Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Konteks Sosial, Politik, dan Budaya dalam Sastra Drama Tahun 1970-an: Studi Kasus pada “Kisah Perjuangan Suku Naga” Karya W.S Rendra dan “Maaf, Maaf, Maaf” Karya N. Riantiarno
Pesona kekuasaan, baik di ranah keluarga (domestik) maupun di ranah umum (publik) senantiasa memicu pergolakan di antara anggota keluarga dan masyarakat luas. Dalam pada itu, para birokrat yang mengemban tugas pemerintahan dapat dikatakan sebagai ujung tombak untuk menyejahterakan masyarakat melalui program-programnya. Namun demikian, dinamika di lapangan, selain hal positif juga menimbulkan efek negatif, yang berkaitan dengan perilaku birokrat dalam hal implementasi program-program itu. Hal itu terekam dalam ingatan kolektif masyarakat dan menjadi batu besar yang menghalangi pandangan. W.S. Rendra dan N. Riantiarno melalui karyanya merekam ingatan kolektif itu menjadi sebuah drama yang menyindir dan kritis. Di balik karyanya itu, mereka memberi ingatan kepada kita betapa ekses dari proses pembangunan sepanjang tahun 1970-an menuai opini yang perlu dicermati di masa sekarang ini.Kata kunci: ingatan kolektif, domestik, publik, birokra
BENTUK-BENTUK EKSPRESI KEKERASAN VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI TAYANGAN TELEVISI
Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kekerasan verbal terhadap perempuan di beberapa program televisi popular. Pertimbangan umum diambilnya topik ini adalah karena isu-isu terkait kekerasan verbal terhadap perempuan masih sangat hangat dibicarakan. Studi ini menggunakan linguistik sebagai alat analisisnya. Dengan demikian, fokus kajian ini adalah ekspresi-ekspresi verbal yang digunakan untuk mengasari perempuan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode untuk mengumpulkan data adalah observasi nonpartisipan dengan metode sadap sebagai teknik dasarnya dan metode rekam dan catat sebagai teknik lanjutannya. Metode untuk menganalisis data adalah metode identitas. Metode untuk menyajikan hasil analisis data adalah metode informal. Studi ini dilakukan selama bulan Agustus 2012 pada empat stasiun televisi swasta yaitu RCTI, SCTV, AnTV and TransTV. Beberapa temuan telah didapat yaitu: (1) banyak ekspresi kekerasan verbal dijumpai di program-program televisi (2) ekspresi-ekspresi tersebut beraneka ragam bentukny
Analisis Wacana Kritis terhadap Iklan-Iklan Pajak dalam Pembentukan Realitas pada Kehidupan Masyarakat
Iklan pajak umumnya merupakan iklan yang bertujuan untuk menghimbau dan mengajak masyarakat untuk membayar pajak. Berbagai pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat teks iklan mendapatkan pengaruh yang signifikan dari institusi yang memesannya, yaitu institusi pajak. Disadari atau tidak, realitas tertentu dibentuk atau terbentuk melalui teks tersebut, namun realitas seperti apa yang dibentuk atau terbentuk melalui iklan ini dan apa implikasinya terhadap khalayak umum? Penelitian pada makalah ini akan mengkaji tiga iklan pajak yang pernah ditayangkan di media TV. Iklan ini dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang ditawarkan oleh Norman Fairclough. Fairclough (1995: 23) membagi AWK dalam tiga dimensi yang saling berhubungan; text, discourse practice dan sociocultural practice. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada ketiga dimensi tersebut, teks iklan ini didominasi untuk tujuan pencitraan. Selain itu, teks ini juga dibuat dengan mengangkat realitas yang ada serta membentuk realitas tertentu di dalam masyarakat
Membandingkan Partikel Fatis deh dan dong dalam Bahasa Indonesia
Pengamatan terhadap bahasa Indonesia ragam lisan belum sebanyak pengamatan terhadap ragam tulis. Partikel deh dan dong banyak digunakan dalam ragam lisan dan belum ada yang mengungkap secara detail kedua partikel ini dan/atau membandingkan penggunaan keduanya. Pengamatan mengenai deh dan dong ini meliputi (1) jenis kalimat, (2) posisi, (3) pola, (4) fungsi, dan (5) kesinoniman keduanya. Pengamatan mengenai keduanya menggunakan metode deskriptif dengan teknik penyulihan dan permutasian. Kedua partikel yang diamati mempunyai persamaan dan perbedaan. Kedua partikel ini terdapat pada kalimat deklaratif dan imperatif dengan posisi final atau medial. Selain itu, partikel dong terdapat juga pada kalimat interogatif. Kedua partikel ini tidak ditemukan pada posisi inisial. Posisi final merupakan posisi dominan bagi keduanya. Kedua partikel hampir mempunyai fungsi yang sama, terutama fungsi yang dipunyai keduanya pada kalimat imperatif, yaitu menghaluskan perintah. Akan tetapi, fungsi deh pada kalimat deklaratif lebih bervariasi jika dibandingkan dengan fungsi dong. Namun, dong mempunyai fungsi sebagai penegas pertanyaan dan fungsi ini tidak dipunyai deh. Partikel deh bersinonim dengan dong hanya pada kalimat imperatif, sedangkan pada kalimat interogatif dong tidak bersinonim dengan deh. Partikel deh pada kalimat deklaratif sebagian besar bersinonim dengan dong
