E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK YANG EFEKTIF DI MADRASAH IBTIDAYAH AL-MUHAJIRIN PALEMBANG
Pembelajaran akidah akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan madrasah yang bertujuan membentuk karakter dan kepribadian siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Guru sebagai fasilitator utama memiliki peran strategis dalam mengembangkan pembelajaran akidah akhlak yang efektif agar dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran akidah akhlak di madrasah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang kreatif dan inovatif dalam memilih metode pembelajaran, mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif serta memberikan contoh teladan akhlak mulia, berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran akidah akhlak. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan kurangnya pelatihan khusus bagi guru yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kesimpulannya, peran guru sangat menentukan dalam mengembangkan pembelajaran akidah akhlak yang efektif di madrasah, sehingga perlu dukungan yang memadai dari pihak madrasah dan pemangku kepentingan terkait
Hasil Belajar Siswa Pada Materi Luas Jajargenjang Menggunakan Model Pembelajaran Generatif di Kelas VII SMP
This study aims to determine whether there is an effect of the generative learning model on students' learning outcomes in mathematics, specifically on the topic of parallelogram area, in seventh-grade students at a junior high school (SMP). This research is experimental in nature. The population consists of all seventh-grade students, with class VII.6 serving as the experimental group and class VII.7 as the control group. The results show that students who used the generative learning model achieved an average score of = 83,475 with a standard deviation of s1 = 10,679, whereas students who did not use the model had an average score of = 74,425 with a standard deviation of s2 = 12,5450. After analyzing the data, a difference in average scores between the experimental and control groups was found. Based on statistical analysis using the t-test, the results showed tcalculated = 3.474 for ? = 5% (? = 0.05) and degrees of freedom (df) = 78, with ttable = 1.980. Since tcalculated > ttable, the null hypothesis (Ho) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The hypothesis test confirms that "there is an effect of the generative learning model on students' learning outcomes in mathematics on the topic of parallelogram area in seventh-grade students at a junior high school (SMP).
USING CROSSWORD PUZZLE GAMES IN INCREASING THE SEVENTH-GRADE STUDENTS' VOCABULARY MASTERY
The problem of this research was whether crossword puzzle games effectively increase seventh-grade students' vocabulary mastery at MTs Al-Hidayah of Muara Telang. This research aimed to determine whether crossword puzzle games effectively increase seventh-grade students' vocabulary mastery at MTs Al-Hidayah of Muara Telang. This research used a pre-experimental design. The population of this research was the seventh-grade students of MTs Al-Hidayah of Muara Telang, with a total of 67 students. The sample of this research was 33 students selected through total sampling. The data obtained were analyzed by using a matched t-test for a manual calculation. The result of the t-test calculating in the pre-test and post-test class paired sample t-test showed that the mean was 26,96970, the standard deviation was 12,74383, the standard error mean was 2,21842, the lower was -31,48846, the upper was 22,45093 of t obtained was 12,157. On the other hand, Crossword Puzzle Games effectively increased vocabulary mastery among seventh-grade students at MTs Al-Hidaya of Muara Telang
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN FISIK CUKO KENTAL
Cuko pempek adalah saus pendamping yang disajikan bersama pempek untuk membantu meningkatkan rasa pempek. Tanaman rosella memiliki potensi sebagai antioksidan, zat pewarna alami, antibakteri dan sumber pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik Pada Pembuatan Cuko Kental. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di Laboratium Universitas Sriwijaya pada bulan Agustus sampai dengan September 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Faktor Penelitiannya adalah cuko kental dengan penambahan ekstrak bunga rosella 3 %, 6 %, 9 %, 12 %, 15 %. Peubah yang diamati meliputi uji viskositas dan uji kadar vitamin c. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas dan kadar vitamin C cuko kental. Viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (11.01 mPa.s). Kadar vitamin c tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (20.20 mg)
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Block Dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Pegayut
Kegiatan ini bertujuan memberdayakan warga Desa Pegayut melalui pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik. Metode meliputi sosialisasi, praktik, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan warga serta peluang ekonomi dari produksi paving block ramah lingkungan. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah plastik secara kreatif dan berkelanjutan. Produk paving block yang dihasilkan memiliki kualitas yang layak digunakan untuk kebutuhan infrastruktur lokal. Partisipasi aktif warga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis komunitas. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas ke desa-desa lain sebagai model pemberdayaan berbasis lingkungan.
