E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ANTARA PETANI PADI SAWAH LEBAK YANG MENGGUNAKAN DAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN ALSINTAN DI DESASUNGAI DUA KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN
This study aims to find out the difference in income between farmers using and not using agricultural production tools in Sungai Dua village, Rambutan district. This research was conducted in Sungai Dua village, Rambutan sub-district from November to February 2019. The research method used was a survey. While the sampling method used in this research is the disproportionate stratified random smpling method which consists of two strata, the data analysis used is quantitative descriptive. The results of the study show that income received by rice farmers using agricultural production tools is Rp. 30,511,849.43 expand the cultivation season or Rp. 25,161,388.5 per hectare per planting season, while the average income of rice farmers who not using agricultural production tools is Rp. 20,060,280 to expand cultivation per season or Rp. 25,301,068.87 per hectare per season. In the t-test analysis, it was obtained that t count of 0.232 was smaller than t table of 1.697 with a significant value of 0.818 greater than ? = 0.05, so accept Ho. This means, there is no significant difference in income between rice farmers who use and do not use agricultural production tools.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara petani yang menggunakan alsintan dengan petani yang tidak menggunakan alsintan di desa Sungai Dua kecamatan Rambutan.. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sungai Dua kecamatan Rambutan pada bulan November – Februari 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode acak tak berimbang (disproportionate stratified random smpling) yang terdiri dari dua strata, Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan yang diterima oleh petani padi yang menggunakan alsintan sebesar Rp. 30.511.849.43 perluas garapan permusim tanam atau Rp. 25.161.388.5 perhektar permusim tanam, sedangkan rata-rata pendapatan petani padi yang tidak menggunakan alsintan sebesar Rp. 20.060.280 perluas garapan permusim tanam atau Rp. 25.301.068.87 perhektar permusim tanam. Pada analisis Uji t diperoleh thitung sebesar 0,232 lebih kecil dari ttabel 1,697 dengan nilai signifikan 0,818 lebih besar dari pada ? = 0,05 maka terima Ho. Ini berarti, tidak terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani padi yang menggunakan alsintan dengan petani padi yang tidak menggunakan alsintan
PERANAN KOPERASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BUMI JAYA DALAM MEMBANTU PETANI SEMASA REPLANTING PERKEBUNAN SAWIT DI DESA BUMI HARAPAN KECAMATAN TELUK GELAM
ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the role of the Bumi Jaya oil palm plantation cooperative in helping farmers during the replanting of oil palm plantations in Bumi Harapan Village, Teluk Gelam District. This research was conducted in Bumi Harapan village, Teluk Gelam sub-district from November to January 2022. The research method used was a survey method, for the sampling method used simple random sampling and purposive methods. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. Analysis of data processing used is descriptive qualitative analysis. The results showed that the role of the Bumi Jaya oil palm plantation cooperative in assisting farmers during the plantation replanting period was by assisting the process of disbursing grants from the Palm Oil Fund Management Agency and managing funds for replanting activities. As well as the benefits obtained by cooperatives in assisting replanting activities, cooperatives benefit from transportation and heavy equipment business units that participate in replanting activities. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peranan koperasi perkebunan kelapa sawit bumi jaya dalam membantu petani semasa replanting perkebunan sawit di desa bumi harapan kecamatan teluk gelam. Penelitian ini dilaksanakan di desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam dari bulan November sampai dengan Januari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, untuk metode penarikan contoh digunakan metode simple random sampling dan purposive. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis pengolahan data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran koperasi perkebunan kelapa sawit Bumi Jaya dalam membantu petani pada masa replanting perkebunan adalah dengan membantu proses pencairan dana hibah dari Badan Pengelola Dana Bantuan Kelapa Sawit dan mengelola dana untuk kegiatan peremajaan. Serta manfaat yang diperoleh koperasi dalam membantu kegiatan replanting koperasi memperoleh keuntungan dari unit usaha jasa angkut dan alat berat yang berpartisipasi dalam kegiatan replanting
KEPUASAN PETANI TERHADAP PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM AKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANYUASIN (STUDI KASUS: KELOMPOK TANI DI KECAMATAN MAKARTI JAYA)
