e-Journal IAIN Kerinci
Not a member yet
1505 research outputs found
Sort by
Elevating Learning Independence: Contextual Teaching and Learning Through Media Development Video Tutorials
This study aims to determine the validity of video tutorials based on Contextual Teaching and Learning for independent learning. To know the practicality of video tutorials based on Contextual Teaching and Learning for independent learning. To find out the effectiveness of video tutorials based on Contextual Teaching and Learning for independent learning seen from the responses of students. The type of research used in this research is research and development (Research and Development). The development model used in this research is the development model according to Isman in 2011 which consists of five stages, namely input, process, output, feedback and learning. The subjects in this study were class VIII students of SMP Negeri 4 Sungai Full in the odd semester of the 2021/2022 academic year. Field trials were carried out in one class, namely class VIII D. The results showed that the validity of the media was 1.00 and the validity of the material was 1.00. Based on the results of the practicality analysis, video tutorial media based on Contextual Teaching and Learning for independent learning is said to be practical with a practical result of video tutorial media of 10.75 with a percentage of 83% in the practical category. The effectiveness of the video tutorial media developed is said to be effective for observing student learning independence. It can be seen from the students' responses to learning mathematics using video tutorial media based on Contextual Teaching and Learning for learning .independence fulfilling the "effective" criteria with a percentage value of 83% so that it can be categorized in positive response or can be said independentl
PENGALOKASIAN ANGGARAN DANA DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGARI KOTO ANAU TAPAN
This research aims to determine the use of village budget funds for community empowerment. Various problems are being faced, such as welfare, public services, and fund management. The research was conducted using interviews and direct observation. The results show that fund management is carried out through deliberation in accordance with nagari customs. Most of the village funds are used for village operational costs which should be allocated to other activities. Aspirations as a form of deliberation also take the form of physical development because the level of education is still relatively low. So the expected solution includes providing education for the community so that they can get ideas that can advance their region. This is an important note for the nagari to prioritize education by creating several education-oriented programs so that it is hoped that the village funds distributed can answer every community need.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan anggaran dana desa untuk pemberdayaan masyarakat. Berbagai masalah yang sedang dihadapi seperti kesejahteraan, pelayanan publik, serta pengelolaan dana. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung kepalangan. Hasil menunjukkan pengelolaan dana dilakukan dengan hasil musyawarah sesuai dengan adat istiadat nagari. Sebagian besar dana desa digunakan untuk biaya operasional desa yang seharusnya dapat dialokasikan kepada kegiatan yang lain. Aspirasi sebagai bentuk musyawarah juga berbentuk pembangunan fisik karena tingkat pendidikan yang tergolong masih rendah. Sehingga solusi yang diharapkan diantaranya dengan memberikan pendidikan bagi masyarakat agar mendapatkan pemikiran yang dapat memajukan wilayahnya. Hal ini penting menjadi catatan bagi pihak nagari untuk memprioritaskan pendidikan dengan menciptakan beberapa program yang berorientasi kepada pendidikan sehingga diharapkan dana desa yang disalurkan dapat menjawab setiap kebutuhan masyarakat
