Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    RELEVANSI EFIKASI DIRI TOKOH IDROES MOERIA DALAM NOVEL GADIS KRETEK UNTUK PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN (Self-Efication Relevance of Idroes Moeria in Novel Gadis Kretek for Entrepreneurship Learning )

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengkaji novel Gadis Kretek sebagai pembelajaran kewirausahaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme naratologi AJ Greimas digunakan untuk mengkajinya dengan teori psikologi efikasi diri pada tokoh Idroes Moeria. Hasil penelitian menunjukkan proses efikasi diri yang positif karena Idroes Moeria mampu menghadapi  pengalaman yang sulit dan menantang dalam perjalanan usahanya. Ida juga pintar mempelajari pengalaman orang lain. Suasana hati  buruk tidak  menjadi halangan karena ia memiliki lingkungan keluarga yang mendukung usahanya. Berdasarkan pendekatan naratologi AJ Greimas terlihat bahwa tindakan Idroes Moeria sebagai subjek telah menerima kesuksesan dari bisnis kretek sebagai objeknya. Pada aktan sender yang merupakan keinginannya untuk berwirausaha dimudahkan dengan persuasi verbal dan suasana hati yang baik sebagai helper. Opposant yang merupakan penghalang dengan berbagai pengalaman yang menantang dapat diatasi oleh Idroes Moeria dengan mudah.  Proses efikasi diri  menumbuhkan karakter yang dapat menunjang keberhasilan berwirausaha, seperti percaya diri, berani mengambil risiko, berorientasi pada hasil dan masa depan, berani berinovasi. Cara Idroes Moeria menjalankan usaha juga dapat menjadi pelajaran seperti strategi branding produk dan pemasaran.This study aims to examine the novel Kretek Girls as learning of entrepreneurship. A descriptive qualitative research method using AJ Greimas's narratology structuralism approach was used to study the psychological self-efficacy theory of Idroes Moeria character. The results showed a positive self-efficacy process because Idroes Moeria was able to deal with difficult and challenging experiences in their business journey. Ida is also good at learning other people's experiences. A bad mood is not an obstacle, because he has a family environment that supports his business. Based on AJ Greimas's narratology approach, the actions of Idroes Moeria as a subject have received success from the kretek business as its object. The sender act which is his desire to become entrepreneurs is facilitated by verbal persuasion and a good mood as a helper. Opponents that are a barrier with a variety of challenging experiences can be overcome by the Idroes Moeria easily. The process of self-efficacy fosters character that can support entrepreneurial success, such as self-confidence, risk-taking, results-oriented, and future-oriented, bold innovation. How to run a business can also be lessons like product branding and marketing strategies

    FENOMENA CAMPUR KODE DALAM NOVEL METROPOP ANTOLOGI RASA KARYA IKA NATASSA (Mixed-codes Phenomenon in the Metropop Novel of Antologi Rasa by Ika Natassa)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap fenomena campur kode di dalam novel Antologi Rasa karya Ika Natassa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik. Kerangka konsep penelitian ini dilandasi oleh referensi teoretis yang mengaitkan sosiolinguistik, bilingualisme-plurilingualisme, dan alih kode-campur kode. Dari data yang dikumpulkan, terdapat wujud campur kode berupa (1) penyisipan kata yang kemudian dibagi atas kelas kata, yaitu nomina, adjektiva, konjungsi, dan interjeksi, (2) penyisipan frasa berupa frasa nominal, frasa preposisional, dan frasa adjektival, (3) penyisipan baster, (4) penyisipan klausa, dan (5) penyisipan idiom. Penelitian juga menunjukkan bahwa para tokoh dan narator di dalam novel Antologi Rasa, yaitu: Keara, Harris, dan Ruly, ditampilkan sebagai sosok-sosok muda metropolitan bilingual yang secara aktif dan konsisten menggunakan kombinasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Para tokoh, terutama Keara dan Harris, tampak sangat leluasa mempraktikkan campur kode, baik saat berbicara dengan tokoh-tokoh lain, maupun ketika bertutur di dalam hati. Penggunaan campur kode dapat dianggap menunjang kategorisasi dan labelisasi novel Antologi Rasa sebagai sebuah karya metropolitan-populer (metropop).This research was conducted to uncover the phenomenon of code mixing in the Ika Natassa’s novel of Antologi Rasa by using descriptive qualitative method and sociolinguistic approach. The frame of research concept  is based on theoretical references that relate sociolinguistics, bilingualism-plurilingualism, with code-mixed-code switching. From the data collected, there are mixed codes in the form of (1) word insertion which is then divided into word classes, namely nouns, adjectives, conjunctions, and interjections, (2) insertion of phrases in nominal phrases, prepositional phrases, and adjunctival phrases, (3) baster insertion, (4) clause insertion, and (5) idiom insertion. The research also shows that the characters and narrators in the novel of Antologi Rasa, namely: Keara, Harris, and Ruly, are shown as bilingual metropolitan young figures who actively and consistently use a combination of Indonesian and English to communicate. The characters, especially Keara and Harris, seem very free to practice code mixing, both when talking to other characters and speaking inwardly. The use of mixed code can be considered to support the categorization and labeling of the Antologi Rasa novel as a popular metropolitan work

