Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI AHOK DAN PESAN SATIRE DALAM CERPEN “KORUPTOR KITA TERCINTA” KARYA AGUS NOOR (Identification of Ahok’s Character and Satire Message in The Short Story “Our Beloved Corruptors” by Agus Noor)
Lahirnya sebuah karya sastra tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial, budaya, ataupun politik yang melingkupinya karena sastra merupakan mimesis kehidupan. Dalam menyikapi persoalan korupsi, Agus Noor dalam karya cerpennya menghadirkan dimensi lain, yakni realitas korupsi dan aktor politik yang ada di dalamnya dengan muatan humor satire yang khas. Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini ialah mendeskripsikan dan menjelaskan (1) indentifikasi sosok Ahok dalam cerpen KKT karya Agus Noor; (2) pesan satire dalam cerpen KKT karya Agus Noor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan mimesis sastra. Sumber data berupa buku kumpulan cerpen Lelucon Para Koruptor. Data diambil dengan teknik rekam-catat untuk selanjutnya dianalisis dengan model analisis interaktif. Dari hasil kajian, dihasilkan simpulan bahwa (1) Tokoh utama dalam cerpen KKT memiliki identifikasi yang erat dengan sosok Ahok. Identifikasi tersebut didasarkan pada peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita dengan realitas Ahok serta melalui karakter keras, lugas, berani, dan bicara ceplas-ceplos apa adanya. (2) Pesan satire dalam cerpen digunakan sebagai media kritik oleh pangarang terhadap realitas korupsi yang dilakukan para koruptor. Pesan satire digunakan oleh pangarang sebagai media alternatif dalam menyampaikan kritik tentang korupsi melalui guyonan “asem” yang segar nan miris.An art work is strongly related to social context, culture, or politic because it reflects the condition of life. For example, in responding corruption problem, Agus Noor in his literary works shows other dimensions such as the reality of corruption and political actors involved inside with the touch of a unique satire humor. The main purpose of this study was to describe and explain (1) the identification of Ahok’s character in the short story “Koruptor Kita Tercinta” (KKT) by Agus Noor; (2) the satire message in short story KKT by Agus Noor. The method used in this study was descriptive-qualitative method with the main data source was taken from the short story collection entitled Jokes of The Corruptors. The data were taken by using “recording-noting” technique to be further analyzed using analysis-interactive model. From the study, there were some conclusions: (1) the main character in the short story jokes of the corruptors has a strong identification with Ahok. That identification was based on the act experienced by the main character in the story which was compared with the reality and also through some characteristics described such as assertive, straightforward, to be brave, and to speak frankly. (2) The satire message contained in the short story was used as the media of critic by the author toward the corruption reality in Indonesia. Satire message was used by the author as an alternative way in conveying critics on corruption in a fresh and ironic way
Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilukosi Bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan:Tinjauan Pragmatik
Setiap tuturan yang dihasilkan oleh penutur mempunyai jenis dan fungsinya masing-masing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu dan mendskripsikan fungsi tuturan tersebut. Data penelitian ini adalah tuturan yang dituturkan oleh penutur bahasa Bugis, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori yang dikemukan oleh Searle mengenai tindak tutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap. Teknik analisis data menggunakan teknis deskriptif adalah teknik analisis data yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data sesuai dengan rumusan masalah. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) tindak tutur apa saja yang terdapat dalam tuturan bahasa Bugis, dan(2) B bagaimana fungsi setiap tuturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tindak tutur dalam dalam bahasa Bugis, yaitu (1) tindak tutur asertif/refresentatif, (2) tindak tutur komisif, (3) tindak tutur direktif, (4) tindak tutur ekpresif, dan (5) tindak tutur deklaratif. Berdasarkan fungsi tuturan ilokusi diperoleh empat fungsi yaitu (1) fungsi kompetitif, (2) fungsi menyenangkan, (3) fungsi bekerja sama, dan (4) fungsi menantang.Every utterance produced by the speaker has its own type and function. This study aims to describe the form of the illocution speech act in Bugis language in Tanah Bumbu regency and describe the function of those utterances. The data of this study are utterances uttered by Bugis speakers, Simpang Empat District, Tanah Bumbu Regency. This study uses Searle's theory of speech acts. The method used in this study is qualitative. The data technique used in this study is speaking and listening. To analyze the data, this study uses descriptive techniques by describing the data in accordance with the formulation of the problem. The problems in this study are (1) what kind of speech act exists in Bugis language, (2) how does the function of each utterance. The result shows that there are five speech acts in Bugis language, they are (1) assertive/representative speech act, (2) commissive speech act, (3) directive speech act, (4) expressive speech act, and (5) declarative speech act. Base on the function of illocution utterance there are four functions, (1) competitive function, (2) favor function, (3) cooperate function, and (4) challenge function
Budaya Banjar dalam Kitab Puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan Karya Iberamsyah Barbary: Perspektif Antroposemiotik
The poem book of Balahindang Sakumpul Sapalimbayan by Iberamsyah Barbary contains local cultural elements of the Banjar community in South Borneo; that reflects the daily life of the Banjar people as a character and identity in the poetic form that different from other ethnic groups. The objectives of this study are to describe the language, the livelihood system, the system of living equipment and technology, the religious system, the social organization system in the poetry book, the semiotic code in the Balahindang Sakumpul Sapalimbayan poem by Iberamsyah Barbary. This research uses an anthroposemiotic approach. The type of research is library research It applies a descriptive analysis method. The researcher takes the data source from the Book of Poetry Balahindang Sakumpul Sapalimbayan by Iberamsyah Barbary published by the Yayasan Kamar Sastra in 2014. The data collection applies text observation and documentation techniques. The data analysis technique of this research is descriptive. The results of this study are as follows: (1) It uses the Banjar Pahuluan language with denotation and the domination of vocal sound vowels such as a, i, and u. (2) the livelihood of Banjar people are farming and trading, (3) the living equipment systems that the Banjar people use are as follows: Ironwood logging, jukung, gumba, house, kindai, bungkalang, and lanting. (4) The religious system of Banjar people comprises tapung tawar, hakikat, makrifat, sharia, faith, and tauhid. (5) system of a social organization described is wife and king and (6) The use of semiotic codes includes the puzzle code, symbolic code, connotative code, and cultural code.Kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary mengandung dan memuat unsur-unsur budaya lokal masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang mencerminkan kehidupan sehari-hari orang Banjar sebagai suatu ciri khas dan identitas yang tidak dimiliki oleh etnik lain yang dituangkan dalam bentuk puisi. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bahasa, (2) memaparkan sistem mata pencaharian, (3) mengemukakan sistem peralatan hidup dan teknologi, (4) menentukan sistem religi, (5) mengemukakan sistem organisasi sosial yang terdapat dalam kitab puisi, (6) kode semiotik dalam puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary. Penelitian ini menggunakan pendekatan antroposemiotika. Jenis penelitian ini penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Sumber data yang dipakai adalah Kitab Puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary yang diterbitkan oleh Yayasan Kamar Sastra tahun 2014. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi teks dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar pahuluan atau bahari dengan bahasa yang bersifat denotasi serta unsur bunyi bahasa yang mendominasi adalah vokal a,i, dan u. (2) mata pencaharian yang ada yaitu bahuma dan badagang, (3) sistem peralatan hidup yang digunakan sebagai berikut: kayu ulin, jukung, gumba, rumah, kindai, bungkalang, dan lanting. (4) sistem religi yang ada tapung tawar, hakikat, marifat, syariat, iman, dan tauhid. (5) sistem organisasi sosial yang dikemukakan adalah bini dan raja dan (6) penggunaan kode semiotik yang ada diantaranya menggunakan kode teka-teki, kode simbolis, kode konotatif, dan kode budaya
