinjam sendiri hanya anggota khusus saja yang biasa mengajukan pinjaman
MEMPELAJARI SIFAT SENSORIS PEMPEK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var ) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN
Pesatnya inovasi produk pangan tradisional termasuk pempek merupakan upaya untuk meningkatkan daya tarik baik dari segi nilai gizi maupun cita rasa. Salah satu upaya tersebut yaitu pengembangan pempek dari ikan lele sangkuriang dan isolate soy protein (ISP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat sensoris pempek ikan lele sangkuriang yang ditambahkan ISP. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu V0 (penambahan isolate soy protein 0%), V1 (penambahan isolate soy protein 2%), V2 (penambahan isolate soy protein 4%), V3 (penambahan isolate soy protein 6%) dan V4 (penambahan isolate soy protein 8%) Metode uji hedonik untuk warna, aroma, rasa dan kekenyalan pempek dengan skor 1 sampai 5. Panelis semi terlatih yang digunakan sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris pempek ikan lele. Perlakuan V4 merupakan perlakuan yang mendapat respon skor tertinggi baik warna (4,16), aroma (4,20), Rasa (4,32) maupun kekenyalan kekenyalan 4,20). Masing-masing berada pada kategori disukai oleh panelis
Pengembangan Pengelolaan UMKM Produk Makanan Olahan PEMPEK CEK ROS
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas UMKM "Cek Ros" untuk mengelola keuangan, pemasaran, dan branding. Masalah yang dihadapi oleh UMKM ini termasuk manajemen keuangan yang buruk, kurangnya pasar, dan kurangnya identitas merek. Kursus ini terdiri dari tiga tahap: (1) Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan yang didasarkan pada SAK ETAP, dengan studi kasus untuk mempelajari laporan laba rugi, neraca, dan arus kas; (2) Pelatihan Pemasaran Produk, yang berkonsentrasi pada teknik pemasaran online dan offline melalui media sosial dan promosi; dan (3) Pelatihan Branding Produk, yang mencakup pemahaman tentang nilai produk dan desain kemasan yang unik. Hasil menunjukkan peningkatan besar. 85% peserta mampu menyusun laporan keuangan, 75% mulai menggunakan media sosial untuk pemasaran, dan 70% memperbarui desain kemasan dengan tampilan yang lebih menarik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan daya saing UMKM dan meningkatkan posisi produk mereka di pasar yang kompetitif
Pelatihan Pembuatan Makanan Lokal Pedesaan Berbasis Daun Kelor di Desa Koroncong Kabupaten Pandeglang
Daun kelor mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, dan zat besi. Pemanfaatan daun kelor dalam pembuatan makanan lokal di perdesaan memberikan banyak kebermanfaatan, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Hal itu karena daun kelor mudah dibudidayakan, sehingga cocok sebagai bahan pangan alternatif yang berkelanjutan. Dalam pengabdian masyarakat di Desa Koroncong Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2024, telah diberikan pendampingan pembuatan produk makanan lokal perdesaan berbasis daun kelor. Dalam pelatihan ini telah diberikan perihal pengetahuan seputar kebermanfaatan daun kelor serta praktik pembuatan makanan lokal perdesaan dengan berbahan daun kelor. Keberhasilan dari kegiatan ini tampak dari meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang kebermanfaatan daun kelor dan pembuatan produk makanan lokal perdesaan menggunakan daun kelor. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa para peserta telah mampu meracik dan mengolah daun kelor untuk pembuatan produk makanan lokal perdesaan yang bernilai gizi tingg
Penerapan Asas Keadilan bagi Konsumen yang Tidak Dapat Memohon Pailit dan PKPU kepada Developer Apartemen Atau Rumah Susun terhadap Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023
Pemberlakuan Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2023 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan ini dinilai tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.Hal ini disebabkan karena salah satu poin dalam SEMA tersebut yang mengatur terkait kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yakni di mana pengembang atau developer apartemen atau rumah susun tidak dapat dimohonkan pailit dan PKPU.Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan ini yaitu penelitian hukum normatif dan menggunakan data sekunder.Hasil penelitian menunjukan bahwa permohonan pernyataan pailit ataupun PKPU terhadap pengembang (developer) apartemen dan/atau rumah susun tidak memenuhi syarat sebagai pembuktian secara sederhana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Secara rinci, hal ini mengakibatkan tidak tercapainya asas keadilan bagi konsumen dikarenakan tidak dapat memohonkan Pailit dan PKPU kepada Developer sehingga keberlakuan SEMA ini dianggap bertentangan dengan salah satu asas dalam hukum kepailitan yaitu asas keadilan. Dalam hal perusahaan tertentu seperti perusahaan pengembang (developer) tidak bisa dimohonkan pailit ataupun PKPU, maka seharusnya diatur dalam bentuk peraturan yang selevel dengan UU ataupun UU No. 37 tahun 2004 di revisi
Tinjauan Hukum Moratorium Permohonan Kepailitan dan PKPU serta Asas Kelangsungan Usaha dalam Prespektif Hukum Kepailitan
