E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
SIFAT KIMIA PEMPEK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commerson) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN
Makanan khas merupakan identitas suatu daerah yang dapat membedakan dengan daerah lain, termasuk pempek. Salah satu upaya meningkatkan mutu pempek yaitu dengan menambahakan sumber protein nabati seperti isolate soy protein (ISP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ISP terhadap karakteristik kimia pempek ikan tenggiri dan menentukan formulasi terbaik berdasarkan sifat kimianya. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan penambahan ISP sebanyak 0 % (I0), 2 % (I1 ), 4 % (I2 ), 6 % (I3 ) dan 8 % (I4), masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 55,94 % dan terendah terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 54,42 %. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 18,44 % dan terendah terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 12,45 %
E-Government Sebagai Objek Sengketa Tata Usaha Negara: Tinjauan Terhadap Kebijakan Digital Pemerintah
Praktik Transformasi digital pemerintahan Indonesia telah menghadirkan paradigma baru dalam sistem peradilan tata usaha negara, di mana produk electronic government (e-government) kini menjadi objek sengketa yang memerlukan konstruksi hukum yang adaptif. Penelitian ini menganalisis legalitas e-government sebagai objek sengketa tata usaha negara melalui pendekatan yuridis normatif dengan fokus pada harmonisasi regulasi digital dengan prinsip-prinsip hukum acara peradilan. Landasan konstitusional dalam Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 memberikan legitimasi fundamental bagi pengakuan e-government dalam sistem hukum Indonesia. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyediakan definisi Keputusan Tata Usaha Negara yang dapat diadaptasi untuk mengakomodasi produk digital pemerintah yang memenuhi kriteria penetapan tertulis, konkret, individual, dan final. Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik telah memperkuat dasar hukum bagi tindakan administratif digital melalui pengaturan wewenang pemerintah dalam ranah elektronik dan pengakuan informasi elektronik sebagai alat bukti yang sah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalitas e-government sebagai objek sengketa tata usaha negara telah memperoleh pengakuan yuridis yang solid, namun menghadapi tantangan dalam aspek harmonisasi procedural dan substantive. Harmonisasi regulasi e-government dengan hukum acara peradilan tata usaha negara memerlukan adaptasi multidimensional yang mengintegrasikan due process, transparency, dan accountability dalam lingkungan digital untuk mewujudkan kepastian hukum yang responsif terhadap perkembangan teknologi informasi
KELAYAKAN USAHATANI TANAMAN MELON DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TANAM SEMI HIDROPONIK PADA LAHAN KRITIS
ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the income of melon farming using semi-hydroponic planting media on critical land in BPP Talang Betutu and to determine the feasibility of melon farming using semi-hydroponic planting media on critical land in BPP Talang Betutu, Palembang city. The research method used is a case study method with a quantitative and qualitative approach. The sampling method used in this study is Non-probability Sampling with a purposive sampling technique. Where the respondent in this study was 1 respondent, namely the TU Staff of the Extension Unit who conducted a melon cultivation experiment using semi-hydroponic planting media at the UPTD BPP Talang Betutu. The data collection method used is the observation method, direct in-depth interviews with sources as information and recording. Data collection is how you collect the information needed to solve research problems. The results of the study show that in melon farming using semi-hydroponic planting media on critical land in BPP Talang Betutu with a land area of 300 and 1 hectare, the production costs incurred are Rp. 2,595,000 per lg / Mt or Rp. 86,500,000 per ha / MT, the farm income received is Rp. 10,500,000 per lg / Mt or Rp. 350,000,000 per ha / MT, the farm income received is Rp. 7,905,000 per lg / Mt or Rp. 263,500,000 per ha / MT, the R / C value is 4.046 if R / C > 1 then the farm is said to be feasible. The real production of rice farming is 300 kg/lg/MT or 10,000 kg/ha/MT, the BEP of the resulting production is 3,859 kg or 128.62 kg than Rp.35,052.45 per lg/MT or Rp.4,501,748.25 per ha/MT, the farming business is feasible. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah Mengetahui berapa pendapatan usahatani melon dengan menggunakan media tanam semi hidroponik pada lahan kritis di BPP Talang Betutu dan Mengetahui kelayakan usahatani tanaman melon dengan menggunakan media tanam semi hidroponik pada lahan kritis di BPP Talang Betutu kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan metode studi kasus (case study) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-probability Sampling dengan teknik purposive sampling. Dimana responden dalam penelitian ini adalah 1 responden, yaitu Staff TU UPT Penyuluhan yang melakukan percobaan budidaya melon dengan menggunakan media tanam semi hidroponik di UPTD BPP Talang Betutu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara mendalam langsung dengan narasumber sebagai informasi dan pencatatan. Pengumpulan data adalah cara Anda mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam usahatani melon menggunakan media tanam semi hidroponik di lahan kritis di BPP Talang Betutu dengan luas lahan 300????2dan 1 Hektar, biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp.2.595.000 per lg/Mt atau Rp.86.500.000 per ha/MT, penerimaan usahatani yang diterima sebesar Rp.10.500.000 per lg/Mt atau Rp.350.000.000 per ha/MT, pendapatan usahatani yang di terima sebesar Rp.7.905.000 per lg/Mt atau Rp.263.500.000 per ha/MT, nilai R/C sebesar 4,046 jika R/C > 1 maka usahatani tersebut dikatakan layak. Produksi riil usahatani seberas 300 kg/lg/MT atau 10.000 kg/ha/MT, BEP produksi yang dihasilkan sebesar 3,859 Kg atau 128,62 kg dari Rp.35.052,45 per lg/MT atau Rp.4.501.748,25 per ha/MT maka usahatani tersebut layak
ANALISIS ALIRAN RANTAI PASOK TEBU DI PT SINERGI GULA NUSANTARA PABRIK GULA CINTATA MANIS DI DESA KETIAU KECAMATAN LUBUK KELIAT KABUPATEN OGAN ILIR
ABSTRACTThis study aims to determine the sugarcane supply chain system implemented by PT Sinergi Gula Nusantara Cinta Manis Sugar Factory in meeting the needs of raw materials for sugar production, both from company plantations and from smallholder sugarcane farmers. The research method used is a survey method. The sampling method used is the Purposive Sampling method (intentionally). Informants in this study were 3 employees of PT. Sinergi Gula Nusantara and 7 smallholder sugarcane farmers were taken as respondents. Data collection methods used were observation, interviews and documentation. Data processing methods used were data reduction, data presentation and drawing conclusions. Analyzing Data using a Qualitative Descriptive approach. The results of the study show that the flow system of goods starts from the harvest of sugarcane by local workers, then loaded into trucks owned by farmers, foremen, or local residents to be sent to the Cinta Manis Sugar Factory according to the specified schedule. Transportation depends on the distance and road conditions, with a loading system per bundle or per ton. The information flow system runs in two directions between farmers and the Sugar Factory, including delivery schedules, weighing results, yields, and payments. This information is conveyed through the Sugar Factory's administration system and direct communication. Transportation and felling labor costs are calculated based on distance through a digital map application. The cash flow system follows a natural profit-sharing system for sugar, namely 66% for farmers and 34% for the Sugar Factory. Payments are made in two stages based on interim and final yields, with deductions for felling wages (IDR. 85,000/ton), import labor wages (IDR. 18,500/ton), felling service fees (IDR. 10,500/ton), and transportation costs (IDR. 42,644/ton), all paid mostly through accountable bank transfers. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem aliran rantai pasok tebu yang diterapkan oleh PT Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Cinta Manis dalam memenuhi kebutuhan bahan baku produksi gula, baik yang berasal dari kebun perusahaan maupun dari petani tebu rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah merode survey. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode Purposive Sampling (sengaja). Informan dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sinergi Gula Nusantara sebanyak 3 orang dan untuk petani tebu rakyat diambil responden sebanyak 7 petani tebu rakyat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menganalisis Data dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem aliran barang dimulai dari panen tebu oleh tenaga kerja lokal, lalu dimuat ke truk milik petani, mandor, atau warga sekitar untuk dikirim ke Pabrik Gula Cinta Manis sesuai jadwal yang ditentukan. Pengangkutan bergantung pada jarak dan kondisi jalan, dengan sistem pemuatan per ikat atau per ton. Sistem Aliran informasi berjalan dua arah antara petani dan Pabrik Gula, mencakup jadwal kirim, hasil timbang, rendemen, dan pembayaran. Informasi ini disampaikan melalui sistem administrasi Pabrik Gula dan komunikasi langsung. Biaya transportasi dan tenaga tebang dihitung berdasar jarak melalui aplikasi peta digital. Sistem aliran uang mengikuti sistem bagi hasil natura gula, yakni 66% untuk petani dan 34% untuk Pabrik Gula. Pembayaran dilakukan dua tahap berdasarkan rendemen sementara dan final, dengan potongan biaya upah tebang (Rp85.000/ton), upah tenaga impor (Rp18.500/ton), upah jasa tebangan (Rp10.500/ton), dan ongkos angkut (Rp42.644/ton), semuanya dibayar mayoritas melalui transfer bank secara akuntabel
Kode Etik Jaksa Dan Dilema Etus Dalam Implementasi Restorative Justice
This study examines the function of the prosecutor's code of ethicsas a moral and professional guideline in the implementation of restorative justice inIndonesia. Using a normative legal approach, this studyanalyzes various regulations and literature to evaluate ethical issuesarising from the policy of discontinuing prosecution. The findings show thatalthough the code of ethics emphasizes the importance of integrity and professionalism,the implementation of restorative justice is often hampered by external pressures,imbalances between victims and perpetrators, and the influence of institutions.The success of restorative justice is highly dependent on strengthening ethical oversight, improving prosecutors' mediation skills, and developing consistent standard operating procedures. The balance between prosecutor integrity,structural oversight, and procedural clarity is key to ensuringthat the case resolution process is fair andaccountable
“Characteristics of Upper Gastrointestinal Tract Patients Undergoing Endoscopic Examination at Ibnu Sina Hospital, Makassar.”
Disorders of the upper gastrointestinal tract, such as heartburn, bleeding, and difficulty swallowing, are often experienced by many patients. Endoscopy is an important procedure in diagnosing disorders of the upper gastrointestinal tract. Ibnu Sina Hospital in Makassar routinely performs endoscopy on patients with these complaints, but data on the characteristics of patients undergoing this procedure in 2023 is not widely available. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 260 patients who underwent endoscopy for upper gastrointestinal complaints at Ibnu Sina Hospital in Makassar in 2023. Data were collected through patient medical records, which included demographic information, main complaints, and diagnoses found after endoscopy. The results showed that heartburn was the most common complaint (61.2%), followed by upper gastrointestinal bleeding (28.5%) and difficulty swallowing (5%). Gastritis was found to be the most common diagnosis (30.4%), followed by esophagitis and GERD (21.2%). Demographic factors such as age, gender, education, and occupation influenced the distribution of the disease. This study emphasizes the importance of a holistic approach in treating patients with upper gastrointestinal disorders, taking into account social, economic, and lifestyle factors. In addition, early detection through endoscopy needs to be improved to identify gastrointestinal problems more effectively
Comparative Analysis Of Glutation Perioxidase (GPx) Levels In Obesity And Non-Obesity Teenagers
Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glutation peroksidase (GPx) pada remaja obesitas dan non-obesitas serta mengeksplorasi hubungannya dengan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 50 remaja. Pengukuran kadar GPx dilakukan menggunakan spektrofotometer, dan analisis data menggunakan uji T-test dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar GPx pada remaja obesitas (109.68 U/g) lebih tinggi dibandingkan dengan non-obesitas (81.20 U/g), yang menunjukkan peningkatan stres oksidatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan metabolik remaja jangka panjang. Disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih berbasis bukti dan memperhatikan faktor gender dan sosial-ekonomi dalam pencegahan obesitas
Patient Satisfaction Survey Towards The Eracs Method In Caesarean Delivery At Sitti Khadijah 1 Makassar Maternity Hospital
Kehamilan dan persalinan merupakan momen penting dalam kehidupan seorang perempuan yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis. Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan adalah operasi caesar (sectio caesarea), yang meskipun dapat menyelamatkan ibu dan bayi, seringkali menimbulkan komplikasi pasca-operasi. Penerapan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien pasca-operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap metode ERACS pada persalinan sectio caesarea di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner pada pasien yang melahirkan secara sectio caesarea dengan metode ERACS pada Februari-Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien menyatakan puas dengan prosedur ERACS, meskipun 60% pasien melaporkan nyeri pasca-operasi. Selain itu, 73,3% pasien dapat melakukan mobilisasi dini, dan tidak ada pasien yang mengalami mual atau muntah. Kesimpulannya, penerapan ERACS di RSIA Sitti memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dan mempercepat pemulihan pasca-operasi. Penerapan metode ini dapat menjadi model bagi rumah sakit lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
STUDI SISTEM AGRIBISNIS MELON GOLDEN EMERALD HIDROPONIK (STUDI KASUS PADA PT. ZAFA MULIA MANDIRI UNIT KERJA THE ZAFARM) KOTA PALEMBANG
ABSTRACTThis study aims to determine how the agribusiness system and sales revenue of The Zafarm's Golden Emerald hydroponic melons work. This study was conducted at PT. Zafa Mulia Mandiri's The Zafarm unit in Palembang City from July to August 2025. The research method used was a case study. The sampling method used was purposive sampling. There were three respondents in this study. The data collection methods used in this study were observation, documentation, and direct interviews with the respondents. Data processing methods included editing, coding, and tabulation. Qualitative descriptive analysis was used for data analysis, while quantitative descriptive analysis with a mathematical approach was used to determine the sales revenue from Golden Emerald hydroponic melons. Based on the research findings, the production facilities used by The Zafarm DFT hydroponic installation include Golden Emerald melon seeds, water pumps, rockwool, scissors, net pots, AB mix nutrients, TDS meters, pH meters, pH controllers, insecticides, fungicides, sprayers, measuring cups, flannel cloth, press ropes, and greenhouses. The production facilities were obtained from agricultural stores/offline stores and online stores. The agricultural subsystem includes preparation of Golden Emerald melon seeds, sowing, planting, monitoring, preparation of AB mix nutrients, maintenance, pest control, harvesting, and post-harvest activities. The marketing subsystem includes labeling, grading, pricing strategies, social media, and agrotourism marketing. Sales revenue for Golden Emerald melons from January to March 2024 amounted to Rp36,907,600/MT. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem agribisnis dan pendapatan penjualan melon Golden Emerald hidroponik The Zafarm. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Zafa Mulia Mandiri unit kerja The Zafarm, Kota Palembang. Pada bulan juli sampai agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara langsung kepada responden. Metode pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, untuk berapa besar pendapatan dari penjualan melon Golden Emerald hidroponik digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan matematis. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pengadaan sarana produksi pada peralatan yang dipakai oleh The Zafarm instalasi hidroponik DFT, benih melon Golden Emerald, pompa air, rockwoll, gunting, netpot, nutrisi AB mix, TDS meter, pH meter, pH control, insektisida, fungisida, sprayer, gelas ukur, kain flanel, tali rapiah press dan greenhouse adapun sarana produksi didapatkan dari toko pertanian / offline store dan online store. Subsistem usahatani meliputi persiapan bibit melon Golden Emerald, penyemeaian, penanaman, pengontrolan, pembuatan nutrisi AB mix, perawatan, pengendalian hama, panen dan pasca panen. Selanjutnya subsistem pemasaran meliputi labeling, grading, strategi harga, media sosial dan pemasaran agrowisata. Pendapatan penjualan melon Golden Emerald pada periode januari sampai maret 2024 sebesar Rp36.907.600/MT
ANALISIS RANTAI PASOK CABAI MERAH DI DESA PULAU NEGARA KECAMATAN PEMULUTAN BARAT KABUPATEN OGAN ILIR
ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the red chili supply chain related to production flow, information flow and financial flow in Pulau Negara Village, West Pemulutan District, Ogan Ilir Regency and to analyze the efficiency level of the red chili supply chain in Pulau Negara Village, West Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. This study was conducted in Pulau Negara Village, West Pemulutan District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province in May - July 2025. The research method used is a survey method. The sampling method for red chili farmers in Pulau Negara Village uses a simple random sampling technique of 35 farmers. Furthermore, the sampling method for marketing actors uses a purposive sampling technique divided into collectors and retailers. The data collection methods used in this study are data condensation, data presentation and describing and drawing conclusions. The data processing methods used are data editing, coding and tabulation. The data analysis method used to answer the first problem about how the red chili supply chain is related to production flow, information flow and financial flow uses qualitative descriptive analysis. Meanwhile, the method used to answer the second problem regarding supply chain efficiency uses a quantitative analysis method with the calculation of marketing margins, farmer's share, and marketing efficiency. The results of the study indicate that the flow pattern of the red chili supply chain in Pulau Negara Village includes three main components, namely the flow of goods, financial flow, and information flow. The flow of goods from farmers to collectors with regular deliveries and good record keeping. The financial flow with cash payments from collectors to farmers and a deferred payment system from retailers to collectors. Meanwhile, the current information flow includes important market information that influences pricing decisions and product quality. Marketing margins, farmer's share, and red chili supply chain efficiency in Pulau Negara Village across all three streams have shown efficient results, with the margin for collectors reaching 3,85% and for retailers reaching 3,63%. Stream II has a total margin of 6,36% and Stream III has a margin of 0,00%. Furthermore, the farmer's share value for Stream I is 91%, for Stream II 94%, and for Stream III 100%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPBTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rantai pasok cabai merah terkait dengan aliran produksi, aliran informasi dan aliran keuangan di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir dan untuk menganalisis tingkat efisiensi rantai pasok cabai merah di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Mei - Juli 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh pada petani cabai merah di Desa Pulau Negara menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 35 petani. Selanjutnya metode penarikan contoh pada pelaku pemasaran menggunakan teknik purposive sampling yang terbagi atas pedagang pengepul dan pedagang pengecer. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondensasi data, penyajian data dan menggambarkan dan menarik kesimpulan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengeditan data, pengkodean dan tabulasi. Metode analisa data yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang pertama tentang bagaimana rantai pasok cabai merah terkait dengan aliran produksi, aliran informasi dan aliran keuangan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan untuk menjawab permasalah kedua tentang efisiensi rantai pasok menggunakan metode analisis kuantitatif dengan perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aliran rantai pasokan cabai merah di Desa Pulau Negara meliputi tiga komponen utama, yaitu aliran barang, aliran keuangan, dan aliran informasi. Aliran barang dari petani ke pengepul dengan pengiriman rutin dan pencatatan yang baik. Aliran keuangan dengan pembayaran tunai dari pengepul ke petani dan sistem bayar tunda dari pengecer ke pengepul. Sementara itu, aliran informasi berjalan mencakup informasi pasar penting yang memengaruhi keputusan harga dan kualitas produk. Margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi rantai pasok cabai merah di Desa Pulau Negara pada ketiga aliran telah menunjukkan hasil yang efisien, dimana margin pada pedagang pengepul sebesar 3,85% dan pada pedagang pengecer 3,63%. Aliran II dengan total margin sebesar 6,36% dan Aliran III dengan margin 0,00%. Kemudian nilai farmer’s share pada Aliran I sebesar 91%, pada Aliran II sebesar 94% dan pada aliran III sebesar 100%