ANALISIS PROSES PENGAJUAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KCU SUNGAI PENUH TAHUN 2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa prosedur pengajuan Kredit Usaha Rakyat pada Bank BNI Cabang Sungai Penuh, syarat pengajuan Kredit Usaha Rakyat pada Bank BNI Cabang Sungai Penuh, BNI menyikapi berkas permohonan nasabah yang lengkap tetapi belum dilakukan perjanjian kredit. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang bersumber dari observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh dari dokumentasi dan studi pustaka. Pengumpulan data field research melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT Bank Negara Indonesia (persero), TBK KCU. Sungai Penuh sudah menjalani proses pengajuan kredit sesuai standar operasional prosedur dan telah terlaksana dengan efektif dan efisien. Syarat pengajuan kredit usaha rakyat adalah usaha layak untuk dibiayai yang dimulai dari pengisian formulir permohonan kredit, penyerahan berkas persyaratan, pemeriksaan berkas persyaratan, wawancara, pemeriksaan ke lapangan, keputusan kredit, perjanjian kredit dan pencairan kredit. Persyaratan KUR ditetapkan oleh Permenko dan BNI. Syaratnya berupa dokumen-dokumen diantaranya: usaha layak untuk dibiayai, Identitas diri beserta pasangan, memiliki legalitas usaha seperti SIUP dan NPWP jaminan yang diserahkan antara lain: SHM/SHGB+IMB. Persyaratan tambahan untuk nasabah yang melakukan top up adalah rekening koran pinjaman 6 bulan. Menyikapi berkas permohonan kredit nasabah yang lengkap akan tetapi belum dilakukan perjanjian kredit yaitu dengan mengkonsolidasi berkas-dikirim ke wilayah dan pusat. Dalam pemberian kredit, BNI cabang sungai penuh menggunakan prinsip 5 c yaitu character yaitu watak atau sifat, capacity yaitu kemampuan, capital yakni modal, condition of economy yaitu kondisi ekonomi atau faktor eksternal dan collateral yaitu jaminan
UNDERSTANDING ZAKAT ACCOUNTING PRACTICES BASED ON LOCAL CULTURAL VALUE: A STUDY OF ISLAMIC ETHNOMETHODOLOGY
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik akuntansi zakat berbasis nilai-nilai budaya lokal.
Desain/Metodologi/Pendekatan Penelitian: Penelitian ini menggunakan paradigma Islam dengan pendekatan etnometodologi Islam. Terdapat lima tahapan analisis data yaitu; amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat praktik akuntansi zakat berupa mengumpulkan dana zakat sesuai dengan ketetapan pemerintan, melakukan pencatatan dana zakat di kertas secara sederhana, zakat dikumpulkan dalam bentuk uang tunai. Praktik akuntansi zakat ini syarat dengan nilai amanah. Nilai tersebut tercermin melalui tindakan para amil dan muzakki yang mengumpulkan serta membayar zakat berdasarkan keyakinan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim. Dalam kebudayaan Islam Gorontalo, nilai amanah tersebut sering dinasihatkan oleh para tua-tua melalui lumadu “diila o’onto, bo wolu-woluwo” artinya tidak kelihatan tetapi ada. Makna ungkapan ini mengajarkan bahwa dalam kehidupan, jangan hanya mengejar yang kelihatan, tetapi juga mencari sesuatu yang tidak kelihatan tetapi sebenarnya ada.
Implikasi Hasil Penelitian: Implikasi dari hasil riset ini adalah menghadirkan konsep praktik akuntansi zakat berbasis nilai budaya loka
Penerapan Denda Keterlambatan Angsuran Pada Produk Pembiayaan Syariah (Studi Kasus Pada PT. BPRS Dana Moneter Cab. Kota Palopo, Sulawesi-Selatan)
This research aims to provide an overview of the application of fines for late payment of financing instalments. how to apply fines for late payment of sharia financing installments from the description of existing cases and the effectiveness of Sharia Economic Law on its application. fines imposed by Financial Institutions (PT. DANA MONETER BPRS Cab. Palopo). The method used in this research is a qualitative descriptive data analysis method. The type and approach is empirical and the case study approach is to see how the law works (juridical empirical). Secondary data reports, several financing financial reports are used as data material in this research. collecting information from research informants, namely the BPRS Monetary Fund, using observation, interviews and documentation. The research results show that: the practice of applying mulct/fines to debtors who experience delays in paying financing installments at PT. The BPRS Palopo Branch Monetary Fund is. The results obtained by field researchers and informants were that the application of fines gave consumers who could afford it but deliberately delayed payments, but in fact PT. The BPRS Monetary Fund does not include additional customer installment fees, because the fines referred to here are only used as a warning DSN-MUI fatwa (number 17/DSN-MUI/IX/2000). Regarding the permissibility of fines, the Bank has strengthened the method of applying fines to customers. Sharia Economic Law perspective on the application of fines to PT. The BPRS Monetary Fund is based on the provisions of the Sharia Economic Law Collection (KHES) regarding sanctions against someone who breaks a promise, and because of his mistakes (articles 36 and 38) the sharia economic compilation mulct application is only aimed at customers. who have problems or are able to pay but deliberately delay payment.
