Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    LOA COVER DEPAN

    No full text

    RETORIKA TEKSTUAL ARGUMENTASI BAHASA JAWA

    Get PDF
                                                            AbstrakKajian ini berfokus pada masalah unsur-unsur yang berfungsi untuk mengontruksikan teks paragraf argumentasi bahasa Jawa. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memerikan retorika tekstual dalam argumentasi itu. Retorika tekstual ialah bagaimana penulis mengontruksi teks argumentasi dengan bahasa. Argumentasi merupakan bentuk-bentuk retorika yang digunakan dalam tulisan ilmiah dan berusaha untuk membuktikan kebenaran suatu pokok persoalan. Makalah ini akanmembicarakan retorika tekstual argumentasi bahasa Jawa. Untuk menjabarkan hal itu digunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dengan teknik ganti, lesap, substitusi, dan baca markah. Pada kajian teks argumentasi ini ditemukan empat prinsip retorika tekstual, yaitu (1) prinsip prosesibilitas, (2) prinsip kejelasan, (3) prinsip ekonomi, dan (4) prinsip ekspresivitas. Keempat prinsip retorika tekstual itu dapat memperlihatkan bahwa paragraf argumerntasi memilikiciri khas yang berbeda dengan paragraf lainnya. Terdeskripsinya keempat prinsip itu dapat bermanfaat bagi pembinaan dan penyuluhan kebahasaan.Kata kunci: wacana, paragraf, argumentasi, retorika tekstua.                                                             AbstractThis research focuses on problems of functional elements that are used to construct texts of Javanese argumentative paragraphs. It is conducted to describe textual rhetoric on those arguments. Textual rhetoric is how writer uses language to construct argumentative texts. Argumentation is rhetoric forms used in scientific writings and it tries to prove the truth on a main problem. This paper will discuss about textual rhetoric of Javanese argumentation. It uses distributive method with Bagi Unsur Langsung (BUL), substitution, omission, and marking reading techniques. The result shows that there are four textual rhetorical principles, (1) processibility,(2) clarity, (3) economy, and (4) expressivity. Those four textual rhetorical principles show that argumentative paragraphs have different characteristics from the others. Those principles are beneficial for language cultivation and elucidation.Keywords: discourse, paragraph, argumentation, textual rhetori

    LATAR SOSIAL DAN KULTURAL PEMBELAJARAN BAHASA

    Get PDF
                                                      AbstrakFungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Sebagai bahasa kelompok, bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi dan interaksi sehari-hari dalam kelompok itu. Pembelajaran bahasa sangat berkaitan erat dengan latar sosial dan budaya. Pembelajaran bahasa tidak hanya menghasilkan sebuah penguasaan pengetahuan, tetapi juga memiliki makna yang berkualitas. Selain itu, bahasa  adalah dasar kebudayaan dan bahasa adalah sebagian kebudayaan. Bahasa, masyarakat, danbudaya merupakan trilogi yang tidak dapat dipisahkan sehingga latar sosial (masyarakat) sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Pembelajaran budaya kedua merupakan proses penciptaan makna dalam kontak dengan budaya lain sebagai pengalaman yang melekat pada diri pebelajar dalam pembelajaran lintas budaya. Latar sosial budaya mampu menciptakan kesadaran budaya dalam pembelajaran bahasa kedua. Contextual Teaching and Learning (CTL) ditawarkan sebagai sebuah pendekatan holistik terhadap pendidikan yang dapat digunakan oleh semua siswa, baik yang sangat berbakat maupun siswa yang mengalami kesulitan belajar.Kata kunci: latar sosial dan kultural, pembelajaran bahasa                                                    AbstractThe main function of language is as a means of communication. As a language used in a society, language is used as means of daily communication and interaction in the society. Language learning is closely related tosocial and cultural settings and create not only knowledge acquisition but also qualified meaning. In addition,language is a foundation and a part of a culture. Language, society, and culture are inseparable trylogy that makes social setting (society) so crucial in language learning. Second cultural learning is a process of meaning creation to other cultures as an experience for learners in a cross cultural learning. Social and cultural settingscould create cultural awareness in the second cultural learning. Contextual Teaching and Learning (CTL) is recommended as a holystic approach to education that works for all students, either the talented ones or the ones with learning problems.Key words: social and cultural settings, language learnin

    PENERAPAN METODE PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB DAN HASIL BELAJAR TEKS DESKRIPSI BAGI SISWA KELAS VII-G SMP NEGERI 2 NGRAMPAL SEMESTER I TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
                                                                AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan (1) tanggung jawab belajar teks deskripsi, (2) hasil belajar teks deskripsi, dan (3) tanggung jawab dan hasil belajar teks deskripsi dengan metode peta pikiran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMP Negeri 2 Ngrampal, Sragen, semester I tahun pelajaran 2014/2015 dengan subjek siswa kelas VII G. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan tanggung jawab dan hasil belajar teks deskripsi dengan metode peta pikiran pada siswa kelas VII-G SMP Negeri 2 Ngrampal semester I tahun ajaran 2014/2015, baik secara teoretis maupun empiris.Kata Kunci: metode peta pikiran, tanggung jawab belajar, hasil belajar, teks deskripsi                                                                   AbstractThe goal of this research are: 1) to improve the responsibility descriptive text study, 2) to improve the result study descriptive text, and 3) to improve the responsibility and result study descriptive text by using mind mapping method. This research is a class action research of SMP Negeri 2 Ngrampal Sragen. The subject are VII G students on first semesters, year 2014/2015. The conclusion of this research there are improve on responsibility and result study descriptive text by using mind mapping method on students VII-G first semesters, year 2014/2015 through theoretical and empirical.Keywords: mind mapping method, responsibility, result study, descriptive tex

    Kekerasan Simbolik Terhadap Karakter Homoseksual dalam Novel Lelaki Terindah karangan Andrei Aksana

    Get PDF
    Homosexuality is a controversial topic in Indonesia because Indonesia is considered as a conservative country concerning one’s sexual preferences. This social phenomenon is binding as it restricts the identity construction of sexual preferences in Indonesia. Relating it to literary arena, this issue is addressed in several Indonesian literatures by Indonesian novelists like Ayu Utami, Djenar Mahesa Ayu, Ratih Kumala and Andrei Aksana. Taking Aksana’s novel Lelaki Terindah as the object of the study, this paper analyses (1) how symbolic violence operates in the novel (2) how this novel resists the hetero-normativity in Indonesia. The library study is taken to deepen the analysis. The finding shows that (1) the form of symbolic violence is represented with the normalisation of the LGBT characters. (2) This novel also challenges the concept of Indonesian heteronormativity by representing the LGBT character and rising the issue about homosexuality in Indonesia. AbstrakHomoseksualitas selalu menjadi topik yang kontroversial di Indonesia karena Indonesia dianggap sebagai negara yang cukup konservatif terutama menyangkut preferensi seksual seseorang. Fenomena sosial ini tentunya bagi sebagian orang dianggap mengikat dan membatasi pilihan seksual seseorang. Dalam kaitannya dengan kesusastraan, tema homoseksualitas ini diangkat oleh beberapa novelis dalam karya sastra mereka, seperti Ayu Utami, Djenar Mahesa Ayu, dan Andrei Aksana. Novel Lelaki Terindah karya Andrei Aksana diambil sebagai obyek studi untuk  penelitian ini dengan menganalisis (1) bentuk kekerasan simbolik dalam novel ini dan (2) bagaimana novel ini menentang heteronormativitas di Indonesia. Melalui metode studi pustaka, peneliti mendapati bahwa (1) bentuk kekerasan simbolik dalam novel Lelaki Terindah direpresentasikan dengan bentuk penormalan identitas seksual pada karakter LGBT. (2) Novel tersebut juga merupakan bentuk penentangan terhadap konsep heteronormativitas di Indonesia dengan menampilkan karakter LGBT dan mengangkat isu mengenai homoseksualitas yang ada di Indonesia.

    Budaya Patriarki dalam Kumpulan Cerpen Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek Karya Djenar Maesa Ayu

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan perspektif feminis dengan tujuan untuk mengidentifikasi bentuk budaya patriarki dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian berupa teks yang mengacu pada rumusan masalah tentang budaya patriarki dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2016. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas yang digunakan oleh penulis adalah validitas semantis atau isi yang berorientasi pada kedalaman proses interpretasi, kecermatan, interpretasi yang luas dan lengkap, serta ketepatan interpretasi dan deskripsi berdasarkan pisau analisis yang digunakan. uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu intrarater yang dilakukan melalui proses membaca teks secara berulang-ulang dengan tujuan untuk memperoleh data yang konstan dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu, ditemukan adanya budaya patriarki dalam bentuk kuasa seorang ayah terhadap keluarga dan sadisme seksual.This study uses a feminist perspective with the aim of identifying the forms of patriarchy culture in a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu. This research is a type of qualitative research using descriptive analysis method. The data in this research are in the form of text which refers to the formulation of a problem about patriarchal culture in a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek, while the source of data in this study is a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu published by Gramedia Pustaka Utama in 2016. The data validity technique in this study uses the validity and reliability test. The validity test used by the author is semantic or content validity oriented to the depth of the interpretation process, accuracy, broad and complete interpretation, and the accuracy of interpretation and description based on the analysis knife used. The reliability test used in this research is interrater which is done through the process of reading texts repeatedly with the aim to obtain constant and in-depth data. Data collection techniques are done by reading and note-taking techniques, while data analysis techniques are carried out through the stages of identification, classification, interpretation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, in a collection of short stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu, there is a patriarchal culture in the form of a father's power in the family and sexual sadism

