E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Sistem informasi absensi mahasiswa menggunakan lokasi dan tanda tangan elektronik berbasis android
Universitas Muhammadiayah Ahmad Dahlan Palembang merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan akademik dibidang Kesehatan dan teknologi di wilayah Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Universitas Muhammadiayah Ahmad Dahlan Palembang (UM-AD Palembang), sebelumnya merupakan IkesT Muhammadiyan Palembang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia No. 103/A/O/2024 diterbitkan untuk mengubah bentuk IKesT Palembang menjadi UM-AD Palembang. Pengelolaan data absensi pada UM-AD Palembang saat ini masih menggunakan cara manual yaitu menggunakan media kertas, yang di tanda tangani oleh mahasiswa secara bergantian. Pada sistem absensi seperti ini memerlukan waktu yang lama dan akan merepotkan untuk melakukan rekap absensi mahasiswa.Tujuan: tujuan dari penelitian diharapkan dapat mempermudah rekap absensi mahasiswa dengan cepat dan tepat, sehingga dapat membantu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dalam mengambil keputusan. Metode Penelitian: Penelitian ini mengunakan tehnik pengumpulan data mengunakan metode kualitatif. Yaitu dengan wawancara dan observasi serta dengan rancangan waterfall. Hasil: Hasil penelitian yaitu membuat “Sistem Informasi Absensi Mahasiswa Lokasi dan Tanda Tangan Elektronik Berbasis Android”. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) membutuhkan sistem informasi untuk absensi mahasiswa berbasis android secara cepat dan tepat
Inovasi Olahan Ikan Patin sebagai Upaya Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Literasi Gizi di Desa Sirah Pulau Padang
Permasalahan konsumsi pangan bergizi di masyarakat pedesaan sering kali disebabkan oleh minimnya literasi gizi serta keterbatasan pengetahuan dalam mengolah bahan pangan lokal. Desa Sirah Pulau Padang, yang memiliki potensi besar dalam budidaya ikan patin (Pangasius sp.), masih belum mengoptimalkan komoditas ini sebagai konsumsi rumah tangga. Masyarakat lebih cenderung menjual hasil budidaya ketimbang memanfaatkannya untuk kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tentang nilai gizi ikan patin sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk olahan bernilai tambah, yaitu nugget ikan patin. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing). Materi mencakup pengenalan kandungan gizi ikan patin, seperti protein dan omega-3, serta teknik pengolahan nugget dari tahap persiapan hingga penggorengan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat ikan patin serta keterampilan dalam proses pengolahan. Peserta menyatakan antusiasme dan mengakui manfaat kegiatan dalam membuka peluang usaha baru serta menyediakan pangan bergizi untuk keluarga. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan literasi gizi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta memberdayakan peran perempuan dalam pembangunan desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal
Pendampingan Pembuatan Digital Peta Sarana Dan Prasarana Kalurahan Donomulyo Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo
Kalurahan Donomulyo di Kabupaten Kulon Progo menghadapi tantangan dalam penyediaan informasi spasial sarana dan prasarana desa secara digital. Meskipun telah memiliki Sistem Informasi Administrasi Desa (SIAD) melalui website resmi, data spasial yang tersedia masih terbatas dan disajikan dalam bentuk konvensional, sehingga kurang mendukung transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada mitra, dalam hal ini aparat kalurahan, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola data spasial Kalurahan Donomulyo. Pendampingan dan pelatihan pada kegiatan pengabdian ini berupa pembuatan peta sarana dan prasarana desa yang nantinya akan diunggah secara digital ke dalam website desa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pendampingan dalam survei lapangan, pendampingan dan pelatihan pembuatan peta sarana prasarana berbasis WebGIS, serta penyusunan data spasial yang berupa berupa shapefile (.shp). Pengunggahan peta digital ke website resmi desa diharapkan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. Pendekatan partisipatif diterapkan dalam seluruh tahapan dengan melibatkan masyarakat dan aparat kalurahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas perangkat desa dalam pemanfaatan teknologi pemetaan digital, serta tersusunnya peta sarana dan prasarana yang informatif dan akurat. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya mendukung keterbukaan informasi dan perencanaan berbasis data, tetapi juga menjadi model replikasi untuk penguatan kapasitas digital desa lainnya
Edukasi Dan Terapi Latihan Untuk Mengurangi Nyeri Lutut Pada Lansia Dengan Kondisi Osteoarthritis