AKULTURASI KEBUDAYAAN CINA DAN EROPA DENGAN KEBUDAYAAN PALEMBANG PADA ARSITEKTUR MASJID AGUNG PALEMBANG
The geographical location of Palembang, which is one of the trading ports, has caused many foreign nations to come to this city, including Chinese and Europeans. Direct interaction between the people of Palembang and Chinese and European cultures brought by traders who came to Palembang caused acculturation in various things, including in terms of architectural art. One of the buildings whose architecture is influenced by Chinese and European cultures is the Great Mosque of Palembang. The influence of Chinese architecture on the Great Mosque of Palembang can be seen on the roof, ceiling, old tower, and the use of typical Chinese colors on several building ornaments. Meanwhile, the influence of European architecture can be seen on the white pillars in the Doric shape on the terrace and the hall of the mosque, in addition, the influence of European architecture can also be seen in the use of stained glass ornaments in several parts of the Great Mosque of Palembang. Meanwhile, the typical Palembang architectural style found in the Great Mosque of Palembang can be seen in the carving art found on several ornaments in the Great Mosque of Palembang.
Strategi Komunikasi dalam Meningkatkan Public Speaking Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam tahun angkatan 2021/2022 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Maka dalam hal ini, interaksi mereka terjadi dengan adanya komunikasi diantara mereka. Komunikasi yang terjadi inilah yang akan memberikan informasi dan pemahaman diantara sesama manusia. Dengan adanya komunikasi antar manusia, akan meningkatkan daya kepercayaan dirinya dan memberikan ruang kepada mereka untuk berbicara. Komunikasi yang baik, didapatkan dari seorang pembicara yang selalu melatih komunikasinya dengan para pendengar. Salah satunya seorang mahasiswa. Mahasiswa adalah seorang siswa yang sedang melanjutkan atau menempuh pendidikan tinggi disebuah universitas. Setelah menjadi mahasiswa, seseorang tersebut harus mampu dalam beretorika atau berkomunikasi dengan baik dihadapan umum, terkhusunya dalam ruang lingkup pembelajaran dikelas. Selain dituntut untuk kritis dan aktif, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki public speaking yang baik, terutama dalam hal presentasi materi di kelas. Namun fenomena saat ini, masih banyak mahasiswa yang kurang dalam public speakingnya, bukan mereka tidak mampu, namun kurangnya latihan berbicara di depan umum. Dalam hal presentasi, harusnya mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk melatih public speaking. Yang terjadi sekarang ini, mahasiswa kebanyakan hanya menjadikan kuliah sebagai formalitas saja, ketika mencari materi presentasi, mereka dengan sangat mudah memanfaatkan teknologi. Selain itu, ketika presentasi juga mereka tidak bisa lepas dari naskah atau teks pemateri. Sebagaimana harusnya, ketika mahasiswa mampu dan percaya mereka bisa berimprovisasi tanpa terpaku dengan teks, maka mereka akan mempersipakan lebih awal materi-materi yang akan dibahas, sehingga waktu presentasi mereka bisa close book, dan tanpa mengandalkan tekonologi seperti hp untuk mencari informasi secara instan. Dalam pengamat, tidak semua mahasiswa menggunakan improvisasinya sendiri. Terkadang masih terdapat mahasiswa yang terlalu mengandalkan google, tanpa mempersiapkan materi sebelum pemaparan, sehingga ketika pemapaan dan diskusi terlihat sangat monoton. Padahal, jika pemateri telah mempersiapan materinya sebelum presentasi, dapat dipastikan ketika presentasi mereka bisa improvisasi lebih banyak, point-point yang disampaikan tidak monoton dan mudah dipahami. Dalam pembahasan ini, lebih difokuskan pada public speaking mahasiswa pada saat melakukan presentasi di kelas. Presentasi itu merupakan komunikasi yang terjadi antar Mahasiswa dan Dosen, dengan menyampaikan gagasan, ide atau materi yang akan disampaikan dan dibahas dalam pembelajaran di kelas
Persepsi Siswa terhadap Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika
Technology is something that can help people worldwide as a means to facilitate education. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research population consisted of students from grades X, XI, and XII at SMA Negeri 1 Kandis, with a sample of three students from each grade. Data were collected through questionnaires and interviews. The interviews aimed to explore students’ perceptions of the use of technology in mathematics learning at SMA Negeri 1 Kandis, specifically through chat and voice notes (VN) on the WhatsApp application. The interview results were described based on the perception factors applied in this study. The findings showed that the percentage of technology use in mathematics learning was as follows: sometimes 56%, often 28%, always 12%, and never 4%. Thus, it can be concluded that the use of technology in mathematics learning is still very low
CREATIVE LANGUAGE USE IN THE MOTHER TONGUE: A CASE STUDY OF A FOUR-YEAR-OLD INDONESIAN CHILD IN THE FAMILY SETTING
Language acquisition is the process of acquiring the mother tongue, beginning with crying, cooing, and babbling, and eventually progressing to speaking. Between the ages of two and four, children demonstrate a noticeable development of language creativity. This study aims to provide example of the evidence of language creativity of a four year old Indonesian child. This research is a qualitative method with case study approach. The subject of this research is a four year old Indonesia child. The data were collected through observation and note-taking, and then analysed descriptively to draw conclusions.The result of the observation in this study revealed 17 utterances that serve as evidence of the child’s language creativity. The result of this study can be concluded that childish creativity in language acquisition is a kind of speaking ability of a child for overcoming his/her limitation for words they still do not have to describe new things then, he made the mistake when he independently try to use his language. As for the creative use of language, based on the data of this research, it can be caused by the child’ syntactical problem: misuse of adjective to make adverb, time concept confusion, semantical problems: failure to combine nouns with correct adjectives to make the opposition of particular words and morphological problems :the use of suffix for words to form verbs, which are caused the absence of dictions to describe new things but his intended meanings can be easily understood. It also happened because of generalization made by the child in order to overcome his limitation in speaking result in improper word selection
Analisis Yuridis Keabsahan Smart Contract Dalam Prespektif Hukum Perdata Indonesia
Pada era revolusi industri 4.0, smart contract muncul sebagai inovasi yang menawarkan cara baru dalam membuat dan melaksanakan perjanjian secara otomatis, efisien, dan transparan. Konsep smart contract, yang berbasis pada teknologi computer (blockchain), memungkinkan pelaksanaan perjanjian tanpa memerlukan campur tangan manusia, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan keamanan. Namun, timbul pertanyaan mengenai legalitas dan keabsahan smart contract dalam ruang lingkup hukum perdata Indonesia menjadi isu yang penting untuk dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui syarat kecakapan berdasarkan syarat sah perjanjian Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat diterapkan di perjanjian Smart Contract. Selain itu, penelitian ini mengkaji bentuk pertanggungjawaban bila para pihak tidak memenuhi syarat sah perjanjian yang ada dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mengandalkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan studi kasus terkait penerapan smart contract di berbagai sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syarat kecakapan berdasarkan syarat sah perjanjian Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat diterapkan di perjanjian Smart Contract. Dikarenakan sampai saat ini Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata masih berlaku sebagai syarat sah dalam suatu perjanjian, dan dikuatkan dengan hadirnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik No 19 Tahun 2016 Pasal 5 ayat (1) tentang informasi elektronik, dokumen elektronik dan hasil cetaknya merupakan bukti hukum yang sah. Bentuk pertanggungjawaban bila para pihak tidak memenuhi syarat sah perjanjian yang ada dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dapat dipersamakan dengan pertanggungjawaban orang tua atau wali sebagaimana diatur dalam Pasal 1367 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata