E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS SEMANGKA (Citrullus lanatus) TERHADAP FREKUENSI PEMBERIAN POC AIR LERI
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian POC dari limbah air beras (air leri) yang tepat pada beberapa varietas semangka. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Jalan H.M. Aqil, KM 16, RT 49, RW 17, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasi, Provinsi Sumatera Selatan, waktu penelitian dari bulan September sampai November 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan 3 ulangan sehingga didapatkan 36 petak. Adapun perlakuan yang dimaksud sebagai berikut : Petak utama yaitu Frekuensi pemberian POC air leri (F) terdiri dari F0 = tanpa pemberian POC air leri ; F1 = 4 hari sekali ; F2 = 6 hari sekali ; F3 = 8 hari sekali, sedangkan Anak petak yaitu varietas tanaman semangka (V) terdiri dari V1 = Bonita ; V2 = Maduri ; V3 = Winda. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang tanaman (cm), jumlah cabang,), panjang buah (cm), diameter buah (cm), berat buah (kg). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi kombinasi perlakuam frekuensi 6 hari sekali dengan varietas Maduri memberikan pengaruh tertinggi terhadap produksi semangka. Berat buah sebesar 2,93 kg/tanaman setara dengan 10,12 ton/ha.This study aims to determine the frequency of administration of POC from rice water waste (leri water) in several watermelon varieties. This research has been carried out on Jalan H.M. Aqil, KM 16, RT 49, RW 17, Sukajadi Village, Talang Kelapa District, Banyuasi Regency, South Sumatra Province, the research time is from September to November 2020. This study uses an experimental method with a split plot design with 3 replicates so that 36 plots were obtained. The treatment referred to as follows: The main plot, namely the frequency of giving POC leri water (F) consisting of F0 = without giving POC leri water; F1 = once every 4 days; F2 = every 6 days; F3 = once every 8 days, while the subplots are watermelon plant varieties (V) consisting of V1 = Bonita ; V2 = Madurai ; V3 = Winda. The variables observed in this study were plant length (cm), number of branches, fruit length (cm), fruit diameter (cm), fruit weight (kg). Based on the results of the study, it was shown that tabulated the combination of treatment with a frequency of once every 6 days with the Maduri variety gave the highest effect on watermelon production. Fruit weight of 2.93 kg/plant is equivalent to 10.12 tons/ha
WATERBIRD POPULATION ANALYSIS ON THE BANYUASIN PENINSULA SPTN REGION II REGION BERBAK AND SEMBILANG NATIONAL PARKS, BANYUASIN REGENCY
Waterbirds are migratory birds with the largest number in the world who always migrate to a place/region.. This study aims to determine the types and population of migratory and residents waterbirds(waders) on the Semenanjung Banyuasin SPTN region II Berbak and Sembilang National Parks, Kabupaten Banyuasin This study uses the Point Transect method, the number of bird populations is recorded directly and through estimates using the Block method. Based on observations, it was found that there were 3.743 water birds consisting of 3.240 migrant species and 503 resident species. From this number, after being identified, it is known that there are 20 species of migratory waterbirds and 11 species of resident waterbirds
Penggunaan Batang Napier Operasi Perkalian Dan Pembagian Untuk Mengetahui Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa
The purpose of this study was to determine the ability of students to understand the concept of using Batang Napier in multiplication and division operations as well as students who obtained conventional learning, while also looking at the influence of the use of Batang Napier on students' conceptual comprehension abilities. This study uses an experimental method that applies two learning models, namely the use of Batang Napier and conventional learning. The population in this study were fourth grade students of MI Al-Hilaliyah Palembang. Sampling uses random sampling techniques, from 2 sample classes totaling 40 students. Where 20 students for the experimental class and 20 students for the control class. The instrument used is a test of conceptual comprehension ability. Learning outcomes data were tested using hypothesis