Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Pilihan dan Sikap Bahasa Masyarakat di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste

    Get PDF
    The border community in Malacca Regency, East Nusa Tenggara consists of two groups of people, namely indigenous groups who have lived for a long time and groups of people who choose to join the Unitary State of the Republic of Indonesia. The existence of social contact by people who live in border areas certainly leads to language contact which allows them to choose a language to communicate. The purpose of this study was to determine the tendency of language choices and attitudes of the RI-RDTL border communities, namely what languages are actively used by border communities and how the attitudes of the community's language towards regional languages, Indonesian, foreign languages, and languages of neighboring countries. This research uses quantitative and qualitative research methods. Data analysis on language use was associated with language choice by the community. A language that is actively used indicates that the language is chosen by the speaker. The results show that Indonesian is the language chosen and most actively used in border areas and the language attitude of the border community towards Indonesian is still very positive compared to regional languages, foreign languages, and languages of neighboring countries. AbstrakMasyarakat perbatasan yang berada di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terdiri atas dua kelompok masyarakat, yaitu kelompok masyarakat asli yang telah lama menetap dan kelompok masyarakat yang memilih bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adanya kontak sosial oleh masyarakat yang menetap di wilayah perbatasan tentunya menyebabkan terjadinya kontak bahasa yang memungkinkan mereka untuk memilih suatu bahasa dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecenderungan pilihan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan RI-RDTL, yaitu bahasa apa yang aktif digunakan oleh masyarakat perbatasan dan bagaimana sikap bahasa masyarakat terhadap bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Analisis data pada penggunaan bahasa dikaitkan dengan pilihan bahasa oleh masyarakat. Suatu bahasa yang aktif digunakan menandakan bahwa bahasa itu dipilih oleh penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipilih dan paling aktif digunakan di wilayah perbatasan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan terhadap bahasa Indonesia masih sangat positif dibandingkan dengan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga

    Poetic Function of Truck Container Signs in Indonesia

    Get PDF
    In the pursuit of life comfort, human beings will never stop to do various ways with everything close to their surrounding, and language as the primary means of communication is one of tools used to realize this purpose. For the sake of fulfilling, their aesthetic need, human beings often exploit their linguistic ability to produce aesthetic discourses. This paper will try to analyse the poetic functions truck container signs passed over roads in Indonesia. In order to create aesthetic signs, the creators massively exploit various types of rhyming formulas, metaphors, similes, contradictions, hyperboles, literary style diction.    AbstrakDalam upaya menemukan kenyamanan hidupnya, manusia tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai hal terhadap segala sesuatu yang dekat dengan lingkungan hidupnya, termasuk terhadap bahasa yang merupakan alat komunikasi verbal yang paling utama. Untuk memenuhi kebutuhan estetis ini, mereka sering memanfaatkan kemampuan berbahasanya untuk memproduksi wacana-wacana yang estetis. Makalah ini akan berusaha menganalisis fungsi poetik wacana tulisan di bak-bak truk yang melintas di jalan raya seluruh Indonesia. Dalam usaha menciptakan wacana yang estetis, para penciptanya secara masif memanfaatkan formula-formula berirama, metafora, simile, kontradiksi, hiperbola, kata-kata ragam sastra. 

    Penggunaan Bahasa Daerah Generasi Muda Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat

    Get PDF
    The use of vernacular among the younger generation when writing letters and short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) in the family domain is interesting to study. In this paper the study is limited to the problem of using vernacular among the younger generation, especially the younger generation of North Maluku and West Papua is in the family domain when they write letters and SMS/WA messages to speech partners. The objective of this research is to describe the category of language use of the young generation of North Maluku and West Papua when writing letters and SMS/WA with their speech partners. This research method is descriptive qualitative in which the data. The results of the analysis showed that the young generation of North Maluku wrote letters to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandparents, siblings (brother/sister), and distant relatives) in vernacular through classified letters. very bad and through SMS/WA classified as not good the young generation of North West Papua wrote a letter to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandfather/grandmother, siblings (brother/sister), and distant family) using vernacular, either through letters or SMS/WA are classified as not good.AbstrakPenggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda ketika menulis surat dan short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) dalam ranah keluarga menarik untuk dikaji. Dalam tulisan ini kajian dibatasi pada masalah penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat dalam ranah keluarga ketika mereka menulis surat dan SMS/WA kepada mitra tutur. Tujuan penelitian mendeskripsikan kategori penggunaan bahasa daerah generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat ketika menulis surat dan SMS/WA dengan mitra tuturnya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan dengan metode penyebaran kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa generasi muda Maluku Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah melalui surat tergolong sangat tidak baik dan melalui SMS/WA tergolong tidak baik. Generasi muda Papua Barat Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah, baik melalui surat maupun SMS/WA tergolong tidak baik

