Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
DISKRIMINASI DAN RESISTENSI DIFABEL DALAM NOVELET RATNA INDRASWARI IBARHIM “BATU SANDUNG” (Discrimination and Resistance of Diffablein Ratna Indraswari Ibrahim “Batu Sandung”)
Novelet Batu Sandung karya Ratna Indraswari Ibrahim merupakan salah satu karya sastra yang membahas tentang kaum difabel. Sebagai seorang difabel, Ratna menuliskan karya yang menggambarkan kehidupan sosial pengidap difabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk diskriminasi terhadap kaum difabel serta resistensi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori sosiologi sastra Ian Watt. Teori ini mempercayai bahwa sastra mencerminkan realitas sosial. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, novelet ini memotret dua bentuk diskriminasi terhadap kaum difabel, yaitu perhatian yang terlalu istimewa dan ketiadaan pengakuan akan kemampuan mereka. Untuk merespon diskriminasi tersebut, difabel melakukan dua resistensi yang berupa: menyembunyikan diri dan membuktikan kemampuan. Studi ini juga membuktikan bahwa difabel dalam Batu Sandung adalah individu yang mampu mengatasi diskriminasi sosial dengan membangun resistensi positif dalam bentuk kegigihan dan usaha untuk menampilkan kemampuan terbaik.Ratna Indraswari Ibrahim's Novelet Batu Sandung is one of the literary works that discusses the disabled people. As a person with a disability, Ratna wrote works that described the social life of people with disabilities. This study aims to uncover the forms of discrimination against people with disabilities and their resistance. This research uses a descriptive qualitative method by using Ian Watt’s sociological literature theory. This theory believes that literature reflects social reality. The result of this study is that this novelet portrays two forms of discrimination against people with disabilities, namely overly special attention and lack of recognition of their capabilities. To respond to this discrimination, the disabled perform two resistances in the form of: hiding herself and proving capability. This study also proves that the disabled in Batu Sandung is an individual who is able to overcome social discrimination by building positive resistance in the form of persistence and efforts to show her best capabilities
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL FAIRCLOUGH DAN WODAK PADA PIDATO PRABOWO (Critical Discourse Analysis of Fairclough’ and Wodak’s Model Within Prabowo’s Speech)
Banyak masyarakat ketika membaca berita di media tidak menggunakan kerangka berpikir kritis sehingga apa yang dibaca langsung saja diyakini atau dipercayai tanpa mempertanyakan kebenaran berita tersebut atau apa kepentingan di balik berita itu. Hal inilah yang menimbulkan pergolakan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana meggunakan pendekatan kritis yaitu AWK model Fairclough dan model pendekatan sejarah Wodak. Metodologi penelitian ini berupa kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara pencatatan kemudian dianalisis dengan model AWK Fairclough dan model Wodak. Sumber data diambil dari pidato Prabowo pada berita Tempo pada tanggal 14 Mei 2019 dan 12 April 2014. Unit analisis kajian ini berupa kosa kata dan struktur tata bahasa. Temuan penelitian menunjukkan representasi, relasi dan identitas yang ada di dalam wacana pidato serta adanya hubungan sejarah dari wacana pidato tersebut.Most people do not think critically when they read news in a media so that they tend to directly believe it without questioning the truth or what interest may lay beyond it. This is what causes upheal in society. The goal of this research is to analyze discourses using critical approach such as CDA model Fairclough and DHA Wodak. The methodology of research was descriptive qualitative. Data is collected using noting technique an analyzed by CDA model Fairclough and DHA Wodak. the source data was taken from Prabowo’s speeches at 14 Mei 2019 and 12 April 2014. The unit being analyzed was vocavuaries and grammar. The findings show representation, relation, and identity within the speeches and the historical relation among those speeches
FILOSOFI MASYARAKAT KERINCI DALAM KENDURI SKO (Philosophy of Kerinci Community in Kenduri Sko)
