Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    MENGGALI FENOMENA DUNIA MISTIK DALAM PROSA RAKYAT KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
                                                        AbstrakPenelitian tradisi lisan sudah banyak dilakukan karena sangat penting untuk menggali kearifan lokal yang berguna untuk merekonstruksi masa lalu, membangun karakter generasi muda, dan menguatkan identitas bangsa, serta merevitalisasi prosa rakyat yang semakin lama tergilas oleh modernisasi. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang menggali fenomena dunia mistik dalam prosa rakyat Kalimantan Timur. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran sosok dunia mistik dalam prosa rakyat Kalimantan Timur, menguraikan nilai-nilai kepercayaan masyarakat terhadap dunia mistik, dan menggambarkan sikap masyarakat modern terhadap dunia mistik yang terdapat dalam prosa rakyat Kalimantan Timur, yaitu “Puntianak”, “Pudoot Sang Pemburu”, dan “Sang Saudagar dan Hantu Saka”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan didukung oleh pendekatan folklor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosok gambaran dunia mistik yang muncul dalam ketiga prosa rakyat ini adalah keberadaan hantu dalam bentuk dan sifat yang berbeda-beda.Dunia mistik atau alam gaib ini merupakan bagian dari kepercayaan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat.Masyarakat modern yang notabene telah dikelilingi oleh perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat, serta dituntut untuk berpikir berdasarkan realita dan logika tetap mempercayai dan menyakini keberadaan dunia mistik.Kata Kunci: dunia mistik, kepercayaan, prosa rakyat                                                          AbstractMany oral tradition studies have been done because of its local genius that is very useful in reconstructing the past, building young generation’s character, strengthening nation’s identity, and revitalizing folklore that have been run over modernization. However, there aren’t many of them exposing mystical world phenomenon in East Kalimantan folklores. Therefore, the aims of this research are illustrating images, describing the values of community believes, and portraying modern community attitude in the mystical world on three East Kalimantan folklore, “Puntianak”, “Pudoot Sang Pemburu”, and “Sang Saudagar dan Hantu Saka”. Thisresearch is descriptive and applies folklore theories. The result shows that the mystical world images on those three folklore are ghosts in different forms and characteristics. This mystical world or mysterious nature is a part of community beliefs that cannot be separated from human life. Modern community surrounded by the rapid growth of information and technology expansion and the demand to think based on reality and logic still believes and is convinced of the existence of this mystical world.Keywords: mystical world, belief, folklor

    ANEKA TINDAK TUTUR INTERAKSI SOSIAL DI PASAR TRADISIONAL AKSARA MEDAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini merupakan mendeksripsikan tindak tutur interaksi sosial di Pasar Tradisional Aksara Medan, mendeskripsikan aneka tindak tutur yang terjadi dalam interaksi sosial di Pasar Tradisional Aksara Medan, Mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak tutur interaksi sosial di Pasar Tradisional Aksara Medan. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini tindak tutur yang diperoleh dari peristiwa tutur pedagang dan pembeli yang melakukan interaksi jual beli di Pasar Aksara Tradisional Medan.  Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah manusia, alat rekam dan buku catatan. Tindak tutur yang dipakai dalam interaksi sosial di pasar tradisional Aksara Medan yaitu tindak lokusi dan tidak perlokusi. Tindak tutur yang paling dominan yang terdapat dalam interaksi sosial di pasar Aksara Medan adalah tindak tutur direktif. Terdapat dalam interaksi sosial di pasar Aksara Medan. Ada 8 pola pasangan berdampingan/bersesuaian

    CITRA PEREMPUAN DALAM CERITA RAKYAT KERAJAAN MURSALA LEGENDA PUTRI RUNDUK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggambaran tokoh perempuan, (2) perlakuan yang diterima tokoh perempuan dari tokoh laki-laki, dan (3) peran gender tokoh perempuan dalam cerita rakyat Kerajaan Mursala: Legenda Putri Runduk. Objek penelitian berupa cerita rakyat. Pengumpulan data menggunakan teknik baca berulang-ulang dan pencatatan. Teknik analisis data bersifat deskriftif. Temuan penelitian (1) penggambaran tokoh perempuan ditinjau dari tiga aspek yaitu aspek fisiologis, aspek sosiologis, dan aspek psikologis. (2) perlakuan yang diterima tokoh perempuan dari tokoh laki-laki berdampak pada tinggi atau rendahnya tokoh perempuan dalam pandangan masyarakat. (3) peran gender dalam penelitian ini terbagi dua yaitu peran domestik dan publik.

