Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    SYMBOLICO-INFORMATIONAL MEANINGS OF MULTIMODAL VISUAL SOCIO-POLITICAL DIPRAGMATIC MEANINGS OF VISUAL SOCIO-POLITICAL MULTIMODAL DISCOURSE IN THE PERSPECTIVE OF CRITICAL PRAGMATICS (Makna Pragmatik Wacana Multimodal Visual Sosial-Politik dalam Perspektif Pragmatik Kritis)

    No full text
    Fokus utama penelitian ini adalah makna simbolik dan informasi yang terdapat dalam wacana sosial-politik yang berkaitan dengan tahun politik. Data dikumpulkan dengan menggunakan pendekatan auditori yang dikombinasikan dengan metode pengamatan dan dokumentasi. Pendekatan auditori yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui metode perusal sebagai dasar pendekatan pengumpulan informasi. Melalui analisis teliti terhadap teks-teks ini, data yang sesuai dengan fokus penelitian diidentifikasi. Selama proses tersebut, dilakukan pencatatan untuk merekam data penelitian yang diperoleh. Data yang terkumpul kemudian diidentifikasi, dipilih, dikategorikan, dan akhirnya ditranskripsi untuk menghasilkan jenis dan klasifikasi data. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan data dengan konteksnya. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan pragmatis kritis untuk mengungkap empat lapisan signifikansi yang berhubungan satu sama lain. Keempat interpretasi pragmatis ini diuraikan secara bertahap: (1) Makna pragmatis yang mencerminkan kritik terhadap perilaku serakah dan tidak jujur dari sejumlah pejabat publik tertentu, (2) Makna pragmatis yang melibatkan kritik terhadap dan dorongan terhadap perilaku jujur, benar, dan adil dari tokoh publik tertentu, (3) Makna pragmatis yang berfungsi sebagai pengingat bagi para wakil publik untuk mengadopsi pendekatan yang etis dan sehat dalam politik, menahan diri dari penyuapan demi kekuasaan, (4) Makna pragmatis yang menyoroti pentingnya para pejabat di berbagai level kekuasaan untuk menunjukkan kebijaksanaan mengingat pengaruh besar dari media sosial.The primary focus of this research is to uncover the symbolic and informational meanings present in the socio-political discourse surrounding the political year. Data were gathered through the utilization of the auditory approach coupled with the practices of perusal and documentation. The auditory technique, employed for data accumulation, was executed by implementing the perusal method as the fundamental approach for data collection. Through meticulous examination of these texts, datasets aligned with the focal point of this research were identified. Additionally, the process involved the adoption of note-taking practices to record the acquired research data. The gathered data were subsequently subjected to identification, selection, categorization, and eventual typing to generate data classifications and types. The analysis of the data was executed by establishing connections between the data and its surrounding context. The research employs a critical pragmatic approach, uncovering four interconnected layers of significance. Four pragmatic interpretations are outlined progressively: (1) The pragmatic meaning entails a critique of certain public officials' greedy and deceitful behavior, (2) The pragmatic sense involves criticizing and igniting honest, true, and equitable conduct by specific public figures, (3) The pragmatic context serves as a reminder to public representatives to uphold a virtuous and healthy approach in politics, refraining from resorting to bribery for power, (4) The pragmatic facet highlights the need for officials in various spheres of power to exhibit wisdom considering the significant influence of social media

    EKSISTENSI BAHASA JAWA DALAM BUDAYA SUNGKEMAN LEBARAN: STUDI KASUS PADA RANAH KELUARGA DI KABUPATEN BLORA (The Existence of Javanese Language in Sungkeman Tradition: A Case Study of Family in Blora)

