E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
    3618 research outputs found

    STUDI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KELOMPOK TANI “ANGGREK” DALAM AKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI BPP MERAPI BARAT SELATAN KABUPATEN LAHAT

    Full text link
    ABSTRACTThis study aims to determine the form of interpersonal communication in the "Anggrek" farmer group during agricultural extension activities at the BPP Merapi Barat Selatan, Lahat Regency, and its role in farm governance. The research method used was phenomenology with a non-probability sampling technique through saturation sampling, involving one agricultural extension worker and 25 farmer group members. Data were collected through in-depth interviews, participatory and non participatory observations, and documentation. Data analysis was carried out through condensation, presentation, and drawing conclusions using a qualitative descriptive approach. The results showed that interpersonal communication occurs in three stages: information delivery, implementation, and evaluation. In the information delivery stage, the extension worker conveys messages to the farmer group; implementation is carried out through direct face-to-face meetings; while evaluation provides a space for farmers to exchange ideas, experiences, and opinions. Communication is active and two way, both formally and informally. However, there are still obstacles such as some members being passive and having difficulty understanding messages. Overall, interpersonal communication plays an important role in farm governance. Informational, educational, and persuasive roles encourage cooperation, solidarity, and shared awareness. In addition, the interactions that are established help change farmers' attitudes to be more open to innovation through repeated and in-depth social processes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bentuk komunikasi interpersonal pada kelompok tani “Anggrek” dalam aktivitas penyuluhan pertanian di BPP Merapi Barat Selatan Kabupaten Lahat serta peranannya dalam tata kelola usaha tani. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik non-probability sampling melalui saturation sampling, melibatkan satu penyuluh pertanian dan 25 anggota kelompok tani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal berlangsung pada tiga tahap, yaitu penyampaian informasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap penyampaian informasi, penyuluh menyampaikan pesan kepada kelompok tani; pelaksanaan dilakukan melalui tatap muka langsung; sedangkan evaluasi menjadi ruang petani untuk bertukar pikiran, pengalaman, dan pendapat. Komunikasi bersifat aktif dan dua arah, baik secara formal maupun informal. Namun, masih terdapat kendala seperti sebagian anggota pasif dan kesulitan memahami pesan. Secara keseluruhan, komunikasi interpersonal berperan penting dalam tata kelola usaha tani. Peran informasional, edukatif, dan persuasif mendorong kerja sama, solidaritas, dan kesadaran bersama. Selain itu, interaksi yang terjalin membantu perubahan sikap petani menjadi lebih terbuka terhadap inovasi melalui proses sosial yang berulang dan mendalam

    Analisis Yuridis Normatif Terhadap Penerapan Asas Kesalahan Dalam Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Menurut Peraturan Perundang-Undangan Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis penerapan asas kesalahan dalam pertanggungjawaban pidana korporasi berdasarkan peraturan perundang-undangan Indonesia melalui metode yuridis normatif. Fokus kajian meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan Indonesia mengadopsi berbagai teori pertanggungjawaban seperti strict liability, vicarious liability, dan teori identifikasi, namun terdapat inkonsistensi normatif dalam merumuskan kriteria kesalahan korporasi. Implikasi penerapan asas kesalahan menunjukkan kompleksitas pembuktian, keterbatasan kapasitas penegak hukum, dan disparitas pemidanaan menjadi hambatan efektivitas penegakan hukum pidana korporasi. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi pengaturan dan penguatan kapasitas institusional untuk meningkatkan akuntabilitas korporasi dalam sistem peradilan pidana Indonesia

    Pelvic Congestion Disease with Amplatzer Vascular Plug Embolization: A Case Report

    No full text
    Pelvic congestion disease is a prevalent condition causing chronic pelvic pain in women, primarily due to venous insufficiency in the pelvic region. Endovascular embolization, particularly using the Amplatzer Vascular Plug (AVP), has emerged as an effective therapeutic option for treating PCD. This case report presents a 34-year-old female with chronic left lower abdominal pain, diagnosed with PCD and successfully treated with AVP embolization. Preoperative diagnostic imaging, including multislice computed tomography (MSCT) and venography, identified left ovarian vein reflux. Following embolization, the patient showed significant symptom relief, with no recurrence during follow-up. Literature indicates that embolization, particularly with AVP, offers superior occlusion and fewer complications compared to traditional coil embolization. The procedure is minimally invasive, with low complication rates, and offers durable long-term results. Despite the effectiveness, there is a need for improved standardization in treatment protocols and classification systems to optimize PCD management. The SVP classification system provides a useful framework, but a more management-oriented approach is necessary for tailored treatment planning

    Determinant Factors Causing Postpertum Hemorrhage At Sitti Khadijah Maternal and Child Hospital (RSIA), Makassar City

