Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Syair Nasihat Sebagai Sarana Dakwah Keagamaan

    Get PDF
    Penelitian ini akan membahas bagaimana syair nasihat dapat dijadikan sarana dakwah keagamaan bagi pembacanya. Tujuan penelitian mendeskripsikan teks naskah syair nasihat yang berkaitan dengan dakwah keagamaan. Syair nasihat merupakan karya penyair yang memiliki makna penting bagi kehidupan, di antara makna penting itu, yaitu sebagai petunjuk hidup dan hiburan. Isinya dapat memberikan nasihat-nasihat kepada pembacanya untuk berbuat kebaikan. Syair nasihat dapat dipandang penting keberadaannya dalam berbagai aspek kehidupan karena di dalam teks tersebut banyak diselipkan nasihat-nasihat  yang menyentuh hati yang tujuannya ialah semata-mata untuk memberikan arahan tujuan hidup yang baik. Oleh karena itu, syair nasihat ini penting dilakukan penelitian untuk mendapatkan  makna yang mendalam mengenai isinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif kualitatif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang isi syair nasihat yang bernuansa keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan  gambaran tentang syair nasihat yang memuat nasihat-nasihat keagamaan dapat dijadikan teladan di dalam kehidupan sehari-hari.This study discusses about how does advisory poem can be used as religion mission for the readers. The aim of this study is to describe the text of advisory poem that has connection with religion mission. Advisory poem is a work of poet that has important meaning in life. One of the important meaning is as a life guidance and entertainment. Its content can give advices to the readers to do good thing. Advisory poem is important in every aspect of life because in that text there are lots of advices that have aims to give good guidance of life. That is why, a study about advisory poem is important to be done to get deeper meaning of this content. This study uses descriptive qualitative method. It is a method to get information about the content of advisory poem that has religion nuance. The result shows that the description about advisory poem which content of religion advices can be used as model in daily life.

    SITI: Javanese’s Beliefs as the Representation of Gender Roles and Inequalities towards Women’s Position

    Get PDF
    ABSTRACT             Being males and females is biologically constructed since human beings were born. Meanwhile, there is also strict distinction done by society to divide people into men and women or usually called as doing gender stereotype. It effects on different assumptions that are attached to them. As the result, people are categorized based on their own gender roles in society. Java, as the symbol of patriarchal society, is the ethnic which agrees with this social phenomenon. Its beliefs symbolize how men and women have different social status. It also results in different gender roles. SITI is the film which deals with this phenomenon. It shows that being “obedient” Javanese women will give effect on social status towards different genders. The theories of sex and gender and also patriarchal society were used to get the reliable data. Keywords: SITI, Sex and Gender, Inequality, Javanese’s beliefs ABSTRAK                 Menjadi pria dan wanita secara biologis dibangun sejak manusia dilahirkan. Sementara itu, ada juga perbedaan mendalam yang masyarakat lakukan untuk membagi manusia menjadi pria dan wanita atau biasa disebut sebagai stereotip di gender. Hal ini berpengaruh pada perbedaan asumsi yang melekat padanya. Sebagai akibat, manusia dikategorikan berdasarkan peran gender mereka sendiri di masyarakat. Jawa, sebagai simbol masyarakat patriarkal, adalah etnis yang setuju dengan fenomena sosial ini. Kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa melambangkan bagaimana pria dan wanita memiliki status sosial yang berbeda. Hal ini juga menghasilkan peran gender yang berbeda. SITI adalah film yang merepresentasikan fenomena ini. Film ini menunjukkan bahwa sebagai perempuan Jawa yang “taat” akan memberikan efek pada status sosial dari gender yang berbeda. Teori seks dan gender serta masyarakat patriarki digunakan untuk mendapatkan data yang sesuai. Kata Kunci: SITI, Teori seks dan gender, Ketidaksetaraan, Kepercayaan Jaw

