E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
EFFECTS OF WORKING CAPITAL TURNOVER, CASH TURNOVER, AND RECEIVABLE TURNOVER ON PROFITABILITY
Purpose– The level of competition between companies is increasing as the business develops, especially when there is intense competition between similar companies. The cigarette industry is growing and becoming increasingly competitive to improve its performance. The cigarette industry significantly reduces the return on assets every year, even though the cigarette industry is a source for the government because taxes and customs are state income and accommodate a large workforce. This study aims to determine the influence of working capital, cash, and receivable turnover on profitability. Design/methodology– The type of research used is an associated method with a quantitative approach. The population in this research is the annual reports of cigarette sub-sector manufacturing companies going public. Samples in this study were taken from 32 companies using a purposive sampling approach. The type of data used in this research is secondary data using financial report data from manufacturing companies in the cigarette industry subsectors in the 2015–2022 period. Multiple linear regression is the data analysis technique employed, while SPSS version 25 is the software used. Findings - The study results show that working capital turnover has no significant effect on profitability, cash turnover significantly affects profitability, and receivables turnover has no considerable impact on profitability
Tantangan Hukum dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial
Salah satu yang menjadi permasalahan utama hampir di setiap negara terutama negara berkembang adalah masalah kesenjangan. Kesenjangan dapat terjadi dalam segala aspek sosial, hal ini disebabkan karena ketidakmerataan pendistribusian. Kesenjangan biasanya terjadi pada ketidakmerataan pendistribusian aspek-aspek perekonomian sehingga muncullah istilah kesenjangan sosial ekonomi. Dalam mewujudkan penerapan sistem ekonomi di Indonesia dengan lebih matang perlu diperhatikan beberapa karakteristik yang tidak dapat dilewatkan demi menjamin kesejahteraan bersama. Setiap kegiatan ekonomi merupakan tanggung jawab bersama atas ikatan kekeluargaan dengan ketentuan berbagai cabang produksi menjadi urusan kekuasaan negara sebagai jaminan hak hidup bersama. Karakteristik perekonomian Indonesia juga menjamin penuh komponen sistem campuran tanpa memberatkan warga negaranya. Sesuai sistem ekonomi pancasila setiap kegiatan dilangsungkan demi menjaga keamanan mereka yang hidup di dalamnya
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Ketepataan Penanganan Awal Kejang Demam pada Anak
Kejadian kejang demam pada anak dengan rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun merupakan kegawatatdaruratan neurologik yang paling sering ditemui di IGD rumah sakit sampai saat ini, namun fakta di lapangan menunjukkan penanganan pertama dirumah sering kurang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan ketepatan penanganan awal kejang demam. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 46 responden, cara pengambilan data menggunakan kuisioner. Hasil yang didapat bahwa tingkat pegetahuan baik terhadap kejang demam berjumlah 35 responden (76,1%) dan sedang 11 responden (23,9%). Ketepatan Penanganan awal kejang demam tepat berjumlah 30 responden (65,2%) dan 16 responden (34,8%) tidak tepat. Berdasarkan hasil uji continuity correction P value 0,025 (p<0,05) dan OR 7,615. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kejang demam dengan ketepatan penanganan awal kejang demam di rumah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pengetahuan dan ketepatan penanganan kejang demam yaitu pengetahuan, pengalaman, usia, dan pendidikan terakhir ibu berpengaruh
Mangrove Care Social Action for Conservation and Development Ecotourism in East Kutai
The social activities of STIPER East Kutai Marine Science lecturers as a form of Community Service activity is carrying out mangrove conservation activities in the Teluk Lingga area. Conservation is a method and effort to utilize available resources to ensure their sustainability in the future. Community service in the form of planting 6000 mangrove seedlings aims to conserve the Lingga Bay mangrove forest and ecotourism in the East Kutai coastal area. The smooth implementation of this Community Service was thanks to the collaboration of all levels of the East Kutai community with the Ministry of Forestry, the Watershed Forum, the Coastal Area Observer Forum and regional leadership in East Kutai. The type of mangrove planted is Avicennia sp. Apart from being carried out by lecturers, this 6000 mangrove planting event was also attended by students, East Kutai High School and Vocational School students and the general public in the Teluk Lingga area. The success of mangrove conservation activities can make the Lingga Bay coastal area an ecotourism area for the East Kutai Community
HAK IMUNITAS ADVOKAT DALAM PEMBELAAN HUKUM SESUAI DENGAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 006/PUU-II/2004