    Get PDF
    This study aims to analyze the existence of the Javanese language in the culture of sungkeman during Eid al-Fitr in family settings in Blora District, as well as to uncover the factors that underlie this phenomenon. The data in this study are sourced from verbal data in the form of utterances used in the sungkeman culture during Eid al-Fitr, along with narrative explanations provided by the informants. Data collection was carried out through observation and structured interviews using note-taking techniques. The data obtained were then analyzed qualitatively through three stages: data classification, data interpretation using a sociolinguistic approach, and presentation of the descriptive analysis in narrative form. The results of the data analysis show that the use of the Javanese language in the sungkeman culture during Eid al-Fitr in family realms in Blora District can be seen from the intergenerational relationship patterns within a family. Based on these intergenerational comparisons, it appears that the third generation no longer uses the Javanese language in the sungkeman culture. The existence of the Javanese language is only evident in the first and second generations. Factors contributing to this include generational differences, education, and the influence of media and technology. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi bahasa Jawa dalam budaya sungkeman lebaran Idulfitri pada ranah keluarga di Kabupaten Blora beserta mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Data dalam penelitian ini bersumber dari data verbal berupa tuturan yang digunakan dalam budaya sungkeman lebaran Idulfitri serta penjelasan naratif yang diberikan oleh narasumber terkait. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur dengan teknik catat. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif melalui tiga tahap, yaitu klasifikasi data, interpretasi data menggunakan pendekatan sosiolinguistik, dan penyajian analisis deskriptif dalam bentuk narasi. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan bahasa Jawa dalam budaya sungkeman lebaran Idulfitri pada ranah keluarga di Kabupaten Blora dapat dilihat dari pola hubungan antargenerasi dalam sebuah keluarga. Pola hubungan itu meliputi pola hubungan generasi ketiga ke generasi kedua, pola hubungan generasi ketiga ke generasi pertama, dan pola hubungan generasi kedua ke generasi pertama. Berdasarkan perbandingan antargenerasi tersebut, tampak bahwa pada generasi ketiga penggunaan bahasa Jawa dalam budaya sungkeman mulai tidak lagi digunakan. Eksistensi bahasa Jawa hanya terlihat pada generasi pertama dan kedua. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut meliputi perbedaan generasi, pendidikan, serta pengaruh media dan teknologi

    Kajian Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Babad Kopi Parahyangan Karya Evi Sri Rezeki sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra Indonesia Kelas XII

    Get PDF
    This research aims to determine the results of the analysis of literary psychology studies so that the author can convey the personality of the main character in the novel Babad Kopi Parahyangan by Evi Sri Rezeki and its relevance to Indonesian language learning in class XII high school. The method used in this research is qualitative descriptive research using Sigmund Freud's literary psychology approach. In the data collection process, the author chose a strategic method, namely reading and taking notes. The data collection technique was carried out using a purposive sampling technique. Checking the validity of the data found in this research uses reference materials supported by several theoretical references that the author has presented on theoretical basis. The data analysis technique that the author uses goes through several stages, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. As a result of the research that has been carried out, data was found through conversation transcripts as evidence of the inner problems of the characters, such as those experienced by Karim, who had the desire to become a famous coffee dealer in Parahyangan, lost his goal while sailing, then a feeling of revenge emerged against the Satria Foreman, who was the Satria Foreman. has the desire to rise to the rank of ship helmsman. Apart from that, inner conflict occurs because of problems with his past and several characters show conflict because Karim is forced to become a stagecoach driver. The findings in this research will be used as a proposal for teaching materials for Indonesian language learning in class by using this novel learning object, the author hopes that students will be able to assess the advantages and disadvantages of the novel, and be able to take positive values to apply in everyday life. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kajian psikologi sastra sehingga penulis dapat menyampaikan kepribadian tokoh utama dalam novel Babad Kopi Parahyangan karya Evi Sri Rezeki serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Dalam proses pengumpulan data, penulis memilih cara yang strategis yakni membaca dan mencatat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan keabsahan pada data yang telah ditemukan dalam penelitian ini menggunakan bahan referensi yang didukung dengan beberapa referensi teori pada landasan teori. Teknik analisis data yang penulis gunakan melalui beberapa tahapan, diantaranya pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan data melalui transkrip percakapan sebagai bukti dari permasalahan batin para tokoh seperti yang dialami Karim memiliki keinginan untuk menjadi bandar kopi ternama di Parahyangan, kehilangan tujuan pada saat berlayar, kemudian muncul rasa dendam terhadap Mandor Satria yang dimana Mandor Satria memiliki keinginan untuk naik pangkat menjadi juru mudi kapal. Selain itu, konflik batin terjadi karena adanya permasalahan dengan masa lalunya serta beberapa karakter yang menunjukan konflik karena adanya paksaan Karim untuk menjadi kusir kereta pos. Temuan dalam penelitian ini akan dimanfaatkan sebagai usulan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII dengan objek pembelajaran Teks Novel karena novel ini memenuhi syarat dijadikan sebagai bahan kajian dan analisis kepribadian tokoh dalam novel melalui unsur intrinsik dalam bentuk modul ajar. Dengan menggunakan objek pembelajaran novel ini penulis berharap siswa dapat menilai kelebihan dan kekurangan pada novel, serta mampu mengambil nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