    No full text
    Perdarahan post partum (PPH) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab PPH di RSIA Sitti Khadijah Kota Makassar, dengan fokus pada faktor tonus, faktor trauma, dan retensio plasenta. Data diperoleh dari ibu bersalin yang mengalami PPH pada tahun 2022 dan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor trauma menjadi penyebab utama PPH (46,7%), diikuti oleh faktor tonus (30%) dan retensio plasenta (23,3%). Temuan ini menyoroti pentingnya deteksi dini faktor trauma dan pengelolaan yang lebih baik terhadap faktor-faktor ini untuk mencegah PPH di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan protokol pencegahan PPH yang lebih efektif di RSIA Sitti Khadijah dan fasilitas kesehatan lainnya

    A Biomolecular Review of the Effects of Weight-Bearing and Non-Weight-Bearing Exercise on Bone.

    No full text
    Kerusakan tulang seperti osteopenia dan osteoporosis merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada wanita pascamenopause dan populasi lanjut usia. Aktivitas fisik berbeban (weight-bearing exercise) diketahui memberikan stimulus mekanik penting dalam mempertahankan homeostasis tulang, namun perbedaan mekanisme biomolekuler antara latihan weight-bearing dan non weight-bearing masih perlu dipahami secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan menganalisis secara mendalam perbedaan respons biomolekuler kedua jenis latihan terhadap regulasi remodeling tulang. Metode tinjauan dilakukan melalui evaluasi literatur ilmiah terbaru mengenai mekanotransduksi dan jalur sinyal terkait, termasuk Wnt/?-catenin, RANKL–RANK–OPG, MAPK/ERK, dan PI3K/Akt. Hasil kajian menunjukkan bahwa weight-bearing exercise menghasilkan tekanan aksial dan fluid shear stress tinggi yang menstimulasi integrin, Piezo 1, dan primary cilium pada osteosit, menurunkan sklerostin, serta mengaktifkan jalur Wnt/?-catenin yang meningkatkan diferensiasi osteoblas dan menekan osteoklas melalui peningkatan rasio OPG/RANKL. Aktivasi jalur MAPK/ERK dan PI3K/Akt juga memperkuat sintesis matriks tulang dan menjaga viabilitas sel. Sebaliknya, olahraga non weight-bearing hanya menimbulkan stimulus mekanik minimal sehingga aktivasi jalur anabolik tulang berlangsung parsial dan tidak meningkatkan densitas mineral tulang secara bermakna. Kesimpulannya, olahraga weight-bearing memberikan efek biomolekuler yang lebih kuat dalam mencegah kerusakan tulang dibandingkan olahraga non weight-bearing, sehingga layak dipertimbangkan sebagai strategi pencegahan osteoporosis yang efektif

    Lactate-to-Albumin Ratio (LAR) as a Predictor of Mortality in Sepsis Patients in the Intensive Care Unit at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung.

    No full text
    Sepsis remains a major cause of mortality, particularly in developing countries, underscoring the need for simple, easily accessible biomarkers with strong prognostic value to facilitate early identification of high-risk patients in the ICU. The Lactate to Albumin Ratio (LAR) is an index that integrates information on metabolic stress through lactate levels and inflammation and nutritional status through serum albumin levels, offering the potential to serve as a more comprehensive prognostic marker than single parameters alone. This study aimed to evaluate the ability of LAR to predict mortality among septic patients admitted to the intensive care unit. A prospective cohort study was conducted involving 113 adult patients with sepsis treated in the ICU of Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, throughout 2025. Within the first 24 hours of admission, serum lactate and albumin levels were measured to calculate the LAR, and patients were followed for 28 days to determine survival status. The findings demonstrated that the mean LAR was significantly higher in non-survivors than in survivors, with a cut-off value of 0.81 yielding a sensitivity of 81.0% and a specificity of 76.5% for predicting 28-day mortality. The area under the curve (AUC) of 0.86 indicated strong prognostic accuracy. These results suggest that LAR is significantly associated with mortality in septic patients in the ICU and may serve as a simple, cost-effective biomarker that can be easily incorporated into daily clinical practice to support risk stratification and guide management decisions in critically ill patients with sepsis.

    The Association Between Changes in Red Cell Distribution Width and Mortality Among Sepsis Patients in the Intensive Care Unit at Hasan Sadikin Hospital, Bandung.

