E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
PENGOLAHAN KUISIONER MENENTUKAN DOSEN TERBAIK PILIHAN MEHASISWA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA UNIVERSITAS MAHAKARYA ASIA BATURAJA
Komponen yang cukup penting dalam perguruan tinggi adalah dosen, berprofesi sebagai seorang pengajar, menyiapkan Sumber Daya Manusia sebagai tenaga ahli di dibidangnya sesuai dengan visi dan misi program studi Universitas Mahakarya Asia Baturaja. Sebagai seorang dosen mestinya memiliki kemampuan dalam mentrasformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui tri darma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga harus mampu mentrasfer karakter yang baik kepada para mahasiswa yang ada di lingkungan perguruan tinggi. Upaya yang telah dilakukan di tingkat program studi dalam rangka menyajikan dosen yang dapat diterima di kalangan mahasiswa yakni dengan melakukan EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa). Melalui EDOM tersebut mahasiswa akan memberikan penilaian kepada dosen berkenaan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Adapun metode yang digunakan Simple Additive Weighting (SAW) yaitu metode penjumlahan terbobot, dan didapatkan satu alternatif dosen terbaik Teknik Informatika pilhan mahasiswa pada periode Genap 2020/202
Pengaturan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Pesisir Pantai Provinsi Sumatera Barat: Analisis Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 14 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2010-2020
Pariaman City Regional Regulation Number 21 of 2012 concerning Pariaman City Spatial Planning 2010-2020, South Coastal Regency Regulation Number 7 of 2011 concerning South Coastal Regency Spatial Planning 2010-2020, based on West Sumatra Province Regional Regulation Number 12 Year 2018 concerning the Zoning Plan for Coastal Areas and Small Islands of West Sumatra Province for 2010-2030. The research method used is prescriptive normative. This regulation is part of Spatial Planning management which consists of Planning, Organizing, Actuating, and Control/Monitoring (POAC). Based on this regulation, the Government Authorities in the City and Regency and Provincial Governments are formed. This authority has been carried out according to the rules, but from the substance of the Planning there is still no detailed Spatial Plan for the city and district, so this can result in inadvertence in granting permits and development.Keywords: Coastal Area, Government, Spatial Planning, Regional Regulatio
Tea Leaf Picking Tool "Apedat" With an Automatic System Controlled by DC Motor
Pagaralam is a mountainous region with chilly temperatures, many of which have been cultivated with tea and coffee plants by the locals. These tea and coffee trees flourish, making them a dependable source of revenue for the local community. Obstacles in the field include conventional equipment for picking tea leaves, which slow down the harvesting process, as well as slippery and steep road conditions. This makes it more difficult for employees to reach the leaves that need to be plucked using standard equipment. One of the ways to enhance the added value for the community (partners) in terms of agricultural yields is to develop instruments that are more practical, quick, and ergonomic, and needless human work. The procedure entails designing and introducing a tea leaf picker powered by a dc motor. Based on the findings of field experiments, technologies can be developed to accelerate and increase the quantity of harvest. The community (partners) can sense a considerable boost in efficiency and effectiveness
Community's House Yards Utilization Education in Support of the Green City
Community awareness was needed in realizing the sustainability of urban life. This community concern can be done in realizing a green city. A Green City is an environmentally friendly city by reducing waste, effectively utilizing water and energy resources, implementing an integrated information system, and synergizing the natural and artificial environment. The purpose of this KKN-55 collaborative service activity is to provide an understanding to the community about planting can help government programs in P2KH (Green City Development Program), participate in protecting the environment and, build community motivation to want to plant trees or other plants in the yard of the house and maintain existing green open spaces. This collaborative service activity between lecturers and KKN-55 students was carried out online on February 20, 2021. The service target is people who live in RT 13 Sriwijaya Village, Tungkal Ilir District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province, both men and women who have home gardens who have a desire to plant. The implementation of this activity was attended by 37 participants enthusiastically which was marked by many questions, participants are also motivated to take advantage of the home page by planting trees, ornamental plants, vegetables, and so on so that they can increase their income
