Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Metode Penerjemahan Metafora pada Novel Peter Pan Karya J.M. Barrie
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan metode-metode penerjemahan metafora dalam novel Peter Pan karya J.M. Barrie. Hal itu disebabkan oleh metafora merupakan bahasa figuratif yang dalam proses penerjemahannya ditemukan kesulitan untuk mencari kesepadanannya dalam bahasa sasaran. Dalam penelitian ini, proses penerjemahan tersebut dianalisis melalui delapan metode penerjemahan, yakni penerjemahan kata per kata, penerjemahan literal, penerjemahan setia, penerjemahan semantis, penerjemahan komunikatif, penerjemahan idiomatis, penerjemahan bebas, dan penerjemahan adaptasi. Sementara itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, yaitu membandingkan metafora dalam novel Inggris dalam novel Peter Pan dengan terjemahan metafora dalam novel terjemahan berbahasa Indonesia. Data metafora dianalisis secara kualitatif berdasarkan metode penerjemahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) perbedaan sistem kebahasaan serta pola pikir pengguna bahasa sumber dengan bahasa sasaran menyebabkan tidak semua metafora dapat diterjemahkan dengan menggunakan padanan metafora dalam bahasa sasaran dan (2) dengan menggunakan metafora yang tepat, penerjemah dapat menyampaikan berbagai makna metafora teks sumber ke dalam teks sasaran tanpa mengubah makna dan citranya.Metaphor is a figurative language whose formation is influenced by cultural background thus the equivalent of source language cannot necessarily be found in the target language. The application of the translation methods can affect the result of translation equivalent. Therefore, this research aims to identify and describe the methods of metaphor translation in the J.M. Barrie’s novel, “Peter Pan”. This is a comparative research since it compares the metaphors found in the English source novel with their translations in its Indonesian translated novel. The metaphorical expressions used as the data are in the form of word, phrase, and clause which were taken purposively and were analyzed descriptively qualitatively based on Newmark’s theory of translation methods. The result shows that (1) there are eight translation methods which are used by the translator such as word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, communicative translation, idiomatic translation, free translation, and adaptation translation; (2) the difference in the linguistic system between the source language and the target language causes not all the metaphorical expressions are able to be translated with the equivalent metaphorical expressions; and (3) translation equivalent can be achieved if the translator is able to adjust the translation methods with the type of metaphorical expressions to be translated
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Papan Nama Toko Dan Reklame Di Jalan Jenderal Sudirman Palembang
The choice of words and forms of advertisements on billboards or name boards is intended to be able to attract people's attention. Billboards or signboard makers make it creatively. However, the use of the advertisement language tends to make mistakes. This study aims to describe the errors in Indonesian on billboards and name boards on Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Qualitative descriptive research method with data sources in the form of 27 shop signboards and 3 billboards. The data analysis technique used the intralingual matching method. The results of the study concluded: 1) language writing errors on shop signboards are categorized into logical syntax of sentences, writing of abbreviations, use of punctuation marks, writing foreign languages, conjunctions, writing numeric units, composition of phrases, and foreign language structure (MD) and 2) language writing errors on billboards are categorized as using foreign languages and writing websites. Such mistakes are in writing the words Jl. ”,“No”,“Fa.”, “PT.”, And “PD.”, Which should be written as“ Jln ”, “No.”, “Fa”, “PT” , and "PD"
Interferensi Fonologis Bahasa Jepang terhadap Bahasa Indonesia pada Pemelajar BIPA di PT Sakai Mulia Koken Indonesia
Interferensi fonologis bahasa Jepang terhadap bahasa Indonesia yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Jepang merupakan salah satu kendala yang dialami oleh pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interferensi yang terjadi pada pemelajar, faktor penyebab interferensi, dan solusi interferensi bahasa Jepang terhadap bahasa Indonesia yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Jepang di PT Sakai Mulia Koken Indonesia. Penelitian dimulai dari 20 Oktober hingga 11 November 2020 di PT Sakai Mulia Koken Indonesia, Sumber data dalam penelitian ini adalah pemelajar atau penutur asing yang sedang belajar berbahasa Indonesia yang dengan jumlah informan yang diambil berjumlah 3 orang yang merupakan pemelajar BIPA level A1 (Pemula). Pada penelitian ini penulis menggunakan tiga metode dalam menganalisis, yaitu: metode padan artikulatoris, metode padan ortografis, dan metode komparatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat (transkripsi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi dalam bentuk perubahan bunyi fonem, penambahan fonem, penghilangan fonem, dan pemenggalan fonem pada ketiga subjek yang diteliti. Ditemukan sebanyak 564 interferensi, frekuensi interferensi fonem vokal sebanyak 11 interferensi, dan interferensi fonem konsonan sebanyak 553 interferensi pada ketiga subjek. Interferensi fonologis pada penutur asing dapat diatasi salah satunya saat pembelajaran BIPA dapat menggunakan metode praktik langsung (drill method) dan metode audiolingual dan memperbanyak frekuensi interaksi menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran
Makna Kata dalam Bahasa Indonesia (Salah Kaprah dan Upaya Perbaikannya)
Often in understanding or interpreting words in the Indonesian language mistaken or mistaken things are considered as truth so that it often makes the understanding of the Indonesian language wrong. This research is here to describe the perception of Indonesian language users about words that are often misunderstood and their efforts to improve them. This research is in the form of descriptive qualitative research and questionnaire as the main instrument. Data is presented by the method of referring to the technique of listening and note-free. This research gives the result that (1) out of 10 words that are interpreted by Indonesian users, only 3 words are interpreted following Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2013) and 7 other words are interpreted incorrectly. The words that are interpreted according to KBBI (2013) are absen, absensi, and kosong. Words that are interpreted incorrectly are acuh, bergeming, nuansa, seronok, carut-marut, notulen, and rempong. Some of the factors that cause the meaning are seeing in the mass media, often hearing from other people (the public), becoming a daily habit, and seeing the meaning in the dictionary. (2) Efforts to improve the interpretation by requiring the mass media to use the meaning appropriate to the KBBI (2013), improve the quality of the Indonesian language of educators, foster a positive attitude towards the Indonesian language, and establish binding rules for Indonesian language users. AbstrakSeringkali dalam memahami atau memaknai kata dalam bahasa Indonesia terjadi salah kaprah atau kesalahan yang dianggap sebagai kebenaran sehingga hal itu acap kali membuat pemahaman terhadap bahasa Indonesia keliru. Penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan persepsi pengguna bahasa Indonesia mengenai kata-kata yang sering disalahkaprahkan maknanya dan upaya memperbaikinya. Penelitian ini berwujud deskriptif kualitatif dengan peneliti dan angket sebagai instrumen utama. Data disajikan dengan metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan catat. Penelitian ini memberikan hasil bahwa (1) dari 10 kata yang dimaknai oleh pengguna bahasa Indonesia, hanya 3 kata yang dimaknai sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2013) dan 7 kata lainnya dimaknai salah kaprah. Kata-kata yang dimaknai sesuai dengan KBBI (2013) adalah absen, absensi, dan kosong. Kata-kata yang dimaknai keliru adalah acuh, bergeming, nuansa, seronok, carut-marut, notulen, dan rempong. Beberapa faktor yang menjadi penyebab pemaknaan tersebut adalah melihat di media massa, sering mendengar dari orang lain (masyarakat), menjadi kebiasaan sehari-hari, dan melihat makna dalam kamus. (2) Upaya memperbaiki pemaknaan itu dengan cara mewajibkan media massa untuk menggunakan makna yang sesuai dengan KBBI (2013), meningkatkan kualitas bahasa Indonesia para pendidik, menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, dan menetapkan aturan yang mengikat bagi pengguna bahasa Indonesia
ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS ABILITY IN WRITING INDONESIAN LANGUAGE SENTENCES STRUCTURE (Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Menulis Struktur Kalimat Bahasa Indonesia)
This research aims to describe the Mahakam Ulu District elementary school teachers ability in writing sentence structure of Indonesian language. This research is adescriptive qualitative research. The subject of this study consisted of 20 elementary school teachers in Mahakan Ulu District. The data were collected by surveys. The instrument was in the form of an instruction to make three sentences with structure of: 1) S-P-O; 2) S-P-O-K; 3) K-S-P-O. The data validity was obtained trough triangulation. The results show that the writing ability of teachers in Mahakam Ulu, East Kalimantan is still lacking. This can be seen from the conformity of the sentences produced with the instructions given. The sentences that correspond to the instructions are 36.7%, while the percentage of sentences that do not correspond to the instructions is 63.3%. The instruction is to make sentences with S-P-O, S-P-O-K, and K-S-P-O patterns. Sentences correspond to the S-P-O pattern are 55%, while the percentage of sentences that do not correspond to the S-P-O pattern is 45%. The sentences correspond to the S-P-O-K pattern are 30%, while the sentences that do not correspond to the S-P-O-K pattern are 70%. The sentences correspond to the K-S-P-O pattern are 25%, while the sentences that do not correspond to theK-S-P-O pattern are 75%. Errors made by teachers are: 1) errors in objectfunction; 2) errors in adverbfunction; 3) errors in complementfunction; and 4) errors in punctuations, prepositions, and dictions.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis guru SD Kabupaten Mahakam Ulu dalam menulis struktur kalimat bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif deskriptif. Strategi pengumpulan data menggunakan survei. Subjek penelitian ini terdiri atas 20 orang guru SD Kabupaten Mahakan Ulu. Instrumen penelitian berupa soal. Instrumen soal berupa perintah membuat tiga kalimat dengan struktur: (1) S-P-O; (2) S-P-O-K; (3) K-S-P-O. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis guru-guru Mahakam Ulu, Kalimantan Timur masih tergolong kurang. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian kalimat-kalimat yang diproduksi dengan instruksi yang diminta. Kalimat yang sesuai instruksi sebanyak 36,7%, sedangkan persentase kalimat yang tidak sesuai dengan instruksiberjumlah 63,3%. Persentase kesesuaian kalimat dengan pola (1) adalah 55%, sedangkan kalimat yang tidak sesuai dengan pola sebanyak 45%; persentase kesesuaian kalimat yang sesuai dengan pola (2) adalah 30%, sedangkan yang tidak sesuai adalah 70%; persentase kesesuaian kalimat yang sesuai dengan pola (3) berjumlah 25%, sedangkan yang tidak sesuai berjumlah 75%. Kesalahan yang dilakukan para guru meliputi kesalahan fungsi objek, kesalahan fungsi keterangan, kesalahan fungsi pelengkap, dan 4) kesalahan tanda baca, kata depan, dan diksi