    No full text
    Sepsis is a leading cause of mortality, especially in developing countries. Sepsis biomarkers are needed for diagnostic and prognostic purposes to determine therapeutic effectiveness. Currently, available biomarkers are expensive and not all are available, especially in remote areas. Red Cell Distribution Width (RDW) is a laboratory parameter commonly used to diagnose anemia and can describe the variability of red blood cell shape and size. In sepsis, inflammation and oxidative stress occur, resulting in changes in red blood cell age and maturation, which can affect RDW results. This study aims to examine the relationship between trends in RDW results and mortality in sepsis patients. This retrospective, observational, analytical study was conducted on 71 ICU patients at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, from 2024 to 2025. In this study, patients were divided into two groups: mortality and survival. RDW was assessed on the first and third days in both groups. The results of this study showed that RDW in the mortality group was higher than in the survival group, 80% and 41.9% (p = 0.001). In the mortality group, 85% of patients experienced a statistically significant increase in RDW on the third day compared to the survival group (p=0.0001) with positive moderat correlation (Contingency Coefficient 0.494). This demonstrates a positive moderate relationship between increased RDW and mortality in sepsis patients. Trend of changes in RDW values can be used to assess mortality risk in sepsis patients in the ICU.

    Efektivitas Atraktan Air Limbah Cucian Pakaian pada Ovitrap Nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami

    Full text link
    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is more common during the rainy season in Indonesia, and it is caused by dengue virus infection by the bite of Aedes sp. mosquitos. DHF vector control can be achieved through a variety of approaches, one of which is the physical method of employing ovitraps with the addition of readily available laundry wastewater attractants that contain mosquito-attracting chemicals. The purpose of this study to assess the efficacy of laundry wastewater attractants in ovitraps Aedes sp.. The research design adopted was quasi-experimental. Sampling was done by purposive sampling and based on Federer's formula, 6 houses in RT 46 Sukajaya Village, Sukarami Subdistrict were obtained as samples according to inclusion criteria, namely houses with large yards and many trees. This study used laundry wastewater as an attractant in ovitraps placed inside and outside residents' homes with concentrations of 10%, 30%, and 60% for three repetitions. Research data is analyzed using ANOVA and Chi-square tests. The study found that, the ovitrap with a 60% concentration of laundry wastewater attractant placed inside and outside the house produced the most Aedes sp. eggs

    Strategi Pengolahan Singkong untuk Meningkatkan Nilai Tambah bagi UMKM di Desa Betung II

    Full text link
    Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai tumpuan dalam memperoleh pendapatan. Singkong atau ubi kayu (Manihot utilissima) menjadi salah satu hasil sumber daya alam yang dapat di manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk UMKM. Daerah yang menjadi objek penelitian yaitu Desa Betung II yang terletak di Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Desa Betung II memiliki berbagai sumber daya alam yang berlimpah salah satunya yaitu singkong dan nanas. Namun produk olahan singkong di Desa tersebut masih minim dan banyak masyarakat yang hanya menjual mentah hasil panen tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisa strategi pengolahan singkong di lokasi diadakannya Kuliah Kerja Nyata di Desa Betung II. Pengumpulan data diambil melalui observasi langsung mulai dari pelaksanaan awal pengolahan singkong hingga distribusi dan perhitungan hasil jual akhir produk. Produk yang dijual bernama Manihot Cake yang diambil dari bahasa ilmiah singkong. Produk dijual dengan harga Rp.3.000,00/pcs dan didapatkan nilai tambah pendapatan sekitar 50% dari modal pembuatan produk

    Prediabetes pada Mahasiswa Jurusan Fisioterapi

    Full text link
    Prediabetes adalah kondisi dengan kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai kategori Diabetes Melitus (DM). Sekitar 5-10% orang dengan kondisi prediabetes akan berkembang menjadi diabetes, dan sebaliknya, dapat juga kembali ke kondisi normal. Pada tahun 2030, prevalensi prediabetes diperkirakan akan meningkat, dan diperkirakan sekitar 470 juta orang akan menderita prediabetes. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi prediabetes pada mahasiswa jurusan fisioterapi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di bulan Agustus-September 2024 pada 204 mahasiswa Jurusan Fisioterapi. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, tekanan darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), persentase lemak tubuh dan glukosa darah puasa. Data kategorik disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase, sedangkan data numerik akan disajikan dalam bentuk rerata (standar deviasi) atau median. Uji Chi-Square digunakan untuk menilai perbedaan proporsi prediabetes berdasarkan IMT dan persentase lemak tubuh. Penelitian ini melaporkan sejumlah 16% mahasiswa jurusan fisioterapi mengalami prediabetes, 54% mengalami obesitas ditinjau dari persentase lemak tubuh dan hanya 50% yang memiliki IMT normal. Prevalensi prediabetes juga diamati pada mahasiswa dengan IMT normal. Selain itu, sebagian besar populasi mahasiswa obesitas menunjukkan kondisi prediabetes

    3,176

    full texts

    3,618

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