ABSTRAK : Dalam mengetahui imunitas advokat pasca putusan Mahkamah Konstitusi dan menganalisis hak imunitas advokat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 006/PUU-II/2004. Kewajiban seorang advokat untuk melindungi kliennya semaksimal mungkin adalah bagi seorang advokat untuk mencari upaya hukum yang tersedia dan jalan yang menguntungkan kliennya dari segala kerugian yang ditimbulkan oleh kliennya, terlepas dari upaya terbaik, intelektual, kemampuan, profesional dan pribadi, Professional dan komitmen. Penelitian hukum yang berjudul dengan hak imunitas Advokat dalam pembelaan hukum setelah putusan Mahkamah Konstitusi adalah penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang tertulis ke dalam norma hukum/Undang-Undang, kemudian penelitian hukum menempatkan hukum sebagai suatu sistem pembentuk norma. Metode atau alat untuk mengumpulkan data dengan metode dokumentasi yang dapat membantu dan sebagai penelaah kualitatif bahan pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hak imunitas advokat dari tanggung jawab dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat tidak lepas dari alasan hukum, bahwa sebelum Undang-Undang Advokat diterbitkan, keberadaannya dalam menghadapi pelanggaran hukum ketika menjalankan kekuasaan, karena Undang-Undang tidak memberikan perlindungan hukum bagi advokat yang menjalankan praktiknya, namun setelah terbitnya pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 dan putusan Mahkamah Konstitusi, hakimunitas advokat diperpanjang di luar pengadilan ketika pelaksanaan hak telah memberikan hak imunitas atau imunitas hukum pada Advokat yang berpraktik. Kata kunci: Hak imunitas, Pembelaan Hukum, Putusan Mahkamah Konstitusi.ABTRACT:In knowing the immunity of advocates after the decision of the Constitutional Court and analyzing the right to immunity of advocates based on the decision of the Constitutional Court Number 006/PUU-II/2004. The obligation of an advocate to protect his client as much as possible is for an advocate to seek available legal remedies and ways that benefit his client from all losses incurred by his client, regardless of his best efforts, intellectual ability, professional and personal, professional and commitment. Legal research entitled Advocate immunity in legal defense after a Constitutional Court ruling is normative legal research, normative legal research is legal research written into legal norms/laws, then legal research places law as a system of forming norms. A method or tool for collecting data with a documentation method that can help and as a qualitative reviewer of library materials. The results of this study indicate that the advocate's right to immunity from responsibility in Article 16 of Law Number 18 of 2003 concerning Advocates cannot be separated from legal reasons, that before the Advocate Law was issued, its existence in facing violations of the law when exercising power, because the Law does not provide legal protection for advocates who carry out their practice, but after the issuance of article 16 of Law Number 18 of 2003 and the decision of the Constitutional Court, the advocate's judgeunity was extended outside the court when the exercise of rights has given the right of immunity or legal immunity to practicing advocates.Key-words: Immunity right, Legal Defense, Constitutional Court Decisio
Analisis Struktur Rangka Kaku pada Gedung Hotel Wyndham Palembang
A building that is sturdy, strong, secure, and effective must be designed according to building criteria from all structrural components, starting from columns, beams, floor plates, stairs, foundation, excavations, and basement structures. To build quality that meets the criteria from all aspects. Especially the building under study is a high level building that uses a rigid frame structure where the structure is a rigid connection that connect horizontal beams as well as vertical columns then connected to a plane. And all of this works together so that it is likely that this building meets the criteria for multi-story buildings and guarantees the strength of the building structure to meet its functional aspects.Bangunan yang kokoh, kuat, terjamin, dan efektif haruslah didesain sesuai kriteria bangunan dari segala komponen strukturnya, mulai dari kolom, balok, plat lantai, tangga, pondasi, galian tanah, dan struktur basement. Guna terbangunnya gedung berkualitas yang memenuhi kriteria dari segala aspek, maka perencanaan dari pembangunan gedung haruslah memenuhi persyaratan bangunan bertingkat, yakni mulai dari struktur yang memenuhi kriteria keselamatan, kekebalan struktur akan batingan, tumpuan, serta kestabilan. Terutama bangunan yang di teliti ini merupakan bangunan tingkat tinggi yang menggunakan struktur rigid frame dimana struktur tersebut merupakan sambungan kaku yang menghubungkan balok horizontal juga kolom vertikal, kemudian dihubungkan ke suatu bidang. Dan semuanya ini saling bekerja sama sehingga berkemungkinan besar bahwa gedung ini memenuhi kriteria bangunan bertingkat dan terjaminnya kekuatan struktur gedung tersebut untuk memenuhi aspek fungsionalny
THE USE OF THE FLY SWATTER GAME TO TEACH VOCABULARY MASTERY TO THE SEVENTH-GRADE STUDENTS
Vocabulary is one of language elements that are needed in learning and communication. The aimed of the study was to find out whether teaching vocabulary mastery using fly swatter game in vocabulary mastery significant or not. The method used quasi experimental method. The population of this research was all the seventh grade’ students of SMP Negeri 6 Palembang with total was 372 students. The samples took out were 68 students from 372 students by using purposive sampling method. They divided into the experimental and control group. The data were collected by using written test, those were pretest and posttest. The result of the test was analyzed by independent sample t-test. The mean in posttest of experimental group was 72.71, it was higher than the mean posttest of the control group which was 58.65. The result of T-Test obtained significance (sig. 2 tailed) was 0.002, which less or lower than 0.05. Since the sig. 2 tailed was less than 0.05, so the null hypothesis Ho was rejected and the alternative hypothesis Ha was accepted. It means that there was significant difference on students’ vocabulary mastery taught using Fly Swatter game than those who are not.
PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK MENDUKUNG OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK BEBAS STUNTING
Stunting menjadi salah satu problem kesehatan di Indonesia. Masalah stunting bahkan menjadi perhatian khusus karena stunting mengakibatkan anak gagal tumbuh karena kekurangan nutrisi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak dengan stunting cenderung memiliki IQ rendah serta sistem imun lemah. Dampak jangka panjang dari kondisi stunting memberikan risiko lebih tinggi untuk anak menderita penyakit degeneratif, seperti diabetes dan kanker. Prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 24.4% menjadi 21,6%. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah satunya mulai dari unit terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah stunting karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak. Keluargalah yang bertanggung jawab untuk memberikan asupan gizi yang cukup, stimulasi yang tepat, dan lingkungan yang sehat bagi anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya pencegahan stunting. Dari hasil kegiatan didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebanyak 28 point. Dimana pada hasil pre test 57% dan hasil post test 85%. Diharapkan program ini terus berlanjut, sehingga turut mensukseskan program pemerintah untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024
PELATIHAN PRODUKSI RANUP HIAS (HANTARAN PERNIKAHAN) YANG BERNILAI JUAL SEBAGAI PRODUK KREATIVITAS SISWA MELALUI INTEGRASI PERWUJUDAN PELAKSANAAN PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI MTSN 6 PIDIE
ABSTRAKPengabdian ini bertemakan “Pelatihan produksi ranup hias (hantaran pernikahan) yang bernilai jual sebagai produk kreativitas siswa melalui integrasi perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila ( P5) di MTsN 6 Pidie. Permasalahan yang dirumuskan yaitu apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kreativitas siswa di MTsN 6 Pidie, cara siswa mengembangkan kreativitas dengan perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila (P5) serta hubungan kreativitas siswa dalam merangkai dan menghias sirih (ranup hias) dengan perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila ( P5) di MTsN 6 Pidie. Terdapat dua tujuan pengabdian ini dilakukan yaitu tujuan umum dan khusus, tujuan umum adalah untuk memenuhi syarat tri darma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian dan pengabdian dosen STIT AL-Hilal Sigli. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk dapat menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kreativitas siswa di MTsN 6 Pidie, melatih dan membimbing siswa mengembangkan kreativitas dengan perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila ( P5), melalui kegiatan menghias sirih (ranup hias) sebagai hantaran pernikahan, mensinergikan hubungan kreativitas siswa dalam merangkai dan menghias sirih (ranup hias) dengan perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila ( P5) di MTsN 6 Pidie. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode project basic learning, ekspositori, demonstrasi, praktikum, dan media video tutorial serta media gambar (foto). Sasaran kegiatan pelatihan ini yaitu dua puluh (20) orang siswa MTsN 6 Pidie yang dibagikan menjadi 4 (empat) kelompok. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa tingkat antusias para siswa MTsN 6 Pidie dalam menerima pengalaman belajar baru dengan mengasah, mengembangkan kreativitas, dan mempraktikkan melalui karya seni atau kerajinan tangan menyusun sirih hias sangat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan produksi ranup hias (hantaran pernikahan) yang bernilai jual sebagai produk kreativitas siswa melalui integrasi perwujudan pelaksanaan project penguatan profil pelajar pancasila ( P5) di MTsN 6 Pidie ialah sangat tepat sebagai salah satu kegiatan yang dapat berfungsi sebagai sumber pengalaman kewirausahaan dengan melestarikan adat istiadat (kearifan lokal) dalam masyarakat.Kata Kunci: Pelatihan, Produksi Ranup Hias, P5