E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Kualitas Produk Wisata Budaya dengan Kepuasan Wisatawan pada Kawasan Pariwisata Tepian Sungai Musi Kota Palembang
Kawasan pariwisata tepian Sungai Musi Kota Palembang merupakan salah satu dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Provinsi Sumatera Selatan dimana KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yang dibagi menjadi wilayah kota dan kawasan tepian Sungai Musi, dimana sepanjang koridor Sungai Musi memiliki sejarah dan budaya terhadap perkembangan Kota Palembang. Sebagaimana arahan pengembangan wilayah demi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, dimana kawasan wisata dituntut dapat memberikan kualitas produk wisata demi memuaskan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas produk wisata budaya berdasarkan presepsi wisatawan dan mengetahui prioritas pengembangan kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas produk wisata budaya belum memuaskan wisatawan dengan faktor yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pada amenitas, aksesibilitas dan ancellery wisata. Dengan metode analisis IPA, dapat diketahui prioritas pengembangannya. Prioritas pengembangan pada kawasan ini juga harus memperhatikan aspek daya tarik wisata berupa bangunan tradisional dalam pemeliharan dan perlindungan aset cagar budaya pada kawasan tepian Sungai Musi demi tercapainya produk wisata yang kompleks dan berkualitas
THE INFLUENCE OF THINK-PAIR-SHARE TECHNIQUE (TPS) TO TEACH READING COMPREHENSION TO THE TENTH GRADE STUDENTS
The objective of this study was to find out the influence of TPS to teach reading comprehension to the Tenth Grade Students at SMA Negeri 1 Sekayu. The subject of this study was the tenth-grade students at SMA Negeri 1 Sekayu in academic year 2019/2020 which amounted to 64 students’ representatives of 193 populations. This study was a quantitative research. This study used quasi-experimental method. The research design used two groups pretest posttest design. The test consisted 30 items in multiple choices. The result of test was calculated by using SPSS Software22. The alternative hypothesis (Ha) was examined through the test. Based on the criteria of testing hypotheses, the alternative (Ha) 5% significance level was t- obtained of the test. It means that teaching reading comprehension by using TPS technique to the Eighth-Grade students of SMA Negeri 1 Sekayu in the academic year 2020 was effective
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition Pada Pembelajaran Matematika
This study aims to determine the effectiveness of the application of the model ofintegrated reading and composition cooperative in students of SMP 44 Palembang in terms of three aspects: student activity during learning, student attitudes to learning, and student learning completeness after being applied in an integrated cooperative reading and composition model. This research is applied research using Pre-Experimental design, One-Shot Case Study. The subjects in this study were class VIII.7 students at SMP Negeri 44 Palembang in the academic year 2018/2019. The instruments used in this study were observation sheets, description test sheets, namely student learning outcomes tests, and student attitude questionnaire sheets on the CIRC learning model. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the effectiveness of the application of the CIRC model on mathematics learning at SMP Negeri 44 Palembang in terms of three aspects of student activity, student attitudes, and student mastery was obtained by KPM (Effectiveness of Model Use) 80% with the category "effective
PERKEMBANGAN PESANTREN ALARIFIAH PUTRA SUKARAJA GARUT (ANALISIS SWOT)
Pondok pesantren merupakan tempat tinggal santri yang memiliki tujuan mempelajari dan mendalami ilmu Agama. Pondok pesantren bisa disebut sebagai sentral keilmuan agama, dimana terkumpulnya seluruh ilmu Fan Agama. Oleh karena itu pesantren merupakan cikal bakal pendidikan Islam di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangnnya. Bahkan ada pesantren yang sudah berdiri puluhan taun bahkan ratusan tahun tapi tiba-tiba tidak eksis lagi karena terkalahkan dengan pesantren modern yang lebih segar dengan adanya pendidikan formal/sekolah. Begitupun pesantren al-arifiah putra sukaraja garut bisa bertahan dan eksis sampai saat ini karena ada sesuatu yang dipertahankan oleh sang kyai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analsisi SWOT, karena ingin menggambarkan bagaimana pesantren ini mampu terus eksis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pesantren al-arifiah putra sukaraja garut mampu bertahan karena diantaranya faktor kyai
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK INFORMASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X OTKP DI SMK NEGERI 1 PALEMBANG