    Dominasi Struktur Kalimat dan Pilihan Kata dalam Esai Mahasiswa Asing pada Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia

    No full text
    This study aims to describe the sentence structure and choice of words in foreign students' essays on the Indonesian language proficiency test. This research is qualitative with descriptive method. The data source of this research is the essay of foreign students who took the Indonesian language proficiency test. The research data are Indonesian words and sentences contained in the student essays. The data analysis technique was carried out through the steps, namely (a) data identification, (b) data classification, and (c) data interpretation. The results showed that foreign students were able to write simple sentences in Indonesian, but had difficulty understanding the affix process.This study aims to describe the sentence structure and choice of words in foreign students' essays on the Indonesian language proficiency test. This research is qualitative with descriptive method. The data source of the research was a foreign student, an Indonesian language proficiency test participant that was held by the Language Development and Development Agency. The data in this study were the form of words and sentences in Indonesian which were contained in the essays of foreign student who take part in the writing session of the Indonesian language proficiency test. The results showed that the foreign students were able to write simple sentences in Indonesian, but had difficulty understanding the affixes process

    Sebuah Reviu terhadap Kajian Partikel Pragmatik dalam Beberapa Bahasa Daerah di Indonesia

    Get PDF
    This paper aims to demonstrate studies of pragmatic particles in Indonesian vernacular languages. Given the fact that Indonesia ranked second most populated language in the world after New Guinea, we would expect a huge number of studies discussing Indonesian local languages. Review to studies of pragmatic particles in Indonesian language is therefore considered salient to carry out to shed light on how different authors examine different particles, what kind of method they employ to describe meaning and functions, and what potential implication this study could contribute in this field. Besides, it also enriches the cross-linguistic study of pragmatic particles in general. Following Macaro et al’s. (2017) guideline of systematic review, this study employed linear process of procedure by deciding keywords, screening title, reviewing abstract, examining full text, and drawing conclusion. The corpus of pragmatic particles employed in reviewed studies ranges from colloquial, spoken, dialogue, and monologue data. Some approaches were used to reveal the pragmatic meanings, such as conversation analysis approach, pragmatics, morpho-syntactic, and even phonological approach. This discussion in the present paper may be fruitful for researchers who are working on pragmatic particles or vernacular languages and suggests that more studies in local languages should be outstripped to sustain national linguistic identity in the global arena.   AbstrakThis paper aims to demonstrate studies of pragmatic particles in Indonesian vernacular languages. Given the fact that Indonesia ranked second most populated language in the world after New Guinea, we would expect a huge number of studies discussing Indonesian local languages. Review to studies of pragmatic particles in Indonesian language is therefore considered salient to carry out to shed light on how different authors examine different particles, what kind of method they employ to describe meaning and functions, and what potential implication this study could contribute in this field. Besides, it also enriches the cross-linguistic study of pragmatic particles in general. Following Macaro et al’s. (2017) guideline of systematic review, this study employed linear process of procedure by deciding keywords, screening title, reviewing abstract, examining full text, and drawing conclusion. The corpus of pragmatic particles employed in reviewed studies ranges from colloquial, spoken, dialogue, and monologue data. Some approaches were used to reveal the pragmatic meanings, such as conversation analysis approach, pragmatics, morpho-syntactic, and even phonological approach. This discussion in the present paper may be fruitful for researchers who are working on pragmatic particles or vernacular languages and suggests that more studies in local languages should be outstripped to sustain national linguistic identity in the global arena. 

    Ekspresi Verbal-Gramatikal Penyandang Afasia Broca Berbahasa Indonesia: Suatu Kajian Neurolinguistik

