Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Not a member yet
    6388 research outputs found

    Studi Perbandingan Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang Pancang Dengan Variasi Dimensi Pada Struktur Jembatan Jalan Tol

    Get PDF
    Abstrak Fondasi tiang dalam, seperti tiang bor (bored pile) dan tiang pancang (driven pile), merupakan solusi utama untuk mendukung struktur pada tanah dengan daya dukung rendah. Tiang bor dipilih karena fleksibilitasnya dalam menyesuaikan kondisi tanah, meskipun prosesnya lebih lama. Sebaliknya, tiang pancang unggul dalam mutu material dan waktu pemasangan yang lebih cepat, sehingga efisien dalam pelaksanaan proyek. Pada penelitian ini dilakukan analisis kapasitas daya dukung fondasi menggunakan metode Nakazawa dengan variasi dimensi tiang pancang, yaitu 0,8 m, 1 m, 1,2 m dengan kedalaman 15 m serta analisis penurunan fondasi dalam menggunakan metode Vesic secara manual dan metode elemen hingga sebagai perbandingan hasil. Studi dilakukan pada titik bor uji tanah Bor-78 kedalaman 30 meter dengan hasil kondisi tanah berupa lempung dan lanau dengan konsistensi sangat lunak hingga lunak, serta lapisan pasir dengan kepadatan cukup padat di bagian bawah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar diameter tiang, kapasitas daya dukung meningkat secara signifikan, sedangkan nilai penurunan fondasi cenderung menurun. Analisis penurunan mempertimbangkan kontribusi deformasi tanah dan deformasi batang tiang secara terpisah. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam perencanaan fondasi jembatan pada kondisi tanah lunak dan padat, dengan mempertimbangkan efisiensi desain berdasarkan variasi dimensi tiang yang digunakan. Kata kunci: Daya Dukung Tiang, Metode Nakazawa, Metode Vesic, Fondasi Dalam, Dan Penurunan Fondasi. Abstract Deep foundation piles, such as bored piles and driven piles, are the primary solutions for supporting structures on soils with low bearing capacity. Bored piles are chosen for their flexibility in adapting to soil conditions, although their installation process takes longer. Conversely, driven piles excel in material quality and faster installation time, making them efficient for project implementation. This study analyzes the bearing capacity of foundations using the Nakazawa method with variations in pile dimensions of 0.8 m, 1 m, and 1.2 m diameter at a depth of 15 m, along with an analysis of foundation settlement using the Vesic method manually and the finite element method (FEM) for comparison. The study was conducted at soil investigation borehole Bor-78 with a depth of 30 meters, revealing soil conditions consisting of clay and silt with very soft to soft consistency, and a lower layer of medium dense sand. The calculation results show that increasing the pile diameter significantly increases the bearing capacity, while the foundation settlement tends to decrease. The settlement analysis considers the contributions of soil deformation and pile shaft deformation separately. This study is expected to serve as a technical reference in the planning of bridge foundations on soft and dense soil conditions, taking into account design efficiency based on the variation of pile dimensions used. Keywords: Pile Bearing Capacity, Nakazawa Method, Vesic Method, Deep Foundation, and Foundation Settlement

    Efektivitas Campuran Abu Sekam Padi dan Kapur dalam Menurunkan Swelling Potential Tanah Ekspansif (Studi Kasus Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi)

    No full text
    Tanah ekspansif memiliki sifat mengembang yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di atasnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh stabilisasi tanah dengan campuran kapur 4% dan abu sekam padi dalam variasi 6%, 8%, dan 10% terhadap potensi pengembangan tanah ekspansif. Metode pengujian laboratorium yang dilaksanakan meliputi pengujian sifat fisis dan sifat mekanis tanah. Hasil pengujian tanah asli menunjukkan bahwa karakteristik tanah terklasifikasi ke dalam tanah lempung (CH/A-7-6) dengan potensi pengembangan dengan tingkat tinggi (114,5%). Stabilisasi dengan campuran abu sekam padi dan kapur secara signifikan menurunkan potensi pengembangan hingga terklasifikasi ke dalam tingkatan rendah (26,7%) dari kondisi tanah asli. Kombinasi campuran kapur 4% dan abu sekam padi 10% terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah ekspansif dengan mengurangi potensi pengembangan tanah secara signifikan

    Studi Perbandingan Pengaruh Variasi Bentuk Lengkung terhadap Stabilitas Struktur Jembatan Pelengkung: Studi Kasus Model Kompetisi Jembatan Indonesia XIX Tahun 2024