Nyeri lutut atau osteoarthritis knee merupakan suatu kondisi degeneratif kronis yang paling banyak menyumbang gangguan pada lansia akibat adanya peradangan pada jaringan disekitar lutut. Usia adalah predictor terkuat Osteoarthritis lutut. Gejala klinis OA yaitu kekakuan sendi, nyeri sendi dan disfungsi sendi, namun masalah utama bagi sebagian besar pasien adalah rasa sakit atau nyeri pada sendi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan maksud memberikan dan meningkatkan pemahaman kepada komunitas lansia di Desa Soak Batok Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir yang berjumlah kurang lebih 11 orang dengan kondisi nyeri pada sendi lutut. Penyuluhan digunakan sebagai metode kegiatan pengabdian dengan media promosi kesehatan berupa leaflet yang di lengkapi dengan keterangan gambar latihan. Materi dan demo praktek terapi latihan untuk mengurangi keluhan nyeri lutut dapat diterima dan dipahami dengan baik. Selama berjalannya kegiatan dilakukannya sesi diskusi atau tanya jawab seputar kondisi nyeri lutut yang dialami oleh lansia untuk menambah pengetahuan lansia terhadap kondisi nyeri lutut
NILAI MULTIKULTURALISME DALAM BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH INDONESIA (Analisis Terhadap Buku Teks Sejarah Indonesia SMA Kelas XI)
ABSTRAKIndonesia adalah negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, bahasa dan budaya yang dikenal dengan multikultural. Upaya yang dapat dilakukan agar keberagaman ini tidak berpotensi konflik adalah pendidikan multikultural di sekolah melalui pelajaran sejarah yang bersumber pada buku teks Sejarah Indonesia. Buku teks Sejarah memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan dan nilai ideologis bangsa yaitu pancasila seperti nilai multikulturalisme. Melalui penelitian ini penulis akan menganalisis Buku Teks Sejarah Indonesia kelas XI semester 1 dan 2 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 yang terdiri dari tujuh Bab. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana. Dari hasil analisis menunjukkan di setiap bab dalam buku ini terdapat paragraf yang bermuatan nilai multikulturalisme yang disampaikan secara implisit maupun eksplisit.Kata Kunci: Nilai Multikulturalisme, Buku Teks, Sejarah IndonesiaABSTRACK Indonesia is renowned for its rich diversity encompassing ethnicities, religions, races, languages, and cultures, establishing it as a quintessentially multicultural nation. To ensure that this diversity does not become a source of conflict, it is imperative to implement multicultural education within schools, particularly through history lessons derived from the Sejarah Indonesia (Indonesian History) textbooks. These textbooks play a strategic role in conveying the ideological values of the nation, such as Pancasila, including the values of multiculturalism. This study aims to analyze the Sejarah Indonesia textbook for Grade XI, semesters 1 and 2, under the 2013 Curriculum, Revised Edition 2017, which comprises seven chapters. The research employs discourse analysis methods. The findings reveal that each chapter in the textbook contains paragraphs that embody multicultural values, presented both implicitly and explicitly.Keywords: Multicultural Values, Textbook, Indonesian Histor
Edukasi Pada MAsyarakat : Atasi Nyeri Pada Kondisi Osteoarthritis Lutut dengan Latihan Quadriceps Setting
Seiring dengan bertambahnya usia, manusia akan mengalami daya tahan tubuh yang semakin melemah disertai penurunan kemampuan jaringan tubuh dan penurunan kualitas ketahanan tulang yang berakibat pada kecenderungan resiko pengapuran dan yang paling sering dialami oleh lansia adalah nyeri lutut atau osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan penyakit reumatik degeneratif yang bersifat kronik yang terjadi karena bantalan sendi yang menipis, pembentukan tulang baru (osteofit) pada permukaan sendi, degenerasi tulang rawan artikular secara progresif. Kejadian osteoatritis (OA) merupakan masalah utama yang dapat mengakibatkan disabilitas pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2025 di desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dengan peserta sebanyak 30 orang. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan edukasi. Pengabdian masyarakat ini memfokuskan pemecahan masalah dengan memberikan edukasi terkait osteoarthritis, serta demonstrasi latihan berupa latihan quadriceps setting, yang dapat mengurangi nyeri. Dari pengabdian ini didapatkan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap materi osteoarthritis, dan latihan quadriceps setting yang dinilai melalui pre-test dan post-test
Sosialisasi Potensi Daun Pepaya Dan Sirih Sebagai Pestisida Nabati Di Desa Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir
Program penghijauan adalah salah satu program sebagai bentuk perintah perlindungan lingkungan untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat diimplementasikan di desa-desa, perumahan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan banyak lagi. Untuk menciptaan lingkungan asri, sehat, dan meminimaisis pencemaran udara, masyarakat umumya menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama tanaman.Meskipun efek yang dihasilkan cenderung cepat dalam membasmi hama, pengunaan pestisid ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia, membuat hama menjadi resisten, serta meninggalkan sisasisa zat berbahaya di lingkungan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan pestisida nabati yang menggunakan bahan baku dari tanaman sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Target kegiatan ini adalah ibu-ibu di desa tersebut, dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini meliputi penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi. Setelah penyuluhan dan melihat langsung cara pembuatan pestisida nabati melalui demonstrasi, terlihat adanya peningkatan pengetahuan di kalangan warga, serta minat peserta untuk mencoba membuat pestisida nabati sendiri di rumah. Penggunaan pestisida nabati ini juga lebih ekonomis, mudah didapatkan, dan sederhana dalam cara pembuatannya
