Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Meningkatkan Minat Wirausaha Siswa di SMA Negeri 1 Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
Keberhasilan siswa menetapkan minat wirausaha perlu adanya upaya sejak awal dan bersifat terus menerus di bawah pembinaan melalui program guru bimbingan konseling terutama dalam memberikan layanan bimbingan kelompok bidang pengembangan karir atau pekerjaan serta latihan ntuk mewujudkan apa yang disebut dengan wirausaha. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Strategi yang digunakan adalah metode deskriptif. Subyek penelitian ini adalah saksi-saksi yang dapat digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan judul tinjauan ini. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru bk, pengajar wali kelas, dan siswa. Konsekuensi dari studi ini menunjukkan bahwa Faktor pendukung dalam meningkatkan minat wirausaha adalah dukungan sekolah dan keyakinan siswa, faktor penghambatnya siswa kurang percaya diri dalam meningkatkan minat wirausaha. Kata Kunci : Minat Wirausaha, faktor pendukung dan penghambat
Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Era Disrupsi
Literasi merupakan kemampuan untuk mengolah dan memahami informasi ketika melakukan aktivitas membaca dan menulis. Peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang sangat luas melalui kegiatan literasi karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan literasi di sekolah dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber referensi, menerapkan strategi literasi dalam proses belajar, dan mengkombinasikan strategi literasi dengan kegiatan pemecahan masalah. Literasi dan berpikir kritis sangat penting bagi peserta didik, khususnya di era disrupsi yang mengalami perkembangan IPTEK sangat pesat. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan implementasi budaya literasi di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualititaf pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara meninjau literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti: buku, majalah, koran, laporan hasil penelitian, jurnal, dan lain-lain. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) budaya literasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan literasi peserta didik, maka akan semakin tinggi juga tingkat kekritisan peserta didik tersebut; dan (2) implementasi budaya literasi dalam proses pembelajaran dilakukan dengan delapan tahapan yaitu: pemantauan pemahaman teks, penggunaan literasi multimoda, instruksi jelas dan eksplisit, pemanfaatan alat bantu, respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, membuat pertanyaan, proses literasi (analisis, sintesis, dan evaluasi), dan meringkas isi teks
Analisis Metode Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan guru bahasa Indonesia ditingkat SMP dalam aspek menulis dan mendeskripsikan pemahaman guru bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan metode tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 orang guru bahasa Indonesia yang mengajar di SMP. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara berikut ini. (1) Mewawancarai dan meminta dokumentasi berupa RPP kepada 3 orang guru bahasa Indonesia di SMP; (2) Menandai hasil wawancara dan bagian RPP yang berkaitan dengan data penelitian; (3) Menginventarisasi data-data tersebut ke dalam pedoman analisis data. Jadi, hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut ini. (1) Metode pembelajaran yang pernah digunakan guru bahasa Indonesia SMP adalah metode inkuiri, games, jigsau, pengamatan langsung, problem solving, diskusi, penugasan, dan santifik. Dari delapan metode yang digunakan, terdapat 2 metode yang paling disenangi oleh semua siswa, yaitu metode pengamatan langsung dan games. (2) Secara umum pemahaman guru bahasa Indonesia di SMP terhadap penggunaan motode pembelajaran berada pada kategori cukup
Urgensi Pengembangan Media berbasis Digital Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
Artikel ini membahas tentang urgensi pengembangan media digital untuk pembelajaran bahasa Indonesia pada. Artikel ini merupakan hasil penelitian menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) urgensi penggunaan media dalam pembelajaran bahasa Indonesia antara lain: siswa membutuhkan kecakapan digital, media berbasis digital terbukti memberikan pengaruh terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, media berbasis digital meminimalisir keterbatasan (ruang, waktu, dan jarak), media berbasis digital dapat menambah pembendaharaan kata bagi siswa, dan penggunaan media berbasis digital memberikan stimulus dan motivasi kepada siswa; (2) urgensi pengembangan media berbasis digital pada pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu: guru harus melakukan inovasi seperti pengembangan media berbasis digital, media berbasis digital harus didesain secara khusus, dibutuhkan pengembangan media berbasis digital menggunakan bahasa Indonesia atau dalam pembelajaran bahasa Indonesia, media berbasis digital memberikan dampak positif dan negatif; dan (3) terdapat empat model penelitian pengembangan yang sesuai untuk mengembangkan media berbasis digital pada pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu: model Hannafin & Peck, model Thiagarajan atau 4D, model Dick & Carey, atau model ADDIE. Artikel ini merekomendasikan guru untuk menggunakan media berbasis digital pada pembelajaran bahasa Indonesia, dan dapat menggunakan salah satu dari empat model penelitian pengembangan yang telah disampaikan
MELATIH KREATIVITAS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA DARUL AL IKHLAS LUBUK PAKAM MELALUI KEGIATAN KOLASE
Mengembangkan suatu kreativitas pada anak usia dini dibutuhkan suatu stimulus tertentu seperti kegiatan yang berkaitan untuk melatih proses berpikir anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melatih kreativitas anak melalui kegiatan Kolase biji kacang hijau. Metode pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif di mana hasil penelitian diuraikan dalam bentuk narasi dan uraian dalam paragraf. Objek dari penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun yang berada di RA Al Darul ikhlas Lubuk Pakam. Hasil penelitian didapat bahwa kegiatan Kolase secara tidak langsung dapat melatih kreativitas yang dimiliki oleh anak hal itu dikarenakan melalui kegiatan Kolase anak dilatih untuk mengembangkan ide-ide dan kreasi yang dimiliki olehnya
