Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
POLA PENGEMBANGAN INTEGRATIF STUDI AL-QUR’AN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM: ANALISIS ATAS GAGASAN INTEGRATIF DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
The progress of contemporary knowledge has implications for the formulation of Islamic studies in general, including the examination of the Qur'an. Scholars at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta are redefining the approach to studying the Qur'an in a more modern direction to foster synergy and dialogue with established practices. The objective of this research is to uncover patterns and mechanisms for advancing Qur'anic studies at UIN Sunan Kalijaga by effectively integrating scientific methods and the teachings of the Qur'an. In order to accomplish this, the research employs a qualitative methodology and utilizes a systematic literature review as an analytical technique. The study reveals a developmental pattern in Qur'anic studies at UIN Sunan Kalijaga that commenced with a shift in perspective from a traditional emphasis on religious texts (ulūm ad-din) to critical investigations (dirāsāt islamīyah) based on empirical observations. Consequently, a fresh and contemporary model of Qur'anic studies has emerged. However, the application of these novel concepts encounters challenges, particularly in student research, where passivity impedes active involvement in the advancement of Qur'anic studies
KERAGAMAN SOSIOKULTURAL MASYARAKAT
Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang keragaman sosiokultural. Untuk memahami sosiokultural lebih dalam maka penelitian ini menjelaskan tentang konsep yang berkaitan tentang sosiokultural yakni identitas budaya, pluralisme, multikulturalisme serta ingin melihat keragaman sosiokultural yang ada pada interkasi antara budaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus karena penelitian ini mencari data dari sumber buku dan jurnal terdahulu. Hasil penelitian ini adalah, penelitian ini menjelaskan tentang konsep-konsep seperti identitas budaya, pluralisme, dan multikulturalisme memberikan kerangka kerja untuk memahami dan menghargai perbedaan dalam masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan interaksi antarbudaya dari penelitian terdahulu tentang pengungkapan identitas kultural, akulturasi, dan kesadaran budaya.Kata Kunci: Sosiokultural, keragaman sosiokultural, interaksi antar buday
HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN BELA NEGARA
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha bela negara. Penerapan lima nilai dasar bela negara sebagai unsur penting dalam Pembinaan Kesadaran Bela Negara merupakan tolak ukur capaian pendidikan bela negara. Berkembangnya dinamika permasalahan di dunia pendidikan seperti perundungan, tawuran, dan narkoba sebagai salah satu ancaman pertahanan negara. Sehingga penelitian ini bertujuan pada pemaparan pendidikan bela negara dapan menjadi salah satu faktor pembentuk kecerdasan sosial bagi siswa, strategi dalam mengoptimalkan pendidikan bela negara. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dengan mendeskripsikan pengambilan data melalui studi literatur. Ikhtisar memperlihatkan bahwa pemahaman sikap dan perilaku peserta didik terhadap pendidikan bela negara dan pemahaman terhadap urgensi pendidikan bela negara sebagai upaya pertahanan negara. Kesimpulannya bahwa kurikulum pendidikan bela negara yang masuk kedalam mata pelajaran yang relevan memiliki lima nilai dasar, yaitu cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideologi negara, dan kemampuan bela negara baik secara fisik maupun non-fisik. Proses pendidikan yang baik akan menghasilkan peserta didik yang berkarakter dalam memaksimalkan potensi kecerdasan setiap peserta didik
MANAGEMENT OF EDUCATORS IN PRIVATE TSANAWIYAH MADRASAH ISLAMIC EDUCATIONAL MADRASAH FOUNDATION SEI TUALANG RASO (MTs. S YMPI) TANJUNG BALAI CITY
This research is to describe the management of teaching staff at MTs S YMPI ST. Raso Tanjungbalai City. The aim of this research is to reveal how planning, organizing, implementing and supervising teaching staff at MTs YMPI ST. Raso Tanjungbalai City. The method used is qualitative research, with research data collection obtained using triangulation techniques with data collection techniques through documentation, interviews and observation. The steps to analyze data are to collect data, reduce data, present data and then conclude. To test the validity of the data, credibility, transferability, dependability and confirmability tests are used. The results of this research reveal three findings, namely planning of teaching staff at MTs. S YMPI ST. The Tanjungbalai City Raso has been implemented and structured correctly in accordance with existing provisions, namely the organization of teaching staff at MTs. S YMPI ST. Tanjungbalai City Raso has been carried out in accordance with predetermined procedures. As for the implementation of the teaching staff plan at MTs. S YMPI ST. Raso Kota Tanjungbalai is running as desire