Kenduri Sko merupakan tradisi lisan masyarakat Kerinci yang masih dipertahankan sampai saat ini karena mengandung nilai-nilai filosofi sebagai praktik sosialkultural masyarakatnya. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan filosofi masyarakat Kerinci yang terdapat di dalam tradisi kenduri sko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, yaitu wawancara mendalam dengan pemangku adat dan ahli bahasa, serta membaca literatur yang relevan. Observasi partisipasi akan dilengkapi dengan alat rekam dan kamera sebagai dokumentasi. Selisik data menggunakan konsep falsafah ABS-SBK. Hasil selisik dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kenduri Sko adalah prosesi pengukuhan gelar adat yang dilaksanakan pada saat habis penen. Adapun filosofi masyarakat Kerinci dalam Kenduri Sko, yaitu1) filosofi keagamaan yang mewujud dalam bentuk ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan hasil panen sebagai sko; 2) filosofi kemanusiaan terimplementasi dalam ucapan syukur kepada Tuhan dan kepada leluhur yang telah memberikan sko ico pakai berupa tanah dan gelar adat, serta bagaimana nilai-nilai kemanusiaan itu dipraktikkan seperti menghargai, mengasihi, bekerja sama, dan menolong orang lain; 3) filosofi demokrasi dan musyawarah yang terimplementasi dalam pemberian gelar adat dengan sistem kerapatan; 4) filosofi sosial kemasyarakatan yang mewujud dalam bentuk penghargaan, penghormatan kepada Tuhan dan leluhur, tenggang rasa dan menghormati orang lain dalam musyawarah, kerja sama, gotong royong, dan hidup rukun di dalam masyarakat.Kenduri sko is an oral tradition of the Kerinci community which is still preserved today due to its philosophical values as the socio-cultural practice of the community. Therefore, this study aims to describe the philosophy of the Kerinci community in kenduri sko tradition. This study uses a qualitative method with data collection techniques using research instruments, namely in-depth interviews with traditional stakeholders, linguists, as well as reading relevant literature. Participant observation was conducted by using recording devices and cameras as documentation. Data of this study were analyzed using the philosophy of ABS-SBK. The result of this study shows that Kenduri Sko is a procession of the inauguration of traditional titles carried out at the end of harvest time. The philosophy of Kerinci community that appears in Kenduri Sko namely: 1) The religious philosophy which manifests in the form of expressions of gratitude and thanks to God for giving the harvest as sko; 2) The philosophy of humanity is implemented in gratitude to God and ancestors who have given sko ico pakai in the form of land and traditional titles, as well as how human values are practiced such as respecting, loving, cooperating, and helping others; 3) The philosophy of democracy and deliberation implemented in the granting of custom titles through the customary deliberation system; 4) The social community philosophy that manifests in the form of appreciation, respect for God and ancestors, tolerance and respect for others in deliberation, cooperation, and harmony of life in the community
Kajian Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana
Penelitian ini dimulai dari latar belakang masalah lingkungan yang saat ini sedang menjadi sorotan akibat dari alih fungsi lahan, eksploitasi flora dan fauna, dan sebagainya. Tujuan pembuatan artikel jurnal yaitu mendeskripsikan kajian ekokritik dalam novel Kekal karya Jalu Kancana. Ekokritik adalah kajian yang mengkritisi lingkungan melalui karya sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ekokritik yakni dengan mencari kutipan dalam karya sastra yang memuat nilai-nilai lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Kekal karya Jalu Kancana. Penelitian ini terfokus pada kajian ekokritik. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjuk pada kajian ekokritik dalam novel Kekal karya Jalu Kancana yang menggambarkan tentang perjuangan tokoh bernama Alit yang sedang menggaungkan program Save Ciharus untuk dapat terus mempertahankannya sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dari tangan kotor sebuah korporasi yang hanya mementingkan aspek ekonomi dibandingkan dengan aspek ekologi.Kata Kunci: Ekokritik, Kekal, Jalu Kancana This research start from the background of environmental problems that are currently in the spotlight as a result of land transfer, exploitation of flora and fauna, and etc. The purpose of journal is to describe the study of ecocriticism in the novel Kekal by Jalu Kancana. This research is qualitative research. The subject in this study was jalu Kancana's novel Kekal. This research focuses on ecocriticism studies. The data was analyzed using descriptive qualitative methods. The results point to the ecocriticism study in jalu Kancana's novel Kekal which describes the struggle of a figure named Alit who is promoting the Save Ciharus program to be able to continue to maintain it as part of environmental conservation efforts from the dirty hands of a corporation that only attaches importance to economic aspects compared to ecological aspects.Keywords: Ecocriticism, Kekal, Jalu Kancan
