Open Journal Systems of Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
4839 research outputs found
Sort by
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe II pada Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Tahun 2022: Evaluation of the Rationality of Drug use for Type II Diabetes Mellitus in the Outpatient Installation at dr. H. Moch. Ansari saleh Hospital Banjarmasin for the Year 2022
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal yang disebabkan kegagalan tubuh memanfaatkan insulin. Dari hasil survei yang dilakukan World Health Organization (WHO), Indonesia masuk ke dalam 4 negara tertinggi yang penduduknya yang menderita Diabetes MelitusEvaluasi rasionalitas pengobatan Diabetes Melitus sangat penting dilakukan karena angka Diabetes Mellitus tipe II masih tinggi, dan pengobatan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko komplikasi dan biaya kesehatan yang tidak perlu. Evaluasi ini memastikan pasien menerima terapi yang efektif dan aman
Formulasi Sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etanol Brokoli (Brassica oleracea Var. Italica) dengan Variasi Konsentrasi Minyak Jintan Hitam dan Minyak Zaitun: Formulation of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Broccoli Ethanol Extract (Brassica oleracea Var. Italica) with Variations in Black Cumin Oil and Olive Oil Concentrations
Diabetes adalah penyakit kronis akibat kekurangan atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin. Pengobatan melibatkan antidiabetik oral seperti metformin dan senyawa flavonoid dari brokoli. Namun, anti-nutrisi dalam brokoli dapat menurunkan efektivitasnya, sehingga pengembangan SNEDDS diperlukan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya. Penelitian bertujuan menganalisis formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) ekstrak etanol brokoli (Brassica oleracea Var. Italica) dengan variasi konsentrasi minyak jintan hitam dan minyak zaitun untuk menghasilkan sediaan yang optimal, stabil, dan efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen One-Group Posttest-Only untuk mengevaluasi SNEDDS ekstrak brokoli dengan variasi konsentrasi minyak jintan hitam dan zaitun, dilakukan di Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Variasi konsentrasi minyak jintan hitam dan minyak zaitun dalam formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) ekstrak etanol brokoli (Brassica oleracea Var. Italica) sebagai antidiabetes secara signifikan memengaruhi stabilitas fisik, kemampuan membentuk nanoemulsi stabil, dan efektivitas antidiabetes. Formulasi 4 menunjukkan hasil terbaik berdasarkan evaluasi kestabilan emulsi, fase pemisahan, dan kemampuan bertahan dalam media simulasi pH gastrointestinal. Hasil ini menegaskan pentingnya pemilihan rasio minyak yang tepat untuk menghasilkan formulasi SNEDDS ekstrak brokoli yang optimal dan stabil
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Pahandut: Description of Mother’s Knowledge About Stunting Event in Toodlers Aged 12-24 Months at Pahandut Community Health Center Palangka Raya City
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting adalah keadaan gagal tumbuh yang di alami oleh anak berusia dibawah lima tahun. Kejadian stunting pada balita masih jadi perhatian utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan Data yang di dapatkan dari Puskesmas Pahandut pada tahun 2020 sebesar (18,58), tahun 2021 sebesar (21,1%), pada tahun 2022 sebesar (18,4%) sedang pada tahun 2024 mulai dari bulan mei sampai dengan bulan juli berjumlah (10,5%) balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian stunting pada bali ta usia 12-24 bulan Di Puskesmas Pahandut. Metode penelitian ini menggukan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang kunjungan di Puskesmas Pahandut dan sampel di ambil menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 52 responden dan analisis univariat. Hasil penelitian ini menujukan hasil sebagian besar ibu balita yang berusia 20-35 tahun yaitu sebanyak 43 orang (83%), dan berdasarkan pendidikan sebagian besar berada pada pendidikan tinggi yaitu 26 orang (50%), berdasarkan jenis pekerjaan sebagian besar ibu memilih tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (71%), dan berdasarkan penghasilan sebagian besar pada kategori rendah yaitu 12 orang (23%), dan berdasarkan pengetahuan sebagian besar ibu balita dalam kategori baik yaitu 25 orang (48%). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang kejadian stunting dalam kategori baik tetapi masih ada ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang sehingga di harapkan bagi petugas kesehatan lebih menyebar luaskan informasi tentang stunting untuk masyarakat
Review Article: Analisis Faktor Psikososial yang Memengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral pada Penderita HIV/AIDS: Review Article: Analysis of Psyhosocial Factors Influencing Adherence to Antriretroviral Therapy in People with HIV/AIDS