    The Impact of Persuasive Writing Learning Model on Students’ Entrepreneurial Spirit

    Get PDF
    This study aims to explore the impact of persuasive text writing learning models on the development of students' entrepreneurial spirit. Entrepreneurial spirit is a crucial competency in the era of globalization, encompassing creativity, innovation, and high problem-solving skills. Higher education plays a strategic role in shaping students' entrepreneurial spirit through innovative learning models. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design, involving 32 students from the education study program at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and writing tests. The instruments included an entrepreneurial spirit questionnaire and a persuasive text writing test. The results of the study (Hisrich, Peters, & Sepherd, 2017) indicate that the persuasive text writing learning model significantly improves students' writing abilities and entrepreneurial spirit. Students showed an increase in the average score from 57.56 in the pretest to 90.65 in the posttest. Analysis using the T-test showed a significant difference between the initial and final abilities of students in writing entrepreneurial-themed persuasive texts. This research confirms that persuasive text writing skills play a role in the development of entrepreneurial spirit, providing practical recommendations for lecturers and education practitioners in designing effective learning programs. These findings are expected to contribute to the development of entrepreneurship education in higher education and help students face challenges and opportunities in the work and business world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran menulis teks persuasi terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Jiwa kewirausahaan adalah kompetensi penting di era globalisasi, mencakup kreativitas, inovasi, dan keterampilan problem solving yang tinggi. Pendidikan tinggi berperan strategis dalam membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 32 mahasiswa program studi pendidikan di Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, kuesioner, dan tes menulis. Instrumen meliputi kuesioner jiwa kewirausahaan dan tes menulis teks persuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis teks persuasi meningkatkan kemampuan menulis dan jiwa kewirausahaan mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57,56 pada pretest menjadi 90,65 pada posttest. Analisis menggunakan uji-T menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan awal dan akhir mahasiswa dalam menulis teks persuasi bertema kewirausahaan. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa keterampilan menulis teks persuasi berperan dalam pengembangan jiwa kewirausahaan, memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan praktisi pendidikan dalam merancang program pembelajaran yang efektif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dan membantu mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja dan bisnis

    MULTIMODALITAS DALAM LINGUISTIK FORENSIK: STUDI KASUS UJARAN KEBENCIAN TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI FACEBOOK (Multimodality in Forensic Linguistics: A Case Study of Hate Speech Toward Ethnic Chinese in Facebook)