Contemporary Danmei Fiction and Its Similitudes with Classical and Yanqing Literature
Danmei, aka Boys Love, is a salient transgressive genre of Chinese Internet literature. Since entering China’s niche market in 1990s, the danmei subculture, predominantly in the form of original fictional creation, has established an enormous fanbase and demonstrated significance via thought-provoking works and social functions. Nonetheless, the danmei genre is not an innovation in the digital age, in that its bipartite dichotomy between seme ‘top’ and uke ‘bottom’ roles bears similarities to the dyad in caizi-jiaren ‘scholar-beauty’ anecdotes featuring masculine and feminine ideals in literary representations of heterosexual love and courtship, which can be attested in the 17th century and earlier extant accounts. Furthermore, the feminisation of danmei characters is analogous to an androgynous ideal in late-imperial narratives concerning heterosexual relationships during late Ming and early Qing dynasties, and the depiction of semes being masculine while ukes being feminine is consistent with the orthodox, indigenous Chinese masculinity which is comprised of wen ‘cultural attainment’ epitomising feminine traits and wu ‘martial valour’ epitomising masculine traits. In terms of modern literature, danmei is parallel to the (online) genre yanqing ‘romance’ that is frequently characterised by ‘Mary Sue’ and cliché-ridden narration.
Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Membaca Model Graves Mahasiswa BIPA
This study aims to develop BIPA teaching materials on reading skills with Graves model. This study uses qualitative research methods that are adapted to conditions in the field. The stages of the Graves model implemented are four stages, namely: 1) needs analysis, 2) determining general and specific objectives, 3) sorting and selecting teaching materials and activities developed, and 4) organizing the content and activities of teaching materials. The results showed that the preparation of teaching materials for reading BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta has its own characteristics. This specialty is found in the theme used in teaching materials, namely "Learning Indonesian Through Cultural Wisdom". Through the material in reading teaching materials, foreign students are introduced to the variety of cultures found in Indonesia, especially in the city of Solo. So, not only language is the focus of learning, but also the culture and Islamic values that apply. This was done with the consideration that the BIPA institution was under PTKIN so that foreign students studying at UIN Raden Mas Said Surakarta, were required to have knowledge about language, culture, and Islamic insight. In addition, products developed by BIPA teaching materials for reading skills are not only produced in the form of hard files. However, in the form of e-books in PDF format. The use of teaching materials in the form of electronic books can make it easier for foreign students to access and study them. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar BIPA pada keterampilan membaca dengan model Graves pada mahasiswa BIPA di UIN Raden Mas Said Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tahapan model Graves yang dilaksanakan ini ada empat tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) menentukan tujuan umum dan khusus, 3) memilah dan menyeleksi materi ajar dan aktivitas yang dikembangkan, dan 4) mengorganisasikan isi dan aktivitas bahan ajar. Data dikumpulkan dengan cara data pengembangan bahan ajar dan data uji coba. Analisis data menggunakan analisis data pengembangan dan analisis data uji coba bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan bahan ajar membaca BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta mempunyai ciri khas tersendiri. Kekhasan tersebut terdapat pada tema yang digunakan dalam bahan ajar yakni “Belajar Bahasa Indonesia Melalui Kearifan Budaya”. Melalui materi dalam bahan ajar membaca, mahasiswa asing diperkenalkan tentang ragam budaya yang terdapat di Indonesia, khususnya di Kota Solo. Dengan demikian, tidak hanya bahasa yang menjadi fokus pembelajarannya, tetapi juga budaya dan nilai-nilai keislaman yang berlaku. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa lembaga BIPA berada di bawah PTKIN sehingga mahasiswa asing yang belajar di UIN Raden Mas Said Surakarta, diwajibkan memiliki pengetahuan mengenai bahasa, budaya, dan wawasan keislaman. Selain itu, produk hasil pengembangan bahan ajar BIPA keterampilan membaca tidak hanya diproduksi dalam bentuk hard file. Akan tetapi, dalam bentuk e-book dengan format PDF. Penggunaan bahan ajar dalam bentuk buku elektronik dapat memudahkan mahasiswa asing untuk mengakses dan mempelajarinya
Prasangka dan Perilaku Destruktif dalam Novel Si Anak Badai Karya Tere Liye
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) prasangka tokoh terhadap utusan gubernur dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, 2) dampak prasangka tokoh terhadap utusan gubernur pada novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, dengan sumber datanya novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Data berupa satuan cerita yang terwujud dalam dialog, paragraf, maupun narasi yang menjelaskan prasangka tokoh terhadap tokoh lain. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat kemudian dikelompokkan dalam tabel. Analisis data menggunakan langkah reduksi data yang meliputi menyeleksi, meringkas, serta menggolongkan data. Hasil penelitian ini adalah: 1) prasangka tokoh terhadap utusan gubernur yang hendak mendirikan secara paksa pelabuhan di kampung Manowa yang terwujud dalam persepsi, kekhawatiran, bahkan tindakan perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Manowa, 2) dampak prasangka tokoh terhadap utusan gubernur yang berwujud kemarahan dan juga kenekatan dalam melancarkan pembangunan pelabuhan tersebut. This study aims to describe 1) the prejudice of the characters on the governor's delegation in Si Anak Badai novel by Tere Liye, 2) The impact of the character's prejudice on the governor's delegation in Si Anak Badai novel by Tere Liye. This research is a descriptive qualitative study with a literary psychology approach. The data source is the novel Si Anak Badai by Tere Liye. Data in the form of story units that are manifested in dialogues, paragraphs, and narratives that explain the character's prejudice about other characters. The data collection technique used the reading and notes technique and then grouped them in a table. Data analysis uses data reduction steps which include selecting, summarizing, and classifying data. The results of this study are 1) the prejudice of the figures regarding the governor's delegation who want to forcibly establish a port in Manowa Village which are manifested in perceptions, worries, and even acts of resistance by the people of Manowa, 2) the impact of the figures' prejudice on the governor's delegation who is angry and impetuous in accelerating the construction of the port
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI
During the covid 19 pandemic, all students ranging from elementary school to student level are required to do learning through online. This policy provided by the Ministry of Education is intended to keep students learning safely at home in the midst of the Covid-19 pandemic and to ensure students continue to receive lessons during the pandemic. One application that is widely used during online learning today is google classroom. the author wants to research the effectiveness of Indonesian language learning through google classroom during the pandemic. If viewed through data, it can be concluded that there is an increase in student attendance and learning outcomes. With this can also be concluded that online learning through google classroom has effectiveness and can be used as an alternative learning during the pandemic
Sistem Hiponimi Hewan dalam Bahasa Jawa: Kajian Semantik