AFIKS DERIVATIF PADA LAGU ED SHEERAN DALAM ALBUM DIVIDE: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses afiks derivatif dan untuk mendeskripsikan jenis derivasi pada lirik lagu-lagu Ed Sheraan dalam album Divide. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diambil dari lirik lagu Ed Sheeran album Divide. Teori yang digunakan adalah proses afiks derivatif dan jenis-jenis derivasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 20 lirik yang mengandung afiks derivatif. Dari 20 data tersebut terdapat 3 jenis prefiks dan 6 sufiks. Sementara itu, terdapat dua jenis derivasi yaitu derivasi fungsi dan transposisi. Derivasi fungsi terdiri atas 4 data dan transposisi terdiri atas 16 data
STRUKTUR, BENTUK, DAN ISI PERIBAHASA BAHASA KUTAI
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, bentuk, dan isi peribahasa bahasa Kutai. Masalah penelitian yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) struktur peribahasa bahasa Kutai, (2) bentuk peribahasa bahasa Kutai, dan (3) isi peribahasa bahasa Kutai. Untuk memecahkan masalah tersebut digunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa bahasa Kutai berstruktur frasa (frasa nomina, frasa verba, dan frasa adjektiva), klausa (klausa verbal dan klausa adjektival), dan kalimat (kalimat tunggal, kalimat majemuk setara, dan kalimat majemuk bertingkat). Peribahasa bahasa Kutai berdasarkan bentuknya terdiri atas ungkapan, pepatah/bidal, pemeo/semboyan, dan perumpamaan. Berdasarkan isinya, peribahasa bahasa Kutai berisi sifat/tindakan baik, sifat/tindakan buruk, nasihat, peringatan, dan sindiran. Kata kunci: peribahasa, bahasa Kutai, struktur, bentuk, isi AbstractThe purpose of this research is to describe structures, forms, and contents of Kutai proverbs. The research discusses about 1) the structure of Kutai proverbs, (2) forms of Kutai proverbs, and (3) contents of Kutai proverbs. It is qualitative and descriptive as well. The results show that Kutai proverbs contain of phrases (noun phrases, verb phrases, and adjective phrases), clauses (verbal clauses and adjective clauses), and sentences (single sentences, equivalent compound sentences, and multilevel compound sentences). Kutai proverbs based on its form consist of idioms, proverbs, motto, and parables. According to its contents, Kutai proverbs contain good deeds, bad deeds, advises, warnings, and satires. Keywords: proverbs, Kutai language, structure, form, content
HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA TEMA PAHLAWANKU MENGGUNAKAN REWARD KELAS IV SDN 024 SAMARINDA UTARA
AbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) ini memiliki tujuan mengetahui hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Dalam penelitian ini telah terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil belajar bahasa Indonesia tema pahlawanku dengan menggunakan reward pada kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Penelitian ini sudah dilaksanakan sebanyak dua siklus. Tahap pelaksanaan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil akhir penelitian menunjukan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa dengan nilai tes rata-rata 69,5 dengan persentase ketuntasan 60% dan persentase tidak tuntas, yaitu 40%. Sementara itu, pada siklus II hasil belajar siswa dengan nilai tes rata-rata 81,3 meningkat dengan persentase ketuntasan 86,7% dan persentase tidak tuntas hanya 13,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi reward dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia tema pahlawanku pada siswa kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Kata kunci: hasil belajar, bahasa Indonesia, tema pahlawanku, reward AbstractThis class action research (CAR) has the purpose of knowing the outcome of learning outcomes of grade IV students in SDN 024 North Samarinda. In this study there has been a significant increase in the results of the Indonesian language learning hero theme by using the reward on class IV SDN 024 North Samarinda. This research has been implemented by two cycles. The implementation stage of each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques using observation, tests, interviews, and documentation. The final result of the study showed that the students study results with an average test value of 69.5 with a percentage of 60% and an incomplete percentage of 40%. While in the cycle II students study results with an average test value of 81.3 increased with a percentage of 86.7%, the percentage was not completed by only 13.3%. Based on the results of the study, it can be concluded that the reward strategy can improve the outcome of learning Indonesian theme heroes in grade IV students SDN 024 North Samarinda. Keywords: learning results, bahasa Indonesia, my hero theme, reward