Penggunaan Jimat Dalam Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus : Nagari Tanjuang Gadang Tahun 1970-2020): Penggunaan Jimat Dalam Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus : Nagari Tanjuang Gadang Tahun 1970-2020)
Jimat bukanlah suatu yang baru di Minangkabau. Hal ini didukung dengan masih adanya penggunaan jimat dalam masyarakat Minangkabau khususnya masyarakat di Nagari Tanjuang Gadang, walaupun hanya sebagian kecil dari masayarakat yang masih mempertahankan tradisi kebudayaan ini. Adapun yang penulis bahas dalam hal ini yaitu yang pertama bagaimana jenis-jenis dan bentuk-bentuk jimat dan bagaimana fungsi jimat bagi masyarakat pemakainya di Nagari Tanjuang Gadang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu Heuristik, Verifikasi, Interprestasi dan Historiografi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis kemudian dapat menemukan jenis-jenis jimat yang dipakai oleh masyarakat yaitu terdiri dari jimat untuk anak-anak, jimat untuk ibu hamil, jimat penolak hama tanaman, jimat penangkal setan dan jimat untuk pengobatan selanjutnya penulis juga menemukan bentuk-bentuk jimat yang digunakan oleh masyarakat diantaranya yaitu ada dalam bentuk gelang, kalung, gantungan, benda kecil, ikatan-ikatan dan dalam bentuk tulisan. Terakhir penulis juga memaparkan fungsi jimat pada masyarakat yang menggunakannya, fungsinya diantaranya yaitu ada fungsi kesehatan/medis, fungsi mental (psikologi) dan terakhir ada fungsi dalam sosial dan politik serta terakhir ada akulturasi budaya dan agam
Reconsidering the Existence of Muhkam and Mutasyabbih in Contemporary Qur’anic Studies: Meninjau Kembali Eksistensi Muhkam dan Mutasyabbih dalam Kajian Al-Qur’an Kontemporer
This paper discusses the importance of the study of muhkam and mutasyabbih verses in contemporary Qur'anic studies. The discussion of muhkam and mutasyabbih lately seems to be pushed aside by contemporary approaches that mainly come from Western scholars. Despite being an inseparable part of the classical scholars' products, the discussion of muhkam and mutasyabbih verses is still very relevant to be discussed in this era. This research is library research with a descriptive-analytical approach. The material object of this research is taken from the books of Ulum al-Qur'an from classical to contemporary. As for analyzing it, the author uses theories from Muslim scholars and scholars about the position of the theory of ulum al-Qur'an related to the research problem. The results of the study in this paper concluded that the concept or theme of muhkam and mutasyabbih is a basic theory in the study of al-Qur'anic science formulated by Eastern scholars in the classical era. This theory is well-established and very fundamental. It is grouped as one of the branches of ulum al-Qur'an. Someone who will understand the Qur'an and explore the meaning of the Qur'an must master this branch of science. However, the established theory was shaken because of the results of Western scholars' studies of the Qur'an. The influence of Western studies on the Qur'an makes the Qur'anic scholars seem to discredit the study of muhkam and mutasyabbih. There is even an assumption that the study of muhkam and mutasyabbih is classic and outdated. Whereas without this study someone will not be able to map and explore the meaning of the Qur'an which is so broad and deep. For a Muslim, the Qur'an is a divine manifestation that cannot be doubted. This view is contrary to Western epistemology which always starts from suspicion. Therefore, the study of muhkam and mutasyabbih is still very significant to be discussed in this contemporary era. It cannot only be considered an intellectual treasure of classical scholars but also as an authoritative rule in understanding the Qur'an
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Pemberdayaan Umat dalam Mewujudkan Solidaritas