The objectives of this study were 1) Determined indicator of farmer satisfaction in Sub District Makarti Jaya, 2) How connection between satisfaction implementation. The research was conducted in Sub District Makarti Jaya Sub District Banyuasin from December to February 2019. This research was used method a case study, and used two methods sampling, is census and simple random sampling method. Collect data methods used in this study were observation participants and in depth interviews to respondents who have been determined, besides the types of data collected are primary data and secondary data. Furthermore, processing data and analysis in this study is descriptive qualitative. Based on the results of the study 1) the indicators of farmers satisfaction with agriculture extension services in the Makarti Jaya Sub District are: material according to farmer’s needs, aasy communication understanding, easy to accept receives criticism and suggestions, intensive visit and can be found anywhere. 2) relation between farmer satisfaction and implementation is that farmers easily apply the material provided by agricultural extension workers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) indikator kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluh pertanian dalam aktivitas penyuluhan pertanian 2) kaitan antara kepuasan petani terhadap implementasinya pada kelompok tani di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember sampai dengan bulan Februari 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study), dengan menggunakan dua metode dalam penarikan contoh, yaitu sensus (sampling jenuh) dan metode simple random sampling (acak). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observation participant dan wawancara mendalam (in depth interview) kepada responden yang telah ditentukan, selain itu jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Selanjutnya pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini yaitu secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa didapatkan hasil tujuan 1) indikator kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluh pertanian di Kecamatan Makarti Jaya yaitu : materi sesuai kebutuhan petani, komunikasi mudah di mengerti, keterbukaan menerima kritik dan saran, kunjungan yang intens dan bisa ditemui di mana saja. Hasil tujuan kedua 2) kaitan antara kepuasan petani terhadap implementasinya bahwa petani mudah menerapkan materi yang diberikan oleh penyuluh pertanian.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PENDAPATAN PETANI ANGGOTA KOPERASI ANUGRAH MULIA YANG MENJUAL HASIL OLAHAN KARET KERING DAN KARET BASAH DI KECAMATAN TALANG UBI KABUPATEN PALI
This study aims to determine the characteristics of farmers who sell dry rubber and wet rubber and to find out how much income farmers get from selling dry rubber and wet rubber and what are the factors that influence farmers who sell dry rubber and wet rubber in Talang Ubi District Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Regancy, South Sumatera Province. The sampling method used was disproportionate stratitifed ramdom sampling with rubber farmer respondents in Talang Ubi District. Data collection techniques used in this study were observation and direct interviews with respondents using tools in the form of a list of questions that had been prepared in advance. The data analysis method used in quantitative descriptive analysis. The number of respondent in this study were 54 farmers. From the research results, it was found that the characteristics of farmers who sell dry rubber are influenced by education, selling price, number of family members and income, while wet rubber farmers are influenced by age and land area. Based on the results of the study note that the average income of farmers dry rubber is Rp. 12.135.160./lg/month. While the average income of farmers who sell wet rubber is Rp. 9.859.225/lg/month. And the factor that influenced farmers to prefer selling dry rubber to wet rubber was the higher selling prince of dry rubber
SISTEM INFORMASI HIMPUNAN MAHASISWA BERBASIS WEB PADA PRODI TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Dunia saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, mulai dari yang paling sederhana seperti penggunaan telephone seluler sampai pada telepon pintar atau (smartphone) hingga pemanfaatan internet dengan berbagai fitur yang bertujuan untuk membantu masyarakat ataupun mahasiswa dalam memperoleh informasi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat juga merupakan suatu alasan mengapa teknologi yang canggih sangat diperlukan dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dialami dalam sebuah instansi maupun organisasi. Seperti juga halnya sebuah organisasi Bernama himpunan mahasiswa teknologi informasi (HMTI) Universitas Muhammadiyah Palembang. Mereka memanfaatkan Internet sebagai tempat untuk mempromosikan organisasi mereka, dan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dengan bantuan internet HMTI dapat lebih leluasa dalam memberitakan atau menginformasikan kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Sistem Informasi