    Get PDF
    This study aims to explain the patterns of construction of verbal expressions in the grammatical aspects of Indonesian Broca’s aphasia persons. People with Broca's aphasia have different verbal-grammatical expressions from normal speakers, so it is necessary to do research to create a pattern of the verbal expression. This pattern can help and facilitate the process of restoring language competence in Indonesian Broca’s aphasia persons, so the speech therapy process can be grounded in that pattern. This study was conducted using qualitative-descriptive methods with a case study approach. The research data were in the forms of verbal expressions. This study was conducted at the National Brain Center Hospital. Three (3) respondents were involved as the research subjects that met the inclusion criteria. The results showed that the overall types of verbal expressions in the grammatical aspect of people with Broca’s aphasia are (a) irregular repetition and elimination of affixation; (b) word categorization; (c) phrases with lect deficits and phrases with imperfect shapes; (d) removal and exchange of syntactic functions, removal of conjunctions. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola-pola konstruksi ekspresi verbal aspek gramatikal dari penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Para penyandang afasia broca memiliki ekspresi verbal-gramatikal yang berbeda dengan penutur normal, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk membuat pola atas ekspresi verbal tersebut. Pola tersebut pada masa nanti dapat membantu dan memudahkan proses pemulihan kompetensi berbahasa pada penyandang afasia broca berbahasa Indonesia, sehingga proses terapi wicara dapat berpijak pada pola tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini berupa ekspresi verbal para penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Secara keseluruhan penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Sebanyak 3 (tiga) orang informan dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe realisasi gramatikal pada luaran wicara pengandang afasia broca adalah (a) penghilangan dan pengulangan afiksasi secara tidak teratur, (b) kategorisasi kata, (c) frasa dengan defisit leksikal dan frasa dengan bentuk yang tidak sempurna, dan (d) penghilangan dan pertukaran fungsi sintaksis, penghilangan konjungsi

    PEMBAGIAN WARIS DALAM HIKAYAT HAUJ JAWABIR: SEBUAH KAJIAN KONTEKSTUALITAS

    Get PDF
    Waris merupakan salah satu hal yang telah diatur Islam karena termaktub secara eksplisit, baik di dalam Alquran maupun Hadis. Bahkan, proporsi pembagian dan penerima warisan pun sudah ditentukan secara tegas dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). KHI berisi tentang syarat-syarat muwaris yang dapat mewarisi ahli waris, asas-asas hukum waris, sebab-sebab yang dapat menjadi penghalang dan membatalkan perpindahan harta kepada ahli waris, orang-orang yang berhak mendapatkan warisan dan kelompok-kelompok ahli waris, serta ketentuan pembagian harta warisan. Pembagian waris merupakan topik permasalahan utama yang diangkat dalam Hikayat Hauj Jawabir (selanjutnya disingkat HHJ). Adapun ikhtisar cerita dalam teks HHJ adalah Hauj Jawabir merupakan seorang saudagar yang kaya raya dari tanah Hindustan. Ia mempunyai tiga orang anak kandung yang kesemuanya adalah laki-laki. Lalu, Ia membagikan semua harta warisannya kepada ketiga anak laki-lakinya. Artinya, pembagian harta warisan tersebut dilakukan pada saat orang tua mereka dalam hal ini, Hauj Jawabir masih hidup pada saat usia sudah senja. Permasalahan yang muncul kemudian adalah setelah pembagian harta warisan tersebut, justru Hauj Jawabir mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari ketiga orang putranya. Ketiga anaknya menganggap bahwa keberadaan sang ayah (Hauj Jawabir) sudah tidak berhak sedikit pun atas segala harta benda yang dimilikinya. Hal itulah yang kemudian akan dikaji secara kontekstual dengan ketentuan hukum waris yang sudah ada, terutama dengan ketentuan hukum waris berdasarkan Kompilasi Hukum Islam

    RESEPSI SASTRA MAHASISWA TERHADAP PUISI ANTIKORUPSI DALAM ANTOLOGI PUISI MENOLAK KORUPSI 6

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang resepsi sastra mahasiswa terhadap puisi antikorupsi yang dimuat di dalam Antologi Puisi Menolak Korupsi 6: Membedah Korupsi Kepala Daerah. Prosedur penelitian yang digunakan untuk melihat aspek resepsi estetik ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan resepsi sastra secara eksperimental. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa resepsi sastra mahasiswa terhadap puisi antikorupsi yang dimuat di dalam buku antologi puisi tersebut secara garis besar sudah sesuai dengan maksud penulisan dan penerbitannya. Adapun tolok ukur kesesuaian resepsi estetis tersebut dilihat dari aspek pemahamannya, kelayakan karya yang dimuat sebagai puisi yang baik, sikap responden terhadap ide-ide yang disampaikan dalam puisi, penentuan sasaran pembacanya, serta peran antologi puisi dan gerakan sastrawan menolak korupsi terhadap pemberantasan korupsi.Kata Kunci: resepsi sastra, mahasiswa, puisi, antikorupsiAbstractThe purpose of this article is to describe and explain about the literary reception of students about anticorruption poems contained in Antologi Puisi Menolak Korupsi 6: Membedah Korupsi Kepala Daerah. The research procedure used to look at this aesthetic reception aspect is a qualitative descriptive method. The approach used in this study is an experimental reception approach. Based on the analysis that has been done, the results are obtained that the students' literary reception on anticorruption poems contained in the poetry anthology book is broadly following the purpose of their writing and publication. The aesthetical appropriateness benchmarks are seen from the aspect of understanding, the appropriateness of works published as good poetry, the respondent's attitude to the ideas expressed in poetry, the determination of the target audience, and the anthology role of poetry and the literary movement against corruption.Keywords: literary reception, students, poetry, anti-corruptio

