Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    PEMBACAAN BERPERSPEKTIF EKOFEMINISME ATAS SAJAK “ISTERI” KARYA DARMANTO JATMAN (Ecofeminism Reading on Darmanto Jatman’s Poem “Isteri”)

    Get PDF
    Pendekatan ekofeminisme di dunia akademia Indonesia sudah mulai marak digunakan oleh beberapa akademisi, tetapi masih terdapat sedikit kerancuan di dalam penggunaannya di dalam kajian sastra. Artikel ini menyuguhkan pembacaan berperspektif ekofeminisme yang menekankan pada kebergantungan konteks dan menolak adanya narasi tunggal ala Warren dan Cheney. Karya sastra yang dipilih adalah sajak “Isteri” karya Darmanto Jatman. Data dikumpulkan dengan pembacaan cermat dan analisis dilakukan menggunakan analisis tekstual. Temuan dari penelitian ini adalah pandangan hidup Jawa yang menempatkan istri sebagai sakti, sumber berkah, sumber rezeki, dan sumber hidup. Di dalam kerangka berpikir patriarkis Jawa, perempuan (istri) dan alam menjadi bagian penting dari eksistensi laki-laki. Konteks sosial dan budaya Jawa yang terdapati di dalam sajak menunjukkan deskripsi relasi gender dalam kehidupan domestik yang berbeda dengan apa yang berlaku di Barat. Temuan penelitian ini memberi pijakan arah bagaimana gerakan ekofeminisme bisa lebih tepat menyesuaikan konteks sistem patriarki Jawa yang berbeda dengan Barat dan kemungkinan bagaimana wacana bangun ulang relasi gender antara laki-laki dan perempuan Jawa dapat digugah jika diinginkan. Temuan penelitian ini menjadi pembuka jalan bagi penelitian lanjutan atas karya-karya sastra pengarang Jawa lainnya.Despite the growing number of Indonesian academia using ecofeminism approach in their literary criticism, some misunderstandings on ecofeminism still exist. This article provides a reference on ecofeminism perspective and gives an example how ecofeminism perspective from Warren and Cheney is applied in literary criticism. A well-known poem entitled “Isteri” (Wife) written by a Javanese poet, Darmanto Jatman, is chosen. Close reading is used to gather data which is relevant to ecofeminism issues. Textual analysis is then used in the analysis. The Javanese men see their wives as their source of power, blessing, wealth, and life. Nature and women, for Javanese men, are parts of men’s existence and cosmic balance. It shows evidence of how ecofeminism criticism, which emphasises diversities on the relation and issues between humans, their environment, and their social contexts, in Javanese context should be applied differently to Western context. The poem displays a gender relation between husband and wife in Javanese household life which is different to the West. The implication of this finding may give a reference and direction towards the possibilities of Javanese ecofeminism further discussions and renegotiation of gender relation between men and women in Javanese society. To have a more comprehensive view of how Javanese patriarchy works, further research on other Javanese literary works is needed

    SAMPUL DEPAN

    No full text

    ANALISIS SOSIOLOGIS DALAM NOVEL MUSYAHID CINTA KARYA AGUK IRAWAN MN

    No full text
    Sastra selalu menarik dan unik saat dilihat dari segi bahasa, budaya, ide dan lain sebagainya. Begitu juga dengan novel yang ditulis oleh pengarangnya. Novel yang dibaca oleh penikmat sastra tidak lepas dari pengarang yang mempunyai bahasa dan imajinasi yang tinggi dan novel tersebut merupakan cerminan masyarakat pada saat itu. Pada saat imajinasi seorang penulis tertuang ke dalam tulisan peristiwa mengalir dan tidak pernah hilang dari kekosongan sosial. Masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimanakah Analisis Sosiologis Novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiologis novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sosiologis. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN menunjukan bahwa kerja sama yang terjadi banyak dilakukan antar tokoh, dalam hal persaingan juga dimunculkan dalam novel ini. Sedangkan pertikaian atau pertentangan juga ada karena setiap tokoh mempunyai masalah tersendiri, kemudian akomodasi yang terjadi juga terlihat pada novel Musyahid Cinta karya Aguk Irawan MN

    PERSOALAN-PERSOALAN SOSIAL DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persoalan-persoalan sosial yang terdapat dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Sumber data penelitian adalah buku novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari yang bertemakan sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks novel Pasung Jiwa secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, selanjutnya menyimpulkan hasil analisis. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa terdapat enam bentuk persoalan sosial yang terdapat dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari, yaitu: persoalan kemiskinan, persoalan kejahatan, persoalan disorganisasi keluarga, persoalan generasi muda, persoalan konflik sosial, dan persoalan birokrasi