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MENULIS PETUNJUK BAGI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI SATU ATAP 3 SAMBIREJO

    No full text
                                                            AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan (1) motivasi belajar menulis petunjuk, (2) hasil belajar menulis petunjuk, dan (3) motivasi dan hasil belajar menulis petunjuk dengan metode demonstrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMP Negeri Satu Atap 3 Sambirejo, Sragen, semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 dengan subjek siswa kelas VIII B. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatanmotivasi dan hasil belajar menulis petunjuk dengan metode demonstrasi pada siswa kelas VIII B SMP N Satu Atap 3 Sambirejo semester gasal tahun pelajaran 2013/2014, baik secara teoretis maupun empiris.Kata kunci: metode demonstrasi, motivasi belajar, hasil belajar, menulis petunjuk                                                        AbstractThis research aims at improving (1) the learning motivation of writing procedure texts, (2) the learning outcome of writing procedure texts, and (3) the motivation and the learning outcome of writing procedure texts using demonstrative method. It was a classroom-based action research which involved grade VIII B students ofSMP Negeri Satu Atap 3 Sambirejo, Sragen, in the odd semester of academic year 2013/2014. The study reveals that there has been progress theoretically and empirically on the students’ motivation and learning outcome.Keywords: demonstrative method, learning motivation, learning outcome, writing        procedure text

    GAMBARAN FOKLOR MASYARAKAT KUTAI KARTANEGARA DALAM NOVEL "ERAU KOTA RAJA"

    Get PDF
                                                                 AbstrakKarya novel yang mengangkat folklor masyarakat Kalimantan Timur sangat jarang ditemukan. Selain minimnya pengarang yang menulis karya sastra bergenre novel di Kalimantan Timur, tematema yang mengangkat keberadaan folklor sangat minim sampai saat ini. Salah satu novel yang mengangkat tema foklor adalah novel Erau Kota Raja. Meskipun bukan ditulis oleh pengarang Kalimantan Timur, novel Erau Kota Raja mengajak kita untuk lebih peduli terhadap seni folklor masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Tenggarong, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah penggambaran folklor masyarakat Kutai Kartanegara dan upaya pemertahanan folklor di Kutai Kartanegara. Analisis yang digunakan untuk mengkaji novel Erau Kota Raja adalah sosiologi sastra. Namun, sebelumnya analisis struktural digunakan sebagai pijakan awal untuk mengetahui unsur-unsur struktur karya sastra yang terdapat dalam novel Erau Kota Raja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang didapatkan dari studi pustaka dianalisis dengan pendekatan sosiologis dan hasilnya dijabarkan secara deskriptif. Folklor yang diangkat menjadi latar budaya dalam novel Erau Kota Raja adalah pesta erau, tari jepen, seni tingkilan, prosesi beluluh sultan, dan mitos kepuhunan. Kekayaan folklor masyarakat Kutai akan memudar apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat untuk melestarikannya, terutama oleh generasi mudanya.Kata kunci: foklor, novel, budaya                                                           AbstractIt is rare to find novels about folklore of East Kalimantan society because there is only few folklore themes and few authors writing such novels. One of the novels about folklore is Erau Kota Raja. It leads us to care more about folklore of East Kalimantan society, especially Tenggarong Kutai Kartanegara, even though the author is not from East Kalimantan. This study aims to uncover the description problems of Kutai Kartanegara society folklore and the efforts to preserve the folklore in Kutai Kartanegara. It uses the structural analysis to get the structure elements of the literary works in the novel. It also applies qualitative method and also the sociology of literature. The data from the library research is analyzed using sociology approach. The result is descriptive. It shows that the novel’s cultural settings are Erau feast, Jepen dance, Tingkilan, Beluluh Sultan, and Kepuhunan myth. The folklore richness of Kutai society are beginning to fade if the society, especially the youngpeople, is ignorant to preserve it.Keyword: folklore, novel, cultural 

    PERAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DALAM MENCETAK PESERTA DIDIK BERWAWASAN MULTIKULTUR

    Get PDF
                                                          AbstrakTujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat pendidikan multikultural dan peran buku ajar bahasa Indonesia dalam mencetak peserta didik berwawasan multikultural. Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang didasari pada kesetaraan dan keadilan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kebersamaan, serta mengakui, menerima, menghargai, dan menghormati adanya keragaman dan perbedaan budaya yang dimiliki oleh masing-masing individu. Hal ini bisadiimplementasikan dalam setiap metode pembelajaran, materi ajar, soal, tugas-tugas,dan evaluasi yang ditujukan bagi para peserta didik.Kata kunci: pendidikan, multikultural, buku, ajar, peserta, didik                                                       AbstractThe purpose of this study is to describe the nature of multicultural education and the role of Indonesian textbook in order to create multicultural-minded learners. Multicultural education is education that is based on equality and justice, human values, and togetherness, and acknowledge, accept, appreciate, and respect thecultural diversity and differences owned by each individual. This can be implemented in every learning method, teaching material, question, task, and evaluation to learnersKeywords: education, multicultural, textbooks, learner

    MEMBACA GAYA HIDUP LIFE ON STAGE DAN THE ANEH LEWAT TRADISI LISAN JAWA

    Get PDF
                                                                 AbstrakTulisan ini mencoba membaca gaya hidup the life of stage yang berarti bahwa kehidupan sosiokultural seperti sebuah pertunjukan drama. Drama kehidupan lebih bebas diekspresikan sastrawan Jawa melalui tradisi lisan. Life of stage muncul melalui (1) transfigurasi, (2) transposisi, (3) transmisi, dan (4) transendensi. Empat hal tersebut melahirkan the aneh dalam tradisi lisan. The aneh merupakanperwujudan dari empat ragam tradisi lisan: (a) parodial, (b) paradoksal, (c) anekdotsal, dan (d) transendental. Dari empat jalur dan ragam tradisi lisan di atas, gaya hidup life of stage mempengaruhi munculnya tradisi lisan dan sebaliknya. Dalam perspektif sosiologi sastra, kehidupan dan sastra selalu berubah. Pengaruh resiprokal yang timbul berhubungan antara satu dengan yang lain. Gayahidup erotis, curang, dan menggairahkan sengaja diungkapkan secara estetik oleh sastrawan lisan.Kata kunci: gaya hidup, life of stage, the aneh, tradisi lisan                                                            AbstractThis paper attempts to study the life of stage’s lifestyle which means that socio-cultural life looks like a drama performance. The life drama is more freely expressed by the Javanese litterateurs through oral tradition. The life of stage process emerges in four ways, i.e.: (1) transfiguration, (2) transposition, (3) transmission, and (4) transcendence. Those express the aneh in oral tradition. The aneh is the manifestation of four kinds of oral traditions: (a) parody, (b) paradoxical, (c) anecdote, and (d) transcendental. From those four expressions and kinds of oral tradition, the life of stage’s lifestyle affects the emergence of oral tradition, and vice versa. In the perspective of literary sociology, life and literature always change. The reciprocal influence between them is related one to another. The erotic, unfair, and seductive lifestyles are intentionally aesthetically expressed by the oral litterateurs.Keywords: lifestyle, life of stage, the aneh, oral traditio

    Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak

    No full text

    Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Vlog Q&A Sesi 3 Pada Kanal Youtube Sherly Annavita Rahmi

