Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Not a member yet
    6388 research outputs found

    Retracted : Efikasi Diri dan Intensitas Media Sosial: Faktor Penentu Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas

    No full text
    Artikel dengan judul Efikasi diri dan intensitas media sosial : faktor penentu prokrastinasi akademik siswa SMA telah dilakukan pencabutan dari Jiwa : Jurnal Psikologi Indonesia pada tautan daring https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jiwa/article/view/12499 , atas permintaan editor in chief. Alasan pencabutan karena kami menemukan artikel tersebut sudah terbit pada Sukma : Jurnal Psikologi Vol 2 no 5 pada tautan daring https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/1249

    Kontrol Diri pada Mahasiswa: Bagaimana Peranan Fear of Missing Out dalam Penggunaan Rokok Elektrik?

    Get PDF
    Media sosial mengubah cara individu berinteraksi dan membuat keputusan. Media sosial memengaruhi individu dengan mendorong perilaku meniru yang sedang populer dan memicu Fear of Missing Out. Fear of Missing Out dipengaruhi oleh kontrol diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan Fear of Missing Out pada mahasiswa yang menggunakan rokok elektrik di kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 138 mahasiswa pengguna rokok elektrik di kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Fear of Missing Out teori dari Pzybylski, dkk (2013) dan skala kontrol diri teori dari Averill (1973). Penelitian ini menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan IBM SPSS 25 for Windows. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan Fear of Missing Out sebesar rxy = -0,560 pada p = 0,000 (p < 0,01). Artinya, semakin tinggi kontrol diri mahasiswa yang menggunakan rokok elektrik di kota Surabaya, maka semakin rendah pula Fear of Missing Out pada mahasiswa yang menggunakan rokok elektrik di kota Surabay

    Regulasi Emosi dan Kepribadian Introvert: Faktor Penentu Self Injury di Kalangan Mahasiswa di Surabaya

    Get PDF
    Students are expected to have good critical thinking and problem solving skills, but in reality some of them still commit self injury as a way to relieve or divert the emotional pain they feel. This study aims to determine whether there is a relationship between emotion regulation and introverted personality tendencies with self injury tendencies in university students in Surabaya. Correlational quantitative research method with the number of respondents as many as 384 students who were taken using purposive sampling technique. The analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results showed that there is a significant relationship between emotion regulation and introverted personality tendencies with self injury tendencies in university students in Surabaya. Students with low emotion regulation and high introverted tendencies tend to have a greater risk of self injury. This research provides important insights in efforts to prevent and intervene in self injury behavior through improving emotion regulation and understanding individual personality types

    Kontrol Diri dan Kecenderungan Narsistik pada Pengguna Media Sosial Instagram: Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecenderungan Narsistik pada Pengguna Media Sosial Instagram

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik pada pengguna media sosial Instagram. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kontrol diri memengaruhi kecenderungan narsistik, khususnya pada remaja akhir yang merupakan pengguna aktif Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling untuk memenuhi kebutuhan sampel sebanyak 134 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan kecenderungan narsistik, Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kontrol diri individu, semakin rendah tingkat kecenderungan narsistiknya begitu juga sebaliknya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan kontrol diri untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap kecenderungan narsistik

    Regulasi Diri Belajar dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    Kesejahteraan psikologis merupakan hal yang penting bagi siswa. Siswa yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik akan merasa sejahtera dan bahagia dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 260 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui observarsi partisipan. Terdapat 2 skala yaitu skala regulasi diri belajar dan skala kesejahteraan psikologis. Arah hubungan regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis adalah positif yang artinya semakin tinggi regulasi diri belajar pada siswa maka semakin tinggi juga kesejahteraan psikologis. Maka dapat menjawab hipotesis dalam penelitian ini yaitu hipotesis diterima, yaitu ada hubungan positif antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama

    Altruisme dan Keterlibatan Akademik pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Variabel Mediator

    Get PDF
    The problem in this study was identified as the low level of academic engagement in students in Surabaya, which is thought to be influenced by altruism, with the role of psychological well-being as a mediator that is expected to be able to strengthen or explain the relationship, so that researchers conducted a study that attempted to see the relationship between Altruism and Academic Engagement and Psychological Well-Being as a mediator with the aim of exploring the complex relationship between altruistic behavior, psychological well-being, and academic engagement of students. The respondents of this study were 384 active students in Surabaya. The analysis technique used was mediation analysis with the help of JASP. The results showed that Altruism had a relationship with Academic Engagement of 56.3 with a significance level of 0.001 (p<0.05). The mediation test showed that Psychological Well-Being was able to mediate the relationship between Altruism and Academic Engagement from the indirect effect having a Z-value of -14.7 with a significance level of less than 0.001 which stated that Psychological Well-Being was able to partially mediate the relationship between altruism and academic engagement

    Optimisme dengan Academic Adjustment pada Mahasiswa Tahun Pertama

    Get PDF
    Mahasiswa tahun pertama merupakan status yang melekat pada mahasiswa di tahun yang baru memasuki perguruan tinggi. Mahasiswa tahun pertama akan menghadapi masa transisi kehidupan sekolah menengah ke dunia perkuliahan yang lebih mandiri dan penuh tantangan. Namun pada fase ini dapat dilihat bahwa tidak banyak mahasiswa yang mampu melakukan penyesuaian akademik dengan tingkat optimisme yang dimiliki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menarik kesimpulan dari data sampel ke populasi untuk menguji hipotesis. Responden pada penelitian ini ialah mahasiswa aktif angkatan 2023 yang telah menempuh tahun pertama perkuliahan di Surabaya sejumlah 255 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu skala optimisme yang mengacu pada aspek optimisme menurut Seligman (2008), dan skala academic adjustment disusun berdasarkan aspek menurut Schneiders (1964). Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis non parametrik. Hasil penelitian dengan teknik analisis Spearman’s rho menunjukkan bahwa hipotesis diterima dan menunjukkan terdapat hubungan positif antara optimisme dengan academic adjustment. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel yang mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat optimisme berhubungan secara proporsional dengan peningkatan kemampuan akademik individu dalam beradaptasi

    Subjective well being pada karyawan: Bagaimana work-life balance?

    Get PDF
    Abstract This research aims to determine the relationship between Work-Life Balance and Subjective Well-Being in PT employees. X Pasuruan Regency. This research is a type of quantitative research using correlational quantitative methods. The sampling technique in this research used proportional sampling with a sample of 275 PT employees. X Pasuruan Regency. The results of the analysis using the Sperm Rho correlation show that work-life balance and subjective well-being obtained a correlation of 0.408 with a significant score of p = 0.000 ≤ 0.01, which means there is a very significant positive relationship between work-life balance and subjective well-being. This can be interpreted as meaning that the higher the work-life balance score, the higher the subjective well-being score, conversely, the lower the work-life balance score, the lower the subjective well-being score. The existence of a positive relationship can indicate that it is in accordance with the hypothesis in this research, namely that there is a positive relationship between work-life balance and subjective well-being.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Work-Life Balance dengan Subjective Well-Being pada karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan porposive sampling dengan sampel 275 karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Hasil analisis menggunakan korelasi sperman rho menunjukkan bahwa work-life balance dengan subjective well-being diperoleh hasil korelasi sebesar 0,408 dengan skor signifikan p = 0,000 ≤ 0,01 yang artinya terhadap hubungan positif yang sangat signifikan antara work-life balance dengan subjective well-being. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi skor work-life balance maka semakin tinggi juga skor subjective well-being, sebaliknya jika semakin rendah skor work-life balance maka semakin rendah pula skor subjective well-being. Adanya hubungan yang positif maka dapat menunjukkan bahwa sesuai dengan hipotesis dalam penelitian ini, yaitu adanya hubungan positif antara work-life balance dengan subjective well-being

    Organizational justice dan organizational readiness to change: Peran mediasi psychological empowerment : Organizational justice and organizational readiness to change: The mediating role of psychological empowerment

    Get PDF
    The retail industry currently faces dynamic challenges, including market pressure, regulatory changes, and technological advancements, all of which require organizations to maintain a high level of readiness for change. This study aims to analyze the influence of organizational justice on organizational readiness to change, with psychological empowerment as a mediating variable, in a retail company in Indonesia. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed, involving 120 respondents from lower management levels. Data were collected using the Organizational Readiness to Change scale (α = 0.890), the Psychological Empowerment scale (α = 0.915), and the Organizational Justice scale (α = 0.918) which have been validated and analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Squares (PLS). The results indicate that organizational justice has a direct, positive, and significant effect on organizational readiness to change. Furthermore, psychological empowerment was found to serve as a significant mediator in the form of complementary mediation. This means that psychological empowerment complements but does not eliminate the direct effect of organizational justice. These findings highlight that the implementation of fairness principles and the strengthening of psychological empowerment are key to effectively and sustainably enhancing organizational readiness for change

    Model empati siswa: Peran kompetensi sosio emosional sebagai mediator pada konsep diri dan iklim sekolah: Student empathy model: The role of socio-emotional competence as a mediator in self-concept and school climate

    Get PDF
    Empathy is an important asset in building conducive social relationships and forming a caring and responsible personality in the future. The formation of empathy can be influenced by internal and external factors. This study aims to examine the influence of school climate, self-concept and socio-emotional competence on the formation of empathy in adolescents. The research design used a quantitative approach with participants of adolescent high school students (n = 377) selected by cluster random sampling. Empathy was measured using the Interpersonal Reactivity Indeks-IRI  Scale(α=0,978), school climate was measured with The School Climate Measure Scale-SCM (α=0,936), self-concept was measured with the Personal Self Concept PSC Scale-PSC (α=0,798), and socio-emotional competence was measured using The Delaware Social-Emotional Competence Scale DSEC (α=0,880). The analysis technique used is the Structural Equation Model (SEM) which is processed using AMOS software. The results showed that the proposed research model can be supported by empirical data. This means that a positive school climate and a healthy self-concept together create an environment that supports the development of empathy in adolescents

    5,632

    full texts

    6,388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