Open Journal Systems of Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
4839 research outputs found
Sort by
Fluktuasi Gula Darah Pasien Pasca Bedah dengan Adjuvan Anestesi Ketamin di Rumah Sakit Ibnu Sina
Anestesi merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan memastikan kenyamanan pasien. Tindakan bedah mampu menghasilakn mediator radang dan merangsang sistem saraf simpatik sehingga pada pasien dapat terjadi peningkatan kadar gula darah akibat terjadinya peningkatan hormon kontraregulator. Diduga, ketamin pada dosis rendah dapat menstabilkan fluktuasi gula darah pada pasien sedangkan pada dosis tinggi dapat meniimbulkan kondisi hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adjuvan anestesi ketamin terhadap fluktuasi gula darah pada pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan metode cross sectional pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan menggunakan adjuvan anestesi ketamin. Pada penelitian ini memiliki 44 sampel dengan 22 sampel yang menggunakan adjuvan ketamin dan 22 sampel tanpa adjuvan sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar gula darah pada kelompok perlakuan lebih stabil dibandingkan dengan kelompok kontrol dapat dilihat dari waktu pengampilan gula darah sewajtu pada saat Durante-Pre Operasi (98.86 ± 19.68 : 95.09 ± 20.90vs124.95 ± 50.28 : 113.13 ± 49.27dengan nilai P=0.205 vs P<0.001) dan Post-Durante Operasi (107.36 ± 22.95 : 98.86 ± 19.68vs136.90 ± 37.88 : 124.95 ± 50.28 dengan nilai P=0.022 vs P=0.001). Penggunaan adjuvan ketamin dapat mencegah kenaikan gula darah durante operati
Gambaran Faktor Penyebab Stres Psikologi pada Penderita Tuberkulosis yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peningkatan kasus TB di Indonesia, termasuk di Makassar, disertai dengan stigma dan tekanan ekonomi, yang dapat memicu stres pada penderita. Durasi pengobatan yang panjang serta efek samping obat turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres psikologi pada penderita tuberkulosis yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, pendapatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani rawat inap. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh, dengan mayoritas penderita mengalami stres ringan. Sementara itu, faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan tingkat stres. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi stres pada pasien tuberkulosis paru. Upaya peningkatan dukungan sosial dan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien
Inclusive Education Based on Humanistic Learning: Teachers' Innovation Ability in Learning at SMAN 4 Palangka Raya
Background: Teacher innovation and the implementation of humanistic learning in inclusive schools are important to ensure the creation of learning that respects diversity and meets the individual needs of all learners. Aim: This study aims to analyze PAI teachers' innovations in implementing inclusive education based on humanistic learning to improve the quality of inclusive and learner-centered learning. Method: This study used descriptive qualitative research with data collection techniques in the form of interviews. Results and Dıscussion: The results of this study indicated that PAI teachers' innovation is running well (89.78%) in inclusive education because PAI teachers are able to design and implement innovative learning strategies, including curriculum adaptation, use of relevant learning media, and approaches that pay attention to the special needs of inclusive learners, while humanistic-based learning is running very well (91.36%) in inclusive education because PAI teachers have successfully implemented humanistic learning principles, such as humanizing learners. This is illustrated in the learning process when conducting direct observation in the classroom and in the school environment that every teacher pays attention to every learner's needs. This successful implementation reflects the commitment of PAI teachers in encouraging the creation of a learning atmosphere that is full of empathy, respect for diversity, and supports the holistic development of learners, both in academic and non-academic aspects. These results are evidence that innovation and humanistic approaches are very relevant to support quality inclusive education
The Relationship Between Students' Critical Thinking Skills in Mathematics Learning Reviewed from Reflective and Impulsive Cognitive Styles