testing, namely the t-test. Then, the value of tcount = 8.77 and ttable = 1.684 is obtained. Because tcount = 8.77> ttable = 1.684 then H0 is rejected and H1 is accepted. So it was concluded that there was an influence on the use of Batang Napier on the ability to understand the concept of fourth grade students of MI Al-Hilaliyah Palembang. The influence shown is a positive influence because the average experimental class learning outcomes (84.9) is greater than the average learning outcomes of the control class (52.2). In other words the ability to understand the concepts of students who use Batang Napier is better than those who get conventional learning
PENGARUH JUMLAH KOTORAN SAPI DAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP PEMBIAKAN EM4 PADA PROSES ANAEROB
Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya mencapai 238.518.000 jiwa pada tahun 2015, data ini diambil setiap 5 tahun sekali. Hal tersebut menyebabkan lonjakan penggunaan bahan makanan tepatnya di kota palembang seperti sayur mayur dan sebagainya yang banyak dikonsumsi masyarakat yang semuanya akan menghasilkan sampah, pada tahun 2020 sampah di kota palembang adalah 1.400 ton / per tahun. hari. Dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tentunya berdampak pada kesehatan. Sampah yang tidak dibuang dengan baik dapat menimbulkan penyakit seperti diare, disentri, kudis, jamur dan lain-lain. Seperti kita ketahui, rata-rata petani di Indonesia menggunakan pupuk anorganik yang dapat merusak unsur tanah dan senyawa lainnya. Melihat dari kondisi tersebut, kami memiliki solusi dengan mengolah sampah organik menjadi Struvite (pupuk organik) dengan menggunakan metode Anaerobik. Sampah organik merupakan sampah yang mengalami pelapukan dan mudah terurai yang biasa disebut dengan kompos. Kompos berasal dari limbah daun dan sayur yang dijual di pasaran. Berbagai macam teknologi dan metode telah digunakan untuk mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh limbah, antara lain dengan menggunakan proses mebran dan penyerapan. Namun, karena biaya peralatan yang digunakan, itu banyak uang dan sedikit mahal. Metode ini terbagi menjadi dua yaitu metode anaerobik dan metode aerobik. Pengolahan limbah yang prosesnya tidak memerlukan adanya oksigen sebagai syarat kelangsungan hidup bakteri sehingga bakteri tersebut disebut bakteri anaerob. Proses pembuatan pupuk struvite dapat dilakukan dengan dua cara yaitu proses aerobik dan proses anaerobik. Proses aerobik merupakan proses yang membutuhkan oksigen agar fermentasi dapat terjadi, sedangkan anaerob adalah proses yang tidak membutuhkan oksigen sehingga bakteri akan disebut sebagai bakteri anaerob
PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI UBI TALAS (COLOCASIA L. SCHOOT) DENGAN PROSES HIDROLISIS
Talas merupakan tanaman dari jenis umbi-umbian yang merupakan salah satu bahan pangan non beras yang bergizi cukup tinggi,terutama kandungan karbohidratnya sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk bahan baku pembuatan etanol (Retno, 2017). Bioetanol diproduksi dari hasil fermentasi yeast yaitu Saccharomyces sp. yang mengkonversi glukosa menjadi etanol dan gas karbondioksida. Untuk mendapatkan glukosa, bahan baku berupa pati sebelumnya dipecah terlebih dahulu menjadi bahan yang lebih sederhana melalui proses hidrolisa pati dengan enzim. Hasil pembuatan etanol dari talas didapatkan kadar etanol paling tinggi pada waktu fermentasi 7 hari dan penambahan NPK sebanyak 20 gram yaitu 48,2 %. Penelitian dilakukan dengan metode hidrolisis enzim. Enzim yang digunakan yaitu ?-amilase dan glukoamilase dengan penambahan volume masing-masing ?-amilase (0,5;1,0;1,5;2,0;2,5) ml dan glukoamilase (0,5;0,8;1,1;1,4;1,6) ml. Sari talas yang sudah dipisahkan dari ampasnya, lalu dihidrolisis pada suhu 96 °C, dilanjutkan fermentasi selama 7 hari, dan destilasi pada suhu 90 °C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi dan konsentrasi enzim terhadap produksi bioetanol yang dihasilkan yaitu densitas, indeks bias, dan titik nyala. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil optimal pada proses pembuatan bioetanol dari umbi talas yaitu sebanyak 33,4 ml pada enzim glukoamilase dengan konsentrasi 1,4 ml dengan kadar glukosa 11,98%, kadar bioetanol sebesar 50,46%, %rendemen sebesar 2,9153%, densitas bioetanol sebesar 0,87284 gr/ml, indeks bias sebesar 1,3490 dan titik nyala sebesar 28 °C