Optimalisasi Potensi Daerah: Transformasi Sari Tebu Menjadi Gula Merah
Kegiatan pengabdian yang berlokasi di Desa Pedu Kecamatan Jejawi, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam lokal, khususnya tebu (Saccharum officinarum). Banyak warga desa memiliki tanaman tebu di kebun atau pekarangan mereka, namun pemanfaatannya masih terbatas. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan gula merah dari sari tebu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan langsung kepada masyarakat, edukasi manfaat tebu, serta demonstrasi pembuatan gula merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat ekonomi dan kesehatan dari tebu, serta memiliki keterampilan dalam mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Pembagian gula merah kepada masyarakat juga meningkatkan minat mereka untuk mengembangkan usaha berbasis tebu. Kesimpulannya, program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pedu
Pemanfaatan Apotek Hidup Sebagai Sumber Obat Tradisional di Masyarakat Desa Tebing Gerinting Selatan
Apotek Hidup merupakan konsep pemanfaatan tanaman obat yang dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai sumber obat tradisional. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan Apotek Hidup oleh masyarakat Desa Tebing Gerinting Selatan sebagai alternatif pengobatan tradisional, mengidentifikasi jenis tanaman yang umum digunakan, serta mengkaji faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan meliputi survei, observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, dan penanaman tanaman obat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memanfaatkan tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, dan sambiloto untuk pengobatan berbagai penyakit ringan hingga sedang. Faktor utama yang mendukung pemanfaatan Apotek Hidup adalah ketersediaan lahan pekarangan, pengetahuan turun-temurun, dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman obat. Namun, masih terdapat kendala seperti kurangnya edukasi mengenai pengolahan tanaman obat yang benar serta minimnya dukungan dalam pemasaran hasil olahan herbal. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pemanfaatan Apotek Hidup dalam menjaga kesehatan secara mandiri.apotik hidup, obat tradisional, Tebing Gerinting Selata
ANALYSIS OF THE IMPACT OF FOREST FIRES ON THE COMMUNITY OF MUARA MERANG VILLAGE, BAYUNG LENCIR DISTRICT, MUSI BANYUASIN REGENCYSOUTH SUMATERA PROVINCE
Based on data from the number of hotspots in South Sumatra Province in 2020, Musi Banyuasin (Muba) Regency has the highest hotspots compared to other regencies, namely 623 points. One of the areas experiencing forest fires in Muba Regency is Muara Merang Village. The Muba Regency Government admitted that around 50% of the 719,976 ha of forest area in Muba was damaged.Based on these conditions, the problem arises of how much of the community's cultivated land was burned and what impact the fire had on community income and community activities, so the aim of the study was to determine the impact of forest fires on the income and activities of the Muara Merang Village community.This research method uses a survey research method with a qualitative and quantitative approach. Data collection uses triangulation methods through observation, interviews and documentation. The population in this study is Muara Merang Village with samples consisting of Bakung Hamlet, Tebing Harapan Hamlet and Pancoran Hamlet. Data analysis uses descriptive analysis with a quantitative percentage and qualitative approach.The results of the study showed that the people of Muara Merang Village had an average of 4.13 ha of land and the land they owned was burned an average of 1.53 ha. Overall, forest fires resulted in a decrease in community income with an average decrease of 20.56%. The highest decrease in income was experienced by the people in Pancuran Hamlet with an average decrease of 33.33%.The value of income decline for the Bakung Hamlet community was 11.35% and the lowest income decline was experienced by the Tebing Harapan Hamlet community with an average decline of 10.21%. The work constraints experienced by the community due to the fire were not tapping rubber, reduced working days, decreased sales value, not harvesting oil palm, reduced fish yields, difficulty in enriching oil palm or rubber plants, difficulty in cleaning up remaining branches after the fire, and reduced labor due to illness