Isu kemanusiaan merupakan tanggung jawab semua kalangan yang sudah seharusnya menjadi perhatian bersama. Salah satu lembaga organisasi keagamaan di bawah pimpinan pusat Muhammadiyah yang memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi umat adalah MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Didirikan atas dasar peristiwa bencana alam besar yang pernah melanda Indonesia. Kontribusinya dalam menanggapi isu kebencanaan tidak lagi diragukan bahkan telah melampaui skala internasional. Penelitian ini akan mencoba mengulas bagaimana peran, kiprah, budaya organisasi serta strategi yang digunakan MDMC dalam menangani bencana, kemudian perjalanan MDMC akan ditinjau dengan teori sosiolog Emile Durkheim. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk melibatkan interpretasi serta pendekatan alamiah pada materi subjek. Ditemukan banyak nilai positif yang lahir di masyarakat yang salah satunya adalah solidarita
Tradisi Ngaji Posonan Ponpes Mamba'ul Khoir Desa Sako Dua Kerinci (Kajian Kitab Nashoih Al-Ibad)
Pondok Pesantren Mamab’ul Khoir merupakan pondok pesantren yang memiliki tradisi ciri khas pada bulan suci Ramadhan, yaitu ngaji posonan. Ngaji posonan merupakan sebuah tradisi mengaji kitab tertentu selama bulan Ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode living Qur'an yaitu sebuah metode dimana Kajian dibidang Living Qur’an memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan wilayah objek kajian Al-Quran. Metode ini meliputi tiga tahapan yaitu, studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Tradisi Ngaji posonan di Pondok Pesantren Mamba'ul Khoir menggunakan metode bandongan yang sudah ada sejak Pesantren ini didirikan. Proses ngaji posonan pondok pesantren Mamba’ul Khoir pelaksanaannya dimpimpin oleh Kyai yang memulai pembelajaran. Diawali dengan membaca basmallah, kemudian tawasul kepada pengarang kitab, memuji Allah SWT, serta bershalawat kepada Rasullulah SAW, dengan harapan agar ilmu yang di dapat akan bermanfaat baik di dunia dan akhirat. Kajian Kitab Nashoih Al-Ibad di Pondok Pesantren Mamba'ul Khoir membuat santri dan Masyarakat yang mengikuti memiliki hati yang lembut dan mempunyai pegangan dalam menghadapi hari akhir. Ngaji posonan ini berjalan dengan sangat baik, yang dibuktikan dengan para santri dan Masyarakat setempat yang merasa sedih pada saat pengajian kan berakhir menjelang hari raya tiba. Ini bentuk relasi dari ngaji posonan dan kitab yang dikaji. Tradisi ini memiliki relasi yang kuat antara Kyai, Kitab Kuning dan Santri. Relasi ini penting agar mata sanad rantai keilmuan tetap bersambung dan tidak putus ditengah jalan
Tradisi Tale Haji Masyarakat Desa Bunga Tanjung
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui eksistensi dan penerpan tradisi tale haji sebagai identitas budaya di Bunga Tanjung Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menghasilkan, bahwa Eksistensi dan perkembangan tradisi tale haji masih terus berlangsug ditengah modernisasi tanpa terhambat dengan perkembangan jaman. Tradisi ini telah dilakukan dari generasi ke generasi hingga saat ini, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT sebagai umat yang terpilih untuk beribadah ke tanah suci Mekkah. Lamanya proses dan perjalan menuju tanah suci menjadikan syair-syair yang dilantunkan penuh dengan makna yang mengandung doa dan pengharapan kepada Allah SWT agar para calon jamaah haji yang akan berangkat bisa meninggakan kampung halaman dengan tenang dan diberi keselamatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji, sementara untuk keluarga yang ditinggalkan tetap diberi penghiburaran serta dukungan untuk menanti kedatanagan keluarga yang berangkat ke tanah suci tersebut. Tradisi ini menghasilkan rasa kebersamaan, semangat gotong royong, ketulusan, kasih sayang, kekeluargaan dan kekompakan antar masyarakat setempat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan tradisi tale haji ini merupakan berbentuk sakral sebagai identitas budaya diBunga Tanjung, hingga kini masyarakat meyakini untuk tetap mempertahankan dan melestarikannya sebagai warisan tradisi turun temurun. aktivitas tradisi butale haji melahirkan nilai-nilai luhur sebagai nilai penguat dan perekat hubungan kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, keikhlasan, ketulusan dan kasih sayan