E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Kesadaran Metakognitif Dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Di SMA Muhammadiyah Se-Kota Palembang
Latar belakang penelitian ini adalah: (1) Guru belum banyak mengetahui tentang metakognitif, (2) Minimnya pemahaman guru mengenai instrumen yang digunakan dalam pengukuran kesadaran metakognitif. Kedua permasalahan ini berdampak pada tidak adanya tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mengasah penggunaan kesadaran metakognitif siswa. Rumusan masalah penelitian adalah apakah terdapat hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa di SMA Muhammadiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8 Palembang?. Penelitian ini bertujuan untuk adalah untuk mengetahui hubungan antara kesadaran metakognitif siswa dengan hasil belajar biologi di SMA Muhammadiyah Se-kota Palembang. Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar angket dan hasil belajar biologi (UAS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji signifikansi dan uji pearson product moment. Subyek penelitian adalah kelas X IPA, XI IPA, dan XII IPA di SMA Muhammadiyah Palembang, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian diperoleh setelah menggunakan uji signifikansi di SMA Muhammadiyah se-kota Palembang diketahui bahwa nilai signifikansi < 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa di SMA Muhammadiyah se-kota Palembang dan memiliki tingkat hubungan yang termasuk dalam kategori “Kuat dan Cukup Kuat
PENGARUH TAKARAN PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.)
This study aims to determine and obtain the best dose of organic fertilizer for chicken manure and NPK fertilizer for the growth of hybrid corn (Zea mays L.) plants. This research has been carried out in Purwosari Village, Tanjung Lago Subdistrict, Banyuasin Regency. This research activity took place from May to August 2018. This study used factorial randomized block design (RBD) with 12 combinations, 3 replications, and 5 sample plants. The treatment is as follows: Organic Fertilizer Chicken Manure (O), O0 = 0 ton / ha, O1 = 5 tons / ha, O2 = 10 tons / ha, O3 = 15 tons / ha, NPK Fertilizer (A), A1 = 200 kg / ha, A2 = 300 kg / ha, A3 = 400 kg / ha. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf width (cm), root length (cm), plant dry weight (g). Based on the results of the analysis showed that the dose of organic fertilizer chicken manure had no significant effect on all the variables observed, the dose of NPK fertilizer had a very real effect on the leaf area variable, but had no significant effect on other variables. The conclusions that can be drawn from this study, the dose of organic manure of chicken manure 10 tons / ha and the dose of NPK fertilizer 300 kg / ha is the highest treatment for the growth of hybrid corn plants (Zea mays L.)
PEDAMPINGAN MANAJEMEN TATA KELOLA BUMDES DAN UMKM DI DESA PAYO KECAMATAN MERAPI BARAT KABUPATEN LAHAT
Faktor-faktor dari keberhasilan pengembangan BUMDes danUMKM di antaranya adalah faktor manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan manajemen pemasaran dan informasi agar bisa melakukan akses global. Selama ini kualitas sumber daya manusia atau pengelola yangbekerja di BUMDes dan UMKM pada umumnya masih sangat rendah, hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya kualitas produk, terbatasnya kemampuan untuk mengembangkan produk-produk baru, lambannya penerapan teknologi, dan lemahnya pengelolaan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah Mendukung perkembangan dan kemajuan usaha-usaha yang ada didesa khususnnya. Maka hasil dari pendampingan manajemen tata kelola dalam diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa yang mempunyai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Payo Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Kemudian diharapkan kedepan UMKM dan BUMDes mampu melaksanakan fungsional manajemen tata kelola meliputi tata kelola keuangan, produksi, sumberdayamanusia,danpemasaran. UMKM dan BUMDes mampu dengan lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi serta cepat mencari solusi dalam setiap permasalahan yang terjadi saat mengembangkan usah
DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM DITINJAU DARI DIMENSI MANUSIA DAN KEARIFAN LOKAL