    Get PDF
    Forensic linguistics is the application of linguistic theories and methods in solving legal matters. One of many linguistics frameworks that can be utilized to solve cases is multimodality. Although its theoritical potential is often discussed, multimodal research in the form of empirical case study, especially the one with linguistic data in Indonesian, is limited. To fill the empirical gap in the existing research, this paper intends to demonstrate how multimodally constructed language evidence can be analyzed using linguistic tools. The data used is a Facebook post regarding social friction between Indonesian Chinese (Tionghoa) and natives (Pribumi) which is conveyed in both textual and visual modes. The data is studied qualitatively by employing theories on speech act, social semiotic, and visual grammar. The linguistic analysis carried out indicate the existence of ethnic-based sentiment in the multimodal data. The negative intention of the post creator thus can be interpreted from the elaborative relation between the text and the image. The various notions found can be confirmed to construct the hate-speech itself. As practical implication, the multimodal analysis conducted in this research could be used as a general reference to solve other cases with similar language evidence. Linguistik forensik merupakan pemanfaatan teori dan metode linguistik dalam menyelesaikan masalah hukum. Salah satu pendekatan linguistik yang dapat digunakan dalam penyelesaian kasus ialah multimodalitas. Meskipun potensi teoretisnya kerap dibahas, penelitian empiris dalam bentuk studi kasus, terutama dengan data linguistik berbahasa Indonesia, masih terbatas. Untuk mengisi rumpang empiris dari penelitian yang ada, makalah ini mencoba untuk mendemontsrasikan bagaimana bukti bahasa yang terkonstruksi secara multimodal dapat dianalisis dengan perangkat linguistik. Data yang digunakan ialah sebuah postingan Facebook mengenai gesekan sosial antara etnis Tionghoa dan pribumi di Indonesia yang disampaikan dalam moda tekstual dan visual. Data dibedah secara kualitatif dengan meminjam teori tindak tutur, semiotika sosial, dan gramatika visual. Analisis linguistik yang dilakukan mengindikasikan adanya ujaran sentimen etnis dalam data multimodalnya. Maksud negatif pembuat postingan dapat diinterpretasi dengan melihat hubungan elaboratif antara teks dan gambar. Beragam gagasan yang ditemukan dapat dikonfirmasi mengonstruksi ujaran kebencian itu sendiri. Sebagai implikasi praktis, analisis multimodal dalam kajian ini dapat digunakan sebagai rujukan umum untuk memecahkan kasus lain dengan bukti bahasa serupa

    CITRA MASYARAKAT DALAM PUISI-PUISI HUMOR MUSTOFA W. HASYIM: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran masyarakat dan  fungsi sosial sastra kumpulan puisi Ki Ageng Miskin Puisi-puisi Humor dan Setengah Humor karya Mustofa W. Hasyim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara terstruktur dan teknik baca catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan merelasikan masalah-masalah sosial yang terkandung di dalam karya sastra dengan fakta sosial kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) gambaran masyarakat yang tercermin adalah: a) gambaran masyarakat yang mengalami keterpurukan, b) masyarakat yang merasakan kesenjangan sosial, c) masyarakat yang mengalami kesewenang-wenangan, d) masyarakat yang mengalami kekerasan politik massa dan tentara, e) masyarakat dalam memperlakukan masjid, f) masyarakat yang mengalami berbagai bencana, g) masyarakat yang perlu mengevaluasi kembali langkah-langkah perjuangannya, h) masyarakat yang tertindas, i) masyarakat yang mengalami degradasi nilai-nilai pendidikan, j) masyarakat kota ketika menghadiri pemakaman; 2) fungsi sosial kumpulan puisi tersebut adalah sebagai penghibur dan perombak masyarakat melalui nilai-nilai yang disampaikan.Kata-kata Kunci: Gambaran Masyarakat, Ki Ageng Miskin, Sosiologi Sastra             AbstractThis study aims to describe the author's reflection of society and the social function of literature contained in the collection of Ki Ageng Miskin Puisi-puisi Humor dan Setengah Humor by Mustofa W. Hasyim. The research method used is descriptive qualitative with a sociological approach to literature. Data were collected by structured interview techniques and reading and note-taking techniques. The data obtained were then analyzed by relating social problems contained in literary works with social facts and then presented descriptively. The results showed that 1) the mirror of society that is reflected is a) a picture of a society experiencing adversity, b) a society experiencing social inequality, c) a society experiencing arbitrariness, d) a society experiencing political violence from the masses and the army, e) a society in treating mosques, f) people who experience various disasters, g) people who need to re-evaluate their struggle steps, h) oppressed people, i) people who experience degradation of educational values, j) city people when attending funerals; 3) the social function of the collection of poems is as an entertainer and reformer of society through the values conveyed.Keywords: Society Description, Ki Ageng Miskin, Sociology of Literatur

    Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Pasar Tambak Kumandang

    No full text
    Researchers wish to conduct a study related to local wisdom values in the folklore Tambak Kumandang Market using literary anthropology studies. This research uses a qualitative description method. The strategy used is a single case study with only a focus on one criterion or target. The form of data in this research is words, sentences and discourse. Furthermore, this research uses primary and secondary data sources. This research data collection was carried out using various steps, namely observation, in-depth interviews, recording, noting and document analysis. Then this research uses data validation techniques in the form of triangulation and informant review. There are two triangulations used, namely data source and method triangulation. This research data analysis technique uses an interactive model created by Miles and Huberman. After analysis and discussion, it was concluded that there are seven local wisdoms in the folklore of Tambak Kumandang Market, namely: 1) language system number 4, 2) knowledge system number 10, 3) social organization system number 6, 4) economic system number 10. 3, 5) systems of living equipment and technology number 5, 6) religious systems number 9, and 7) art systems number 3.  AbstrakPeneliti berkeinginan untuk melakukan kajian terkait nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Pasar Tambak Kumandang menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Strategi yang digunakan adalah studi kasus tunggal dengan fokus pada satu kriteria atau sasaran. Bentuk data pada penelitian ini adalah kata, kalimat, dan wacana. Selanjutnya penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan berbagai langkah, yakni observasi, wawancara mendalam, perekaman, pencatatan, dan analisis dokumen. Kemudian, penelitian ini menggunakan teknik validasi data berupa triangulasi dan informant review. Terdapat dua triangulasi yang digunakan, yakni triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif yang diciptakan oleh Miles dan Huberman. Setelah dilakukan analisis dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tujuh kearifan lokal dalam cerita rakyat Pasar Tambak Kumandang, yakni sistem bahasa sejumlah empat, sistem pengetahuan sejumlah sepuluh, sistem organisasi sosial sejumlah enam, sistem ekonomi sejumlah tiga, sistem peralatan hidup dan teknologi sejumlah lima, sistem religi sejumlah sembilan, dan sistem seni sejumlah tiga

    Deiksis pada Film “Jalan Yang Jauh, Jangan Lupa Pulang”: Kajian Pragmatik

    No full text
    The aim of this study is to identify and analyze the form and meaning of deixis in the film Jalan Yang Panjang, Don't Forget to Go Home (JyJJLP). The research method used in this study is descriptive qualitative with preparation procedures, data collection and data analysis. In the preparation stage, the researcher watched the JyJJP film many times until the film was understood well. Next, data collection was carried out by taking data from each scene. The next stage is data analysis carried out using a pragmatic approach. The results of the research found forms of deixis, namely, personal deixis with a total of 515 words, place deixis 35 words, time deixis 50 words, discourse deixis 23 words, and social deixis 35. Overall the number of deixis in the film was found to be 658 words. The use of persona deiksis dominates the number of deiksis uses. Of the 685 deiksis used in the film JyJJLP, 515 deiksis personas were found. The existence of personas in JyJJLP films creates close realism, clarifies perspective, and encourages empathy, showing the perspective from which a story is told. Furthermore, it is found in place, time, discourse and social existence. The meaning of each type of deixis contained in the JyJJLP film is that it has a meaning that refers to a character or individual, describes place and time, connects sentences and ideas so that the audience can understand how these ideas are connected to each other, and helps show the relationships between characters, helps build character and personality, norms and cultural values. AbstrakTujuan kajian ini mengidentifikasi dan menganalisis bentuk dan makna deiksis dalam film “Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang” (JyJJLP). Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan prosedur persiapan, pengumpulan data, dan analisis data. Pada tahap persiapan peneliti menonton film JyJJP berkali-kali hingga film tersebut dipahami dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan data dengan cara mengambil data dari setiap adegan. Tahap berikutnya adalah analisis data yang dilakukan dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian ditemukan bentuk deiksis yaitu, deiksis persona dengan jumlah 515 kata, deiksis tempat 35 kata, deiksis waktu 50 kata, deiksis wacana 23 kata, dan deiksis sosial 35. Secara keseluruhan jumlah deiksis pada film ditemukan 658 kata. Penggunaan deiksis persona mendominasi jumlah pemakaian deiksis. Dari 685 deiksis yang digunakan pada film JyJJLP ditemukan 515 penggunaan deiksis persona. Deiksis persona dalam film JyJJLP menciptakan kedekatan realisme, memperjelas perspektif, mendorong empati, dan menunjukkan perspektif dari mana suatu cerita diceritakan. Selanjutnya, ditemukan deiksis tempat, waktu, wacana, dan deiksis sosial. Makna pada setiap jenis deiksis yang terdapat dalam film JyJJLP adalah mempunyai makna yang merujuk pada tokoh atau individu, menggambarkan tempat dan waktu, menghubungkan kalimat dan gagasan sehingga penonton dapat memahami bagaimana ide-ide tersebut terhubung satu sama lain, membantu menunjukkan relasi antar karakter, membantu membangun karakter dan kepribadian, norma, dan nilai budaya