PERUMUSAN MASALAH KEBIJAKAN
Istilah kebijakan (policy) seringkali diterjemahkan dengan politik, aturan, program, keputusan, undang-undang, peraturan, ketentuan, kesepakatan, konvensi dan rencana strategis. Kebijkan itu lahir setelah dilakukan analisis lapangan mengenai kebutuhan di masyarakat istilah itu disebut perumusan masalah. Adapun perumusanmasalah kebijakan dapat dilihat dari: Pengindentifikasian masalah dan penyusunan agenda penyusunan skala prioritas, perumusan (formulasi) rancangan kebijakan, penetapan dan pengesahan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dan evaluasi kebijakan
KINERJA PASAR MODAL NEGARA – NEGARA BERKEMBANG DI ASIA PASIFIK SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID 19
Purpose–The purpose of this study was to determine whether there were any differences in capital market performance in developing countries in Asia Pasific before and during the covid 19 pandemicDesign/methodology–The research design used in this study is a quantitative method with a descriptive and comparative research method, namely to determine whether to know the effect between two or more variables. The data analysis methods used to answer the hypothesis used data normality and Paired Sample t Test.Findings -Based on the test results (Paired Sample t Test) showed that there were differences in capital market performance in developing countries in Asia Pacific before and during the Covid 19 pandemi
PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER BERBASI LAN DI RUANG LAB SMA MUHAMMADIYAH 1 MUARA PADANG
Dalam perkembangan teknologi yang pesat di zaman era digital saat ini keperluan untuk mengakses suatu informasi ataupun bertukar informasi sangat penting hal itupun saat ini biasa disebut sebagai aktifitas internet. Tentunya dengan dapat mengakses internet akan dapat banyak keuntungan bahkan milyaran keuntungan. Ruang LAB komputer di SMA Muhammadiyah 1 Muara Padang belum mendukung adanya akses internet. Untuk itu penulis melakukan perancangan pembangunan jaringan di LAB Komputer SMA Muhammadiyah 1 Muara Padang agar dapat mengakses internet. Jenis jaringan yang sesuai untuk ruang LAB adalah jaringan LAN (Local Area Network
MANIFESTASI OKULAR PADA COVID-19
Pada awal tahun 2020 dunia dibuat gempar oleh wabah pneumonia dari Wuhan yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2) atau disebut COVID-19, dan dengan cepat menjadi pandemik di seluruh dunia. COVID-19 ditransmisikan melalui membran mukosa dan menginvasi sel penjamu melalui sel reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) yang juga terdapat di konjungtiva, kornea dan cairan akuos. Meski manifestasi okular bukan merupakan gejala utama dari COVID-19 namun World Health Organization (WHO) melaporkan pasien COVID-19 dengan kongesti konjungtiva. Beberapa jurnal juga melaporkan manifestasi okular, seperti konjungtivitis pada pasien COVID-19 dengan atau tanpa nilai positif pada pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) spesimen mata
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT TINGGI
The implementation of safety and health management system (SMK3) in the construction world is currently a must, given the large number of workers involved and the workplace that has a high risk of work accidents. The SS apartment development project in Bandung is one of the high-rise building construction projects carried out by the WGG contractor. The implementation of HSE on construction projects by the contractor is carried out in the context of controlling risks related to work activities in order to create a safe, efficient and productive workplace. This study aims to assess the level of application (SMK3) on the SS apartment project in the city of Bandung. The research method used is descriptive qualitative method with data collection in the form of checklist observations and interviews based on government regulation number 50 of 2012 (PP Nomor 50 tahun 2012). The results show that the implementation of SMK3 by contractors in this SS apartment project reaches a value of 89.66% which means the level of achievement of SMK3 implementation in the project. it falls into the satisfactory category.Key Words : SMK3, HSE, apartment, interview