    Vitalitas Bahasa Saleman di Negeri Saleman

    Get PDF
    There has been no report on the study of the vitality of Saleman language. The purpose of this study is to determine the vitality of Saleman language in Saleman Village and try to explain the vitality based on the factors that determine the vitality of the language. This research uses a mixed method. The dominant method is the quantitative method. Qualitative methods used to help explain the findings of quantitative methods. Data collection done by questionnaire, interview, and observation. Research data processing in the form of respondents' responses to the questionnaire done quantitatively. Research results show that the vitality of the Saleman language in Village of Saleman is in a position of decline. Four factors determine the vitality of language, namely language contact, the realm of language use, documentation, and responses to new challenges. The index value is lower than the total index value. These four factors are the main contributors so that the vitality of the Saleman language in the State of Saleman is low, namely in a position of decline.AbstrakSejauh penelusuran penulis, belum ada laporan mengenai kajian vitalitas bahasa Saleman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dan berusaha menjelaskan vitalitas itu berdasarkan faktor-faktor yang menentukan vitalitas bahasa. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode yang dominan ialah metode kuantitatif. Metode kualitatif dimanfaatkan untuk membantu memberikan penjelasan dari temuan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Pengolahan data penelitian yang berupa tanggapan responden terhadap kuesioner dilakukan secara kuantitatif. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dalam posisi mengalami kemunduran. Empat faktor yang menentukan vitalitas bahasa, yaitu kontak bahasa, ranah penggunaan bahasa, dokumentasi, dan respon terhadap tantangan baru nilai indeksnya lebih rendah daripada nilai indeks total. Keempat faktor itulah yang menjadi penyumbang utama sehingga vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman rendah, yaitu dalam posisi mengalami kemunduran.

    MODEL PERANCANGAN TUGAS MENULIS BERBASIS SEMIOTIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DI POLITEKNIK NEGERI BALI

    Get PDF
    Keterampilan menulis aktivitas bisnissangat diperlukansebagaibagian darikemahiranberbahasaIndonesia.  Saat ini kemampuan menulis mahasiswa di Politeknik Negeri Bali masihkurangmemadai. Untukmeningkatkankemampuanmenulis tersebut diperlukankreativitas dosen dalam merancang pengajaran yangtepat.Model perancangan pengajaran menulis berbasis semiotik jarang mendapat sentuhan dari pengajar. Oleh karena itu, pada kajian ini dirancang model perancangan tugas menulis berbasis semiotik yang khusus diperuntukkan bagi mahasiswa di program studi bisnis. Artikelinimembahasbagaimanapenerapan model perancangan tugas menulisberbasis semiotik untuk meningkatkan pengetahuan kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam hal menulis aktivitas bisnis.  Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak, wawancara,dankuesioner kepada147mahasiswa di Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bali, tahun 2019/2020. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengacu pada profil kemampuan menulis (ESL composition profile). Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa94,6% responden mengatakanbahwamodel perancangan tugas menulis berbasis semiotik  ini mampu mendukung  pengetahuan kewirausahaan.  Dari  hasil analisis  juga dapat  disimpulkan  bahwa   rata-rata kemampuan menulis mahasiswa dengan menggunakan model perancangan tugas menulis berbasis semiotik sebesar 77,5 yang berarti sudah tergolong dalam kategori baik dengan kisaran tingkat keterbacaan (fog index) antara 10-14

    JEJAK NASIONALISME SAJAK-SAJAK DALAM KORAN MASYARKAT BARU

    Get PDF
                                                          AbstrakSejarah mencatat bahwa terbitnya koran Masyarakat Baru pada masa awal kemerdekaan menjadi tonggak sejarah sastra modern di Kalimantan Timur. Koran Masyarakat Baru menjadi media bagi para sastrawan Kalimantan Timur dan sekitarnya untuk mengekspresikan gejolak jiwanya melalui karya puisi. Puisi yang dimuat dalam koran Masyarakat Baru ini menarik dikaji karena pada masatersebut bangsa Indonesia dalam masamasa awal kemerdekaan. Selain itu, sajaksajak pada masa itu layak mendapat apresiasi karena merupakan puisi modern yang terdokumentasikan pertama kali dalam media cetak yang terbit di Kalimantan Timur pada masa awal kemerdekaan. Pengkajian sajak-sajak dalam koran Masyarakat Baru ini menggunakan pendekatan struktural dinamik denganmemanfaatkan semotik untuk mengungkapkan makna-makna yang terdapat dalam puisi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan hasil analisis dipaparkan secara deskriptif. Analisis menunjukkan bentuk nasionalisme puisi yang terbit di koran Masyarakat Baru adalah cinta tanah air, jati diri bangsa, dan semangat perjuangan. Hal ini menunjukkan bahwa sastrawan Kalimantan Timur mencoba membangkitkan semangat nasionalisme dan kebangsaan melalui puisi.Kata kunci: sajak, nasionalisme, koran Masyarakat Baru                                                          AbstractHistory shows that the publication of Masyarakat Baru newspaper in the beginning of independence era became a milestone of modern literature in East Kalimantan. For East Kalimantan’s litterateurs, it turned out to be a media to express their excitement through poems. The poems published in Masyarakat Baru newspaperare interesting to study since in that era Indonesia was in the beginning of independence era. In addition, verses in that era should be properly appreciated as they were first modern poems documented in printed media in East Kalimantan. This study uses dynamic structural approach and semiotics to figure out the meanings of the poems. It is a qualitative study and the result is descriptive. It reveals that the forms of nationalism in the poems are patriotism, national identity, and spirit to struggle that illustrate East Kalimantan litterateurs’ effort to revive the spirit of nationalism through poems.Keywords: verse, nationalism, Masyarakat Baru newspape

    Pendekatan Sosiologi Feminis dalam Kajian Sastra

    Get PDF
    Pendekatan sosiologi sastra adalah salah satu pendekatan yang sering dipakai di dalam kajian sastra di Indonesia sejak Sapardi Djoko Damono memperkenalkannya di dunia kritik sastra Indonesia pada tahun 1978. Akan tetapi, di dalam praktik penerapan pendekatan sosiologi sastra di Indonesia terkini ada anggapan bahwa sosiologi sastra tidak cocok dengan kritik sastra feminis meski sudah jamak diketahui bahwa feminisme tidak bisa lepas dari konstruk sosial dan praktik patriarki di dalam masyarakat. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa pendekatan sosiologi sastra dalam bentuk sosiologi feminis dengan kritik sastra feminis tidak saling kontradiktif. Artikel ini adalah artikel ulasan pustaka sistematik. Metode pengumpulan data menggunakan metode pembacaan cermat ekstensif terhadap literatur yang bertautan dengan sosiologi sastra, sosiologi feminis, dan kritik sastra feminis. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa pendekatan sosiologi feminis dalam kajian sastra setidaknya dapat diterapkan melalui agenda pembacaan, dengan pembacaan anakronistik, atas kerja pemasaran dan pengusungan, atas situasi aktivitas pembaca, dan berdasarkan situasi dan kesadaran pengarang. Praktik-praktik ini sejatinya praktik yang dilakukan di dalam kritik sastra feminis. Artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan sosiologi dalam rupa sosiologi feminis dengan kritik sastra feminis pada dasarnya tidak saling bertentangan sebab keduanya berasal dari feminisme.Sociology of literature is widely used in Indonesian literary criticism since its introduction in 1978 by Sapardi Djoko Damono. However, there is a doubt in recent Indonesian literary criticism to accept feminist literary criticism in some way as part of sociology of literature whilst it is already that feminism deals with social construct and patriarchy practice in society. This article aims to show that sociology of literature in the form of feminist sociology and feminist literary criticism are not contradictory as one claims. This is a systematic literature review. The method of collecting data is extensive close reading on sociology of literature, feminist sociology, and feminist literary criticism. Based on the extensive close reading, there are at least five models can be used in feminist sociologal approach: through reading agenda, using anachronistic reading, on the marketing strategy and endorsement, on the situation of the readers’ activity, and based on writer’s situation and consciousness. This article shows that feminist sociological approach in literature and feminist literary criticism are not in conflict as the two come from feminism.

