Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    CITRA PEREMPUAN DALAM KUMPULAN PUISI IBU MENDULANG ANAK BERLARI KARYA CYNTHA HARIADI (Women’s Image in Ibu Mendulang Anak Berlari Poetry Collection by Cyntha Hariadi)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap citra perempuan dalam kumpulan puisi Ibu Mendulang Anak Berlari karya Cyntha Hariadi, yang meliputi citra fisik, citra psikis, dan citra sosial perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktiptif. Data berupa kutipan-kutipan yang diduga mengandung citra perempuan. Data dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis pembacaan retroaktif (hermeneutik) untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai persoalan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra fisik perempuan ditemukan pada 6 puisi. Citra fisik perempuan meliputi penggambaran organ biologis perempuan saat mengalami proses kehamilan, persalinan, serta menyusui anaknya. Citra psikis perempuan ditemukan pada 17 puisi. Citra psikis perempuan meliputi penggambaran perempuan yang mengalami keadaan psikis seperti merasa sedih, cemas, takut, gembira dan keadaan emosional lainnya. Citra sosial perempuan ditemukan pada 6 puisi. Citra sosial perempuan meliputi penggambaran perempuan sebagai makhluk sosial serta perannya dalam keluarga dan masyarakat.This study aimed to uncover the image of women in a collection of poems Ibu Mendulang Anak Berlari by Cyntha Hariadi, which includes physical images, psychological images, and social images of women. Descriptive qualitative research was used in this study. Data were quotations that allegedly contained images of women. Data collected by reading and note taking techniques. Data were analyzed by using a retroactive (hermeneutic) analysis technique to obtain an in-depth overview of the issues raised. The results showed that the physical image of women was found in 6 poems. Women’s physical image included the depiction of a biological female organ during the process of pregnancy, childbirth, and breastfeeding her child. Women’s psychic images were found in 17 poems. Psychic image of women included sportrayals of women who experience psychological states such as feeling sad, anxious, afraid, happy and othe remotional states. Women’s social image was found in 6 poems. Women’s social image included the depiction of women as social creatures and their role in the family and society

    DIKSI DALAM WACANA HUMOR INDONESIA DI MEDIA SOSIAL (Diction in Indonesia Humor Discourse on Sosial Media)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data penelitian ini adalah diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Sumber datanya berupa wacana humor di media sosial facebook. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan simak serta dilanjutkan dengan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan translasional dan teknik baca markah. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan diksi pada wacana humor Indonesia di media sosial meliputi: (1) diksi sehari-hari; (2) kata serapan (Jawa dan Inggris); (3) kata sapaan; (4) kata konotatif; (5) kata konkret; dan (6) kata vulgar. Diksi sehari-hari dalam wacana humor Indonesia merupakan diksi yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa diksi keseharian dalam wacana humor berfungsi untuk menjalin keakraban dalam berkomunikasi.This study aims to describe diction in the discourse of humor on Facebook social media. This research approach is descriptive qualitative. The data of this study are diction in the discourse of humor on Facebook social media. The data source is in the form of humorous discourse on Facebook social media. The research data was collected using the documentation and listening method and continued with the note-taking technique. The data of this study were analyzed using translational equivalent methods and marking reading techniques. The results of this study indicate the use of diction in Indonesian humor discourse on social media including (1) daily diction; (2) absorption words (Javanese and English); (3) greetings; (4) connotative words; (5) concrete words; and (6) vulgar words. Daily diction in Indonesian humorous discourse is the most common diction. This finding shows that daily diction in humorous discourse serves to establish intimacy in communication

    THE ANALYSIS OF DEIXIS ON ARDHITO PRAMONO’S SONGS (Analisis Deiksis pada Lagu Ardhito Pramono)