Gagasan moratorium kepailitan dan PKPU muncul dari meningkatnya perkara yang didaftarkan di pengadilan niaga dan dampak ekonomi lainnya, sehingga moratorium sebenarnya bisa dikatakan bukanlah solusi yang tepat. Peninjauan kembali terhadap pembahasan moratorium dapat dilakukan apabila terdapat ketidakpastian dan jika moratorium dilaksanakan maka akan membawa kebaikan dan ketertiban bagi semua pihak. Moratorium perkara kepailitan dan PKPU bukanlah solusi yang efektif, mengingat lembaga kepailitan dan PKPU muncul dari UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UUK dan PKPU). Artinya, gagasan moratorium harus melalui proses legislasi agar bisa sinkron dengan UU Nomor 37 Tahun 2004. Mekanisme ini tidak mudah dan memakan waktu lama hingga gagasan moratorium secara teknis menjadi peraturan hukum. Begitu pula dengan gagasan moratorium yang secara teknis hukumnya terkait dengan pembatasan kompetensi peradilan niaga, sehingga diperlukan sinkronisasi fungsi legislasi dan yudikatif. Jika diterapkan, hal ini akan menimbulkan banyak permasalahan sehingga penegakan hukum menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian hukum ini adalah jenis penelitian normatif yang mengarah pada penelitian kepustakaan.Debitur pailit dapat mengajukan rehabilitasi yang akan menghilangkan setatusnya sebagai debitur pailit. Prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan bersifat luas dan mendasari hukum kepailitan dan pembayaran yang ditangguhkan. Penerapan asas kegiatan ekonomi berkelanjutan tidak hanya sebatas diatur dalam undang-undang saja, namun mempunyai arti yang lebih luas, yang juga mencakup seluruh proses proses kepailitan dan penangguhan pembayaran utang. Penerapan prinsip manajemen berkelanjutan dalam kepailitan dan penundaan pembayaran utang ini dimaksudkan untuk memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai ekonomi perusahaan yang akan digunakan untuk melunasi utang kepada kreditur
ANALISA STABILISASI FISIK TANAH PADA PEKERJAAN JALAN GAMPONG ALUE DUA KOTA LANGSA
Soil characteristics depend on soil texture, density, environmental conditions and other factors. The use of selected embankment materials aims to increase the stability of the subgrade in the supporting layer (Capping Layer). The aim of this research is to determine the physical characteristics of the selected embankment soil, determine the soil density value in the laboratory and determine the soil density value in the field. The methods used to determine the physical properties of soil are water content testing, specific weight testing, Atterberg limit testing, sieve analysis testing, soil compaction in the laboratory is carried out using the standard proctor testing method, soil density testing in the field is carried out using the sandcone test method. The results of the soil compaction test in the standard proctor laboratory obtained a max ?d value of 1.397 grams/cm3 and an optimum W of 19.49%. In the Sandcone Test, the values for the degree of field density were obtained, namely STA 0+000 of 115%, STA 0+050 of 106%, STA 0+100 of 103%. The results of testing the physical properties of selected embankment soil include field water content of 16.70%, specific weight (Gs) of 2.66, plasticity index (PI) of 2.13% and sieve analysis that passed number 200 was 10.93%. Based on the AASHTO classification system, it can be concluded that the selected embankment land used in Mulia Indah Hamlet, Alue Dua Village, Langsa Baro District, is included in group A-2-4
Penerapan Internet Of Things Pada Pengontrolan Meteran Air PDAM Menggunakan Metode Water Fall
Perusahahan Daerah Air Minum merupakan perusahaan yang bertanggung jawab dalam memberikan layanan air bersih bagi publik. Di setiap tempat tinggal masyarakat, akan dibangun meteran air Perusahahan Daerah Air Minum yang berfungsi guna menghitung banyak nya debit air yang digunakan oleh masyarakat. Akan tetapi dalam pelaksanaan nya, proses menghitung meteran air dari Perusahahan Daerah Air Minum masih dikerjakan secara sederhana oleh pegawai Perusahahan Daerah Air Minum. Hal Ini membuat konsumen Perusahahan Daerah Air Minum tidak dapat memeriksa serta mengontrol pemakaian air Perusahahan Daerah Air Minum mereka setiap hari. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, sebuah sistem penerapan Internet of Things pada pengontrolan meteran air Perusahahan Daerah Air Minum menggunakan metode Water Fall akan dikembangkan agar konsumen dapat memantau serta mengendalikan penggunaan air PDAM mereka. Dalam sistem ini, sensor water flow akan digunakan untuk mengidentifikasi jumlah air yang mengalir, selenoid valve serta relay akan berfungsi sebagai pengendali otomatis keran air, serta pompa akan memberikan tekanan agar air mengalir melalui pipa. Selain itu, LCD serta Thinger IO akan berperan sebagai antarmuka pengguna dalam menampilkan data yang diperlukan dalam sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode water fall, yang dilakukan secara bertahap mulai dari desain perangkat hingga pemeriksaan sistem secara menyeluruh. Penelitian tentang sistem pengontrol meteran air Perusahahan Daerah Air Minum berbasis Internet of Things menunjukkan bahwa sistem tersebut telah beroperasi dengan baik. Pada saat pengujian, tercatat bahwa nilai debit air Perusahahan Daerah Air Minum yang mengalir sama antara tampilan LCD serta tampilan User Interface sebesar 3407 ml. Hal ini menandakan kesesuaian data antara kedua tampilan tersebut. Setelah itu, selain dapat memantau aliran air dari Perusahahan Daerah Air Minum, sistem juga dapat mengendalikan penggunaan air dengan mengatur kontrol on/off yang terdapat pada antarmuka penggun