Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
Learning growth and development of living things topic: An analysis of students’ interest at a private middle school in Labuhanbatu district
Students’ engagement and curiosity in learning Biology is suboptimal, hence innovative teaching methods are required to cultivate their interest and enhance their understanding of the subject matter. The research aims to identify differences in students’ interest in learning Biology across grades VII, VIII, and IX, based on gender and other indicators. The study analyzes the variations in students’ interest in the growth and development of living creatures at Bulu Tolang Adventist Private Middle School, Labuhanbatu Regency. The research population comprises all students at the school, with a research sample of 64 students using total sampling techniques. The study employed a quantitative descriptive research method and used a questionnaire of 20 statements calculated using a Likert scale. The data analysis involved descriptive description of the average percentage of students’ interest in learning. The research results revealed that: (1) Grade VII students’ interest in learning was categorized as high (65.62%), Grade VIII high (62.69%) and Grade IX medium (51.60%); (2) Students’ interest in learning based on gender showed that males were in the medium category (54.28%) in paying attention to lessons, while females were higher (65.23%); and (3) Student interest in learning based on indicators, namely feelings of enjoyment in participating in learning amounting to (59.68%), attention (58.99%), interest (57.43%), and student involvement (60.11%). The study concludes that Grade VIII students exhibit higher interest in learning Biology than their Grade VII and IX counterparts. Based on gender, female students demonstrate greater interest in learning than male students. The study also indicates that students’ feelings of joy, attention, interest, and involvement are in the medium category. Factors that influence the level of student learning include the family environment, motivation, and interest in learning. Innovative teaching methods can help support students’ higher interest in learning, including interest and feelings of enjoyment in learning
ANALYSIS OF FACTORS CAUSING MISCONCEPTIONS IN GUIDANCE AND COUNSELING
Misconceptions are incorrect explanations of ideas that are not in accordance with the scientific understanding accepted by experts. Misconceptions often occur because the concepts studied and accepted are different. The aim of this research is to find out what misconceptions there are regarding guidance and counseling services. The technique used in writing this article is a bibliographic display method that uses literature such as journals, books, documents and other sources without conducting field research. This article contains an abstract, introduction, discussion and conclusion
IMPROVING STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT ON RECOUNT TEXT BY USING PHOTOGRAPH AT NINTH GRADE STUDENTS OF MTSN 1 MEDAN
This research was aimed to find out the impact of using Photograph in improving the students’ writing achievement on Recount Text. The subject of this research was the ninth grade students of MTsN 1 Medan in academic year of 2020/2021 which consisted of 36 students. This research was conducted by using classroom action research, which used two cycles. Each of them consists of planning, acting, observing, and reflecting. The data were obtained through quantitative and qualitative data. The quantitative data was obtained from tests including pre-test, post-test I, and post-test II. While qualitative data was obtained from observation sheet. The result of the data analysis showed that there was an improvement on the students’ reading achievement from each cycle. It was shown from the students’ mean score The precentage of students score in pre-test who got point up to 70 was 10 students and the improvement was about 27,8 %. The precentage of students score in post test 1 in cycle 1 who got point up to 70 was 25 students and the improvement was about 69,5 %. The precentage of students score in post test 2 in cycle 2 who got point up to 70 was 32 students and the improvement was about 88,9 % . Based on the finding research , saying that Photograph could improve the students’ Writing achievement in recount text.
THE EFFECT OF USING SOCRATIC METHOD ON THE STUDENTS’ACHIEVEMENT IN SPEAKING AT THE JUNIOR HIGH SCHOOL MTSN 1 BANDAR MASILAM
The researcher interested to conduct two things namely academic year 2020/ 2021 The Effect of Using Socratic Method on The Students’ Achievement in Speaking at Junior High School MTsN 1 Bandar Masilam. This type of research is a quasi experimental, with the sampling technique using cluster random sampling. The two classes that became the research were the experimental class VIII 2 and the control class VIII 3 which were suitable for each of the 30 students. The learning outcome data in the study were obtained using pre-test and post-test. The results of the study, the pretest mean value of the experimental class and the control class respectively were 34.5 and 33.5, then the data prerequisite test was carried out, namely the normality test and the homogeneity test of the data obtained by Lhitung<Ltabel (0.0961 <0.161) for the experimental class. And 0.0815 <0.1610 for the control class so that the pretest data from both classes were normally distributed. Fcount<F (1.27 <1.94), then the sample used in the study was stated to be homogeneous, after being treated the posttest results of the experimental class were 73.16 and the control class 69.66. The average student learning activity is 64.92 which is classified as active. Hypothesis testing was carried out using the t test, it was obtained tcount = 2.42 and ttable = 1.68 so that tcount>ttable then Ha was accepted so that it could prove that there was damage due to the influence of the use of the Socrates method on student speaking in class VIII semester I MTSN Negeri 1 Bandar Masilam TP 2020/2021
Analisis Strategi Pengembangan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Islam Makarima Kartasura
Manajemen strategi dalam konteks Pendidikan Anak Usia Dini mencakup perencanaan kurikulum yang sesuai, pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Implementasi manajemen strategi yang baik diharapkan dapat menghasilkan lingkungan belajar yang kondusif, yang mampu mendorong siswa untuk eksplorasi, berkreasi, dan mengembangkan potensi secara maksimal. Strategi perkembangan dalam menerapkan manajemen mutu terpadu dalam bidang pendidikan adalah dengan mengubah institusi pendidikan menjadi penyedia layanan, yang bertujuan untuk mencukupi keperluan dan harapan para pelanggan. Tujuannya untuk menganalisis strategi pengembangan mutu Pendidikan Anak Usia Dini di Pendidikan Anak Usia Dini Islam Makarima, dengan focus pada siswa kelas TK B2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptip kualitatif, menggunakan trianggulasi untuk pengumpulan dat. Hasil penelitian ini menunjukkan manajemen strategi pengembangan mutu pendidikan yang baik akan menjamin kemajuan sekolah dalam meraih posisi yang kompettif di Tengah persaingan ketat dalam dunia Pendidikan
PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan merupakan proses integral dalam mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Tujuan utama pengembangan SDM dalam konteks pendidikan adalah meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan sikap pendidik serta tenaga kependidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Dalam implementasinya, pengembangan SDM melibatkan strategi-strategi seperti pelatihan di tempat kerja (on-the-job training) dan pelatihan di luar tempat kerja (off-the-job training). Pelatihan di tempat kerja dapat dilakukan melalui rotasi pekerjaan, bimbingan dan penyuluhan, pemagangan, serta pemaknaan dan pemberian contoh. Sedangkan pelatihan di luar tempat kerja meliputi simulasi dan presentasi informasi. Program-program pengembangan SDM harus dirancang secara sistematis untuk memastikan bahwa kebutuhan perusahaan (organisasi pendidikan) terkait program pelatihan dan pengembangan terpenuhi. Selain itu, evaluasi efektivitas program pelatihan dan pengembangan juga sangat penting untuk menjamin hasil yang optimal. Dengan demikian, pengembangan manajemen SDM dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga organisasi pendidikan dapat mencapai tujuan akademis dan non-akademisnya dengan lebih baik
IMPLEMENTASI METODE OUTDOOR LEARNING DALAM MEMBENTUK LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode outdoor learning dalam membentuk lingkungan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Outdoor learning merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan luar ruangan sebagai sumber dan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran outdoor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode outdoor learning berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, ditandai dengan: (1) meningkatnya motivasi dan antusiasme siswa dalam pembelajaran, (2) terciptanya pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi langsung dengan objek pembelajaran, (3) berkembangnya keterampilan sosial dan kemampuan kerja sama siswa, dan (4) meningkatnya pemahaman konsep melalui pengalaman nyata. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode outdoor learning sebagai alternatif strategi pembelajaran yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, outdoor learning tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga memperkaya pengalaman pendidikan mereka secara keseluruhan
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA N 1 PANYABUNGAN UTARA
Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA N 1 Panyabung Utara tahun ajaran 2022/2023. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu bimbingan kelompok dan kemandirian belajar. Hipotesis: terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA N 1 Panyabung Utara Tahun Pelajaran 2022/2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Panyabung Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas X IPS-1 dan X IPS-2 yang berjumlah 54 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive smpling artinya teknik pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu. Metode yang digunakan adalah metode Quasi-Experimental yaitu dengan mengadakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan berkas mengenai kemandirian belajar siswa menggunakan angket. Hasil kuesioner yang telah diisi responden dianalisis menggunakan teknik statistik hingga rumus persentase, uji validitas, uji hipotesis dan uji reliabilitas. Setelah diberikan perlakuan bimbingan kelompok pada kelas eksperimen, ternyata terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA N 1 Panyabung Utara yang berada pada kategori “Kuat”
THE IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILLS IN DESCRIPTIVE TEXT BY USING VISUAL-SPATIAL INTELLIGENCE STRATEGY AT MTS AL-JUMHURIYAH SEI ROTAN
This research was aimed to find out the improving students’ writing skills in descriptive text by using Visual Spatial Intelligence. in enhancing this research, the researcher applied the classroom action research, which was done through four steps. They were plan, action, observation, and reflection n. The subjects of this study were 19 students at eight grade students of MTS Al Jumhuriyah Sei Rotan in 2019/2020 Academic Year. The technique of analyzing the data of this research was applied by quantitative and qualitative data. The qualitative data were taken from observation sheet, interview, and documentation. The quantitative data were taken from students writing skill test. The data was taken from test result which was done in two cycles and two cycles conducted in four meetings. The test was given to the students in form of pre-test, post test in the first cycle and the post test in the second cycle. The result of the analyzing the data showed that the students’ mean score was an improving on the students writing skills from each cycles. It was showed from Pre-test, there was 6 students got successful score criteria or it was (32%) and 13 students’ got unsuccessful score criteria. In the Post test in cycle I, there was 10 students (47%) who got successful score criteria. In the post test in cycle II there was 16 students (84%) who got successful score criteria. In Other words, the students’ writing skills in descriptive text was improved. Based on the observation sheet, interview, and documentation, it can be showed that the expression and enthusiasm of students in learning were also improve
MEMPERTAHANKAN JATI DIRI IDENTITAS NASIONAL DI ERA GLOBALISASI DAN DIGITALILASI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur dilakukan untuk memperkuat permasalahan yang dikaji dan menjadi dasar dalam memberikan pemahaman mengenai identitas nasional sebagai salah satu determinan pembangunan dan karakter bangsa. Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan identitas nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol kenegaraan seperti: Pancasila, Bendera Merah Putih, Bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia, Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila, Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 serta Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Era digital juga telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini. Dengan begitu, upaya ini pastinya dapat mempertahankan identitas dan integritas nasional. Dengan mengembangkan semangat nasionalisme dan patriotisme, tentunya akan tumbuh rasa cinta terhadap tanah air yang mana hal tersebut merupakan bentuk upaya mempertahankan identitas serta integritas nasional. Oleh karena itu sebagai penerus bangsa harus di lakukan cara-cara untuk mempertahankan kembali identitas nasional bangsa.Kata Kunci: Jati Diri, Identitas Nasional, Era Globalisasi dan Digitalilas