    VARIASI BAHASA SLANG DALAM TALKSHOW “HITAM PUTIH” TRANS7

    Get PDF
                                                              Abstrak Bahasa slang menjadi salah satu bahasa yang sangat populer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa slang dalam acara talkshow “Hitam putih” di Trans7. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang hasilnya berupa pendeskripsian kata-kata. Sumber data berwujud percakapan dalam acara Talkshow “Hitam Putih”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknis analisis data dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu proses mencari data, mengelola data, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahasa slang dengan klasifikasi: (a) penggunaan bahasa gaul, seperti loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, dan hoax; (b) penggunaan kosa kata tidak beraturan, seperti baper, mager, kepo, unyu, dan narsis; (c) penggunaan partikel, seperti lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, dan ah; (d) penggunaan istilah bahasa asing, seperti thanks, vity, video, exspor, import, dan stand; serta (e) penggunaan bahasa daerah, seperti sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, dan mangga. Fungsi yang berbeda-beda dalam tindak komunikasi digunakan untuk mencari jati diri, mengungkapkan ekspresi diri, metalingual, dan emosi serta untuk menunjukkan eksistensi sebagai kaum cendekia atau terpelajar kepada masyarakat luas.Kata kunci: bahasa slang, talkshow, hitam putih, Trans7                                          AbstractSlang is one of the most popular languages in social media. The purpose of this study is to describe the use of slang in "Hitam and Putih" talkshow on Trans7. It is descriptive qualitative. Data sources are conversations in "Hitam and Putih" Talkshow. It uses refer and note techniques. The data analysis is carried out in three stages, namely, the process of finding data, managing data, and presenting data. The results show the use of (a) slang words, like loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, and hoax; (b) irregular vocabulary, like baper, mager, kepo, unyu , and narsis; (c) particles, like lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, and ah; (d) foreign language terms, like thanks, vity, video, export, import, and stand; (e) local languages, like sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, and mangga. Different functions of communication are also used in order to look for identity, express self-expression, metalingual, and emotion, and show the existence as scholars to the community.Keywords: slang, talkshow, hitam putih, talkshow, Trans

    Analisis pengucapan vokal bahasa Indonesia oleh pemelajar bahasa Indonesia penutur bahasa Thai 2017 (Studi Kasus di Universitas Bagian Utara Thailand)

    Get PDF
    Bahasa Thai mengenal perbedaan nada dalam pengucapan vokal. Makalah ini akan memaparkan analisa pengucapan vokal bahasa Indonesia yang diucapkan oleh pemelajar BIPA penutur Thai. Analisis pengucapan akan dilakukan dengan menggunakan Praat. Data untuk penelitian dini diperoleh dari pengucapan vokal bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA penutur Thai dari Naresuan University Thailand dan pengucapan vokal Bahasa Indonesia oleh penutur jati. Hasil yang ditemukan menunjukkan adanya pola yang sama dan ada pola yang berbeda dalam pengucapan vokal bahasa Indonesia oleh penutur bahasa Thai bila dibandingkan dengan pola pengucapan vokal oleh penutur jati. Hasil yang ditemukan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengajaran BIPA bagi penutur Thai khususnya dalam pemahaman dan kegiatan latihan pengucapan vokal bahasa Indonesia

    ANALISIS TINDAK TUTUR PADA BACAAN BUKU TEMATIK KELAS 5 TEMA 9 SUBTEMA 4

    Get PDF
    Tindak tutur merupakan suatu ujaran untuk menyatakan maksud dan tujuan pembicara agar diketahui oleh pendengarnya. Tindak tutur memiliki bentuk yang bervariasi untuk menyatakan suatu tujuan. Setiap individu memiliki berbagai macam tindak tutur yang memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Makna dari tindak tutur dapat dipahami berdasarkan penggunaan bahasa, dan juga aspek-aspek komunikasi. Terdapat tiga macam tindak tutur yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi

    LOA, Volume 15, Nomor 2, Desember 2020

    No full text

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