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM dan PRILAKU KENAKALAN REMAJA
Pendidikan Agama Islam mempunyai arti sangat penting bagi perkembangan anak, khususnya remaja yaitu sebagai pondasi yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan pengamalan ajaran Islam dari pesarta didik. Pendidikan Agama Islam hendaknya menjadi perhatian khusus dalam pembentukan karakter remaja dalam menanggulangi kenakalan remaja. Kenyataan sehari-hari menunjukan bahwa peserta didik dalam usia remaja masih banyak ditemukan yang melakukan kenakalan sebagian tidak mematuhi peraturan yang berlaku di rumah, sekolah maupun lingkungan masyarakat.. Bentuk-bentuk kenakalan yang ada berbentuk kenakalan yang bersifat pergroup seperti perkelahian antar pelajar, kebu-tkebutan, kelompok memalak dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja yaitu faktor pribadi, keluarga, sekolah dan lingkungan. Pendidikan Agama Islam yang diberiakan secara maksimal untuk meminimalisir adanya kenakalan remaja. Usaha usaha preventif untuk menanggulangi kenakalan remaja seperti mengikutsertakan remaja tersebut dalam kegiatan keagamaan serta kegiatan positif lainnya sehingga dapat membentuk karakter yang positif
Implementasi Kegiatan Berbasis Literasi Kesehatan Pada Pembelajaran Tatap Muka di Taman Kanak-Kanak
Sistem pembelajaran tatap muka mulai kembali diterapkan pasca pandemi Covid-19 sehingga diperlukan literasi kesehatan pada anak usia dini/usia prasekolah yang sedang berada di jenjang Taman Kanak-Kanak. Literasi kesehatan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran untuk pembiasaan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian yang telah dilakukan berikut menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui gambaran penerapan kegiatan literasi kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi/pengamatan dan wawancara. Selanjutnya data yang ada dianalisis dengan triangulasi data. Selanjutnya hasil dari penelitian menunjukkan dari tiga sekolah yang diteliti telah melaksanakan kegiatan literasi kesehatan dalam berbagai bentuk. Literasi kesehatan pada anak dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pembelajaran, poster edukasi yang dipasang di area sekitar sekolah, serta kegiatan pembiasaan seperti membawa bekal dari rumah, mencuci tangan sesuai anjuran pada saat sebelum dan setelah makan juga Ketika kegiatan belajar selesai. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu sekolah yang secara khusus menciptakan kegiatan mingguan dengan memanfaatkan berbagai permainan edukatif hasil karya guru dan anak untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis literasi kesehatan di sekolah.Kata kunci: Anak usia dini, literasi kesehatan, pembelajaran taman kanak-kanak.Face-to-face learning system to be implemented after Covid-19 pandemic, that health literacy is needed for Kindergarten. Health literacy is implemented learning activities to help clean and healthy living behaviors. This methode of study use qualitative descriptive to find an overview of implementation health literacy at face-to-face learning in kindergarten. The instruments used observation and interviews. Furthermore, analysis technique in this research use data triangulation. The results showed that from three schools studied had carried out health literacy activities in various forms. Health literacy in children is implemented form of learning activities, educational posters that can be posted in around school, as well habituation activities such as bringing supplies from home, washing hands before and after eating, washing hands after carrying out learning activities, and so on. From the one school, various educational game as created by the teacher to carry out health literacy in Kindergarten.Keywords: Early childhood, health literacy, learning of kindergarte
The Effectiveness of Quizlet on Teaching Grammar at Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Bantarsari Cilacap
The problems of this research were students’ difficulties in mastering grammar because of monotonous activity and less interest to learn. Quizlet application was proposed as a new alternative media to engage students’ interest in learning grammar. This study aims to find there was a significant different or not between the experiment class and control class. This study used quasi experimental design and quantitative approach. The population of this research was the eleventh-grade as much as 172students . The sample was chosen by purposive sampling, with 35 students in experimental class and 35 students in control class. This study used pre-test and post-test to collect the data and was analyze used IBM SPSS V 25. The result of Independent Sample T-test showed that the sig.value was 0.298, it means that there was not significant effect. The use of Quizlet to teaching grammar at this school was less effective, but can still use to learn other English subject
The implementation of STAD model assissted worksheets to improve students’ activities and understanding in learning biology