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISONAL NAMLEA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan alih kode, campur kode, dan faktor penyebab terjadinya campur kode penjual dan pembeli di pasar tradisional Namlea. Penelitian ini adalah penelitian deskkritif kualitatif, yakni penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup pada penuturnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik pustaka adalah teknik yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk menunjang data peneliti. Data yang telah diklasifikasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga macam alih kode penjual dan pembeli di pasar tradisional Namlea yakni: 1) Alih kode yang dilakukan penutur; 2) Alih kode dilakukan oleh mitra tutur; dan 3) Alih kode yang dituturkan oleh penutur ketiga. Kemudian faktor penyebab terjadinya campur kode adalah campur kode penyisipan kata dan campur kode penyisipan frasa. Kata Kunci: alih kode, campur kode, pasar, Namlea AbstractThis study aims to describe the code experts and code mix and the factors that cause the mixing of seller and buyer codes in the traditional namlea market. This research is a qualitative descriptive study, a research conducted solely based on facts or phenomena that empirically live on the speaker. Data collection techniques used were library, refer and note technique. Library technique is a technique that uses written sources to support researchers' data. The data that has been classified is analyzed descriptively qualitatively. The results showed three types of code switching of sellers and buyers in the traditional namlea market, namely: 1) Code switching by the speaker; 2) Code switching is done by the speech partner; and 3) Code switching spoken by the third speaker. then Factors that cause code mixing are mixed word insertion codes and mixed phrase insertion codes. Keywords: code transfer, mix code, market, Namle
Evaluasi Laporan Pelaksanaan Tugas Tenaga Pengajar BIPA Wilayah ASPASAF Masa Tugas 2015-2018
BIPA program is a program designed for foreigners to study the Indonesian language as well as the Indonesian culture. This study attempts to analyze the quality of the final report of BIPA teachers from 2015- 2018 in ASPASAF (Australia, Egypt, India, Japan, and Tunis). The author uses a descriptive qualitative research method to evaluate the 20 final reports of BIPA teachers based on the checklists. The instruments were adapted from the theories and the guidelines of BIPA reports made by PPSDK. The results of the study indicate that the quality of the teachers’ reports is already good, however, the reporting guidelines for the implementation of the BIPA teaching workforce need to be refined by adding the intercultural understanding concepts included in the report introduction section. Besides, to provide a good service, PPSDK should give an intercultural understanding for the teachers in special training. It is expected that this study will be significant to the field of intercultural communication and education in Indonesia. Keywords: BIPA, evaluation report, ASPASA
PRESERVASI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN TEDA MASYARAKAT KABIZU BEIJELLO MELALUI RANAH PENDIDIKAN (Preservation of Local Wisdom Teda Oral Tradition of Kabizu Beijello Community through the Domain of Education)
Penelitian ini memiliki dua tujuan yakni mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi lisan Teda pada upacara Padede Uma Kalada dan merumuskan strategi preservasi tradisi lisan Teda melalui ranah pendidikan. Analisis nilai kearifan lokal dalam penelitian ini dikaji dengan menggunakan perspektif ekolinguistik metaforis. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak, wawancara etnografis dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai kearifan lokal, yakni nilai ketaatan, religius, persatuan, rekonsiliasi dan syukur. Upaya preservasi nilai kearifan lokal dalam tradisi lisan Teda melalui ranah pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran bahasa dan sastra serta muatan lokal. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dengan membentuk kelompok minat dan bakat yang mengikutsertakan unsur kebudayaan di dalamnya. This research has two objectives namely to describe the values of local wisdom contained in the Teda oral tradition at the Padede Uma Kalada ceremony and to formulate a preservation strategy of the Teda oral tradition through the realm of education. The analysis of the value of local wisdom in this study is studied using a metaphorical ecolinguistic perspective. The methods used to collect data are observation, etnography interview methods and literature review. Based on the research results, it was found that there were five values of local wisdom, namely the values of obedience, religion, unity, reconciliation and gratitude. The preservation of local wisdom values in the Teda oral tradition through the realm of education can be done through curricular activities and extracurricular activities. Curricular activities can be carried out through language and literature learning activities as well as local content. Meanwhile, extracurricular activities can be carried out by forming interest and talent groups that include cultural elements in them