This study aims to determine the relationship and differences in critical thinking skills between students with reflective and impulsive cognitive styles in learning mathematics in college. Critical thinking skills are an important competency needed to understand and solve complex mathematical problems. Cognitive style, which reflects an individual's preferences in processing information, can affect the way students learn and think critically. The population of this study was 147 students consisting of all students of the 2023 intake who took Mathematics courses, but the sample taken was 64 students. The research instrument used a critical thinking skills test and a cognitive style test. The critical thinking skills test is in the form of mathematical questions that require in-depth analysis and evaluation, while the cognitive style test can use instruments such as the Matching Familiar Figures Test (MFFT) to group students into reflective and impulsive cognitive styles. Analysis of the quantitative data obtained will be analyzed using descriptive and inferential statistics. Statistical analysis can include correlation tests to see the relationship between cognitive style and critical thinking skills, as well as difference tests to compare critical thinking skills between groups of students with impulsive and reflective cognitive styles. The results of the study showed that there was a significant relationship (<0.05) between critical thinking skills and students' cognitive styles in learning mathematics. And there was a significant difference in critical thinking skills between students with impulsive cognitive styles and students with reflective cognitive styles. The differences were in the speed and accuracy of problem solving, evaluation and decision-making skills, and understanding of mathematical concepts
Hegemoni Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Pengajuan Pembiayaan Nasabah Dilihat dari Teori Antonio Gramsci
Penelitian ini menginvestigasi dampak hegemoni Otoritas Jasa Keuangan terhadap pengajuan pembiayaan nasabah dengan menggunakan lensa teori Antonio Gramsci. Konsep hegemoni dalam teori Gramsci memberikan landasan untuk memahami dominasi otoritas keuangan dalam merumuskan ideologi, nilai, dan kebijakan yang memengaruhi proses pembiayaan. Analisis mencakup pengendalian ideologi dan norma, kekuatan ekonomi, serta kontrol institusi keuangan dan peraturan. Kesimpulannya, otoritas keuangan yang mendominasi dapat menciptakan ketidaksetaraan dalam akses dan pengelolaan pembiayaan, sementara potensi resistensi dan kontra-hegemoni muncul sebagai dorongan menuju inklusivitas keuangan. Penelitian ini mendalami pengaruh hegemoni Otoritas Jasa Keuangan pada proses pengajuan pembiayaan nasabah dengan menggunakan perspektif teori Antonio Gramsci. Analisis mencakup aspek-aspek seperti pengendalian ideologi, norma, dan nilai, serta kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh otoritas keuangan. Kontrol terhadap institusi keuangan dan peraturan juga dijelaskan sebagai faktor penentu dalam membentuk lingkungan keuangan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi otoritas keuangan dapat menciptakan disparitas dalam akses pembiayaan
Peran Literasi Keuangan dalam Membentuk Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengeksplorasi lebih jauh bagaimana literasi keuangan mempengaruhi kesiapan mahasiswa ekonomi di Universitas Negeri Makassar dalam kesiapan berwirausaha. Peneliti menggunakan teknik penelitian kualitatif deskriptif untuk penelitian ini. Wawancara dan observasi adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Makassar, dan sampel terdiri dari 4 (empat) perwakilan mahasiswa yang memenuhi standar dan kriteria penelitian. Wawancara dengan 4 (empat) siswa yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap kesiapan berwirausaha mahasiswa dalam berbagai indikator, antara lain yaitu basic financial knowledge, saving dan investment
Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Minat Melanjutkan Studi Strata Dua Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Penelitian ini dilatar belakangi oleh mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2020, 21 orang mahasiswa tidak berminat menlanjutkan studi strata dua dan sebanyak 9 orang mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi angkatan 2020 berminat melanjutkan studi strata dua. Tujuan penelitian mendeskripsikan pengaruh setiap variabel yaitu dukungan orang tua dan motivasi belajar terhadap minat melanjutkan melanjutkan studi strata dua pada mahasiswa pendidikan ekonomi tahun 2020 dan 2021 Universitas Jambi. Penelitian dilakukan di Universitas Jambi pada bulan juli 2024. Penelitian merupakan kuantitatif deskriptif. Temuan penelitian dukungan orang tua dan motivasi belajar mempengaruhi minat mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2020 dan 2021 untuk melanjutkan pendidikan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan orang tua (X1) memiliki pengaruh positif secara parsial terhadap minat melanjutkan studi Statra dua (Y), dengan t hitung sebesar 6,145 dan nilai signifikan 0,000. Nilai t hitung 8,718 dan nilai signifikan 0,000. Nilai F sebesar 230,713 dan nilai signifikan sebesar 0,000, analisis simultan menunjukkan bahwa kedua variabel independen motivasi belajar dan dukungan orang tua mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat melanjutkan studi strata dua