    VITALITAS BAHASA TOLAKI DI KOTA KENDARI (The Vitality of Tolaki Language in Kendari)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui vitalitas bahasa Tolaki dalam berbagai ranah sosial. Penelitian itu berancangan kuantitatif-desktiptif dengan menggunakan dua belas indikator penelitian. Untuk mengetahui tingkat vitalitas, digunakan perhitungan frekuensi dan persentase dengan menggunakan program SPSS. Hasil pengolahan data kuantatif tersebut disinergikan dengan pengolahan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks rerata dari keseluruhan indikator berada pada angka 0,42% dengan kategori mengalami kemunduran. Namun, angka tersebut hampir mendekati posisi terancam punah. Hal tersebut didukung oleh mobilitas penutur dan etnis Tolaki ke daerah lain termasuk tinggi karena akses dan jalur transportasi yang sangat baik. Masyarakat penutur bahasa Tolaki cenderung dwibahasawan. Dalam berbagai ranah sosial, bahasa Tolaki tidak atau jarang dipergunakan. Masyarakat masih lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia. Jumlah dokumentasi mengenai bahasa Tolaki relatif sudah banyak, tetapi banyak yang belum mengetahui hasil dokumentasi tersebut karena tidak tersebar secara merata. Masyarakat Tolaki cenderung memiliki sikap positif terhadap bahasanya. Mereka merasa bangga dan menganggap bahasa Tolaki masih lebih penting dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain. Selain itu, mereka juga menghargai penutur bahasa lain dan keberadaan bahasa lain di Kendari.This research aimed to know the vitality of Tolaki language in all social domains. This was descriptive-quantitative research by using twelve research indicators. Frequency and percentage determination using SPSS program was applied to find out the level of vitality. Then, those quantitative data were synergized with the qualitative data from in-depth interview. The results showed that the average index of all indicators was 0.42% with the category is in decline. However, that number of percentages was nearing extinction. It appears as the mobility of native speakers and Tolakinese people to other regions is high since the transportation access and routes are excellent.Tolakinese people tend to be bilingual. In any social domains, Tolaki language is not or rarely used. People prefer using Indonesian. Actually, there are many documentations regarded to Tolaki language, yet many still do not know about them as they are not evenly distributed. Tolakinesspeople tend to have a positive attitude towards their language. They are proud and assume that Tolaki language is still more important than other languages. Furthermore, they also respect to the speakers of other languages and the existence of other languages in Kendari

    The Discussion On Religious And Ethnical Dictions Of Online Headlines

    Get PDF
    This study discusses the effects or impacts of using diction related to ethnicity and religion or belief found in several online headlines. The method in this study is a descriptive method with a qualitative form of research stated by Kaelan, and uses data analysis techniques suggested by Miles and Huberman. This discussion of diction uses the theory put forward by Gorys Keraf. Based on the results of data analysis, it is found that the use of diction related to a particular ethnicity or religion as a whole will give and trigger negative effects or impacts on the social community who read it, even though the news presented is based on actual facts. Penelitian ini mendiskusikan efek atau dampak pengunaan diksi yang berkaitan dengan suku dan keagamaan atau kepercayaaan  yang ditemukan dalam beberapa headlines berita online. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian bersifat kualitatif yang utarakan oleh Kaelan, dan menggunakan teknik nalisis data yang disarankan oleh Miles and Huberman. Diskusi penggunaan diksi ini memanfaatkan teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa penggunaan diksi yang berkaitan dengan suku atau agama tertentu secara keseluruhan akan memberikan dan memicu efek atau dampak negatif bagi masyarakat sosial yang membacanya, walaupun berita yang disajikan berdasarkan fakta aktual

    Wajah Pasar Terapung Sebagai Ikon Wisata Banjarmasin, Kalimantan Selatan dalam Sastra: Kajian Sastra Pariwisata

    No full text
    Wisata pasar terapung dalam sastra menarik dikaji dengan menggunakan kajian sastra pariwisata. Keterkaitan sastra dan pariwisata tampak pada sastra turut mempromosikan daya tarik wisata. Sebaliknya, sastra juga terinspirasi oleh aktivitas wisata. Penelitian ini mengkaji daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan sastra pariwisata, khususnya kajian tematik sastra pariwisata (tourism themes). Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa cerpen “Galuh Pasar Terapung”, puisi “Kidung Pasar Terapung”, puisi “Cahaya Borneo”, puisi “Pasar Terapung”, dan puisi “Pasar Terapung”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik pasar terapung yang terdapat dalam karya sastra bertema pasar terapung berupa atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan sarana pendukung. Atraksi ditunjukkan melalui transportasi jukung dan kelotok; topi khas Banjar berupa tanggui dan penutup kepala tengkuluk; sistem transaksi jual-beli; galah pengait kue; dan barang dagangan yang digambarkan oleh tokoh-tokoh cerita. Aksesibilitas menuju pasar terapung terpenuhi dengan adanya kelotok sewaan yang digunakan oleh tokoh cerita sebagai wisatawan untuk menuju pasar terapung. Fasilitas berupa masjid dekat dermaga yang memudahkan tokoh cerita sebagai wisatawan untuk melaksanakan ibadah. Sementara itu, sarana pendukung lain adalah tersedianya pemandu wisata. Berbagai upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi terekam dalam karya sastra bertema pariwisata, antara lain meregenerasi penerus pasar terapung; melakukan promosi wisata, baik melalui media cetak maupun televisi; dan melakukan kreativitas sehingga daya tarik pasar terapung semakin diminati oleh wisatawan.The tourism of floating market in literature can be studied by using literary tourism. The link between literature and tourism can be seen from literature also promotes tourist attraction. On the other hand, literature is also inspired by tourist activities. This research examines the attractiveness of floating markets and the efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. This study aims to describe the attractiveness of floating markets and efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. Descriptive method is used by using literary tourism approach, especially thematic study of literary tourism. The documentation technique is  used to collect data, such as  "Galuh Pasar Terapung", "Kidung Pasar Terapung", "Cahaya Borneo", "Pasar Terapung", and "Pasar Terapung". The results showed that the attractiveness of the floating market in literary themes were the attractions, access, amenities, and ancillary. Attractions are shown through jukung and kelotok transportation; a tradisional Banjar hat, tanggui and head cover, tengguluk; buying and selling transaction system; cake hook tool; and commodity that are depicted through the characters. Access to the floating market is fulfilled by the availability of rental kelotok for the character as tourists. Amenity in floating market is the avaibility of mosque near the pier which makes it easier for the character as tourists to carry out worship. Meanwhile, ancillary is the availability of tour guides. Various efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization can be seen in literary tourism themes include regenerating the successors of the floating market; conducting tourism promotion, either through print or television media; and do creativity so that the attraction of the floating market is increasingly in demand by tourists

    Strategi Akomodasi Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia

    Get PDF
    The ability of teachers and students in learning activities is greatly influenced by the communication between the two. To establish interactive communication between the two, to achieve learning objectives, language adjustment, or adaptation (accommodation) is carried out so that mutual learning occurs. There are strategies carried out by teacher-students, both consciously and unconsciously, to adapt (accommodation) language in learning activities. Writing this article aims to (a) describe the dominance of the use of communication accommodation strategies in classroom learning and (b) describe the reasons or factors that influence the use of communication accommodation strategies between teachers and students in classroom learning. The data sources of this research are teachers and students in Indonesian language learning activities in classes in three high schools in Jakarta. The research data is verbal and nonverbal speech in Indonesian language learning activities. This research method uses descriptive qualitative which relies on data in the form of interviews, observation notes, and audiovisual recordings of Indonesian language learning activities in three high schools in Jakarta. The results showed that three strategies, namely the management of discourse, emotional expression, and interpretability dominate the use of communication accommodation strategies by teachers and students. Simplifying messages and building self-confidence are the reasons or factors for the occurrence of communication accommodation strategies that are built in the language interactions of teachers and students in the classroom. AbstrakKemampuan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh komunikasi antarkeduanya. Untuk menjalin komunikasi yang interaktif antarkeduanya dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, penyesuaian atau adaptasi (akomodasi) bahasa dilakukan. Tujuannya ialah terjadinya pembelajaran yang timbal balik. Ada strategi-strategi yang dilakukan oleh guru-siswa, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk melakukan adaptasi (akomodasi) bahasa dalam kegiatan pembelajaran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk (a) mendeksripsikan dominasi penggunaan strategi akomodasi komunikasi dalam pembelajaran di kelas dan (b) mendeskripsikan alasan atau faktor yang memengaruhi penggunaan strategi akomodasi komunikasi antara guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas. Sumber data penelitian ini berupa guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas pada tiga SMA di Jakarta. Data penelitiannya adalah tuturan verbal dan nonverbal dalam dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengandalkan data berupa hasil wawancara, catatan observasi, dan rekaman audiovisual kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di tiga SMA di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga strategi, yaitu pengelolaan wacana, emotional ekspresi, dan interpretabilitas mendominasi penggunaan strategi akomodasi komunikasi yang dilakukan guru dan siswa. Penyederhanaan pesan dan pembangunan kepercayaan diri menjadi alasan atau faktor terjadinya strategi akomodasi komunikasi yang dibangun dalam interaksi bahasa guru dan siswa di kelas

    Pola Nama pada Masyarakat Baduy

    Get PDF
    The giving of people's names is a universal phenomenon. However, every society has its own convention. The Baduy community as Sundanese indigenous people are unique in terms of giving names. The life of the Baduy community has recently begun to open up. This condition of course affects the joints of socio-cultural life, including the naming of names. The Baduy millennials, especially the Outer Baduy, for example, are more proud to have a name they consider modern so that some of them have nicknames that are far different from their real names. Of course this is a concern if left unchecked. This study examines the pattern of naming the Baduy community that has been going on for a long time. The aim is to describe the convention of naming patterns as the identity of the Baduy community. The data studied came from ten Outer Baduy villages by using the Family Card (KK) data in the Kenekes Village Office archive. Furthermore, the list of names contained in the KK was processed using the Microsoft Excel program through gender classification, age range, and name standard patterns. The results showed that the naming pattern of the Baduy community was that the names of girls took part, especially the initial syllable, from the father's name, while the names of boys took part of the mother's name. This is related to the philosophical values that protect each other between children and parents. AbstrakPemberian nama orang merupakan gejala yang universal. Namun, setiap masyarakat memiliki konvensinya masing-masing. Masyarakat Baduy sebagai indigenous people Sunda memiliki keunikan dalam hal pemberian nama. Kehidupan masyarakat Baduy akhir-akhir ini mulai terbuka. Kondisi ini tentu saja memengaruhi sendi-sendi kehidupan sosial-budayanya, tidak terkecuali dengan pemberian nama. Kaum milineal Baduy, terutama Baduy Luar, misalnya, lebih bangga memiliki nama yang dianggapnya modern sehingga sebagian dari mereka memiliki nama panggilan yang jauh berbeda dari nama aslinya. Tentu hal ini menjadi sebuah kekhawatiran apabila dibiarkan. Penelitian ini mengkaji pola pemberian nama masyarakat Baduy yang sudah berlangsung sejak lama. Tujuannya adalah mendeskripsikan konvensi pola-pola penamaan sebagai identitas masyarakat Baduy. Data yang dikaji berasal dari sepuluh kampung Baduy Luar dengan memanfaatkan data Kartu Keluarga (KK) yang ada di arsip Kantor Desa Kenekes. Selanjutnya, daftar nama yang terdapat pada KK diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel melalui klasifikasi jenis kelamin, rentang usia, dan pola kakonis nama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penamaan masyarakat Baduy adalah nama anak perempuan mengambil sebagian, terutama suku kata awal, dari nama ayah, sedangkan nama anak laki-laki mengambil sebagian dari nama ibu. Hal ini berkaitan dengan nilai filosofis yang saling melindungi antara anak dan orang tua

    MENYUSURI JEJAK SYAIR DI BARUS: KAJIAN ANTROPOLOGIS

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengungkap keberadaan syair Hamzah Fansuri, yang namanya menggegerkan dunia Islam melalui syair-syair sufistiknya.  Kapur barus  tidak dapat dipisahkan dari kota kecil di Pantai Barat Pulau Sumatera yang menjadi tempat asalnya, yaitu Barus yang memiliki nama lain Fansur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena tujuannya mengungkap keberadaan syair Hamzah Fansuri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa syair Hamzah Fansuri pernah berkembang sekitar abad ke-XVI hingga ke-XVII, hampir sama terkenalnya dengan kisah kapur barus. Syair hamzah Fansuri sarat dengan ajaran lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik namun, keberlangsungan ajarannya sulit untuk meyakinkan orang. masyarakat Tapanuli Tengah yang mempunyai karakter sangat terbuka dengan pendatang. Sehingga banyak penduduknya dari luar, menyebabkan akutulrasi budaya hingga muncul syair baru yang berkembang hingga sekarang yaitu syair sikambang. Bergeser sedikit ke arah Barat kecamatan Manduamas berbatasan langsung dengan Kabupaten Pakpak Bharat ditemukan juga syair (odong-odong) yang dilantunkan oleh laki-laki yang sedang berada di tengah hutan

    Kekerasan, Balas Dendam, dan Pengkambinghitaman dalam Tiga Cerpen Indonesia

    Get PDF
    This study aims to investigate the representation of violence, revenge, and scapegoating in three Indonesian short stories, i.e. “Kuli Kontrak” [The Contract Coolie] by Mochtar Lubis, “Tukang Cukur” [The Barber] by Budi Darma, and “Akhir Perjalanan Gozo Yoshimasu” [The End of  Gozo Yoshimasu’s Journey] by Sori Siregar. Content analysis method is applied to read the short stories in light of René Girard’s theory of mimetic desire and sacpegoating. The study reveals that first, violence as repercussion of mimetic desires and rivalry can occur between individuals, individuals to groups, and groups to individuals; and violence is contagious and spreads quickly. Second, revenge which is a direct impact of rivalry in the three short stories takes place on behalf of women, bloodshed, and power; and the most corrosive is power. Third, the scapegoat mechanism in these short stories has different causes and implications; while the similarity is that the scapegoat manifests in the defeated and marginalized personas. They are sacrificed to break the chains of violence and to bring peace.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengamati representasi kekerasan, balas dendam, dan pengambinghitaman dalam tiga cerpen Indonesia, yaitu “Kuli Kontrak” karya Mochtar Lubis, “Tukang Cukur” karya Budi Darma, dan “Akhir Perjalanan Gozo Yoshimasu” karya Sori Siregar. Metode content analysis digunakan dalam penelitian ini dengan terang teori hasrat mimesis dan kambing hitam dari René Girard. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, kekerasan sebagai buntut hasrat mimesis dapat terjadi antarindividu, inividu terhadap kelompok, dan kelompok terhadap individu. Kekerasan bersifat menular serta menyebar dengan cepat. Kedua, aksi balas dendam yang merupakan dampak langsung rivalitas dalam ketiga cerpen terjadi atas nama perempuan, kucuran darah, dan kekuasaan. Dari ketiga hal tersebut yang paling korosif adalah kekuasaan. Ketiga, mekanisme kambing hitam pada ketiga cerpen memiliki penyebab dan siratan yang berbeda-beda, sedangkan persamaannya adalah kambing hitam mewujud dalam diri tokoh-tokoh yang kalah dan terpinggirkan. Mereka dikorbankan untuk memutus rantai kekerasan sehingga dapat membawa perdamaian.

    Inovasi dan Retensi Fonologis Proto Bahasa Melayu pada Bahasa Melayu Riau Dialek Pesisir

    Get PDF
    Malay is one of languages that has many speakers. One area of Malay language speakers is Riau. Riau Malay language has few differences in the lexicons, so that it can be said as a sub-dialect. Therefore, it is important to study further about the communication language of Riau Malay, especially Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district by using diachronic study. This study aims to describe the reflexes of Malay protol-anguage phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district which is then followed by making the rules of changing Malay proto-language phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district and the rules for retention forms of its phonemes. The method used in this study is a qualitative deductive method that applies top-down reconstruction technique. The results obtained in this study are that Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district has some innovation rules, both in the forms of primary innovations and secondary innovations. The primary innovations have three types of innovations, namely substitution, split, and merger, while secondary innovations, consisting of lenition, fortition, metathesis, syncope, prothesis, and paragoge. AbstrakBahasa Melayu merupakan salah satu bahasa dunia yang memiliki banyak pengguna. Salah satu daerah pengguna bahasa melayu adalah Riau. Bahasa Melayu Riau memiliki sedikit perbedaan-perbedaan dalam leksikonnya sehingga bisa dikatakan sebagai subdialek. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai bahasa komunikasi Melayu Riau, tepatnya bahasa Melayu Riau dialek Pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan dengan menggunakan kajian diakronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran refleks fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan yang kemudian dilanjutkan dengan membuat kaidah-kaidah perubahan fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan berikut kaidah retensi fonem-fonemnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif yang menerapkan teknik rekonstruksi dari atas ke bawah (top-down reconstruction). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat kaidah inovasi-inovasi Melayu Riau dialek pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan, baik yang berupa inovasi primer maupun inovasi sekunder. Adapun inovasi primer, memiliki tiga jenis inovasi, yaitu substitusi, split, dan merger, sedangkan inovasi sekunder, terdiri atas lenisi, fortisi, metatesis, sinkope, protesis, dan  paragog

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