himpunan mahasiswa teknologi informasi (HMTI) Universitas Muhammadiyah Palembang tempat untuk mempromosikan organisasi mereka, dan untuk meningkatkan kinerja organisasi menggunakan bahasa program PHP dan database MySQL. Penelitian ini dilakukan untuk membantu memudahkan kinerja HMTI, membantu meningkatkan kinerja dan memberikan media sosialisasi dan media informasi tentang sistem informasi himpunan mahasiswa teknologi informasi (HMTI) Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada penelitian ini perancangan sistem menggunakan Unified Model Leanguage (UML) yang terdiri dari use case diagram, activity diagram, class diagram, sequence diagram dan menggunakan framework CodeIgniter guna memudahkan dan mempercepat proses pengembangan aplikasi web. Kesimpulan dari penelitian ini dengan adanya sistem ini dapat lebih mudah dalam memonitoring kegiatan himpunan
REDUKSI MISKONSEPSI DAN PENINGKATAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK MELALUI MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat miskonsepsi dan rendahnya kecerdasan emosional peserta didik kelas di SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan pada materi keanekaragaman hayati. Miskonsepsi berbahaya jika tidak diatasi karena dapat mempengaruhi hasil belajar. Kecerdasan emosional yaitu kemampuan untuk mengelola emosi yang untuk membangun hubungan yang baik di lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Creative Problem Solving terhadap reduksi miskonsepsi dan peningkatan kecerdasan emosional kelas X pada materi Keanekaragaman hayati. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan the one-group pretest-posttest design dengan 3 kelas peneltian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes miskonsepsi Three Tier-Multiple Choice dan angket kecerdasan emosional dengan skala Likert. Analisis data menggunakan one sample T-test dengan ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan model Creative Problem Solving mampu mereduksi miskonsepsi pada materi keanekaragaman hayati dari 57% menjadi 35% dengan hasil uji one sample T-test 0,00 ? 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan, untuk peningkatan kecerdasan emosional dengan menggunakan N-gain yang diperoleh dari pembelajaran menggunakan model Creative Problem Solving diperoleh hasil 0,00 ? 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, model Creative Problem Solving menjadi salah satu solusi dalam mereduksi miskonsepsi dan meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik pada materi keanekaragaman hayati. This research was motivated by the high level of misconception and the low emotional intelligence of students at SMA Negeri 1 Natar, South Lampung on the Biodiversity subject. Misconception is dangerous if it’s not addressed because it can affect learning outcomes. Emotional intelligence is the ability to manage emotions to build good relationships in the surrounding environment. This research was conducted to determine the effect of the Creative Problem Solving model on reducing misconception and increasing emotional intelligence of class X on the Biodiversity subject. The research method used was pre-experiment with the one-group pretest-posttest design with 3 research classes. The research instrument used was Three Tier-Multiple Choice misconception test and emotional intelligence questionnaire with Likert scale. Data analysis used one sample T-test with ? 0.05.The results showed that the Creative Problem Solving model was able to reduce misconception about Biodiversity from 57% to 35% with the result of the one sample T-test 0.00 ? 0.05, so that H0 was rejected and H1 was accepted. Meanwhile, to increase emotional intelligence using N-gain obtained from learning using the Creative Problem Solving model, the result was 0.00 ? 0.05, then H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, the Creative Problem Solving model is one of the solution in reducing misconception and increasing students' emotional intelligence on Biodiversity subject
PENYAKIT KULIT SPESIFIK SELAMA KEHAMILAN
Kehamilan dikaitkan dengan beberapa perubahan fisiologis yang melibatkan sistem organ yang berbeda seperti sistem endokrin, vaskular, metabolisme, dan kekebalan wanita hamil yang mengakibatkan beberapa perubahan kulit yang dapat fisiologis atau patologis. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan fisiologis, penyakit kulit spesifik kehamilan, dan penyakit kulit non spesifik kehamilan lainnya pada kehamilan. Perubahan fisiologis kulit selama kehamilan terutama melibatkan perubahan tingkat pigmentasi kulit dan elastisitas kulit terutama karena efek dari peningkatan hormon. Patologi dermatologis spesifik kehamilan meliputi impetigo herpetiformis, kolestasis kehamilan, prurigo kehamilan, folikulitis pruritus, papula urtikaria pruritus, dan plak kehamilan. Selain itu, kondisi kulit lain yang ada, seperti psoriasis dan dermatitis atopik, dapat memburuk dan muncul dengan flare selama kehamilan. Kondisi kulit patologis ini dapat menjadi sumber tekanan yang cukup besar bagi wanita hamil dan mungkin memerlukan intervensi segera, meskipun diagnosis dan manajemennya dapat menjadi tantangan dan memerlukan pengetahuan menyeluruh tentang berbagai presentasi dan perawatan khusus mereka untuk memastikan keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, pengetahuan dokter tentang profil berbagai penyakit kulit selama kehamilan diperlukan untuk merencanakan tindakan pencegahan dan memberikan perawatan yang komprehensif untuk ibu dan bayinya. Tinjauan pustaka ini meninjau evaluasi penyakit kulit kehamilan dan manajemen untuk mengelola kondisi ini