HIV/AIDS melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4+, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Terapi Antiretroviral (ARV) melibatkan kombinasi obat yang harus dikonsumsi seumur hidup dengan tingkat kepatuhan tinggi (>95%) agar efektif. Pada tahun 2022, diperkirakan 1-1,7 juta orang tertular HIV, dan sekitar 480.000-880.000 meninggal akibat HIV; di Indonesia, lebih dari 500.000 kasus HIV dilaporkan pada 2023. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor psikosial yang memengaruhi kepatuhan ARV pada pasien HIV/AIDS lewat tinjauan literatur pada artikel yang dipublikasikan antara 2017 hingga 2024 di database Google Scholar, BMC, dan PubMed. Dari 12 artikel yang relevan, ditemukan bahwa dukungan seperti keluarga dan sosial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan, mengurangi stigma, dan memperbaiki mutu hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dukungan psikososial membantu pasien menjalani terapi dengan konsisten serta mengatasi stigma yang dapat menghambat pengobatan
Stability of Hand Body Gel Formulated with Avocado (Persea americana), Stingless Bee Honey, and Bee Pollen
The development of hand body care products in gel form, incorporating natural ingredients, remains an underexplored area, particularly concerning the combination of avocado (Persea americana) extract, Stingless bee (Trigona sp.) honey, and pollen in cosmetic formulations. Gel formulations are favored for their superior skin moisturizing properties and enhanced dermal absorption compared to lotions. This study aimed to evaluate the stability and moisturizing efficacy of novel hand body gel formulations containing varying ratios of P. americana extract combined with Trigona bee pollen and honey. Employing an experimental quantitative design, three distinct gel formulations were prepared with different concentrations of P. americana extract with Trigona bee pollen and honey. The stability of these formulations as skin moisturizers was assessed through a comprehensive evaluation encompassing organoleptic properties, homogeneity, potential for irritation, pH, spreadability, viscosity, and moisture content analysis using skin analysis instrumentation. The results indicated that the gel formulation designated F1, containing 2.5% P. americana extract and 7.5% honey combined with bee pollen, exhibited the highest skin moisture content, suggesting its potential as an effective moisturizing hand body gel
Wound Healing Activity of Gel Nanoparticles of Rhaphidophora pinnnata Leaves Extract in Male Rats
Rhaphidophora pinnata, a plant traditionally recognized for its wound-healing properties, contains active compounds such as megastigmane glycosides and damascenone, known for their anti-inflammatory effects. To enhance efficacy and user comfort, this study focused on developing an R. pinnata leaf extract nanoparticle gel. Previous research from our group highlighted the significant wound-healing potential of a conventional R. pinnata gel. This present study aimed to evaluate the wound-healing efficacy of a novel R. pinnata nanoparticle gel in male Wistar rats, specifically investigating the impact of nanotechnology application. Nanoparticles were successfully formulated via the ionic gelation method, utilizing 0.250 g of R. pinnata extract, 0.1% chitosan, 0.2% sodium tripolyphosphate, and 0.5% Tween 80. Characterization revealed an average nanoparticle size of 165.70±42.76 nm with a zeta potential of 22.0±1.83 mV. The wound-healing efficacy was assessed across five treatment groups: a positive control (Bioplasenton®), a plain gel base (Formula 0), and nanoparticle gels at 0.5% (Formula I), 1% (Formula II), and 1.5% (Formula III) extract concentrations. Statistical analysis using one-way ANOVA (p <0.05) demonstrated a significant difference in incision wound healing across the groups. Formula III, containing 1.5% R. pinnata nanoparticle extract, exhibited the most superior wound-healing effect, achieving 100% inhibition by day 14, elevated hydroxyproline levels (59 µg/mL), and histologically confirmed excellent skin tissue repair. Formulas II and I followed in efficacy. These compelling findings underscore the significant potential of utilizing nanotechnology in the development of topical preparations for accelerated and effective wound healing
Model Perencanaan Ulang Drainase Untuk Mengurangi Genangan: Studi Kasus Di Perumahan Taman Griya Asri Cilebut, Kabupaten Bogor: Drainage Redesign Model To Reduce Influencing: A Case Study In Taman Griya Asri Cilebut Housing, Bogor Regency