    Get PDF
    Arch bridges represent a widely favoured structural form, celebrated for their inherent efficiency and aesthetic appeal. Variations in arch geometry, such as circular and parabolic shapes, exert a significant influence on both the structural stability and load distribution within the design.  This research endeavours to conduct a comparative analysis of how distinct arch geometries—specifically circular and parabolic—impact the structural stability of arch bridges. The investigation centres on a case study utilising a model arch bridge from the 19th Indonesian Bridge Competition (KJI) in 2024. The methodology employed involves structural analysis facilitated by SAP2000 v.24 software, adhering strictly to the guidelines set forth by KJI XIX 2024 and SNI 1729:2020 for comprehensive evaluation. Key parameters subjected to analysis included internal forces, stress, strain, deflection, and material efficiency. The analytical findings reveal that the bridge model incorporating a parabolic arch demonstrates superior performance. While the maximum axial forces in the arch rib and hangers were higher in the parabolic model, this model exhibited substantially lower bending moments in the arch rib (45.36 kNmm) and longitudinal girder (32.55 kNmm) when compared to the circular arch model (86.51 kNmm and 87.41 kNmm). Furthermore, the maximum deflection observed in the parabolic model (1.75 mm) was notably less than that of the circular model (2.21 mm). In terms of material consumption, the parabolic arch bridge model proved more efficient, with a total weight of 19.19 kg, making it 51.9% lighter than the circular arch bridge model, which weighed 37 kg. In conclusion, the parabolic arch form imparts enhanced structural stability and greater material efficiency, proving more effective in channelling loads primarily into pure compressive forces, thereby mitigating overall bending moments and deformations.Jembatan pelengkung merupakan salah satu struktur yang populer karena efisiensi dan estetikanya. Variasi bentuk lengkung, seperti lingkaran dan parabola, secara signifikan memengaruhi stabilitas dan distribusi beban pada struktur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh variasi bentuk lengkung lingkaran dan parabola terhadap stabilitas struktur jembatan pelengkung. Studi kasus yang digunakan adalah model Jembatan Pelengkung dari Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIX Tahun 2024. Metode yang digunakan adalah analisis struktur dengan software SAP2000 v.24 untuk memodelkan dua variasi jembatan. Analisis ini mengacu pada Pedoman KJI XIX 2024 dan SNI 1729:2020 untuk evaluasi. Parameter yang dianalisis meliputi gaya-gaya dalam (aksial, geser, momen lentur), tegangan, regangan, lendutan, dan efisiensi material. Hasil analisis menunjukkan bahwa model jembatan dengan lengkung parabola memiliki performa yang lebih unggul. Meskipun gaya aksial maksimum pada beberapa komponen lebih tinggi, model ini menunjukkan momen lentur yang jauh lebih rendah pada pelengkung utama (45,36 kNmm) dan gelagar memanjang (32,55 kNmm) dibandingkan model lingkaran. Selain itu, lendutan maksimum pada model parabola (1,75 mm) lebih kecil dibandingkan model lingkaran (2,21 mm). Dari segi material, model parabola terbukti lebih efisien dengan total berat 19,19 kg, atau 51,9% lebih ringan dari model lingkaran. Kesimpulannya, bentuk lengkung parabola memberikan stabilitas struktur yang lebih baik dan efisiensi material yang lebih tinggi untuk jembatan pelengkung dalam studi kasus ini

    The Implementasi Inverse Kinematic Pada Lengan Robot Untuk Proses Pemilahan Barang Berdasarkan Objek Menggunakan Computer VisionTER VISION: Implementation of Inverse Kinematics on a Robotic Arm for the Sorting Process of Goods Based on Objects Using Computer Vision

    No full text
    This research applies the inverse kinematics method to control the motion of a robotic arm designed to sort objects based on their color and shape using a computer vision approach. The developed system consists of several components, including a conveyor, an external camera, a robotic arm, an ESP32 microcontroller, and a SCADA platform for system monitoring and control. The external camera captures images of objects moving along the conveyor, which are processed using the HSV algorithm to detect colors—red, yellow, and blue—and the YOLOv8 model to classify object shapes such as cubes and cylinders. The detection results are used as references by the inverse kinematics algorithm to calculate the joint angles of the robotic arm in order to reach the specified target coordinates, allowing the objects to be moved to their respective positions. Experimental results show that the image processing subsystem performs reliably under various lighting conditions, including low illumination and environments with multiple surrounding objects. In addition, the inverse kinematics test showed an average positional deviation of about 1–2 cm from the desired coordinates. Overall, the system is capable of performing object sorting based on color and shape

    Motif Structure and the Liminal Function of Death in The Milk-White Doo, A Scottish Folktale

    Get PDF
    Although Scottish folktales form part of the broader European tradition, they remain underrepresented in global folklore studies. Meanwhile, Scottish tales are rich with cultural traditions and national identity, which tend to be marginalized by the British tales. This article examines the portrayal of death in The Milk-White Doo, a Scottish fairy tale, using an interdisciplinary approach that combines folkloristics and literary analysis. Drawing on the Thompson Motif-Index, Propp’s Morphology of the Folktale, and Victor Turner’s theory of liminality, the study identifies four dominant motifs: unnatural cruelty, animal transformation, reincarnation, and reward and punishment. In addition, it also discusses how death functions structurally through the narrative roles of absentation, villainy, victory, and wedding. The analysis highlights how death is depicted not as an end, but as a liminal process marked by separation, transition, and incorporation. This transformation serves to restore moral and familial order, which reflects historical beliefs in death as a just consequence for wrongdoing. By situating death within a ritual and symbolic framework, the study contributes to broader discussions on justice, grief, and renewal in folklore. It also encourages further research into how modern adaptations reshape traditional death motifs to align with modern cultural values

    KEMUDAHAN PENGGUNAAN SEBAGAI STRATEGI DIGITAL BANKING ANALISIS LITERATUR TENTANG PERCEIVED EASE OF USE PADA APLIKASI WONDR BY BNI

    No full text
    Transformasi digital dalam industri perbankan telah menempatkan kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) sebagai faktor strategis dalam menentukan keberhasilan adopsi layanan digital. Penelitian ini melakukan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA untuk menganalisis peran Perceived Ease of Use (PEOU) pada aplikasi WONDR oleh BNI. Berdasarkan analisis terhadap 25 artikel terpilih dari periode 2020-2025, temuan penelitian mengungkapkan bahwa PEOU berperan sebagai prediktor kunci yang secara signifikan memengaruhi kepercayaan (trust), kepuasan pengguna, niat penggunaan berkelanjutan (continuance intention), dan loyalitas nasabah. Dalam konteks spesifik aplikasi WONDR, aspek kemudahan navigasi, kecepatan transaksi, dan desain antarmuka yang intuitif terbukti menjadi penilaian tertinggi dari pengguna. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat validitas Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks perbankan digital Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi BNI dan industri perbankan untuk secara berkelanjutan mengoptimalkan pengalaman pengguna melalui penyempurnaan desain antarmuka, peningkatan keandalan sistem, dan pengembangan fitur inovatif yang selaras dengan preferensi generasi muda, guna mempertahankan daya saing di era transformasi digital

    Analisis Hubungan Antara 糸 (Benang) dengan Makna Kanji yang mengandung Bushu Ito (糸) Secara Tidak Langsung

    No full text
    Kanji adalah simbol yang diciptakan berdasarkan makna yang ingin disampaikan. Penelitian ini difokuskan pada 39 Kanji yang mengandung Bushu 糸 yang memiliki hubungan dengan makna “benang” secara tidak langsung yang diambil dari kamus Kanji Jepang " Shin Reinboo Shougaku Kanji Jiten Kaitei Dai 3 Ban" (新レインボー小学漢字辞典改訂第3版). Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana peran semantik unsur 糸 pada Kanji yang ber-Bushu 糸 berdasarkan naritachi dan makna asosiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, teori yang dipakai adalah teori peran semantik oleh Sumiko (2005) dan teori makna. Dari hasil analisis, dapat diketahui terdapat total 39 Kanji yang memiliki hubungan dengan 糸(benang) secara tidak langsung. Dari 10 klasifikasi Kanji berdasarkan teori peran semantik oleh (Sumiko, 2005) hanya ditemukan 6 peran semantik, yaitu peran semantik sebagai penderita dengan 11 data, sebagai tema 10 data, sebagai pelaku 7 data, sebagai tujuan 7 data, sebagai alat 3 data dan sebagai lokasi 2 data

    RESILIENCE AND INCLUSION IN AGRICULTURAL EXTENSION FOR FOOD SECURITY IN THE DIGITAL ERA

    Get PDF
    The rapid climate change, population growth, and global economic instability have put the agricultural sector at a crucial juncture. These challenges necessitate agricultural extension to focus not only on technical knowledge transfer but also on strengthening human resource capacity to cope with stress and adapt to changes. Resilience and inclusion are key components in addressing these challenges. Resilience enables farmers and agricultural leaders to withstand pressures, while inclusion ensures that all community members, including vulnerable groups, can participate and benefit from innovations. The digital era offers technologies that can significantly enhance agricultural productivity and efficiency. However, adopting these technologies requires high resilience and adaptability among farmers and agricultural leaders. This article aims to analyze the role of resilience and inclusion in agricultural extension and how it can enhance food security in the digital age. Keywords: Resilience, Inclusion, Agricultural Extension, Food Security, Digital Er

    Peran Family Function dan Resiliensi dalam Menekan Kecemasan Korban Revenge Porn

    Get PDF
    AbstractRevenge porn is a form of Gender – Based Online Violence (GBOV) that has a significant impact on the psychological well – being of victims, one of which is anxiety, which can disrupt their social and emotional lives. This study aims to analyze the role of family function and resilience in reducing anxiety among revenge porn victims. This research employs a quantitative approach, involving 90 respondents aged 16 – 29 years who have experienced revenge porn and reside in East Java. The sampling technique was conducted using purposive sampling and snowball sampling, while data collection utilized a Likert scale, including the anxiety scale (Nevid, 2005), family function scale (Epstein, 1978), and resilience scale (Connor & Davidson, 2003). The findings indicate that, simultaneously, family function and resilience have a negative relationship with anxiety. Partially, both family function and resilience also show a significant negative correlation with anxiety. These results emphasize that good family function and high levels of resilience can help revenge porn victims manage their anxiety effectively.Keywords: Anxiety; Family Function; Resilience; Revenge PornAbstrakRevenge porn merupakan salah satu bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis korban, salah satunya adalah kecemasan yang dapat mengganggu kehidupan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran family function dan resiliensi dalam mengurangi kecemasan pada korban revenge porn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 90 responden berusia 16 – 29 tahun yang pernah mengalami revenge porn dan berdomisili di Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling, serta pengumpulan data menggunakan skala Likert yang meliputi skala kecemasan (Nevid, 2005), skala family function (Epstein, 1978), dan skala resiliensi (Connor & Davidson, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, family function dan resiliensi memiliki hubungan negatif dengan kecemasan. Secara parsial, family function dan resiliensi juga memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa family function yang baik serta tingkat resiliensi yang tinggi dapat membantu korban revenge porn dalam mengelola kecemasan mereka.Kata kunci: Family Function; Kecemasan; Resiliensi; Revenge Por

    Kontribusi Modal Psikologis dan Kebersyukuran dalam Mengurangi Stres Kerja Guru Sekolah Dasar

    Get PDF
    Abstract The teaching profession has become increasingly demanding and complex in recent times. This study aims to examine the relationship between psychological capital and gratitude with job stress among elementary school teachers. This research is a quantitative study using multiple linear regression correlation techniques. The participants in this study consisted of 193 elementary school teachers in the Surabaya area. Data collection was conducted by distributing questionnaires both online and offline using a Likert scale. The instruments used included the STJSS scale with 39 items, the PCQ scale with 30 items, and the GRAT scale with 42 items. Data analysis was carried out using correlation tests, and the findings of this study indicate a significant negative relationship between psychological capital and gratitude with job stress among teachers. Psychological capital showed a significant negative correlation with job stress. Meanwhile, gratitude showed a positive but non-significant relationship with job stress. It can be concluded that elementary school teachers can manage job stress effectively if they possess strong psychological capital, whereas gratitude is not a suitable predictor for reducing job stress among teachers.   Keywords: Psychological Capital, Gratitude, Job Stress Among Teachers   Abstrak Profesi guru semakin dewasa ini semakin berat dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dan kebersyukuran dengan stres kerja guru sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasi regresi linier berganda. Partisipan penelitian ini sebanyak 193 guru sekolah dasar di wilayah Kota Surabaya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner secara online maupun offline dengan menggunakan skala likert. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala STJSS sejumlah 39 aitem, skala PCQ sejumlah 30 aitem, dan skala GRAT sejumlah 42 aitem. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara modal psikologis dan kebersyukuran dengan stres kerja guru. Modal psikologis dengan stres kerja guru menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara modal psikologis dengan stres kerja guru. Kebersyukuran dengan stres kerja guru menunjukkan adanya hubungan positif yang tidak signifikan antara kebersyukuran dengan stres kerja guru. Dapat disimpulkan bahwa guru sekolah dasar dapat mengelola tekanan stres kerja apabila memiliki modal psikologis yang baik, sedangkan kebersyukuran tidak dapat sebagai prediktor yang tepat untuk menurunkan tekanan stres kerja guru.   Kata kunci: Modal Psikologis, Kebersyukuran, Stres Kerja Gur

    5,632

    full texts

    6,388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