MAQASHID SYARIAH DAN TANTANGAN DEKADENSI MORAL DALAM PERSPEKTIF ESKATOLOGI ISLAM
The decline of ethics and morality in modern society is considered one of the minor signs of the apocalypse (qiyamat sugra) in Islamic teachings. This study aims to analyze this phenomenon from the perspective of the Qur'an and Hadith, as well as to examine its underlying causes and impacts on social life. Additionally, the study explores the eschatological aspect of Islam, emphasizing that moral decay is part of the signs of the end times. The research employs a qualitative method with a library research approach, in which data is gathered from religious texts, books, journal articles, and previous studies. The findings indicate that signs of the apocalypse related to morality include the decline of religious knowledge, increasing ignorance, open engagement in immoral acts such as fornication, and social imbalance. These conditions are further worsened by the influence of globalization, the rapid advancement of technology without moral oversight, and the lack of character education within families and schools. Moreover, the failure to apply the principles of Maqashid Syariah, such as the protection of religion (hifz al-diin), life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-‘aql), and lineage (hifz al-nasl), has become a fundamental factor contributing to the erosion of moral values in society. The consequences of this moral decline include social disintegration, rising crime rates, and the loss of ethics and mutual respect, especially among the younger generatio
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas V SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin
Pendidikan seluruh potensi yang dimiliki manusia berkembang sehingga dapat menjadi manusia seutuhnya yaitu dengan mampu mengembangkan hati, pikiran dan perasaan. Pada tingkat sekolah dasar, Pembelajaran IPS perlu diberikan kepada semua peserta didik sejak jenjang Sekolah Dasar untuk membekali dengan kemampuan berfikir serta secara logis agar dapat membentuk pribadi siswa yang kreatif, kritis, inovatif dan mampu bekerja sama. Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Talking stick pada mata Pelajaran IPS untuk meningkat hasil belajar siswa kelas V di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan Subjek penelitian seluruh siswa kelas V berjumlah 15 orang di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I mendapat perolehan nilai 53,34% dengan kategori Cukup sedangkan pada siklus II mendapat 83,34% dengan kategori Baik. Jika dilihat pada siklus II siswa banyak mengalami peningkatan. Hal ini bermakna pada siklus ini proses peningkatan hasil belajar siswa sudah mencapai ketuntasan dengan kategori Baik. Baik secara individual maupun kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas V di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick adalah Tuntas
Responsivitas Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan dalam Menangani Laporan Maladministrasi: Responsiveness of the Ombudsman RI Representative Office of South Kalimantan Province in Handling Reports of Maladministration
This research aims to determine the responsiveness of the Ombudsman of the Republic of Indonesia Representative for South Kalimantan Province in handling reports of maladministration and to identify the factors that hinder handling these reports. The research method employs a qualitative approach with a descriptive research type. Data was collected through interviews with two staff members of the Ombudsman of the Republic of Indonesia Representative for South Kalimantan Province and three reporters, observations, and documentation. The results show that the Ombudsman of the Republic of Indonesia Representative for South Kalimantan Province is very responsive in handling reports of maladministration. Based on the analysis of six indicators from Zeithaml et al. (in Rasdiana & Ramadani, 2021:255-256), which show: Ability to Respond to the Public (friendly, responsive, and communicative staff), speed of service (most reports are resolved quickly according to the SOP), accuracy of service (reports meet the expectations and procedures set), thoroughness of service (report verification is conducted meticulously), timeliness of service (most reports are resolved on time), and responsiveness to complaints (responsive to complainants' issues). However, this research also identifies several challenges faced by the Ombudsman Representative Office in South Kalimantan Province, including limitations in human resources (HR), budget constraints, resistance from some institutions, and issues with the Complaint Resolution Management Information System (SIMPeL)