Latar belakang dalam penelitian ini masih kurangnya layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik informasi terhadap motivasi belajar siswa kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut Adakah pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik informasi terhadap motivasi belajar siswa kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik informasi terhadap motivasi belajar siswa kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang. Hipotesis Alternatif Ha: “Ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik informasi terhadap motivasi belajar siswa kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang”. Hipotesis Nihil Ho: “Tidak ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik informasi terhadap motivasi belajar siswa kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang”. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 126 siswa dan sampel 15 siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Palembang, sampel diambil dengan menggunakan metode porposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode korelasi kuantitatif . untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini digunakan statistic korelasi product moment dilanjutkan dengan menggunakan Uji t. Berdasarkan analisis penelitian, dimana Variabel Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Informasi (X) memperoleh jumlah skor 1590 dan variabel Motivasi belajar (Y) memperoleh jumlah 1586. Dan nilai rhitung yang didapat dari hasil perhitungan lebih besar dari pada nilai rtabel (0,5049 ? 0,4821) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan thitung lebih besar dari ttabel (2,109 ? 1,770) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Informasi (X) terhadap Motivasi Belajar (Y) Siswa Kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang, jadi dapat dimaknai semakin optimal layanan bimbingan kelompok dilaksanakan maka semakin tinggi motivasi belajar siswa di kelas X OTKP di SMK Negeri 1 Palembang. Saran bagi guru diharapkan dapat melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik informasi secara optimal serta bagi siswa agar bimbingan kelompok dapat dilaksanakan dengan baik agar dapat menimbulkan motivasi belajar yang tinggi sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal
TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DALAM PEMBERIAN DAN PENGAJUAN KOMPENSASI DAN RESTITUSI TERHADAP KORBAN PELANGGARAN HAM BERAT BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 3 TAHUN 2002 DAN PP NOMOR 44 TAHUN 2008
AbstrakKejahatan yang berupa pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah termasuk dalam kategori Kejahatan Kemanusiaan (Crime Againt Humanity) dan Kajahatan yang berdampak Luar Biasa (Extra Ordinary Crime). Terlebih apabila menyangkut Kejahatan HAM Yang Berat yang tentu saja banyak menimbulkan masalah tidak hanya bersifat Nasional maupun Internasional, terutama yang menyangkut persoalan penanganan Korban kejahatan tersebut. Dalam Statuta Roma Tahun 1998 sudah diatur tentang mekanisme pemberian dan cara pengajuan Kompensasi dan Restitusi terhadap Korban pelanggaran HAM Berat. Dalam Peraturan Perundangan Indonesia memang sudah ada pengaturan hal tersebut, namun belum efektif berjalan yang disebabkan banyak faktor terutama faktor lemahnya atau ketidak jelasan dari regulasi tadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif dengan melakukan studi pustaka dari buku-buku literatur dan peraturan perundangan yang berhubungan dengan pokok masalah. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis mengambil kesimpulan, yaitu : Pembebanan tanggung jawab dalam urusan pemberian dan cara mengajukan permohonan Korban HAM Berat untuk mendapat hak-haknya sepenuhnya adalah Pemerintah, yaitu dengan mengeluarkan beberapa kebijakan dengan membuat berbagai peraturan yang berhubungan dengan pemberian Kompensasi dan Restitusi terhadap pelanggaran HAM Berat, yaitu membentuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang tugasnya mengurusi masalah Kompensasi dan Restitusi untuk Korban pelanggaran HAM Berat. Walau harus disadari sampai sekarang ini hasil yang diperoleh masih sangat jauh dari apa diharapkan. Kata Kunci : Kompensasi; Restitusi terhadap Korban Pelanggaran HAM Berat
PEMANFAATAN PUPUK FOSFAT DAN PUPUK HAYATI PADA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DI LAHAN KERING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan respon pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) terhadap pemberian pupuk fosfat pada berbagai aplikasi pupuk hayati di lahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan di salah satu lahan penduduk yang terletak di Jalan Sukarela, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Alang-Alang Lebar, KM. 07 Palembang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi yang di ulang sebanyak 3 kali. Persentase pemberian pupuk fosfat ( P) terdiri : P1 : 15 g/petak (25 % = 200 kg/Ha), P2 : 30 g/petak (50 % = 200 kg/Ha), P3 : 45 g/petak (75 % = 200 kg/Ha), P4 : 60 g/petak (100 % = 200 kg/Ha). Jumlah pemberian pupuk hayati (F) terdiri : F1 = 1 kali, F2 =2 kali, F3 =3 kali. Peubah yang Diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Panjang Tongkol (cm), Berat Tongkol/Tanaman (g), Berat Tongkol/Petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk fosfat 60 g (100 %) menunjukan hasih tertinggi terhadap tinggi tanaman tertinggi (90,16 cm), jumlah daun terbanyak (10,42 helai), panjang tongkol terpanjang (14,69 cm), berat tongkol pertanaman Terberat (108,44 g) dan berat tongkol perpetak terberat (2,66 kg). Dan pemberian pupuk hayati 2 kali pemberian menunjukan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman tertinggi (94,61 cm), jumlah daun terbnyak ( 10,35 helai), panjang tongkol terpanjang (14,59 cm), berat tongkol pertanaman Terberat (95 g) dan berat tongkol perpetak terberat (2,36 kg). This study aims to determine and determine the growth response and production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt ) against the application of phosphate fertilizer in various applications of biological fertilizers on dry land. This research has been carried out on one of the residents' land located in Jalan Sukarela, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Alang-Alang Lebar, KM. 07 Palembang. This study used Factorial Randomized Block Design with 12 repeated combinations 3 times. The percentage of phosphate fertilizer (P) consisted of: P1: 15 g / plot (25% = 200 kg / Ha), P2: 30 g / plot (50% = 200 kg / Ha), P3: 45 g / plot (75% = 200 kg / Ha), P4: 60 g / plot (100% = 200 kg / Ha). The amount of biological fertilizer (F) consists of: F1: 1 time, F2: 2 times, F3: 3 times. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), cob length (cm), cob / plant weight (g), weight of cob / plot (kg). The results showed that the treatment of phosphate fertilizer 60 g (100%) showed the highest hash for the highest plant height (90.16 cm), the number of terbnyak leaves (10.42 strands), the longest ear length (14.69 cm), the weight of cob The heaviest cropping (108.44 g) and the heaviest weight of cob (2.66 kg). And the administration of biofertilizer 2 times gave the highest hasih to the highest plant height (94.61 cm), the highest number of leaves (10.35 strands), the longest ear length (14.59 cm), the heaviest cropping weight of cob (95 g) and the heaviest weight of cob (2.36 kg)
PEMANFAATAN LIMBAH BAGLOG DAN PUPUK NPK PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Waste can be used as organic material rich in lignin and cellulose which is expected to increase the efficiency of the use of NPK fertilizers and increase the growth and production of shallots. Like other organic fertilizers, oyster mushroom baglog waste is able to increase the physical, chemical and biological fertility of the soil. The application of organic fertilizer is expected to increase the efficiency of the use of NPK fertilizers. This research took place from May to July 2019 which was carried out on land owned by farmers on Jalan Sukarela, Lorong Mataram, Sukarami District, Palembang City, South Sumatra. The layout in the field is based on the Split-plot Design. with 9 treatment combinations with 3 replications so that there were 27 plots and 5 sample plants. As Main Plot: Baglog Waste Fertilizer (L): 15 tons/ha (L1), 20 tons/ha (L2) and 25 tons/ha (L3). As a sub-plot, NPK fertilizer (N): 100 kg/ha (N1), 150 kg/ha (N2), 200 kg/ha (N3). The results showed that the use of baglog waste fertilizer of 20 tons/ha was able to increase the efficiency of NPK fertilization by 100 kg/ha and produced the highest tuber weight per plot of 733.33 g or the equivalent of 3.67 tons/ha
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM BERUSAHATANI JAGUNG DI DESA RANTAU DURIAN 1 KECAMATAN LEMPUING JAYA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ABSTRACT This study aimed to look at how the area of land area, education, experience, and age in influencing the decisions of farmers in corn farming and also wanted to find out how much money is corn farmers in Rantau Durisan 1 Village, Lempuing Jaya District, Ogan Komering Ilir District. This research was conducted in Rantau Durian 1 Village in September - November 2019. The method used was a survey method. While the method, the example used is Simple Random Sampling. The data collection method uses the method of observation and interviews. Analysis of the data used is quantitative descriptive analysis. The results of research are known about the decision of farmers in trying for corn farming simultaneously by factors of land area, education, experience and age. And the partial factor that opposes the decision of farmers in trying for corn farming is experience and the factors that are contrary to the results of farmers in cultivating corn farming are land area and education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana luas lahan, pendidikan, pengalaman, dan umur dalam mempengaruhi keputusan petani dalam usahatani jagung serta ingin mengetahui seberapa besar pendapatan petani jagung di Desa Rantau Durisan 1 Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rantau Durian 1 pada bulan September – November 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sedangkan metode, contoh yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui tentang keputusan petani dalam mencoba usahatani jagung secara simultan oleh faktor luas lahan, pendidikan, pengalaman dan umur. Dan faktor parsial yang menentang keputusan petani dalam mengusahakan usahatani jagung adalah pengalaman dan faktor yang bertentangan dengan hasil petani dalam membudidayakan usahatani jagung adalah luas lahan dan pendidikan.
DAYA TERIMA CUP CAKE SUBSTITUSI IKAN BANDENG DAN UBI JALAR KUNING
Cup cake merupakan salah satu makanan selingan yang disukai oleh anak-anak sampai dewasa. Sebagai makanan yang cukup digemari, maka cup cake dapat dijadikan sebagai makanan tambahan untuk anak gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima cup cake dengan dengan substitusi ikan bandeng dan ubi jalar kuning.. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial. Formula yang dibuat ada 3 dengan komposisi ikan bandeng dan ubi jalar kuning Formula 1 (F1) : 50 % : 50 %; Formula 2 (F2) : 60 % : 40 %; Formula 3 (F3) : 70 % : 30 %. Panelis yang digunakan untuk menilai daya terima adalah panelis setengah terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yag paling disukai oleh panelis adalah formula 3 yang memiliki skor tertinggi pada rasa, aroma, warna dan tekstur. Komposisi ikan bandeng dan ubi jalar kuning sebanyak 70 % : 30 % mempengaruhi rasa, aroma, warna dan tekstur cup cake