Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
AN ANALYSIS OF CODE-MIXING USED BY ENGLISH TEACHER IN CLASSROOM INTERACTION AT NINETH GRADE MTS ANAK BANGSA
The research entitled "Analysis of the Use of Code Mix by English Teachers in Classroom Interaction" aims to identify the types of code mixing used by English teacher as well as the reasons behind their use in the teaching process. This research uses descriptive qualitative method, with the research subject being an English teacher at Mts Anak Bangsa. Data were gathered through observation, documentation, and interviews, and then analyzed using techniques for data reduction, data display, and drawing and verifying conclusions, as outlined by Sugiyono. The research findings show that there are three types of code mix used by teachers in classroom interactions, namely intra-sentential code mixing (77.16%), intra-lexical code mixing (12.34%), and involving change of pronunciation (10.50%). Among the three types, intra-sentential code-mixing is the most frequently used. English teachers use code-mixing due to situational factors, intrinsic messages and language attitudes which include dominance and security. The study concludes that teachers' use of code-mixing helps bridge language gaps between teachers and students, thereby enhancing students' comprehension of the subject matter
THE INFLUENCE OF GROUP COUNSELING SERVICES ON THE SELF-MANAGEMENT OF CLASS X STUDENTS AT SINAR HUSNI MEDAN HELVETIA PRIVATE HIGH SCHOOL
This research aims to determine: the effect of group counseling services on the self-management of class X students at Sinar Husni Medan Helvetia Private High School. This type of research is quantitative quasi-experiment (quasi-experiment) with pre-test and post-test one group design. The subjects of this research were 84 class X students at Sinar Husni High School Medan Helvetia. The sampling technique used purposive sampling. This research data was taken using a student self-management questionnaire with 25 valid and reliable question items, then the data was analyzed using the SPSS test. Pre-test data on self-management obtained an average score of 78.24. Meanwhile, post test data on self-management obtained an average score of 84.04. This means that the average score of students after receiving group counseling services is higher than before receiving group counseling services in self-management. From data analysis, it is obtained that Fcount = 51.123 with a = 0.05 and Ftable = 3.95. From these data it can be seen that Fcount > Ftable where 51.123 > 3.95. This means that the hypothesis is accepted. Group counseling services contributed 38.4% to improving self-management for class X students at Sinar Husni High School Medan Helvetia. This shows that there is an influence of providing group guidance services to overcome the self-management of class X students at Sinar Husni High School Medan Helvetia or the hypothesis can be accepted
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Mengingat kemajuan teknologi yang semakin pesat, kepememilikan gadget di zaman modern ini menjadi hal yang penting. Penggunaan gadget dalam kehidupan memiliki dampak yang signifikan. Selain berdampak pada kehidupan orang dewasa, keberadaannya juga dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gadget terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 10 anak yang berada di Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengurangan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak. Diantaranya 40% anak memiliki pengaruh positif, 50% memiliki pengaruh negatif, dan 10% tidak memiliki pengaruh apapun. Selain itu, terdapat faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak diantaranya lingkungan keluarga, pola asuh orang tua, status ekonomi, serta latar belakang pendidikan orang tua
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK (ANAK BROKEN HOME)
Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. dalam keluarga dapat menimbulkan perselisihan sehingga dapat mengakibatkan keretakan keluarga atau broken home. keluarga yang broken home dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan suami-isteri saja, tetapi dapat melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian adalah beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Kelakuan anak terhadap perceraian orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum dan sesudah perceraian. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnalini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, buku,artikel. perceraian orang tua dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik psikis maupun fisik anak. Jadi perceraian memang harus perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi
PENGARUH KEKERASAN TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dampak kekerasan yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lainnya terhadap kepribadian anak. Perlakuan kekerasan terhadap anak sering kali tidak disadari oleh orang tua atau pengasuh, yang memiliki kelekatan dengan anak. Bentuk kekerasan secara fisik, emosional, dan seksual, termasuk penelantaran, dapat terjadi dalam lingkup keluarga. Jika perlakuan kekerasan terjadi selama masa pembentukkan kepribadian, dan mencapai tingkat keparahan, maka dampaknya pada kepribadian dan kehidupan masa depan anak. Anak dapat bersikap permisif, depresif, desruktif, agresif atau berperilaku menyimpang. Mencegah perilaku kekerasan terhadap anak, orang tua atau Pengasuh perlu mendapat bimbingan untuk mengolah stress,agar mampu mengatasi dan mengendalikan emosi, latihan ketrampilan kelekatan yang aman, latihan untuk mengenal deteksi dini pada anak korban kekerasan, latihan merubah interpretasi pengalaman kekerasan menjadi motivasi bagi anak. Menghindari kerentanan anak mendapat kekerasan psikologis, anak harus tetap mendapat pengasuhan. Jika pengasuhan dari orang atua tidak memungkinkan, maka anak dapat memperolehnya dari orang tua pengganti atau kerabat, atau Lembaga Sosial Pelayanan Anak.