The animals in the world are very diverse and countless. The variety of animals in the field of biology is divided into kingdoms, species, families, orders, and classes. The classification of animals in biology is certainly different from the classification of animals in Javanese society. This study aims to explain animal hyponymy in Javanese based on Semantic studies. Hyponyms are inseparable from the relation of meaning. This research is descriptive qualitative. Data collection is done by documentation, observation, listening, and taking notes. Data analysis was carried out using the agih method with the substitution technique and the reflexive-introspective method based on the flow model in which there is reduction, presentation, verification, and inference. Animal species are diverse and innumerable. In Javanese semantics, kewan 'animal' has the same components as tetuwuhan 'plant'. Furthermore, as a subordinate, kewan has components in between rajakaya, sato iwen, omahan, and alasan. In the category of pomahan or ingon-ingon animals, there are three types, namely rajakaya, sato iwen, and kewan lulut. Differentiation of several hyponyms is done by component analysis. Rajakaya 'farm animals' can be distinguished based on size, power, color, and aspects of their use. Sato iwen can be distinguished based on size, sound, beak shape, leg shape, and animal utilization, and kewan lulut can be distinguished based on size, price, level of compliance, type of food, and type of care.AbstrakHewan-hewan di dunia sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Ragam hewan dalam bidang ilmu biologi dibagi ke dalam kingdom, spesies, famili, ordo, dan kelas. Penggolongan hewan dalam ilmu Biologi tentu berbeda dengan penggolongan hewan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hiponimi hewan dalam bahasa Jawa berdasarkan kajian Semantik. Hiponim tidak terlepas dari relasi makna. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data dilakukan dengan metode agih dengan teknik substitusi dan metode reflektif-introspektif dengan berdasarkan pada model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, penyajian, verifikasi, dan inferensi. Spesies hewan beragam dan tak terhitung banyaknya. Dalam Semantik bahasa Jawa, kewan ‘hewan’ mempunyai kesamaan komponen dengan tetuwuhan ‘tumbuhan’. Selanjutnya, sebagai subordinat, kewan memiliki komponen di antaranya rajakaya, sato iwen, omahan, dan alasan. Dalam kategori hewan pomahan atau ingon-ingon, terdiri atas tiga jenis, yakni rajakaya, sato iwen, dan kewan lulut. Pembedaan atas beberapa hiponim dilakukan dengan analisis komponen. Rajakaya ‘hewan ternak’ dapat dibedakan berdasarkan ukuran, tenaga, warna, dan aspek pemanfaatannya. Sato iwen dapat dibedakan berdasarkan ukuran, suara, bentuk paruh, bentuk kaki, dan pemanfaatan hewan, dan kewan lulut dibedakan berdasarkan ukuran, harga, tingkat kepatuhan, jenis makanan, dan jenis perawata
Leksikon Gejala Covid-19 dalam Bahasa-Bahasa Bidayuhik di Kalimantan Barat
This study aims to describe the lexical forms of Covid-19 symptomps in Bidayuhik languages in West Kalimantan, such as Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, and Kerambai. This type of research is qualitative. The technique used in collecting data are note taking, interview, and study of literature. The technique used in data collection is done by orthographic and phonetic transcripstion. The method used to analyze data is a referential and translational equivalent method. The results of this study indicate that Bidayuhik speakers in West Kalimantan have their own lexicon in naming Covid-19 symptoms. The lexical naming of Covid-19 symptomps are in the form of a lexeme and a combination of words. There are differences in the naming of Covid-19 symptoms between Bidayuhik languages in identifying disease terms, such as cough, influenza, stomach ache, and pneumonia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk leksikon gejala Covid-19 dalam bahasa-bahasa Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat, seperti Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, dan Kerambai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan dan metode simak dan cakap dalam memperoleh data. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan ortografis dan fonetis. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan referensial dan translasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penutur Bidayuhik di Kalimantan Barat memiliki leksikon tersendiri dalam penamaan gejala Covid-19. Leksikon penamaan gejala Covid-19 ini berbentuk satu leksem dan gabungan kata. Terdapat perbedaan penamaan gejala COVID-19 antarbahasa Bidayuhik dalam mengidentifikasi istilah penyakit, seperti batuk, influenza, sakit perut, dan penyakit pernapasan