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada analisis deiksis sebagai kajian pragmatis dalam lagu-lagu Ardhito Pramono. Peneliti ingin menganalisis lima jenis deiksis, mencari jenis deiksis yang paling dominan yang terdapat pada lirik lagu, dan mencoba mengorelasikan hasilnya dengan fenomena sosial yang terjadi saat ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data menunjukkan bahwa semua deiksis ditemukan di dalam semua lagu Ardhito Pramono dengan jumlah sebanyak 81 kata. Deiksis waktu paling banyak ditemukan yaitu sebanyak 31 kata deiktik atau 38%, seperti penggunaan waktu dan kata kerja tertentu. Ditemukan juga bahwa setiap lagu Ardhito Pramono cenderung memiliki korelasi dengan fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini.This study focuses on analyzing the deixis as the study of pragmatics in Ardhito Pramono’s songs. The researchers seek to analyze five types of deixis, find out the most dominant type of deixis found in the song lyrics, and correlate the results with the social phenomenon that happens nowadays. This study used a well-established qualitative case approach. The data have revealed that all deixis types were found in all Ardhito Pramono’s songs with a total of 81 deictic words. Temporal deixis was the most being found with 31 deictic words or 38%, such as the use of specific time and verb tense. It was also found that each Ardhito Pramono’s song tends to correlate with the current phenomenon happening in society

    Nilai Kemanusiaan dalam Lirik Lagu Ahmad Dhani: Sebuah Analisis Wacana Kritis

    Get PDF
    Lirik lagu secara jelas merupakan bagian yang pasti ada dalam setiap kebudayaan, sehingga sebagai teks ia dapat menjadi salah satu cerminan realitas. Di sisi lain, ia juga dapat membentuk kesadaran tertentu bagi masyarakat, sehingga sebagai teks ia mampu membentuk realitas secara khas. Terdapat lirik-lirik lagu dalam musik populer yang terbukti memiliki pengaruh yang bersifat emansipatoris secara sosial. Lirik-lirik lagu tersebut biasanya mengandung ide-ide yang memperjuangkan nilai kemanusiaan. Di Indonesia, jumlah seniman musik yang telah terjun ke industri musik mungkin tidak terhitung. Akan tetapi, dari sekian banyak seniman musik, terdapat beberapa musisi yang konsisten menyuarakan ide kemanusiaan melalui lirik-lirik lagunya dan memiliki daya tawar yang tinggi di industri musik sehingga tetap mampu menampilkan idealismenya di tengah arus komersialiasi seni. Salah satunya adalah Ahmad Dhani. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan kemanusiaan dalam lirik lagu Ahmad Dhani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis wacana kritis model N. Fairclough. Data penelitian ini adalah teks lagu Ahmad Dhani yang terbit dari 1992 sampai 2020. Lirik lagu Ahmad Dhani dianalisis berdasarkan pada tiga dimensi yaitu dimensi tekstual yang meliputi aspek linguistik dan intertekstualitas teks, dimensi praktik diskursif yang meliputi aspek produksi dan konsumsi teks, dan dimensi praktik sosial, yaitu dengan melihat pengemukaan nilai kemanusiaan sebagai sebentuk tindakan sosial, dan memahami kaitannya dengan aspek situasional, institusional, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan yang terkandung dalam lirik lagu Ahmad Dhani diekspresikan dalam tema percintaan, nasionalisme, kritik sosial politik, dan spiritual religius. Pesan kemanusian tersebut disampaikan dalam ungkapan yang lugas dan metaforik. Secara praktik diskursif, lirik lagu dengan tema-tema kemanusian yang dikarang Ahmad Dhani tetap mendapat fasilitas dari industri musik yang lazimnya didominasi oleh tema-tema percintaan. Sebaliknya, dengan membicarakan nilai kemanusiaan yang lebih luas melalui lagu dengan beragam tema, Ahmad Dhani dapat memperlebar jalur distribusi untuk memungkinkan lagunya dapat diterima secara lebih luas

    ANALISIS FRASA ENDOSENTRIK PADA OPINI "STOP MELODRAMA" SURAT KABAR MEDIA INDONESIA EDISI 21 SEPTEMBER 2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa endosentrik pada Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020. Pendeskripsian tersebut meliputi, bentuk frasa endosentrik, pola frasa endosentrik. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini bersumber pada Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020. Seluruh frasa endosentrik yang terdapat dalam Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020 merupakan objek penelitian dalam penelitian ini. Teknik pustaka, membaca, dan mencatat yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah  frasa memiliki jenis yang beragam didalamnya. Dalam penelitian ini menganalisis jenis frasa endosentrik. Dan ditemukan frasa endosentrik didalamnya yaitu frasa endosentrik atributif, dan farsa endosentrik apositif. Penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan teori sintaksis tentang frasa khususnya frasa endosentrik, dan penelitian ini menjadikan mahasiswa ataupun masyarakat biasa dapat menambah pengetahuan tentang frasa endosentrik.Kata kunci : frasa endosentrik, bentuk, pola

    Strategi Bertutur Fisioterapis

    Get PDF
    This study aims to find out how to use the physiotherapist's speech strategy at RSU Haji Medan according to the theories of Brown and Levinson. This research uses a qualitative approach with the case study method while data obtained through observation and interviews. This research found that there are 2 speech strategies used by physiotherapists at RSU Haji Medan. First, on record with positive politeness strategy contained in request directive speech acts (100%), question directive speech acts (100%), requirements directive speech acts (100%), agreement directive speech acts (100%), advisories directive speech acts (71%). Second, bald-on record strategy contained in prohibition directive speech acts (100%) and advisories directive speech acts (29%).  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan strategi bertutur seorang fisioterapis di RSU Haji Medan menurut teori Brown dan Levinson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menemukan ada dua strategi bertutur yang digunakan oleh fisioterapis di RSU Haji Medan. Pertama, strategi bertutur terus terang dengan basa basi, berupa kesantunan positif yang terdapat dalam tindak tutur direktif permintaan (100%), tindak tutur direktif pertanyaan (100%), tindak tutur direktif persyaratan (100%), tindak tutur direktif persetujuan (100%), dan tindak tutur direktif nasihat (71%);. Kedua, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi hanya terdapat dalam tindak tutur direktif pelarangan (100%) dan tindak tutur direktif nasihat (29%)

    PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK TUNAS BANGSA TAWANGSARI DENGAN METODE DARING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan whatsapp pada pembelajaran bahasa indonesia di smk tunas bangsa tawangsari dengan metode daring . Kegiatan mengajar biasanya dilakukan secara tatap muka, namun setelah terjadi pandemi ini, Sekolah Menengah Kejuruan Tunas Bangsa Tawangsari melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Dalam artikel ini penulis menggunakan strategi subjektif yang berbeda. Dengan memanfaatkan strategi grafis subjektif dalam eksplorasi ini, objek objektif fundamental yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Tunas Bangsa Tawangsari. Sehingga menghasilkan fakta bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMK Tunas Bangsa Tawangsari dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sangat efektif dan efisien untuk pembelajaran secara online. Seorang guru dapat menyampaikan materi melalui berbagai fitur yang disediakan oleh WhatsApp dengan berbagai fungsi dalam satu aplikasi

    Maksim Kuantitas dan Maksim Kualitas dalam Tuturan Bahasa Indonesia pada Anak Disabilitas Intelektual