MOTIF GENDER DALAM TIGA CERITA RAKYAT TOLAKI (Gender Motif in Three Tolakinese Folktales)
Cerita yang melibatkan tokoh perempuan ini memuat motif gender baik sebagai motif utama maupun motif bawahan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimana motif gender yang terkandung dalam tiga cerita rakyat Tolaki dan bertujuan mengungkap motif gender yang terdapat di dalam cerita “Wekoila”, “Haluoleo”, dan “Pasaeno”. Data berupa cerita rakyat Tolaki diperoleh melalui teknik wawancara dan penelusuran pustaka. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis struktural Levi-Straus dengan mengurai mitem-mitem cerita. Selanjutnya, analisis motif dilakukan dengan fokus motif gender. Dari hasil analisis diketahui bahwa cerita “Wekoila” menunjukkan bahwa tokoh perempuan diposisikan superior. Cerita “Haluoleo” memuat bahwa tidak ada konsep baku bagi pemosisian perempuan. Sementara itu, cerita “Pasaeno” menunjukkan tokoh perempuan yang ditempatkan sebagai pihak yang diabaikan hak-haknya. Dengan demikian, motif gender dalam ketiga cerita rakyat Tolaki ini disimpulkan tidak memiliki keseragaman.Stories that involve female characters contain both genders as the primary motive and subordinate motives. The problem raised in this study was how the gender motives were contained in the three Tolaki folktales and aimed to uncover the gender motives contained in the "Wekoila", "Haluoleo", and "Pasaeno" stories. Tolaki folklore was obtained through interview techniques and library research. Data were analyzed qualitatively by using Levi-Strauss structural analysis approach by breaking down myths. Then motive analysis was carried out with a focus on gender motives. The results of the analysis were known that the Wekoila story showed the gender motive in which female character was placed in the superior position. Haluoleo's story contained the gender motive in which there were no fixed concepts for women positioning. Meanwhile, Pasaeno's story showed the gender motive in which female characters were placed as whose rights were ignored. Thus it was concluded that the gender motives in the three Tolakinese folktales were lack of uniformity
LITERASI BUDAYA: MEMAHAMI LOKALITAS PEREMPUAN BALI DARI KUMPULAN CERPEN SAGRA
Salah satu cara memahamibudaya yaitu melalui kegiatan literasi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara membaca dan memaknai teks sastra. Tulisan ini membahas literasi budaya melalui pembacaan teks sastra yaitu cerpen tentang lokalitas perempuan. Lokalitas dalam hal ini merujuk pada unsur-unsur budaya baik tradisi maupun populer yang membentuk kehidupan perempuan. Adapun teks cerpen yang akan dibahas yaitu kumpulan cerpen karya Oka Rusmini (2017) yang berjudul Sagra. Teori yang digunakan dalam penelaahan teks cerpen yaitu teori Literasi dan lokalitas. Metode yang digunakan yaitu metode kajian pustaka dengan cara membaca, menandai dan menganalisis teks-teks dalam cerpen yang menunjukan lokalitas perempuan yang berlatar budaya Bali. Pembahasan makalah ini menunjukan bahwa perempuan Bali dengan latar kehidupan budaya yang masih menganut sistem kasta membentuk identitas dan lokalitas perempuan yang khas dibandingkan latar budaya lainnya di Indonesia. Pengaruh Agama Hindu, adat dan kuasa Patriaki masih kental memengaruhi lokalitas perempuan Bali dan teks cerpen Sagra.
Metafora Ati ‘Hati’ dalam Bahasa Jawa
Other than as a communication tool, language is also used as a means of thinking and expressing ideas. Such language functions with regard to language as a cognitive process. The lexical selection in the metaphor is able to embody how human experiences are reflected and how human cognition is described. This research concerns about the Javanesse ATI metaphor. This research intends to describe how the Javanesse people comprehend the concept heart through the metaphor. The data are metaphorical phrases that conceive the heart concept in various texts. The data includes spoken and written text. Thus, the data are analyzed by padan method and PUP technique. It shows that Javanesse ATI metaphor is conceptualized as human, animal, plant, and material.