    PEREMPUAN DALAM MASA REVOLUSI DALAM CERPEN S. RUKIAH: SEBUAH PEMBACAAN GINOKRITIK (Women during Revolution Time in S. Rukiah’s Short Story: A Gynocritical Reading)

    No full text
    The revolutionary period is described as an important chapter in modern Indonesian history. At this time, self-awareness as an independent nation was formed within the Indonesian people. As one of the women writers during the revolutionary era, Rukiah’s thoughts made enthusiasm within the framework of liberating women. This research seeks to reveal Rukiah's position as a woman writer by using the women as a writer or ginocritic approach in the short stories "Mak Esah" and "Istri Prajurit" in Tandus (first published in 1952 and reprinted in 2017). The results of the study show that Rukiah gives a picture of reality in her works. Apart from that, he also gave a portraits of life during the revolutionary period by using a straightforward language as well as symbolic language. From the results of the ginocritical reading, it was revealed that Rukiah really upholds the spirit of change for women. However, he has not shown any effort to support women's condition to be free from male oppression. The depiction of female characters physically and mentally has not shown Rukiah's alignment with the view of freeing women from oppression.Masa-masa revolusi digambarkan sebagai satu babak penting dalam sejarah Indonesia modern. Pada masa ini, kesadaran diri sebagai bangsa yang merdeka terbentuk dalam diri rakyat Indonesia. Sebagai salah satu perempuan pengarang di era revolusi, Rukiah hadir membawa pemikiran dan semangat dalam kerangka memerdekakan perempuan. Penelitian ini berusaha mengungkap gambaran posisi Rukiah sebagai seorang perempuan pengarang dengan menggunakan pendekatan women as a writer atau ginokritik dalam cerpen “Mak Esah” dan “Istri Prajurit” yang termaktub dalam Tandus (terbit pertama pada 1952 dan dicetak ulang pada 2017). Hasil kajian menunjukkan bahwa Rukiah memberi gambaran realitas dalam karya-karyanya. Selain itu, ia juga menuangkan potret kehidupan pada masa-masa revolusi dengan menggunakan gaya bahasa lugas sekaligus juga bahasa simbol. Dari hasil pembacaan ginokritik terungkap bahwa Rukiah memang menjunjung tinggi semangat perubahan bagi kaum perempuan. Akan tetapi, ia belum menunjukkan upaya mendukung kondisi perempuan untuk terlepas dari opresi laki-laki. Penggambaran karakter tokoh perempuan secara fisik maupun batiniah belum menunjukkan keberpihakan Rukiah pada pandangan untuk membebaskan kaum perempuan dari ketertindasan

    SYAIR CERMIN ISLAM DALAM KAJIAN SASTRA PROFETIK

    Get PDF
    Syair Cermin Islam is a Malay oral text which contains Islamic teachings related to amar ma'ruf and nahi mungkar. This poetry text has elements of transcendence, namely going beyond human experience which is prophetic in nature. This research aims to describe the prophetic reality in the text of Syair Cermin Islam which is still relevant in today's modern world. This research uses a dynamic-structuralism (semiotic) approach and data analysis is carried out using content analysis techniques. The semiotic approach is a sign system approach. Signs in literary literature come in the form of texts, both within the text structure and outside the text structure. Of course it will contribute to the understanding of prophetic reality. The data analysis method refers to the process of determining the unit of analysis which consists of poetry text. The main findings in this research are: Firstly, prophetic reality in the aspect of meaning reconstruction and interpretation related to the transcendence of amar ma'ruf and nahi munkar, with divine awareness and longing for eternal life. Second, the prophetic reality in the liberation aspect is related to the relationship between actions and the consequences received for those actions. The essence of the findings from the analysis of the text of Syair Cermin Islam is in the form of a command to do good deeds and abandon bad deeds so that humans are safe in this world and in the afterlife

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