This study aims to apply the Student Teams-Achievement Division (STAD) learning model assisted student worksheet to increase learning activities and understanding of concepts in biology, especially the principle of trait inheritance material. Class action research consisting of two cycles, each cycle consisting of three encounters is used in this research method. Research instruments are in the form of pre-cycle questionnaire sheets, learning outcomes evaluation sheets, student activity observation sheets, and teacher activity observation sheets. Evaluation sheet of learning outcomes to determine the improvement of understanding of concepts in the material of the principle of inheritance of traits. Student and teacher activity sheets are used to view the interactions that occur between teachers and students. Descriptive statistics are used in the analysis data to see student learning outcomes and increased student activity. The results of the study concluded that the understanding of student concepts and the increase in learning activities. The percentage of learning activities in cycle I and cycle II respectively averaged 50.95% and 81.21%. The percentage of learning outcomes in cycle I and cycle II respectively averaged 64.61% and 84.31%. The percentage of students who completed cycle I and cycle II respectively was 44.44% and 80.56%. So it can be concluded that the learning with STAD model assisted worksheets can improve students’ activities and understanding on the material of the principle of inheritance of traits
SONGS AS MEDIA TO IMPROVE STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN UNDERSTANDING ENGLISH PRONUNCIATION (THE CLASSROOM ACTION RESEARCH OF EIGHT GRADERS AT SMP MUHAMMADIYAH 07 MEDAN
Pronunciation is the production of speech sounds for communication. For many students, the English speech sounds are confusing. There are many differences of pronunciation between English and Indonesian. Therefore, there are many students of Junior High School especially students of SMP Muhammadiyah 07 Medan that pronounce English words incorrectly. This study was conducted under the consideration that pronouncing English words plays an important role. Most of the students may have problems to pronounce part since English is not our native language, although they get an English subject in their school and they can‟t master the English pronunciation well. The research was carried out through Classroom Action Research (CAR) and the sample of the research is the VIII-1 grader students of SMP Muhammadiyah 07 Medan. In collecting data, this research uses questionnaire, observation sheet, diary notes, test and photography. The students‟ achievement in the post test II & I is higher than that of the pre test with the mean score 82,70 > 76,09 > 69,83. In doing this study, the writer used an oral test method or sound of production. The action was done through teaching learning process. All of the teaching learning process were presented by the help of songs. After the treatment by using songs in each cycle, the students‟ achievement in pronouncing English words improved. It proven by the percentage of students‟ who get score up to 75 in pre-test and post-test I and post-test II. It was 20% students in pre-test, 44% students in post-test I, and 88% in post-test II. Based on this study, it was found that the use of songs in teaching English was effective and very beneficial to improve the students‟ pronunciation
Pengembangan Bahan Ajar Teks Eksplanasi Berdasarkan Berita Media Massa Untuk Siswa Tingkat SMP
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah bahan ajar teks eksplanasi. Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan: (1) Bagaimanakah unsur dan kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks ekslanasi di berita media massa cetak? (2) Bagaimanakah rancangan bahan ajar teks eksplanasi berdasarkan media massa cetak dan implementasinya dalam pembelajaran teks eksplanasi? (3) Bagaimanakah hasil implementasinya dari penggunaan bahan ajar teks eksplanasi berdasarkan media massa cetak dalam pembelajaran teks eksplanasi? Sumber Teks Eksplanasi media massa cetak koran dengan menganalisis isi, ketepatan penyajian, dan kesesuaian bahasanya. Instrumen angket hasil validasi dari ahli materi, dan hasil pembelajaran. Berdasarkan penilaian ahli materi, dan guru bahasa Indonesia, aspek kualitas pembelajaran memiliki rata-rata 3,33 (tingkat kelayakan 83,25%) yang termasuk dalam kategori sangat baik, dan layak digunakan. Kemudian, aspek penyajian materi pembelajaran memiliki rata-rata 3,22 (tingkat kelayakan 80,5%) yang termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan. Selanjutnya, berdasarkan penilaian akhir ahli media, aspek desain tampilan memiliki rata-rata 3,5 (tingkat kelayakan 87,5%) yang termasuk dalam kategori sangat baik dan dapat dikatakan layak. Kemudian, aspek pengoperasian memiliki rata-rata 3,16 (tingkat kelayakan 79,12%) yang termasuk dalam kategori baik sehingga dapat dikatakan layak digunakan. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran teks eksplanasi dapat digunakan dalam proses pembelajaran karena telah memenuhi kriteria kelayakan