Taman Griya Asri Cilebut housing complex, Bogor Regency, often experiences flooding due to high rainfall and inadequate drainage capacity. This study aims to redesign the drainage system, including calculating the planned flood discharge and determining the channel dimensions. The algebraic method is used for hydrological analysis because the catchment area is less than 500 km². The results of the study show that the planned flood discharge for a 5-year return period for secondary and tertiary channels varies between 0.02 m³/s to 0.39 m³/s. The redesign produces appropriate channel dimensions, for example tertiary channel 2 (h=0.5 m, b=0.4 m), tertiary 3 (h=0.6 m, b=0.8 m), and tertiary 4 (h=0.6 m, b=0.5 m) with a square shape using U-Ditch Precast. This redesign is expected to reduce flooding in the housing complex
Kajian Keselamatan Lalu Lintas Pada Daerah Rawan Kecelakaan Di Ruas Jalan Palbapang - Samas: Traffic Safety Study In Accident Prone Areas On The Palbapang - Samas Road Section
This study examines traffic safety in areas that are often hit by accidents on the Palbapang - Samas Road Section. This investigation began with the high rate of traffic accidents that endanger the safety of people crossing this road. The research methods used include analyzing the existing literature, conducting direct observations, and gathering key information through surveys and conversations with community members to accurately capture the true situation. Additional information was obtained from relevant organizations, such as the Department of Transportation and local law enforcement, to refine the findings. The results showed that the main reasons for accidents included road design that did not meet standards and the actions of drivers who were not in a traffic order, including excessive speed and ignoring road signs. Many locations known as high-risk zones demand immediate action from local government officials. The conclusion emphasizes the need to improve infrastructure by adding more traffic signs, improving road markings, ensuring adequate lighting, and promoting public awareness initiatives to foster a culture of responsible driving that can significantly lower accident rates
Identifikasi Titik Rawan Kecelakaan (Black Spot) Pada Ruas Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya Sebagai Infrastruktur Penunjang Menuju IKN Nusantara: Identification Of Accident-Prone Points (Black Spots) On The Tjilik Riwut Palangka Raya Road Section As Supporting Infrastructure Towards The Archipelago's IKN
Palangka Raya is the capital of Central Kalimantan province as a connecting city to the National Capital of the Archipelago. As a hub city, it is important to review infrastructure and security readiness. Jalan Tjilik Riwut Km 1 - Km 10 is the main road section as a cross-provincial route to IKN which often has accidents so further analysis needs to be carried out. The aim of this research is to determine the characteristics of traffic accidents and determine black spots on the Tjilik Riwut road Km 1 - Km 10, Palangka Raya city as well as appropriate recommendations. The method used is the Equivalent Accident Number (EAN) or Accident Equivalent Number (AEK). The characteristics of accidents on the Tjilik Riwut road section are that the majority occur at Km 1.5, with the most incidents in 2019, the most types of vehicles are MC, with a single accident, the nature of the road is straight, the majority of accidents are male, mature age and type of work private. The majority of accidents are due to entering and leaving the market and the sudden wide median at Km 1. The black spot location in this study, namely at Km 1+000 to 1+999, has a total of 65 accidents with an Accident Equivalent Number (AEK) of 304 which is which exceeds the specified Upper Control Limit (BKA) number (136.2). Recommendations that can be made are adding a Rumble Strip to reduce vehicle speed and changing the design of the road median to create a smoother transition from small to large
Pembelajaran Kesenian Tari di SDN 5 Palangka
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan seseorang yang berawal dari tidak bisa menjadi bisa, begitu pun pada proses pembelajaran seni tari di sekolah dasar. Seni tari mempunyai fungsi penting pada kegiatan belajar mengajar pada usia anak-anak karena proses menari berguna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang di latarbelakangi oleh rendahnya minat belajar seni tari, kurangnya keseriusan peserta didik dalam pembelajaran seni tari, kurang antusias dalam mengikuti gerakan tari, dan kemampuan gerak tari peserta didik yang masih kaku. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 17 peserta didik disekolah SD Negeri 5 Palangka ditemukan terdapat 3 orang (17,64%) yang memiliki nilai 3,8 dengan kategori “Baik”. 10 orang (58,82%) yang memiliki nilai 3,4 dengan kategori “Cukup Baik”. 4 orang (23,52%) yang memiliki nilai 2,4 dengan kategori “Kurang Baik”. Hasil dari instruktur tari (17,64%) yang memiliki nilai 3,8 termasuk kategori “Baik”. Dengan melakukan rangkaian tahapan penelitian pembelajaran seni tari di SD Negeri 5 Palangka berlangsung dengan baik karena didukung oleh komponen- komponen pendukungnya yaitu kepala sekolah, instruktur tari, materi dan metode pembelajaran. Hanya saja kekuranganya adalah sarana dan prsarana yang terbatas