    Keterancaman Bahasa Roswar: Analisis Daya Hidup Bahasa

    Get PDF
    Roswar language is one of the languages in West Papua which has less than 5000 native speakers, so this language vitality study is needed to measure the vitality of the Roswar language. This paper is the result of research on the vitality of the Roswar language in Waprak and Nordiwar Villages, Roswar District, Teluk Wondama Regency, West Papua Province. This study aims to describe the language vitality in Papua/West Papua. The scope of this research is based on sociolinguistic theories, especially those related to the vitality of language and endangered languages. The use of language in the written domain/expression domain, use of language in the religion domain, and the use of language in the education domain are mostly at a level of decline. Language vitality which is at a threatened level is the use of language in the transactions domain. The vitality of Roswar language is based on the P value (P-value) which explains the relationship between the variables in each index compared to the mobility of the informants in the relative urban-rural position, the use of language in the family domain, the use of language in the written expression domain, the use of language to express expression of feelings, use of language in the religion domain, and use of language in the government domain. AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian vitalitas bahasa Roswar di desa Waprak dan Nordiwar, Distrik Roswar, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan vitalitas bahasa di Papua/Papua Barat. Cakupan penelitian ini didasarkan pada teori-teori sosiolinguistik khususnya yang berkaitan dengan vitalitas bahasa dan bahasa terancam punah. Penggunaan bahasa pada ranah/ekspresi tulis, penggunaan bahasa pada ranah keagamaan, dan penggunaan bahasa pada ranah pendidikan sebagian besar berada pada tingkat mengalami kemunduran. Vitalitas bahasa yang berada pada tingkat terancam adalah penggunaan bahasa pada ranah transaksi. Vitalitas bahasa Roswar berdasarkan nilai P (P-value) yang menerangkan keterkaitan variabel-variabel dalam tiap indeks yang dibandingkan berada di ranah mobilitas informan pada posisi relatif kota-desa, penggunaan bahasa pada ranah keluarga, penggunaan bahasa pada ranah/ekspresi tulis, penggunaan bahasa untuk mengungkapkan ekspresi perasaan, penggunaan bahasa pada ranah keagamaan, dan penggunaan bahasa pada ranah pemerintahan.                 

    PEMAHAMAN FONETIK SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP TEKNIK MEMBACA BERSUARA

    Get PDF
    Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan pemahaman fonetik yang merujuk pada pelafalan bunyi bahasa, intonasi, dan pengaruh dialek bahasa daerah terhadap pelafalan siswa kelas 1-6 SD melalui teknik membaca bersuara. Masalah penelitian adalah terdapat ketidaktepatan pelafalan bunyi bahasa dan intonasi saat membaca pada siswa sekolah dasar khususnya pada siswa kelas awal. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penelitian digunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) pelafalan bunyi vokoid, kontoid dan semi vokoid pada siswa kelas 1-6 SD  belum sempurna. (2) Terdapat ketidaktepatan intonasi saat membaca. Ketidaktepatan dalam berintonasi dialami oleh siswa kelas 1-2 SD. Siswa kelas 1-2 SD belum memahami intonasi sehingga siswa cenderung  membaca dengan nada datar. (3) Pemahaman intonasi pada kelas 3-6 SD sudah mulai berkembang, walaupun intonasi yang dihasilkan belum sepenuhnya sempurna.(4)Tedapat pengaruh dialek  bahasa daerah terhadap pelafalan bunyi bahasa dan intonasi  pada siswa kelas 1 SD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman fonetik  siswa sekolah dasar belum sempurna layaknya orang dewasa

    HIBRIDITAS POSTKOLONIALISME HOMI K. BHABHA Dalam Novel Midnight’s And Children Salman Rushdie

    No full text
    Postcolonialism is a branch of the cultural studies that focuses on socio-cultural analysis, including signs and languages. Colonialism had clear implications in the actions of postcolonial society. Homi K. Bhabha found identification that in postcolonialism there emerged what he called as hybridity. Hybridity is a cross-culture (both intrinsic and extrinsic) that appears in society in many forms, one of which is language and attitude. This research will review Salman Rushdie's Midnight’s Children novel to reveal which aspects are hybridities. As a methodological tool, the authors use descriptive analysis (intrinsic-extrinsic). In this study, the authors found a large number of hybridity identifications in the novel Midnight’s Children. Especially in the aspects of identity (especially the formation of the subject), language, and inner struggle of characters in the novel. AbstrakPoskolonialisme merupakan cabang kajian studi budaya yang berfokus pada analisis sosiokultural, termasuk tanda-tanda dan bahasa. Kolonialisme memunculkan implikasi yang terbaca jelas dalam tindakan masyarakat poskolonial. Homi K. Bhabha menemukan identifikasi bahwa dalam poskolonialisme muncul apa yang disebutnya sebagai hibriditas. Hibriditas adalah silang budaya, baik intrinsik maupun ekstrinsik, yang muncul di masyarakat dalam banyak bentuk, seperti bahasa dan sikap. Dalam penelitian ini akan ditinjau novel Midnight’s Children karya Salman Rushdie untuk mengungkapkan aspek mana saja yang merupakan hibriditas. Sebagai alat metodologi, penulis menggunakan analisis deskriptif (intrinsik-ekstrinsik). Dalam penelitian ini penulis menemukan sejumlah identifikasi hibriditas dalam novel Midnight’s Children, terutama dalam aspek identitas (pembentukan subjek), bahasa, serta pergulatan batin tokoh.

    COVER BELAKANG

    No full text

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