KAJIAN TANAMAN ADAPTIF TERHADAP REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA
Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan yang terjadi akibat kegiatan pasca penambangan yaitu dengan reklamasi menggunakan tanaman adaptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai tanaman adaptif yang dapat digunakan dalam reklamasi lahan pasca tambang batubara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis dan analisa komparatif , yaitu dengan cara mengumpulkan, memilah dan membandingkan data yang didapat dari beberapa jurnal maupun buku (studi literatur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman-tanaman yang adaptif terhadap lahan pasca tambang batubara adalah tanaman kayuputih (Melalueca cajuputi), sengon solomon (Paraserianthes mollucana (Miq), sengon laut (Paraserianthes falcataria) dan trembesi (Samanea saman).One way to repair land damage caused by post-mining activities is by reclamation using adaptive plants. The purpose of this study was to determine various adaptive plants that can be used in post-coal mining land reclamation. The research method used is qualitative analysis and comparative analysis, namely by collecting, sorting and comparing data obtained from several journals and books (literature studies). The results showed that the plants that were adaptive to post-coal mining were eucalyptus (Melalueca cajuputi), sengon solomon (Paraserianthes mollucana (Miq), sea sengon (Paraserianthes falcataria) and trembesi (Samanea saman)
KELAYAKAN ENSIKLOPEDIA PADA SUBMATERI PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DARI HASIL ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT
Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati adalah tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat di Desa Sabung Kabupaten Sambas yang dimuat di dalam media ensiklopedia mencakup uraian ringkas yang tersusun berdasarkan alfabet dari A-Z, sehingga mudah untuk dipahami dan bisa digunakan di sekolah yang terkendala dengan infocus dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan media ensiklopedia pemanfaatan keanekaragamanan hayati sebagai obat di Desa Sabung Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama adalah kajian etnobotani tumbuhan obat di Desa Sabung Kabupaten Sambas menggunakan penelitian metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi dan tahap kedua adalah pembuatan media pembelajaran ensiklopedia dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) mengikuti model yang dikembangkan Borg and Gall (hanya sampai tahap ke empat, yaitu tahap validasi produk). Media ensiklopedia divalidasi oleh lima validator yang terdiri dari dua orang dosen dan tiga orang guru Biologi. Hasil validasi dianalisis menggunakan rumus Aiken’s V diperoleh nilai rata-rata 0,91 yang tergolong valid dengan menggunakan 4 aspek dan 13 kriteria penilaian. Dengan demikian, disimpulkan bahwa media ensiklopedia yang dibuat sebagai implementasi dari hasil etnobotani tumbuhan obat di Desa Sabung layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri pemanfaatan keanekaragaman hayati. One of the uses of biodiversity is plants that are used as medicine by the community in Sabung Village, Sambas Regency which is published in the encyclopedia including a brief description arranged according to the alphabet from A-Z, making it easy to understand and can be used in schools that are constrained by infocus and electricity. This study aimed to determine the feasibility of encyclopedia for the use of biodiversity as medicine in Sabung Village, Sambas Regency. This research was carried out in two stages, the first stage was an ethnobotanical study of medicinal plants in Sabung Village, Sambas Regency using the descriptive qualitative research methods with triangulation techniques and the second stage was the creation of an encyclopedia learning media using the Research and Development (R&D) method following the model developed by Borg and Gall (only up to the fourth stage, namely the product validation stage). The encyclopedia was validated by five validators consisting of two lecturers and three Biology teachers. The validation results were analyzed using the Aiken's V formula, an average value of 0.91 was obtained which was classified as valid using 4 aspects and 13 assessment criteria. Thus, it was concluded that the encyclopedia created as an implementation of the results of the ethnobotany of medicinal plants in Sabung Village was feasible to be used as a learning medium in the sub-material of the use of biodiversity