Paper ini berupaya menelaah tentang dinamika pengembangan kurikulum yang ditinjau dari dimensi manusia dan kearifan local. Kurikulum merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, sekaligus digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Adapun pendidikan tentu tidaklah berorientasi pada masa lalu akan tetapi berorientasi pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang, sehingga dengan itu kita bisa membuat kesimpulan bahwa kurikulumpun harus dibuat berdasarkan relevansi tersebut. Karena manusia adalah makhluk yang dinamis maka relevansi tersebutpun terus berkembang seiring dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat. Hal ini menyebabkan kurikulumpun harus menyesuaikan. Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengembangan-pengembangan yang dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat di dalam proses pendidikan. Metodologi yang digunakan dalam jurnal ini adalah literatur review. Dengan mengumpulkan data maupun sumber yang berhubungan dengan dinamika pengembangan kurikulum ditinjau dari dimensi manusia dan kearifan lokal
KEMAMPUAN GURU DALAM MERANCANG PENILAIAN PEMBELAJARAN PAUD DI GUGUS MENGKUDU BENGKULU TENGAH
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam merancang penilaian pembelajaran PAUD di Gugus Mengkudu Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah, untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dihadapi oleh guru dalam merancang penilaian pembelajaran PAUD di Gugus Mengkudu Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki makna mendeskripsikan suatu penelitian yang sedang dilaksanakan. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru PAUD yang mengajar di kelompok B pada pada Gugus Mengkudu Kabupaten Benteng yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan penekananya pada usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian melalui cara berfikir formal argumentatif. Simpulan penelitian bahwa kemampuan guru dalam merancang penilaian pembelajaran PAUD di Gugus Mengkudu Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah telah dilaksanakan namun belum mampu secara maksimal secara rutin dan berkesinambungan
PERLINDUNGAN DATA PRIVASI DI INDONESIA DAN SINGAPURA TERKAIT PENERAPAN DIGITAL CONTACT TRACING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 SERTA TANGGUNGJAWABNYA
ABSTRAKVirus COVID-19 sedang menjadi perhatian utama dunia hingga saat ini. Terkait pencegahan penyebarannya, Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan menerapkan digital contact tracing menggunakan aplikasi pelacakan. Pada pelaksanaannya, aplikasi pelacakan (contact tracing) mengumpulkan data pribadi seseorang (seperti nama lengkap, NIK, nomor telepon pribadi dan e-mail pribadi), yang sangat berpotensi akan terjadinya pelanggaran data pribadi. Selain menggunakan aplikasi pelacakan, metode digital contact tracing juga kerap dilakukan oleh pihak swasta dengan penginputan data pengunjung pada public places. Melalui tulisan dengan metode yuridis normatif ini, penulis akan membahas ketentuan hukum perihal data pribadi yang akan dihubungkan dengan penerapan digital contact tracing. Penulis juga akan melakukan kajian serupa pada negara Singapura, sebagai negara pertama yang menerapkan digital contact tracing melalui aplikasi pelacakan dan sebagai negara tetangga Indonesia. Penulisan ini terlebih dahulu akan melihat apakah penerapan digital contact tracing di Indonesia dengan aplikasi pelacakan yang ada, telah sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan digital contact tracing di Indonesia dengan aplikasi pelacakan melanggar beberapa prinsip terkait data pribadi. Peraturan data pribadi di Indonesia sendiri secara khusus masih sebatas peraturan menteri. Berbeda dengan Singapura, telah menjamin perlindungan data pribadi masyarakatnya melalui Personal Data Protection Act dan Public Sector Governance Act 2018, dan mengenai tanggung jawab pada data pribadi, di Indonesia masih sebatas sanksi administratif, sementara di Singapura, sampai pada pertanggungjawaban pidana.Kata Kunci: Data Privasi; Aplikasi Contact Tracing; Digital Contact Tracing; COVID-19
PERBEDAAN EFEKTIVITAS SIMVASTATIN, EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM), EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) dan KOMBINASINYA TERHADAP KADAR LDL dan KOLESTEROL TOTAL (Studi Eksperimental Pada Tikus Jantan Dislipidemia)
Asupan kalori tinggi meningkatkan profil lipid yang menyebabkan dislipidemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian simvastatin, ekstrak bawang putih, ekstrak buah naga merah dan kombinasinya terhadap kadar LDL dan kolesterol total. Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan desain pretest posttest control group pada 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok secara acak. Lima kelompok diberikan diet tinggi kolesterol dan asam kolat sampai dislipidemia selama 14 hari dan satu kelompok tidak. Lima kelompok tikus dislipidemia mendapat perlakuan tertentu selama 14 hari. Semua kelompok diperiksa kadar LDL dan kolesterol total. Hasil uji Kruskal Wallismenunjukkan nilai p<0,05 artinya terdapat perbedaan penurunan kadar LDL yang signifikan di antara keenam kelompok. Hasil uji post hoc Mann Whitney menunjukkan bahwa kelompok P2 (ekstrak bawang putih 400 mg) memiliki efektivitas paling baik dalam menurunkan kadar LDL. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p<0,05 artinya terdapat perbedaan penurunan kadar kolesterol total yang signifikan di antara keenam kelompok. Hasil uji post hoc Mann Whitney menunjukkan bahwa kelompok P1 (ekstrak buah naga merah 65 mg) dan P3 (ekstrak buah naga merah 32,5 mg dan bawang putih 200 mg) memiliki efektivitas paling baik dalam menurunkan kadar Kolesterol Total