    No full text
    Vlog (video blogging) adalah bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media vlog yang merepresentasikan personalitas dan biasanya membahas, menceritakan, atau mendiskusikan tentang konten-konten tertentu. Selain menjadi sarana hiburan, video blog juga memberikan pengetahuan bagi para penikmatnya. Salah satu vlog mengadung banyak pengetahuan adalah Vlog Q&A sesi 3 milik Sherly Annavita Rahmi di media sosial Youtube. Perlu diketahui bahwa jenis vlog yang sering diunggah dalam kanal youtube tersebut adalah vlog motivasi, Question & Answers (Q&A), serta opini penutur terhadap berbagai isu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tindak tutur ilokusi yang ada pada Vlog Q&A sesi 3. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan metode observasi dengan mengunduh video blog, kemudian menggunakan teknik pencatatan untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui transkripsi, analisis terjemahan dan interpretasi, kemudian dibuat kesimpulan tentang jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan penutur dalam Vlog Q&A sesi 3. Data penelitian ini berupa tuturan yang disampaikan oleh pemilik akun kanal youtube Sherly Annavita Rahmi. Dari hasil analisis data, ditemukan terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi yang dipakai penutur, diantaranya yaitu : (1) tindak tutur asertif menyatakan, menunjukan, menyatakan pendapat, berspekulasi, dan menyebutkan; (2) direktif memerintah, meminta, menyarankan, mengajak, menyuruh, dan mendesak; (3) ekspresif mengucapkan terima kasih, mengkritik, dan mengucapkan selamat; (4) komisif menawarkan dan (5) deklaratif memutuskan. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan jenis dan makna tuturan ilokusi dalam vlog yang akan berguna untuk referensi dalam kehidupan.Vlog (video blogging)  is a form of blogging activity using vlog medium which represents personality and usually discusses, tells, or discusses about certain content. Besides being entertainment, video blogging also provide knowledge for the audience. One of the vlog that is full of knowledge is the vlog "Q&A Session 3" contained on Sherly Annavita Rahmi's channel on social media Youtube. Please note that the types of vlogs that are often uploaded in the YouTube channel are motivational vlogs, Question & Answers (Q&A), and speakers' opinions on various issues. This study aims to describe the range of illocutionary speech acts that exist in the V&A Q&A Session 3. The research approach is a qualitative descriptive approach. At the stage of data collection, the authors use the observation of referring to downloading vlogs first, and followed by the note taking technique. The author uses the method of referring to downloading vlogs and continued with note taking techniques to collect data. Data analysis was performed by transcription, translation analysis and interpretation, then making conclusions about the types of illocutionary speech acts used by speakers in the V&A Q&A Session 3. The research data is in the form of utterances delivered by Sherly Annavita Rahmi's youtube channel account owner. Based on the data analysis, there are five types of speech acts of are (1) asertive speech acts, including stating, speculating, and mentioning; (2) directive ordering, giving cue, suggesting, and urging; (3) expressive thank you, criticize, and congratulations; (4) commisives, includes offer; and (5) Declarative, including deciding. From this research it is expected to find the types and meanings of illocutionary speech in vlogs that will be useful for reference in life.language, vlog, sherly annavita rahmi, speech acts, illocutio

    Struktur Wacana Berita Politik Surat Kabar Palopo Pos

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana berita politik surat kabar Palopo Pos. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wacana berita politik yang ada dalam surat kabar Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018. Data penelitian ini adalah kutipan, kata, klausa, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam berita politik surat kabar Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018. Objek penelitian ini adalah struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana berita politik. Data diperoleh dengan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian terhadap berita politik Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018 terbagi ke dalam tiga struktur, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.  Pada penelitian struktur mikro wacana teks berita, banyak ditemukan sikap wartawan yang mendukung dalam wacana teks berita politik Palopo Pos tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ideologi seorang wartawan sangat memengaruhi terbentuknya suatu teks berita. Wartawan menyamarkan keberpihakanya di wacana berita dengan menggunakan elemen-elemen tersebut. Dengan startegi wacana wartawan dapat menuangkan ideologinya secara implisit maupun eksplisit serta penggiringan opini publik ke arah yang wartawan harapkan.This study aims to describe the macro structure, superstructure, and micro structure of political news discourse in the Palopo Pos newspaper. This type of research is a qualitative descriptive study. The data source of this research is the political news discourse in Palopo Pos newspaper 23 and 24 February 2018. The research data are excerpts, words, clauses, phrases, sentences, and discourse contained in the political news of Palopo Pos newspaper 23 and 24 February 2018. The object of this research is the macro structure, superstructure, and micro structure of political news discourse. Data obtained by reading and note taking techniques. The results of research on the political news Palopo Pos published 23 and 24 February 2018 are divided into three structures, namely the macro structure, superstructure, and micro structure. In the research on the micro structure of news text discourse, many attitudes of journalists were found to support the Palopo Pos political news text discourse. This shows that the ideology of a journalist greatly influences the formation of a news text. Journalists disguise their alignments in the news discourse by using these elements. With the discourse strategy, journalists can implicitly or explicitly state their ideology and guide public opinion in the direction journalists expect.

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