    Get PDF
    The purpose of this study was to describe the mastery of maxims of quantity and maxims of quality in Indonesian speech in children with intellectual disabilities. In this study, a qualitative descriptive research method was used. The data source of this research is one child with intellectual disability aged 9;0. The data of this research are words, phrases, and sentences that contain maxims of quantity and maxims of quality. The data collection used in this study includes observation, fishing, recording, and field notes. The stages of data collection are making observations, recording speeches, transcribing speeches, and validating data. In analyzing the data, the pragmatic equivalent method was used. Data analysis procedures include reducing data, interpreting data, and concluding. Based on data analysis, it can be concluded that children with intellectual disabilities have been able to master the maxim of quantity and maxim of quality. L’s speech is able to show its contribution to the speech partner to show the maxim of strength by speaking not excessively and maxim of quality by speaking according to reality. The maxim of quantity and maxim of quality shown by L are still dominated by one word even though L's speech seems to be able to use multi-words. However, the maxim of quantity and maxim of quality used by L still suffer from imperfect pronunciation of sounds such as [r] is pronounced as [l], and the sound [s] which is located at the beginning and middle of the word is replaced with [t]. In addition, L is still unable to use affixes so that he experiences an affix deficit. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penguasaan maksim kuantitas dan maksim kualitas dalam tuturan bahasa Indonesia pada anak disabilitas intelektual. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah satu anak disabilitas intelektual berusia 9;0. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung maksim kuantitas dan maksim kualitas. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, pemancingan, perekaman, dan catatan lapangan. Adapun tahap-tahap pengumpulan data adalah melakukan observasi, merekam tuturan, mentranskrip tuturan, dan memvalidasi data. Dalam penganalisisan data, digunakan metode padan pragmatik. Prosedur penganalisisan data meliputi mereduksi data, menginterpretasi data, dan menyimpulkan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anak disabilitas mental sudah mampu menguasai maksim kuantitas dan maksim kualitas. L sudah mampu menggunakan maksim kuantitas dengan bertutur tidak berlebihan dan maksim kualitas dengan bertutur sesuai kenyataan. Maksim kuantitas dan maksim kualitas yang ditunjukkan L masih didominasi dengan satu kata meskipun tuturan L terlihat sudah mampu menggunakan multikata. Akan tetapi, maksim kuantitas dan maksim kualitas yang digunakan L masih mengalami kekurangsempurnaan pelafalan bunyi seperti [r] dilafalkan menjadi [l], dan bunyi [s] yang terletak pada awal dan tengah kata diganti dengan [t]. Selain itu, L masih belum mampu menggunakan afiks sehingga mengalami defisit afiks

    PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI

    No full text

    Ekspresi Tutur Konstatif ‘Silang Ide’ dalam Dialog Mata Najwa

    Get PDF
    In speech, there is verbal complexity in the form of sentences that have the characteristics of continuity, coherence, and according to context. Verbal complexity is used to describe the reality that is observed and felt by the speaker. The problem in this study examines how the ideational constative utterance crosses ideas with factual constative utterances, how the ideational constative utterance crosses ideas with ideational constative utterances, and how is factual constative utterances which crosses ideas with ideational constative speeches. The method used in this study was descriptive qualitative with pragmatic analysis. The data are in the form of words, phrases, and sentences contained in the Mata Najwa dialogue 'Suddenly a Presidential Candidate'. Collecting data using the ‘simak, bebas, libat, cakap’ (SBLC). The data analysis technique uses three components, namely data reduction, data display, and drawing conclusions. The result of this research is that the meaning and intent behind the cross-idea constative speech. The 'ideational - factual' speech occurs in assertive and disentive constative speech. Speech 'ideational - ideational' occurs in retrodictive constative speech. 'Factual - ideational' utterances occur in ascriptive and retractive constative utterances. AbstrakDalam tuturan terdapat kompleksitas verbal berupa kalimat yang memiliki karakteristik kontinuitas, koheren, dan sesuai dengan konteks. Kompleksitas verbal tersebut digunakan untuk mengambarkan realitas yang diamati dan dirasakan oleh penutur. Masalah dalam penelitian ini mengkaji bagaimanakah tuturan konstatif ideasional yang bersilang ide dengan tuturan konstatif faktual, bagaimanakah tuturan konstatif ideasional yang bersilang ide dengan tuturan konstatif Ideasional, dan bagaimanakah tuturan konstatif faktual yang bersilang ide dengan tuturan konstatif Ideasional. Oleh karena itu, tujuan kajian ini ialah mendeskripsikan makna dan maksud dibalik tuturan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan analisis Pragmatik. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam dialog Mata Najwa ‘Mendadak Capres’. Pengumpulan data menggunakan Simak Bebas Libat Cakap (SLBC). Teknik analisis data menggunakan tiga komponen yaitu reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneltian ini ialah ditemukan makna dan maksud dibalik tuturan konstatif silang ide. Tuturan ‘ideasional – faktual’ terjadi pada tuturan konstatif asertif dan disentif. Tuturan ‘ideasional – ideasional’ terjadi pada tuturan konstatif retrodiktif. Tuturan ‘faktual – ideasional’ terjadi pada tuturan konstatif askriptif dan retraktif

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