    COVER BELAKANG

    No full text

    COVER DEPAN

    No full text

    Kata Berfrekuensi Tinggi dalam Pembelajaran BIPA Pemula

    Get PDF
    Vocabulary plays an important role in foreign language learning, but teachers are often confused about what vocabulary should be taught or targeted so that learners can communicate well according to their level. This study aims to produce a list of the most frequently used vocabulary, knows as High Frequency Words-HFW, in Beginner Indonesian as Foreign Language (ILF) level. The results of this research will be great used for IFL students, teachers, writers, and observers, as well as parties related to IFL. The use of HFW in foreign language learning is proven to have positive effects, such as increasing learning motivation, increasing self-confidence to produce one's own sentences, helping to understand texts, and using repeated words that will make the vocabulary familiar to learners. This qualitative research used corpus of BIPA books for the beginner level based on the level one and two IFL Competency Standards according to the regulation of education ministry Number 27 of 2017 then processed using the AntCont application. The results showed that 1) HFW for IFL is different from Indonesian HFW in general; 2) the form of word classes taught varies; and 3) limited of affix used.  AbstrakKosakata memegang peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, tetapi pengajar sering bingung menentukan kosakata apa saja yang harus diajarkan atau dijadikan target agar pemelajar dapat berkomunikasi dengan baik sesuai dengan tingkatannya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan daftar kosakata yang paling sering digunakan, High Frequency Words-HFW, pada pembelajaran BIPA pemula. Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi para pemelajar, pengajar, penulis, dan pengamat BIPA, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kebipaan. Pemanfaatan HFW dalam pembelajaran bahasa asing terbukti memberi efek positif, seperti meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri untuk memproduksi kalimat sendiri, membantu memahami teks, dan pemanfaatan kata berulang-ulang akan membuat kosakata tersebut familiar bagi pemelajar. Penelitian kualitatif ini menggunakan korpus data buku-buku BIPA untuk level pemula dengan berbasis Standar Kompetensi Lulusan BIPA level satu dan dua sesuai Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 kemudian diolah menggunakan aplikasi AntCont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) HFW bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA berbeda dengan HFW bahasa Indonesia secara umum; 2) bentuk kelas kata yang diajarkan bervariasi; dan 3) bentuk imbuhan yang digunakan terbata

    NEGOSIASI IDEOLOGI PUISI “KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA” KARYA K.H. A. MUSTOFA BISRI: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI (The Ideological Negotiation of The Poet “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” Works K.H. A. Mustofa Bisri: Gramsci Hegemony Study)

    Get PDF
    Puisi “Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” adalah bentuk perlawanan kelompok subordinat terhadap kelompok dominan (penguasa) yang melakukan penindasan dan tidak memberikan kemerdekaan (kesejahteraan) walau rakyat telah merdeka. Kelompok penguasa memberikan kebebasan kepada rakyat, tetapi juga mengekang rakyat untuk tunduk kepada perintah penguasa. Oleh karena itu, kaum intelektual (penyair) melakukan resistensi untuk keluar dari ketertindasan yang dialami oleh kaum subordinat karena sikap otoriter penguasa. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui formasi dan negosiasi ideologi puisi sehingga terjelaskan bahwa kontestasi dan negosiasi ideologi yang dilakukan penyair dalam puisinya sebagai bentuk keinginan kaum intelektual (mahasiswa, penyair, dan peneliti) untuk menjadikan rakyat kritis dan bermoral dengan memengaruhi pola pikir (cara pandang) dan pola perilakunya melalui karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis isi dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci. Hasil penelitian ini adalah tokoh “aku” adalah kelompok subordinat yang juga sebagai konter hegemonik (pembawa hegemoni tandingan) atas militerisme yang dipegang oleh kelompok dominan. Gus Mus mencoba untuk menegosiasikan nasionalisme-humanis yang religius kepada rakyat melalui puisinya karena manusia memerlukan ideologi religius dalam membentuk pola pikir dan perilakunya. Namun di samping itu, Gus Mus secara tersirat menegosiasikan ideologi Pancasila yang harus dipegang kembali oleh negara dan mulai meluluhkan militerisme yang otoriter karena Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.The poem “Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” is a form of struggle by the subordinate group to the dominant (authority holder) that suppresses freedom (wealth) despite the status of independence as a nation. The authority seems to give freedom however at the same time controlling the people for absolute obedience. In that circumstance, the intellectuals (poets) do act of resistance to escape from the oppression by the authoritarian. This research aims to see ideology formation and negotiation of the poem to explain the contestation and negotiation by the poet, as a reflection of the intellectuals (college students, poets, researchers) to stimulate a shifting point of view through literature. This research applies a descriptive qualitative method focusing on concepts of hegemony by Gramsci. The result shows that the character of “Aku” represents the subordinates and as a counter of hegemony (conveyor of counter-hegemony) against militarism by the dominant. Gus Mus tried to negotiate religious nationalist-humanism ideology to people through his poem arguing that people need religious ideology to form thoughts and behavior. Nonetheless, Gus Mus implicitly negotiated Pancasila as a state ideology to be re-embraced and shattered the authoritarian militarism because Pancasila is the foundation of Indonesia

