Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN WORDWALL SEBAGAI MEDIA EVALUASI ANAK TULI DI SLBN 1 KULON PROGO
The rapid development of technology that is currently occurring encourages PAI teachers to participate in maximizingthe use of technology. PAI teachers must have creativity in carrying out evaluations using certain software or applications. This research is intended to provide motivation to PAI teachers by explaining the steps for using wordwall as an evaluation medium and explaining the advantages and disadvantages of Wordwall in evaluating prayer movement learning at SLBN 1 Kulon Progo. This research is also intended as a new innovation by utilizing modern technology that makes it easier to evaluate learning. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach and data collection techniques through observation, interviews and documentation. This research was also developed using field studies referring to journals and related sources. The research results show that the application of Wordwall media as a learning evaluation can help and make it easier for teachers to evaluate prayer movements for deaf children. The use of Wordwall as an evaluation medium has a positive influence on deaf children, namely making it easier for them to work on questions because it is dominated by pictures with little writing. It is hoped that with advances in technology the scope of learning evaluation will also become more varied and make it easier for teachers to carry out assessments in evaluating student learning. This research was created to contribute to the development of evaluation media to make it easier for teachers to assess children's learning outcomes
PODCASTS AND STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TOWARDS EXTENSIVE LISTENING BY STUDENTS
Based on the preliminary experiment the students were perplexed by the English sounds, they struggled with motivation, and they hoped the benefit their peers. The research objectives were: (1) to determine the influence of podcast and STAD combination on the students’ extensive listening; and (2) to determine the significant difference between students' extensive listening before and after teaching using the combination of podcast and STAD. A Quantitative quasi experimental method was used. The research instrument was in form of objective test. The researchers gathered the documentation from the teacher's notes, the syllabus, lesson plan, and student development report. This quantitative data analysis uses SPSS for Windows. The findings of the study: (1) the combination of podcasts and STAD was more effective than three phase techniques collaborated with teacher’s reading aloud; and (2) In terms of enhancing extensive listening, there is a significant difference in achievement scores before and after the treatment. Some students were excited about improving their listening skills by using podcasts. They could grasp the native speaker comprehensively as well as maximize their role among students
MENINGKATKAN KESADARAN BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bimbingan belajar dalam meningkatkan kesadaran belajar siswa di sekolah. Kesadaran belajar menjadi kunci penting dalam memperoleh hasil belajar yang optimal. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dikumpulkan dari siswa yang mengikuti program bimbingan belajar di sebuah sekolah menengah. Analisis data dilakukan melalui proses kodifikasi dan kategorisasi, yang menghasilkan temuan bahwa bimbingan belajar dapat signifikan meningkatkan kesadaran belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan belajar tidak hanya memberikan dukungan akademis, tetapi juga membantu siswa memahami cara belajar mereka sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengembangkan strategi belajar yang efektif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi bimbingan belajar dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan kesadaran belajar siswa dan memperkuat kualitas pendidikan
Paradigma Pembelajaran IPS dan Permasalahanya
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang masyarakat, budaya, politik, ekonomi, dan lingkungan di sekitar mereka. Pemahaman siswa terhadap IPS tidak hanya dipengaruhi oleh materi pelajaran, tetapi juga oleh cara pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Paradigma pembelajaran yang digunakan dalam IPS memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana siswa dapat memahami dan menginternalisasi materi pembelajaran. Paradigma pembelajaran mencakup metode pengajaran, pendekatan kurikulum, dan strategi evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang penulis pakai didalam riset ini, bisa di tinjau dari sumber yaitu penelitian kepustakaan (Library Reseach). Hubungan antara paradigma pembelajaran dan permasalahannya dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bahwa paradigma pembelajaran memegang peran kunci dalam membentuk kualitas pembelajaran IPS dan potensi munculnya permasalahan dalam proses pendidikan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIRS CHECKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V MIN 1 MEDAN
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif Quasy Experimental Design dengan populasi semua siswa kelas V MIN 1 Medan berjumlah 35 orang, yaitu kelas eksperimen 14 orang dan kelas kontrol 21 orang. Teknik pengumpulan data digunakan adalah tes unjuk kerja yang telah diuji cobakan sebelumnya menggunakan uji reliabilitas rater dan uji validasi isi. Sedangkan pengujian hipotesis menggunakan statistik deskriptif dan diperkuat dengan analisis gain score (N-gain). Adapun kriteria pengujian hipotesis adalah Ha ditolak jika tidak terjadi peningkatan rata-rata pada postest dan sebaliknya, Ho ditolak jika terjadi peningkatan rata-rata pada postest.Berdasarkan hasil penelitian, rata – rata hasil belajar kelas eksperimen pada pretest adalah 71,81 dan pada posttest 98,19. Sedangkan pada kelas kontrol rata – rata hasil pretes adalah 76.91 dan pada posttest adalah 80,52. Perbedaan kelas eksperimen dengan kelas kontrol, selisih menunjukan bahwa penguatan memberikan peningkan yang signififikan yakni dari 71,81 menjadi 98,19. Terdapat selisih 26,38. Sedangkan pada kelas control selisih menunjukkan dari 76,91 menjadi 80,52. Terdapat selisih 3,61, artinya Ha diterima. Ha diterima artinya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varians yang sama pada saat pradata. Hasil posttest menunjukkan bahwa data kedua kelasa berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji 2. Analisis uji gain score kelas eksperimen sebesar 0,47 dan berada pada kategori sedang, yakni lebih besar dari 0,3 dan kurang dari 0,7 (0,7 < 0,47 ≥ 0,3). Untuk kelas kontrol diperoleh gain score sebesar 0,07 berada pada katagori rendah.Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe pairs checks diharapkan menjadi pertimbangan bagi guru kelas V dalam mengajarkan pelajaran IPA di kelas. Pembelajaran kooperatif tipe pairs checks terbukti dapat dapat meningkatkan minat belajar siswa yang pada akhirnya terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA
Kajian Deskriptif Pendekatan Konstruktivisme Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran matematika mendorong siswa untuk mengaitkan konsep-konsep baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki. Sementara itu, melalui model kooperatif, siswa dapat berdiskusi, berbagi ide, dan saling mengoreksi pemahaman mereka. Beberapa manfaat dari penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran matematika meliputi peningkatan pemahaman konsep matematis. Siswa lebih mudah memahami konsep abstrak matematika ketika mereka bisa mendiskusikannya dan melihat perspektif teman-teman mereka. Meningkatkan keterlibatan siswa, yakni kerjasama dalam kelompok dapat memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses belajar. Membantu siswa yang lebih lambat di dalam kelompok, dimana siswa yang kesulitan bisa mendapatkan bantuan dari teman-teman mereka, sehingga pemahaman konsep yang mereka dapatkan lebih meningkat. Dengan pendekatan konstruktivisme melalui penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi Pengumpulan dan Penyajian Data kepada siswa Kelas IV SD Negeri 064014 Tahun Ajaran 2024/2025 terbukti dapat menanamkan pemahaman konsep matematis siswa dengan baik
TRADISI MARKOBAR SEBAGAI IDENTITAS DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BATAK MANDAILING
Penelitian ini mengkaji Tradisi Markobar sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Mandailing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana tradisi Markobar berfungsi sebagai identitas budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Mandailing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markobar, yang berarti "berbicara," merupakan tradisi lisan yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Mandailing. Kearifan lokal ini dianggap penting untuk digali, dikaji, dan direvitalisasi karena memiliki peran yang krusial dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. Tradisi Markobar umumnya dilaksanakan dalam acara siriaon (pesta dalam suasana gembira) atau dalam acara duka cita seperti silulutun. Dalam upacara pernikahan, Markobar dimulai dengan pembukaan oleh suhut, dijawab oleh mora hingga kahanggi, dan kemudian dilanjutkan dengan nasihat dari keluarga kedua mempelai yang berlandaskan sistem dalian natolu. Sementara pada upacara kematian, meskipun serupa, Markobar lebih menekankan pada pesan penyemangat dan ucapan duka cita, yang diawali dengan pembukaan oleh suhut dan dilanjutkan oleh keluarga
STRATEGI PENANAMAN NILAI - NILAI ANTI KORUPSI PADA MAHASISWA
Korupsi merupakan salah satu permasalahan besar yang memerlukan upaya serius untuk diberantas. Selain tindakan hukum represif, pencegahan melalui pendidikan anti-korupsi menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang berintegritas. Pendidikan ini dapat diterapkan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan formal di sekolah atau kampus, pendidikan informal dalam keluarga, dan pendidikan nonformal melalui komunitas atau masyarakat. Nilai-nilai dasar seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian perlu ditanamkan sejak dini hingga dewasa sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat. Di lingkungan kampus, implementasi pendidikan anti-korupsi meliputi integrasi nilai-nilai tersebut dalam kurikulum, pembudayaan dan pembiasaan nilai dalam kehidupan kampus, serta pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk menggali konsep, pendekatan, dan strategi yang relevan dalam penerapan pendidikan anti-korupsi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membentuk individu berkarakter anti-korupsi yang mampu menghadapi tantangan korupsi di kehidupan nyata
PENGEMBANGAN INDUSTRI EMPING MELINJO SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA KARANG SARI, KECAMATAN GUNUNG MALIGAS, KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA
Industri emping melinjo merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat dijadikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan industri emping melinjo sebagai strategi pemberdayaan masyarakat di Desa Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, dengan fokus pada proses pengembangan industri emping melinjo, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat setempat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan industri tersebut. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para petani melinjo dan pelaku industri emping, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri emping melinjo di Desa Karang Sari telah memberikan dampak yang positif terhadap pemberdayaan masyarakat setempat. Industri ini telah mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pengembangan industri emping melinjo meliputi dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, akses terhadap modal usaha, pengembangan jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, serta upaya diversifikasi produk untuk menghadapi fluktuasi pasar. Namun, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala seperti kurangnya akses terhadap pasar yang luas, keterbatasan teknologi pengolahan yang modern, serta permasalahan dalam manajemen usaha. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri emping melinjo memberikan gambaran tentang bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
SOSIALISASI PEMANFAATAN AI DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Perkembangan teknologi senantiasa dialami dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Seorang pendidik harus mampu beradaptasi dan juga memanfaatkan perkembangan teknologi ini. Salah satu teknologi terbaru yang bermanfaat bagi bidang pendidikan yaitu Artificial Intellegence (AI) yang banyak sekali jenis serta tujuan pemanfaatannya. AI ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi terselenggaranya persiapan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran. Selama ini, pendidik melakukan kegiatan tersebut dengan tradisional yang tentu saja dibatasi dengan kemampuan, waktu, tenaga serta sumber referensi. Tapi dengan adanya AI maka semua kegiatan persiapan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran menjadi lebih mudah, efisien, dan efektif, serta cepat untuk dilakukan. Oleh karena itu, untuk lebih mendekatkan para pendidik pada teknologi AI ini maka sosialisasi sangat diperlukan sehingga para pendidik dapat memanfaat AI ini terutama dalam mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran