Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
KEMAHIRAN BERBAHASA MELALUI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BAGI PESERTA DIDIK TINGKAT DASAR
Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya meningkatkan kemahiran berbahasaIndonesia bagi peserta didik tingkat sekolah dasar. Salah satu sarana untuk meningkatkankemahiran berbahasa itu adalah melalui pembelajaran apresiasi sastra. Penelitian inidilakukan untuk membuktikan apakah ada korelasi antara pembelajaran apresiasi sastradengan kemahiran berbahasa peserta didik tingkat SD. Pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Dengan jumlah responden 60peserta didik. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) angketberupa pemahaman bahasa melalui apresiasi sastra, dan (2) langsung terlibat dalamproses pembelajaran di kelas. Dari hasil analisis data tentang korelasi antara kemahiranberbahasa dengan kegiatan apresiasi sastra dengan menggunakan rumus koefisienkorelasi berganda (multiple corelation). Hipotesis awal menunjukkan bahwa semakin baiktingkat apresiasi sastra peserta didik, maka semakin tinggi kemahiran berbahasaIndonesia
Identifikasi Aksen Tuturan Representatif Bahasa Jawa Dialek Banten: Pendekatan Fonetik Akustik
This study uses speech acoustic parameters representing the Javanese dialect of Banten using the acoustic phonetic theory developed by Nooteboom and friends. This research is a case study that uses a mixture of quantitative and qualitative methods. Data on spoken Javanese in Banten dialect is spoken by adult women living in the city of Serang, Banten Province. This study only analyzes data representing the Banten dialect Javanese that can be processed using praat applications. The duration is determined in milliseconds, the intensity is measured in units of dB, and the pitch motion is measured in units of Hz. How, speech representing in Javanese Banten dialect has an acoustic structure that is quite complex and has special characteristics. This is detected in the syllables /kən / and /ke/. In this syllable, the flow of notes is marked up, down, up, and down again with a longer duration than the other syllables.The results of this study can be made the basic material for reconstructing the Banten dialect Javanese specifically its acoustic structure in the future if the language has been approved extinct.After that it can be used as local content in learning at school.AbstrakPenelitian ini mengidentifikasi parameter akustik aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten dengan menggunakan teori fonetik akustik yang dikembangkan oleh Nooteboom dan kawan-kawan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data tuturan bahasa Jawa dialek Banten dituturkan oleh perempuan dewasa yang tinggal di kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini menganalisis aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten yang diolah menggunakan aplikasi praat. Durasi diukur dalam satuan milidetik, intensitas diukur dalam satuan dB, dan pitch movement-nya diukur dalam satuan Hz. Hasilnya, tuturan representatif dalam dalam bahasa Jawa Dialek Banten memiliki struktur akustik yang kompleks dan menjadi ciri khas tuturan bahasa Jawa Dialek Banten. Hal ini terdeteksi pada silabel /kən/ dan /ke/. Pada silabel itu ditandai alir nada naik, turun, naik, dan turun kembali dengan durasi yang lebih panjang daripada silabel yang lain. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dasar untuk merekonstruksi bahasa Jawa Dialek Banten khususnya struktur akustiknya jika di kemudian hari bahasa tersebut telah dianggap punah. Setelah itu dapat dijadikan muatan lokal dalam pembelajaran di sekolah
Pemanfaatan Teknologi untuk Pengajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Pandemic that struck Indonesia made learning activities at all levels of education unable to function as usual. This outbreak makes language learning activities at the university level using a variety of available technologies. However, teachers and learners have their own challenges, one of which is teaching techniques and the use of existing media. The purpose of writing this article is to convey the effectiveness of Indonesian language learning by using various kinds of available technology. This research uses direct action, by interacting with students through the Zoom, Whatsapp, and Google Classroom applications. Data in this study were collected using Google Class applications and Google Docs for collection. Then, the data are analyzed by the researchers to be presented in the discussion. The discussion of the material was carried out by researchers using the Zoom application. Based on research conducted by researchers concluded that two-way communication in language learning is needed. Students still need an