ANALISIS MISKONSEPSI MATERI JARINGAN TUMBUHAN PADA BUKU TEKS PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS XI BERBASIS KURIKULUM 2013
Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kualitas dari buku teks pelajaran yang digunakan oleh guru dan siswa, karena buku teks pelajaran banyak mengandung konsep-konsep yang penting sehingga perlu disampaikan sesuai dengan naskah ilmiah atau pendapat para pakar ilmu biologi terkhususnya pada materi jaringan tumbuhan. Kesalahan atau kekeliruan konsep yang terdapat pada buku teks pelajaran berbeda dengan konsep yang disampaikan oleh para pakar biologi, dapat diartikan mengalami miskonsepsi. Adapun tujuan penelitian 1.) Mengetahui besar persentase masing-masing kategori miskonsepsi dari materi jaringan tumbuhan pada buku teks pelajaran biologi SMA siswa kelas XI berbasis Kurikulum 2013 di Kota Palembang, 2.) Mengetahui tingkat miskonsepsi dari materi jaringan tumbuhan pada buku teks pelajaran biologi SMA siswa kelas XI berbasis Kurikulum 2013 di Kota Palembang. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan analisis konten atau analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing kategori miskonsepsi pada konsep teks dan konsep gambar yaitu MI (Misidentificationi) 14,14%, OG (Overgeneralizations) 1,01%, OS (Oversimplifications) 19,19%, UG (Undergeneralizations) 4,04%, dan OCT (Obselete concept and terms) 0%. Hasil persentase miskonsepsi pada buku teks pelajaran sebesar 38,38% dikategorikan rendah
TINJAUAN PUSTAKA: PATOGENESIS DAN DIAGNOSIS SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS
Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) adalah penyakit inflamasi autoimun kronis dengan manifestasi klinis yang luas. Perjalanan penyakit dan prognosis dari SLE pun juga beragam. Faktor lingkungan, imunologi, hormonal, dan genetik diketahui memegang peranan dalam perkembangan SLE. Penyakit SLE lebih banyak menyerang wanita terutama usia produktif. Patogenesis SLE mengikutsertakan berbagai sel dan molekul yang berperan pada proses apoptosis, respons imun innate dan adaptif. Diagnosis SLE ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis, yang harus memenuhi 4 dari 11 kriteria American Rheumatology Association (ARA) (1997), dan pemeriksaan laboratorium. Terapi SLE bersifat individual berdasarkan manifestasi klinis yang dialami pasien, aktivitas penyakit dan derajat keparahan penyakit serta komorbiditas. Prognosis SLE bervariasi mulai dari ringan hingga berkembang cepat menjadi berat disertai kegagalan multiorgan bahkan kematian. Studi pustaka ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih mendalam mengenai patogenesis dan cara menegakkan diagnosis SLE sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan penelitian mengenai SLE di masa yang akan datang
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN CAMPURAN KAWAT BENDRAT BERKAIT (HOOKED) 45° DAN 90° PADA KUAT TEKAN BETON
Beton ini biasanya digunakan untuk pelat lantai basement, pile cap, jalan serta pada jembatan. Karena sangat kuat dan kokoh. Memiliki komposisi dimana agregat kasar lebih banyak dari agregat halus. Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton dengan penggunaan bahan tambah.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan bahan campuran kawat bendrat dengan dua jenis bentuk yang berbeda yaitu 45° dan 90° serta membandingkannya dengan beton normal. Setelah umur 7, 14, dan 28 hari dilakukan kuat tekan dengan variasi yaitu Beton Normal Fc’30 dan Beton Normal + kawat bendrat 45° 6%, 8%,10% dan kawat bendrat 90° 6%, 8%,10% dengan 3 sampel pada setiap variasi.Setelah dilakukan uji kuat tekan beton, maka didapat kuat tekan beton normal yang sebesar 29,89 (N/mm2) pada umur 28 hari. Pada penambahan kawat bendrat 45° 8% dihasilkan sebesar 32.88, (N/mm2), dan peningkatan kuat tekan beton umur 28 hari tertinggi terjadi pada campuran variasi beton normal + kawat bendrat 45° 6% dengan presentase 2.44%. Sedangkan pada variasi campuran beton normal + kawat bendrat 45° 10% mengalami penurunan sebesar 1.90%. Terbukti bahwa campuran variasi beton terbaik itu terjadi pada variasi campuran beton normal + kawat bendrat 45° 8% sebesar 7,38%.Kata kunci : Kawat Bendrat berkait (Hooked