PERAN ORGANISASI REMAJA MASJID DALAM MENGURANGI KEBIASAAN PENGURUS BERMAIN SMARTPHONE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran organisasi Remaja Masjid Baiturrahman Kelurahan Limau Sundai dalam mengurangi kebiasaan anggotanya pada menggunakan Smartphone. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi analisis. Informan penelitian adalah Ketua Remaja Masjid, Ketua BKM, dan beberapa anggota Remaja Masjid. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan organisasi Remaja Masjid baiturrahman ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti Maulid dan Isra’ Mi’raj Nabi, gotong royong lingkungan masjid, majelis ta’lim, magrib mengaji dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak mengikat. Tingkat ketergantungan remaja pada Smartphone di Remaja Masjid Baiturrahman Limau sundai ini pada dasarnya tergolong tinggi karena durasi penggunaan waktu dengan kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap harinya. Walaupun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti rasa gelisah saat Smartphone mereka tertinggal, menganggap hidup menjadi terhormat berdasarkan kepemilikan Smartphone sesuai mereknya dan hal-hal lainnya. Organisasi Remaja Masjid berperan dalam mengurangi kebiasaan remaja pada Smartphone melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan agar nilai-nilai agama dan ibadah remaja lebih baik lagi sehingga diharapkan dapat menjadi media dalam mengurangi dampak negatif Smartphone
PENERAPAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN MELALUI LIFE SKILL QIRAAH DI MIS AL-HUSNA JL. PELAJAR PASAR III MARDINAL 1 KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG
Penelitian yang dilakukan ini berjudul penerapan pendidikan keterampilan melalui life skill qiroah MIS Al Husna Jalan Pelajar Pasar 3 mardinal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Latar belakang penelitian ini dilakukan karena pentingnya pembelajaran Qiroah dengan adanya qiroah ini dapat memperbaiki pembacaan AlQuran atau pelafalan Alquran yang dibacakan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan mendeskripsikan kegiatan penerapan life skill qiroah di MIS Al Husna. Partisipan pada penelitian kali ini yaitu kepala madrasah, guru, dan siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil di mana penerapan pendidikan keterampilan melalui life skill qiroah di mis Al Husna berjalan dengan baik kegiatan qiroah dilakukan dengan beberapa metode di mana metode yang sering digunakan dalam pembelajaran qiroah ini yaitu dengan guru memberikan pelafalan Alquran yang benar. Hasil penelitian berikutnya mengungkapkan penerapan live skill qiroah di Miss Al Husna terdapat dampak positif yaitu siswa dapat membaca lafal Alquran sesuai dengan tajwid yang benar.Kata Kunci: Penerapan, Keterampilan, Life Skil
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI PUISI DI KELAS V (MIS) ISLAMIYAH LONDUT KEC. KUALUH HULU KAB. LABUHANNBATU UTARA
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui (1) hasil belajar dengan menggunakan konvensional; (2) hasil belajar dengan menggunakan kooperatif tipe NHT; (3) pengaruh yang signifikan model kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini ialah Quasi Eksperimen. Populasi penelitian ini ialah seluruh kelas V di Miss Islamiyyah Londut. Sampel ditentukan melalui Teknik total sampling . Berdasarkan Teknik tersebut diperoleh kelas V A sebagai kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas control. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar Bahasa Indonesia yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistic inferesial. Penelitian ini menemuan bahwa (1) Hasil belajar siswa pada kelas V B atau kelas kontrol yang menggunakan model belajar konvensional rata-rata 43, 5; (2) Hasil belajar siswa di kelas V A atau kelas eksperimen dengan menggunakan meodel belahat NHT rata-rata 81,5; (3) Berdasarkan hasil uji T diperoleh Thitung>Ttabel yaitu 2,71>2,00 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modle belajar NHT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SD di Miss Islamiyyah Londut.Kata Kunci: Model kooperatif Tipe Numberhed Head Together (NHT0 dan Hasil belajar Siswa
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN WORKSHOP FAMILY PARENTING DI DESA LALANG, KECAMATAN TANJUNG PURA, KABUPATEN LANGKAT
Program pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi. Oleh karena itu menjadi suatu kewajiban bagi setiap mahasiswa dan mahasiswi untuk terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat setempat. Dimana dalam penelitian ini menggunakan metode workshop dan bimbingan kelompok. Lokasi yang menjadi tempat penelitian ini dilakukan di Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya pembentukan karakter anak. Dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif, pendampingan serta pembinaan kepada orang tua. Dimana materi yang disampaikan yaitu tentang pola asuh orang tua dalam pembentukan karakter anak melalui kegiatan workshop family parenting yang diikuti oleh beberapa orang tua di Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Kata Kunci: Family Parenting, bimbingan, karakte
MEMBANGUN GENERASI LITERASI DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL DI BADAN OTONOM DI PONDOK PESANTREN MAMBAUL ULUM BATA-BATA
This paper thoroughly covered what PKN participants of IAI Al-Khairat Pamekasan Posko 17 have done. As we know, the first verse of the Al-qur'an that came down was iqro 'which means read. Departing on the basis of this verse, PKN Participants had initiated the development of creating literacy in non-formal education at Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata and make this program a superior program initiated by PKN Posko 17 participants. Many steps and efforts to take attitudes and actions to create Islamic boarding schools with literacy culture have received positive responses from various stakeholders in the PKN place, especially from the head of Pondok pesantren. They are very enthusiastic in efforts to improve the literacy culture for students or santri. The final point of this activity is creating the formation of literacy groups that are active in non-formal institutions in Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bat