    KONTEKS EKSTERNAL VIRTUAL DALAM PRAGMATIK SIBER

    Get PDF
    Pragmatik sebagai cabang ilmu bahasa paling muda perlu terus-menerus didukung pertumbuhan dan perkembangannya. Kreativitas dan inovasi dalam menemukan persoalan dan fenomena pragmatik yang layak untuk diteliti dengan perspektif pragmatik perlu terus ditumbuhkan dan dibangkitkan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan manifestasi pergeseran satu aspek penting dalam pragmatic siber, yakni konteks virtual. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah wujud pergeseran konteks dalam perspektif pragmatik siber? Data penelitian ini adalah elemen dan fungsi konteks yang membentuk konteks virtual itu yang hadir bersama dengan tuturannya. Data dikumpulkan dan disajikan dengan menggunakan metode simak. Metode simak diterapkan dengan melaksanakan penyimakan terhadap data dan sumber data sehingga diperoleh data yang benar-benar siap dianalisis. Sebelum dianalisis, data tersebut ditriangulasi untuk memperoleh validitas data. Triangulasi dilaksanakan dengan menerapkan triangulasi teori, yakni dengan cara mengonfirmasikan data yang telah ditemukan tersebut dengan teori yang ada. Selain itu, data juga ditriangulasi pakar, yakni dengan pakar sejawat yang memang memiliki kompetensi dan kepakaran pragmatik dan konteks pragmatik. Data yang telah terkumpul kemudian diklasifikasi dan ditipikasi sehingga ditemukan manifestasi data yang benar-benar siap dikenakan metode dan teknik analisis. Metode analisis yang diterapkan adalah metode padan, khususnya padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat wujud-wujud pergeseran pada lima elemen konteks. Kelima wujud pergeseran tersebut disampaikan sebagai berikut: (1) penutur, mitra tutur, dan pelibat tutur lain; (2) setting suasana, waktu, dan tempat; (3) maksud dan tujuan; (4) saluran dan peranti tuturan; (5) genre dan laras tuturan. Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan pragmatik di Indonesia khususnya, sehingga ke depan ilmu pragmatik berkembang jauh lebih baik di negeri ini. Kata Kunci: konteks eksternal konvensional; konteks eksternal virtual; pragmatik sibe

    Penanaman Nilai Karakter dalam Tindak Tutur Ilokusi Novel Anak Islami Peribahasa Terindah Karya S. Gegge Mappangewa

    Get PDF
    Penelitian ini membahas jenis tindak tutur ilokusi dan wujud karakter yang terdapat dalam novel anak Islam Peribahasa Terindah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sumber data penelitian berupa novel anak Islam yang berjudul Peribahasa Terindah karya S. Gegge Mappanggawe, penerbit Mitra Bocah Muslim. Data yang digunakan dalam penelitian berupa kalimat tuturan yang terdapat dalam novel anak Islam Peribahasa Terindah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam tuturan novel, yaitu ekspresif, direktif, komisif, dan asertif. Wujud karakter yang tergambar pada masing-masing jenis tindak tutur ilokusi ada karakter disiplin, kerja keras, sopan, religius, kasih sayang, jujur, berjiwa besar, menghargai prestasi, sabar,  pemaaf, tanggung jawab, sportif, rukun, percaya diri, rendah hati, dan rajin serta peduli.This research discusses the types of illocutionary speech acts and the form of characters contained in the Islamic children's novel Peribahasa Terindah. The research method used is descriptive qualitative with observation and note techniques. The research data source is in the form of an Islamic children's novel entitled The Most Beautiful Proverb by S. Gegge Mappanggawe, publisher of Mitra Bocah Muslim. The data used in the study were in the form of utterance sentences contained in the Islamic children's novel Peribahasa Terindah. The results showed that there are four types of illocutionary speech acts contained in novel speeches, namely expressive, directive, commissive, and assertive. The characters reflected in each type of illocutionar peech act are disciplined, hard work, polite, religious, compassionate, honest, big-spirited, respectful for achievement, patient, forgiving, responsibility, sportsmanship, harmonious, confident, humble. , and are industrious and caring.

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