ANALISIS PENGGUNAAN SKEMATA DALAM BAHASA IKLAN ANAK
Penelitian mengenai iklan sudah banyak dilakukan untuk menemukan cara pengemasan iklan yang ideal. Namun, penelitian tersebut masih belum dapat menjelaskan bagaimana iklan tersebut berpengaruh terhadap pikiran pembacanya. Dengan menggunakan teori skemata yang berhubungan dengan struktur kognitif dalam pikiran seseorang dan teori perkembangan anak dari Hurlock, penelitian ini membahas mengenai penggunaan bahasa akan dapat memancing pengalaman yang dimiliki oleh seorang ketika membaca iklan tersebut sehingga anak itu akan lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan. Objek penelitian ini adalah iklan untuk anak-anak yang termuat dalam majalah anak-anak “Bobo” dari bulan Januari sampai Agustus 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana penempatan informasi baru dalam skemata anak yang dapat digunakan untuk membantu para pembuat iklan dalam mengemas iklan
Sebelas Patriot: Representasi Perlawanan Masyarakat Melayu terhadap Belanda melalui Sepakbola
Fakta bahwa beragam karya sastra yang sarat jejak rekam potret zaman suatu bangsa masih diminati hingga kini kiranya jelas. Dalam karya semacam itu, terdapat “kegelisahan” masyarakat yang terwakilkan dan tergambarkan. Dengan membaca karya sastra berkarakter demikian, khalayak pembaca memperoleh pengetahuan tentang sejarah dan budaya bangsa di belahan bumi bagian mana saja. Berdasarkan hal-hal tersebut, menarik kiranya untuk menggali kedekatan hubungan antara suatu karya sastra yang terasa begitu merekam potret zaman dengan torehan sejarah sesungguhnya. Sebelas Patriot merupakan karya Andrea Hirata yang sarat potret masyarakat Melayu di Belitung pada zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1945. Dalam tulisan ini, penulis berusaha menganalisis kedekatan unsur sejarah, juga warna lokal, yang digambarkan Hirata dalam novel Sebelas Patriot dengan fakta-fakta yang tercatat dalam data sejarah sesungguhnya. Kekuatan topik sepakbola yang menjangkiti masyarakat Melayu terjajah sebagai bahasan kuat dalam novel akan turut dipaparkan pula sepanjang sajian. Pada bagian simpulan, penulis meyakini bahwa Sebelas Patriot kiranya penting dianggap sebagai karya sastra yang mengungkap sejarah dan kondisi sosial budaya masyarakat Melayu di Belitung pada zaman pendudukan Belanda dengan gaya penceritaan yang mengalir. Karya ketujuh Hirata ini tak kalah bersinar pula dengan karya-karya terdahulunya dalam menyengat dan mengobarkan semangat kebangsaan anak negeri.Kata Kunci: Sebelas Patriot, Andrea Hirata, Belitong, sejarah, warna lokal
KETIDAKEFEKTIFAN SEBUAH PESAN MELALUI FITUR “PESAN” PADA SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK
Komunikasi elektronik membuat hubungan antarmanusia semakin cepat, murah, dan efisien. Bagaimanapun, tidak semua orang memahami sepenuhnya kelebihan/kekurangan media komunikasi yang mereka gunakan sehingga membawa akibat yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Artikel ini membahas mengenai salah satu fitur dalam situs jejaring sosial Facebook, yakni “pesan”. Korpus penelitian berupa sebuah pesan dan 118 buah balasan. Makalah ini bertujuan untuk mengukur dan membuktikan ketidakefektifan penyampaian suatu pesan dengan parameter khusus yang dilandaskan pada model Organon Bühler (1990) yang terdiri atas empat unsur, yakni tanda (sign), simtom, simbol, dan sinyal. Tingkat ketidakefektifan penyampaian pesan diukur dengan membandingkan parameter-parameter interpretasi ideal dengan balasan-balasan aktual dari korpus. Analisis menunjukkan bahwa semua balasan tidak efektif dan mengalami derajat penyimpangan yang berbeda-beda terhadap topik pesan yang dipicu oleh masalah pelanggaran privasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi tentang dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan media elektronik secara kurang bijaksana
PEMAHAMAN TERHADAP METAFOR SEBAGAI SUMBER KEARIFAN MASYARAKAT
Pengggunaan metafor di dalam teks bahasa asing dapat diasumsikan menimbulkan kesenjangan pemahaman makna bahasa sumber. Teks bahasa asing terdiri dari makna implisit yang terbentuk melalui latar belakang pengetahuan masyarakat. Dalam hal ini, makna bahasa dan budaya yang berbeda tidak selamanya mudah dianalogikan secara langsung dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, tanpa mempertimbangkan makna implisit yang terkandung di dalam bahasa sumber. Sejauh ini, para ahli sedang berupaya mencoba menemukan cara untuk menyelesaikan masalah kesalahpahaman karena implikasi metaforis.Dalam hal ini, kemungkinan kesenjangan pemahamanmempengaruhi penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa target. Bagaimanapun, dengan mengeksplorasi aspek-aspek metafor bahasa, akan dapat diekspresikan kearifan masyarakat sebagai bagian kehidupan mereka