    NILAI LINGKUNGAN DALAM CERPEN “APAKAH RUMAH KITA AKAN TENGGELAM” KARYA ANAS S MALO MELALUI TANGGAPAN MAHASISWA (KAJIAN EKOKRITIK) (Environmental Value in the Short Story “Apakah Rumah Kita Akan Tenggelam” by Anas S Malo through Student’s Responses (Ecocritical Study))

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan, yaitu: (1) mendeskripsikan tanggapan mahasiswa dalam cerita pendek “Apakah Rumah Kita Akan Tenggelam” melalui tema dan penokohan; (2) mendeskripsikan tanggapan mahasiswa mengenai fenomena lingkungan dalam cerpen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian, yakni tanggapan mahasiswa. Sumber data penelitian, yakni: (1) angket; (2) teks cerita pendek diunduh secara daring melalui web lakonhidup.com. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resepsi sastra dan teori ekokritik. Populasi penelitian berjumlah 247 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 80 mahasiswa. Instrumen penelitian, yakni angket dan cerpen. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik angket, baca, dan catat. Teknik penarikan sampel, yakni teknik purposive sampling (pengambilan data secara acak). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) tema dan penokohan. Dalam tanggapan mahasiswa ditemukan tema banjir, tema bencana alam, dan tema variatif; selanjutnya (2) fenomena lingkungan yang ditemukan dalam tanggapan mahasiswa, yakni fenomena bencana alam dan binatang. This study aimed, namely: (1) to describe students' responses in the short story "Is Our House Will Drown" through themes and characterizations; (2) describe student responses about environmental phenomena in short stories. This type of research is descriptive qualitative research. Research data, namely student responses. The sources of research data, namely: (1) questionnaire; (2) short story texts can be downloaded boldly through the web lakonhidup.com. The theory used in this research was the theory of literary reception and ecocritic theory. The population investigated was from 247 students. The research sample was 80 students. Research instruments, namely questionnaires and short stories. Data collection was carried out through questionnaire techniques, reading, and taking notes. The sampling technique used was the purposive sampling technique (random data collection). The results of the research were as follows: (1) themes and characterizations. The students' responses found themes of natural disasters and varied themes; then (2) environmental phenomena found in student responses, namely natural disasters and animals

    TEMA PERCINTAAN DALAM TIGA CERITA PENDEK TERBITAN SURAT KABAR MANUNTUNG DI KALIMANTAN TIMUR (PERIODE 1988—1989)

    Get PDF
    Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur cerita dalam tiga cerpen  terbitan surat kabar harian Manuntung periode 1988—1989 yang difokuskan pada tema percintaan dan gejala sosial kultural. Masalah dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimana bentuk struktur cerita dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung, (2) bagaimanakah tema percintaan dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung, dan (3) bagaimana pula gejala sosial kultural dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, sedangkan penerapan teori menggunakan struktural intrinsik. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data-data cerpen yang diperoleh dari surat kabar Manuntung. Selain itu, teknik analitik juga digunakan untuk menentukan makna isi cerita dalam cerpen-cerpen tersebut sebagai objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tema percintaan yang digambarkan pengarang dalam ketiga cerpen yang terbit Manuntung peiode 1988—1989 memiliki karakteristik yang berbeda yang mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh dengan berbagai pertikaian, peristiwa yang mengharukan dan menyenangkan, serta mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan oleh tokoh-tokoh dalam ketiga cerpen tersebut. Kata kunci: struktur, intrinsik, percintaan, sosial, kulturalAbstractThe purpose of this study is to describe the structure of the story in three short stories published by Manuntung daily newspapers in the period 1988--1989 which focuses on the theme of romance and socio-cultural phenomena. It discusses about (1) the structure of the story, (2) the theme of love, and (3) the socio-cultural symptoms in Manuntung’s three short stories. This study uses descriptive-qualitative methods and intrinsic structural theory. Descriptive analysis technique is used to describe the short story data. Analytical techniques are also used to determine the meaning of the story content in those short stories as the object of the research. The results of this study indicate that the theme of love described by the authors in Manuntung’s three short stories in the period 1988-1989 has different characteristics. They tell a moment of a character's life, like conflicts, touching moments, and happy times. They also contain impressions that are remembered by the characters in those three short stories. Keywords: structure, intrinsic, romance, social, cultural

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