HUBUNGAN MINAT BACA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTs NEGERI KABANJAHE KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan minat baca Aqidah Akhlak dan hasil belajar siswa pada bidang studi Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri. Sampel penelitian dalam penelitian ini sebanyak 42 siswa. Metode yang digunakan adalah metode korelasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor minat membaca siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabanjahe pada bidang studi Aqidah Akhlak sebesar 54,52 dengan skor tertinggi 68 dan skor terendah 34. Rata-rata nilai hasil belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabanjahe pada bidang studi Aqidah Akhlak sebesar 68,88 dengan nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 60. Hasil pengujian hipotesis disimpulkan ada hubungan yang positif dan sifnifikan antara minat baca dengan hasil belajar siswa pada bidang studi Aqidah Akhlak dengan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabanjahe dengan nilai rxy hitung > rtabel yaitu 0,4334 > 0,304 dan thitung > ttabel yaitu 3,0416 > 1,68
Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Melalui Permainan Mencari Pasangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun di Gunungsitoli Idanoi
Taman Kanak-kanak pada hakikatnya merupakan wadah bagi pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Salah satunya adalah aspek perkembangan sosial. Kemampuan sosial anak merupakan aspek perkembangan yang sangat penting karena sebagai suatu pondasi bagi perkembangan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya secara lebih luas. Untuk itu anak perlu diberikan rangsangan, dorongan dan dukungan berupa program kegiatan yang terencana, bermanfaat dan menyenangkan. Berdasarkan hasil observasi di TK ABA III Tetehosi I Gunungsitoli Idanoi dari 14 siswa masih ada 5 orang anak yang belum berani berteman atau bersosial kepada teman-temannya sehingga anak tersebut cenderung diam di kelas. Dan 9 anak yang sudah mampu mamiliki sikap bersahabat atau mudah bergaul dengan teman sebayanya. Hal ini membuktikan bahwa di TK ABA III Tetehosi I Gunungsitoli Idanoi, aspek social anak masih belum sepenuhnya meningkat dalam rentang anak usia 4-5 tahun
Designing a SETS-based biology teaching module: Efforts to enhance students’ critical thinking and problem-solving skills
Based on the problem analysis, 10th-grade students at SMAN 1 Talawi show low critical thinking and problem-solving skills. This research aims to determine the level of validity, practicality, and effectiveness of developing biology teaching modules based on the SETS model to enhance students' critical thinking and problem-solving abilities. The type of research used is research and development with the Plomp model. The research data were analyzed using a Likert scale and t-test. The research results show that the biology teaching module based on the Science, Environment, Technology, and Society (SETS) model has a validity score of 87.91%, with very valid criteria. The practicality assessment shows a score of 84.52% with a very practical criterion. The average score for the critical thinking ability test is 83.85, and the average score for the problem-solving ability test is 83.00. These scores indicate that the effectiveness assessment falls into the high criterion with a very effective interpretation. The results of the t-test show that the P-value < α, so the alternative hypothesis (H1) is accepted. So, it can be concluded that the biology teaching module based on the SETS model that has been developed falls into the category of very valid, very practical, and very effective for enhancing the critical thinking and problem-solving abilities of tenth-grade students. The use of technology in this module is one of the novel aspects, where students are involved in exploring and analyzing issues about ecosystems and environmental changes through technology
THE EFFECT OF PARTNER READING STRATEGY ON THE STUDENTS' READING COMPREHENSION AT MAS PAB 1 SAMPALI
Reading comprehension requires greater concentration than other English language skills. This is why reading comprehension is difficult to learn or teach. However, there is one learning strategy called partner reading strategy. The purpose of this study was to find out the effect of reading partner strategy on students’ reading comprehension. This study used a quantitative research method with a quasi-experimental design. This study was conducted at MAS PAB 1 Sampali, with a population of all tenth grade students from two classes. The research sample consisted of 26 students in class X-1 as the control class and 21 students in class X-2 as the experimental class. This study was carried out through three stages, namely pre-test, treatment, post-test. Each sample went through the same stages, but the control class was given a conventional teaching strategy while the experimental class was given a partner reading strategy. The results showed that the mean scores of the post-test in both classes were far different. In the control class, the mean score was 72.62; while in the experimental class was 84.19. Furthermore, the independent sample t test result showed that the Sig. 2-tailed was 0.000, where it was smaller than 0.05 (0.000<0.05). In conclusion, Ha is accepted and H0 is rejected
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIC LEARNING MATERI : MEMBIASAKAN BERPIKIR KRITIS DAN SEMANGAT MENCINTAI IPTEK KELAS XI SMK N 1 BATANGTORU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menerapkan pendekatan saintifik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi : Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK kelas XI SMK N 1 Batangtoru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan alur penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI APHP SMK Negeri 1 Batangtoru. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pendekatan saintifik pada materi berpakaian menurut syariat islam dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar ditingkatkan dengan cara membentuk kelompok siswa secara heterogen, memotivasi siswa dengan memberikan nilai tambahan, mengatur tempat duduk siswa, dan memberi kesempatan secara luas kepada siswa untuk mengungkapkan ide atau gagasannya.Hal ini ditandai dengan peningkatan aktivitas siswa setiap siklus. Pada siklus I aktivitas belajar siswa masuk dalam kategori cukup aktif dengan rata-rata skor 21,8.Pada siklus II aktivitas belajar siswa masih dalam kategori cukup aktif dengan rata-rata skor 27,2. Pada siklus III aktivitas belajar siswa sudah mencapai kategori aktif dengan rata-rata skor 33,8. Hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklus dengan melakukan tindakan memberikan LKS berbasis saintifik, memberikan bimbingan lebih kepada siswa yang belum tuntas serta memberikan latihan soal. Hal ini ditandai dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I hingga III yaitu : 73,45; 75,06; 81,76; dengan ketuntasan belajar klasikal dari siklus I hingga siklus III yaitu : 57,58%; 72,73%; 87,88%