interaction process, meaning that it is not enough to provide questions and answers in the Google Class column. The discussion at Zoom makes students able to work on the questions given by the lecturers well. The first cycle obtained unsatisfactory results, where students read the material and work on the questions without getting discussion through the Zoom application. However, the second cycle shows significant results where students have already gotten discussion in the Zoom application. AbstrakPandemi yang melanda Indonesia membuat kegiatan pembelajaran di semua tingkat pendidikan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Wabah ini membuat kegiatan pembelajaran bahasa di tingkat universitas menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Akan tetapi, pengajar dan pemelajar memiliki tantangannya tersendiri, salah satunya teknik pengajaran dan pemanfaatan media yang ada. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyampaikan keefektivitasan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Penelitian ini menggunakan tindakan langsung, dengan melakukan interaksi kepada pemelajar melalui aplikasi Zoom, Whatsapp, dan Google Kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan aplikasi Google Kelas dan Google Docs untuk pengumpulannya. Kemudian, data tersebut dianalisis hasilnya oleh peneliti untuk disampaikan di dalam pembahasan. Pembahasan materi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi Zoom. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti disimpulkan bahwa komunikasi dua arah dalam pembelajaran bahasa sangatlah diperlukan. Mahasiswa masih memerlukan proses interaksi, artinya tidak cukup dengan pemberian soal dan jawaban di kolom Google Kelas. Pembahasan di Zoom membuat mahasiswa mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh dosen pengampu dengan baik. Siklus pertama didapatkan hasil yang kurang memuaskan, di mana mahasiswa membaca materi dan mengerjakan soal tanpa mendapatkan pembahasan melalui aplikasi Zoom. Akan tetapi, siklus kedua menunjukkan hasil yang signifikan yaitu mahasiswa sudah mendapatkan pembahasan di dalam aplikasi Zoom
WACANA BAHASA TULIS DAN HEADLINE ISI BERITA UTAMA DI HARIAN WASPADA
Bahasa tulis dalam berita utama pada media cetak surat kabar menjadi suatu daya tarik bagi pembaca dan kini sudah dapat dilihat melalui online dengan kecanggihan teknologi. Dalam bahasa tulis headline memiliki wacana bahasa dan analisis isi terhadap pembaca. Pasalnya, berita utama merupakan berita yang mendapatkan perhatian lebih dari redaksi sebuah media, sehingga menjadi prioritas dan diletakkan di halaman utama serta mendapatkan tempat khusus karena berada di tengah dan memiliki space yang besar. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman tentang wacana bahasa tulis dan komunikasi dalam pemberitaan di media cetak. Objek penelitian yang dilakukan adalah koran harian lokal di Sumatera Utara dan Aceh, Harian Waspada sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode wacana bahasa dan analisis isi secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pencatatan data berdasarkan kategorisasi tema-tema berita utama yang telah ditentukan dan dianalisis datanya dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan Harian Waspada memuat beberapa tema-tema berita seputar Covid-19 sebagai berita utama yaitu politik, ekonomi, kesehatan, dan luar negeri
Filosofi Kopi dan Sepotong Senja untuk Pacarku: Pemilihan Teks Sastra untuk Pemelajar BIPA pada Tingkat Mahir dan Cara Pengajarannya
This study aims to explain the use of literary texts in BIPA teaching and learning (Indonesian as a Foreign Language) as the authentic materials. The use of literary texts cover teaching four integrated skills including speaking, listening, reading, and writing. This study also explains how important the role of literary texts in BIPA teaching and learning. In addition, what are the criteria of good literary texts which are suitable for foreign language teaching? Furthermore, this study examines the problems, challenges, and advantages of teaching literary texts in the context of BIPA teaching and learning. Therefore, the researcher describes the steps on how to choose literary texts materials, designs meaningful activities in the class, and gives an example on how to teach literary texts to the BIPA students at an advanced level.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penggunaan teks sastra dalam pembelajaran BIPA sebagai teks otentik. Pengajaran teks sastra bisa mencangkup pengajaran empat keterampilan berbahasa yaitu berbicara, menyimak, membaca, dan menulis secara terintegrasi. Penelitian ini juga menjelaskan seberapa penting peran teks sastra dalam pembelajaran BIPA. Selanjutnya, teks sastra yang bagaimana bisa dikategorikan memenuhi syarat untuk pengajaran bahasa asing. Selanjutnya, penelitian ini memaparkan problematika, tantangan, dan keuntungan pengajaran teks sastra dalam pembelajaran BIPA. Dengan demikian, peneliti mampu memberikan contoh bagaimana langkah-langkah dalam pemilihan teks sastra, menyusun aktivitas yang bermakna, dan cara mengajarkan teks sastra kepada pemelajar BIPA pada tingkat lanjut