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan jarak tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Petani di Desa Prajen Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulangi sebanyak 3 kali. Adapun faktor perlakuan yang dimaksud adalah sebagi berikut : Petak Utama yaitu Jarak tanam (J) = J1 (20 x 20 cm), J2 (20 x 25 cm) dan J3 (20 x 30 cm). Anak petak yaitu Varietas (V) = V1 (Jerapah), V2 ( Tala 2), dan V3 (Tuban). Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), berat polong / petak (g), jumlah polong berisi /tanaman, jumlah polong hampa /tanaman, berat berangkasan kering, berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam 20 x 30 cm dan kacang tanah varietas Tala 2 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L)
RESPON BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) TERHADAPTAKARAN PUPUK ORGANIK PLUS DI LAHAN PASANG SURUT
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik plus dosis terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai yang berbeda. (Glycine max L) varietas di sawah. Penelitian ini dilakukan di lahan salah satu petani di Desa Suka Jadi, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2019. Rancangan petak terpisah yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan sebanyak 3 kali. Varietas merupakan perlakuan utama petak, sedangkan pupuk organik plus merupakan perlakuan sub petak. Sebagai perlakuan plot utama adalah jenis keragaman (V). V1 = Grobongan, V2 = Gema, V3 = Anjasmoro, dengan dosis pupuk organik dengan perlakuan anak petak (B). B1 = 500 kg per hektar (100 g/tanaman), B2 = 750 kg per hektar (150 g/tanaman), dan B3 = 100 kg per hektar (200 g/tanaman). Jumlah biji/polong (butir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Organik Plus 500 kg/ha (100 g/tanaman) memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, dan kombinasi 500 kg /ha (100g) Pupuk Organik Plus /tanaman) dan varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai (Glycine max L.). Effect of Organic Plus Fertilizer Dosing on Rice Field Growth and Production of Several Soybean (Glycine max (L.) Merrill.) Varieties The purpose of the study is to determine the effects of an organic fertilizer plus dosage on the growth and production of different soybean (Glycine max L) varieties in paddy fields. This study was conducted on the land of one of the farmers in the Suka Jadi Village, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. This study was place between April and August of 2019. The split-plot design was applied in this study, which included 9 treatment combinations and was performed 3 times.Variety was the primary plot treatment, while organic fertilizer plus was the sub-plot treatment. As the main plot's treatment is the sort of diversity (V). V1 = Grobongan, V2 = Echo, V3 = Anjasmoro, with the dose of organic fertilizer with the sub-plot treatment (B). B1 = 500 kg per hectare (100 g/plant), B2 = 750 kg per hectare (150 g/plant), and B3 = 100 kg per hectare (200 g/plant). The total number of seeds/pods (grain).The results showed that the treatment with 500 kg/ha (100 g/plant) of Organic Fertilizer Plus gave the best growth and production in soybeans, that the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans, and that the combination of 500 kg/ha (100g) of Organic Fertilizer Plus /plant) and the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans (Glycine max L.)
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk NPK majemuk terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani Jl. H.M. Asyik Aqil Km 16 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung pada bulan September sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) disusun dengan 9 kombinasi diulang 3 kali, sebagai perlakuan petak utama : Jenis pupuk organik (O), O1 = kotoran ayam, O2 =kotoran sapi, O3 = sekam padi dan perlakuan anak petak : Dosis pupuk NPK majemuk (D), D1 =50 kg/ha, D2 = 100 kg/ha, D3 = 150 kg/ha. Peubah yang diamati adalah waktu keluar tunas (hst), tinggi tananam (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), dan jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis pupuk organic berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah yang diamati sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil secara tabulasi kombinasi jenis pupuk organik kotoran ayam dan dosis pupuk NPK majemuk 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan bibit tanaman tebu
CO-MANAGEMENT DALAM PENELOLAAN SAMPAH DI TPST DESA MULYOAGUNG KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG
Konsep Co-Management merupakan alat yangdiharapkan dapat meminimalisir terjadinya permasalahan antar serta konflik yang dapat terjadi di pengelolaan TPST Mulyo Agung.Co-Management merupakan salah satu pendekatan pengelolaan yang memberi peran besar bagi partisipasi masyarakat dengan fasilitasi oleh pemerintah dalam TPST Mulyo agung yang melibatkan dari Pemerintah Desa, Pemerintah Pusat berupa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta kelompok swadaya masyarakat desa Mulyo Agung. Dalam pengelolaan Co-Management sangatlah efisien digunakan dalam program TPST Mulyo Agung walaupun sangat efisien namun konflik pernah terjadi pada awal pengoprasian kegiatan kerja TPST Mulyo Agung, dimana konflik datang dipicu dari awal pembangunan TPST. Namun hal ini dapat diatasi dengan pembaruan dan pengembangan program pemilihan dan pengelolaan sampah. Dalam sytem Co-Management memang masih sering di temui konflik. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif dengan cara observasi dan wawancar
ANALISIS TREN HARGA TELUR AYAM RAS DI KOTA BENGKULU
Telur ayam ras merupakan salah satu jenis telur yang paling banyak diproduksi oleh peternak di bengkulu. harga telur ayam ras murni sangat terjangkau dibandingkan dengan jenis telur lainnya. permintaan untuk telur ras akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. riset ini bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan harga telur ayam ras di kota bengkulu, dan untuk mengetahui tren harga telur ayam ras di kota bengkulu. riset ini menggunakan analisis tren dengan metode regresi linier sederhana. suatu estimasi yang dilakukan atau peramalan pada masa yang akan datang dengan metode analisis statistika. memerlukan berbagai macam data (informasi) yang cukup banyak dan terlihat dalam rentang waktu yang cukup signifikan untuk membuat alat ukur, sehingga setiap komponen yang mempengaruhi perkembangan sampai seberapa banyak perubahan yang terjadi dapat dilihat dengan menggunakan penelitian ini. informasi yang digunakan diperoleh dari badan pusat statistik kota bengkulu. hasil yang diperoleh yaitu kecenderungan (tren) positif dimana garis perkembangan harga yang tergambar meningkat secara terus menerus. kecenderungan yang terus meningkat dipengaruhi oleh beberapa hal yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun, diantaranya yaitu: hari raya idul adha, hari natal dan juga tahun baru. garis tren linierny adalah y = 1942.9 + 3.96 x + e dimana = 0,5661
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN DAN DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt) DI LAHAN SAWAH
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemangkasan daun dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays sacharata Sturt) di lahan sawah. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, dengan ketinggian tempat 100 meter di atas permukaan laut (dpl), yang akan dilakukan dari bulan Maret sampai Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode ekspeimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari dua perlakuan. Adapun faktor perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut: 1. Perlakuan Pemangkasan Daun (D) terdiri dari : D1 = Tanpa pemangkasan daun, D2 = Pemangkasan daun dibagian bawah tongkol, D3 = Pemangkasan daun dibagian atas tongkol, 2. Perlakuan Dosis pupuk pelengkap cair (P) terdiri dari, P1= dosis 1 gram per liter air, P2 = dosis 3 gram per liter air, P3= dosis 5 gram perl iter air. Dari kedua faktor perlakuan di atas didapatkan 9 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 3 kali, akan didapatkan 27 unit percobaan dengan sampel masing-masing 5 tanaman, sehingga akan didapatkan 135 sampel tanaman. Hasil penelitian ini adalah : 1). Perlakuan Pemangkasan daunn di atas tongkol (P3) mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap bagi pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. 2). Perlakuan dosis pupuk pelengkap cair 5 g/liter air (D3) memberikan pengaruh terbaik pada peubah pertumbuhan tanaman jagung manis dan perlakuan D2 mampu meningkatak produksi tanaman jagung manis, 3). Interaksi perlakuan pemangkasan daun di atas tongkol dengan dosis pupuk organik cair 5 / lite air (P3D3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan untuk produksi tanaman jagung manis P3D2 memberikan hasil terbaik This study aims to determine the effect of leaf pruning and dosage of liquid organic fertilizer on the growth and production of sweet corn (Zea mays sacharata Sturt) in paddy fields. This research was conducted in the rice fields of P1 Mardiharjo Village, Purwodadi District, Musi Rawas Regency, with an altitude of 100 meters above sea level (asl), which will be carried out from March to May 2018. This study used an experimental method with a Randomized Block Design (RAK). which were arranged in a factorial manner consisting of two treatments. The treatment factors tested were as follows: 1. Leaf pruning treatment (D) consisted of: D1 = No leaf pruning, D2 = Leaf trimming at the bottom of the cob, D3 = Leaf trimming at the top of the cob, 2. Treatment with a dose of liquid complementary fertilizer (P) consists of, P1 = dose of 1 gram per liter of water, P2 = dose of 3 grams per liter of water, P3 = dose of 5 grams per liter of water. From the two treatment factors above, 9 treatment combinations were obtained with 3 replications, 27 experimental units would be obtained with a sample of 5 plants each, so that 135 plant samples would be obtained. The results of this study are: 1). The treatment of pruning leaves on the cob (P3) was able to give the best effect on the growth and production of sweet corn plants. 2). The dose treatment of liquid supplementary fertilizer 5 g/liter of water (D3) gave the best effect on the growth variables of sweet corn plants and D2 treatment was able to increase the production of sweet corn plants, 3). The interaction of leaf pruning treatment on the cob with a dose of liquid organic fertilizer 5 / lite of water (P3D3) gave the best effect on growth and for sweet corn production P3D2 gave the best results