MOTIFEME DALAM TERJEMAHAN DONGENG 10 KOREAN CLASSIC TALES '10 KISAH KLASIK KOREA'
AbstrakDongeng terjemahan adalah salah satu bentuk karya sastra yang mewarnai sastra Indonesia dewasa ini. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat masalah motifeme dalam dongeng terjemahan 10 Korean Classic Tales ‘10 Kisah Klasik Korea’ yang diceritakan kembali oleh Mathilde May. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis data dan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah strukturalisme analisis dari Alan Dundes. Dalam dongeng Korea tersebut, kekurangan tokoh-tokoh dalam motifeme lack tergambar dalam keinginan untuk membahagiakan orang lain, anak yang tidak mematuhi orang tua, dan keinginan yang besar terpenuhi berkat kebaikan hati dan perjuangan keras yang pada akhirnya membawa akibat masing-masing dalam setiap dongeng. Akhir cerita dongeng dideskripsikan melalui motifeme akibat secara variatif dalam bentuk kebaikan, kematian, dan penyesalan. Kata kunci: motifeme, dongeng terjemahan, dongeng Korea AbstractTranslation of classic tales is one of literary works flourished in Indonesia lately. This study discusses motifemes in 10 Korean Classic Tales ‘10 Kisah Klasik Korea’ retold by Mathilde May. It uses data analysis method and library research. It also uses Alan Dundes’ structural analysis. The result shows that characters’ weaknesses in motifeme of lack are portrayed on the willing to make their parents happy, children who disobey their parents and the accomplished goal by performing act of kindness and struggling that bring consequences in every tale. Motifeme of “akibat” describes the ending of the tales differently in the form of kindness, death, and regret.Keyword: motifeme, translation of classic tales, Korean Classic Tale
SINKRETISME MANTRA MASYARAKAT AJI: SEBUAH IDENTITAS BUDAYA
AbstrakMasyarakat etnis Aji (suku Haji) yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian etnis besar Melayu yang memiliki tradisi bermantra. Berdasarkan pengamatan terhadap bentuk dan isi mantra masyarkat Aji ditemukan kecenderungan adanya sinkretisme, khususnya sinkretis fenomenologis. Sinkretisme tersebut dengan sendirinya memunculkan sebuah identitas ambivalen, satu sisi mempertahankan tradisi leluhur yang menganut ajaran Hindu-Budha dan satu sisi menganut ajaran Islam sebagai agama mereka.Kata kunci: mantra, sinkretisme, identitas AbstractAji’s ethnic society (Haji ethnic) in South Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatera is one of the big Malay ethnics possessing mantra tradition. Based on the observation towards the form and the content of the mantra, it shows a tendency of syncretism, especially the phenomenological syncretism. This syncretism, by itsown way, emerges an ambivalent identity. The society not only keeps maintaining their ancestor’s tradition adhering Hindu-Buddha’s teachings but also adheres Islamic teachings as their present religion.Keywords: mantra, syncretism, identit
KONFLIK GENDER DI RUANG KELUARGA DALAM CERPEN KALIMANTAN TIMUR
AbstrakTulisan ini membahas posisi perempuan di ruang keluarga yang ditampilkan dalam antologi cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminis, penelitian ini menganalisis berbagai macam konflik antargender di ruang keluarga. Analisis dilakukan dengan membahas penyebabdan akibat adanya konflik antargender dalam ruang keluarga. Hasil analisis menunjukkan penyebab konflik tersebut adalah adanya perlakukan patriarki kepada perempuan. Konflik tersebut menyebabkan perempuanmengalami marginalisasi oleh pihak laki-laki. Konflik tersebut juga menyebabkan adanya konflik diri. Analisis juga menunjukkan perempuan melakukanresistansi untuk menolak perlakuan patriarki terhadapnya. Resistansi tersebut berupa resistansi frontal dan nonfrontal.Kata kunci: gender, konflik, ruang keluarga AbstractThis paper deals with women positions in family space as presented in the anthology of Kalimantan Timur short stories. Using feminist perspective, this research analyzes inter-gender conflicts in family space by discussing the cause and effect of the conflicts. The finding reveals that patriarchal attitudes towards womenbring about the conflicts. Such conflicts result in women marginalization and self-conflict. The finding also shows that women make frontal and non-frontal resistances against those patriarchal attitudes.Keywords: gender, conflicts, family spac