Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Thai students’ intercultural apprehension in the Indonesian context

    Get PDF
    Intercultural apprehension can affect the adaptation process of BIPA learners while in Indonesia, but research on this topic is still very limited. This study aims to measure the level of intercultural anxiety and the factors that cause this type of anxiety in Thai students when communicating with Indonesian people who have cultural differences. The data collection was conducted using a questionnaire called PRICA (Personal Report of Intercultural Communication Apprehension) and interview guidelines. The results showed that 7.1% of students experienced high levels of intercultural apprehension, 64.2% of students experienced moderate levels of intercultural apprehension and 28.5% of students experienced low levels of intercultural apprehension. Language barriers, negative prejudice, and culture shock are the main factors that give rise to this anxiety. BIPA teachers and program organizers are expected to design learning activities that can involve Thai students and Indonesian students so that intercultural apprehension can be reduced

    Memori Kolektif dalam Novel Secangkir Teh Melati

    Get PDF
    Penelitiann ini berjutuan mendeskripsikan memori kolektif tentang sejarah Indonesia yaitu tentang peristiwa tentang G30S/PKI hingga orde baru. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer dari novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono. Gambaran realitas sejarah indonesia periode 1949 hingga 1970. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan data yang disajikan dalam bentuk deskriptif sehingga pembaca dapat mudah memahami tujuan analisis ini karena data yang diambil  merupakan kutipan yang mengandung nilai historis  dari novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan memori kolektif sejarah   indonesia pada masa peralihan orde baru ke orde lama yang ada dalam novel novel Secangkir Teh Melati karya Bunjamin Wibisono yang meliputi beberapa aspek, yaitu (1) masa peralihan orde lama ke orde baru, (2) memori kolektif peristiwa G30S/PKI, dan (3) memori kolektif tentang stereotip kaum komunis

    Perception of Interdialectal Accommodation by Sellers and Buyers in Sasak: A Sociolinguistic Perspective

    Get PDF
    This research focuses on the strategy of communication which was used by the speakers of two different dialects between meriaq-meriku vs meno-mene in Sasak language, especially amongst sellers-buyers in markets domain in central Lombok West Nusa Tenggara. The data were recorded at four markets where the speakers of two different dialects meet. This current result reveals the effective strategy in communication by accommodating each other (sellers-buyers). Further, it elucidates the accommodation pattern strategy in two different dialects which are commonly used by the sellers-buyers in doing transactions. The current researchers composed the data through the interview, direct observation, and recording or note-taking. The method used to reveal the phenomenon is a qualitative method and interpreted the data to meet the qualified result of research. Therefore, the result shows that applying inter-dialectal accommodation is effective. AbstrakPenelitian ini berfokus pada strategi komunikasi yang digunakan oleh penutur dua dialek yang berbeda antara meriaq-meriku vs meno-mene dalam bahasa Sasak, khususnya antara penjual-pembeli di ranah pasar di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Data tersebut direkam di empat pasar tempat bertemunya penutur dari dua dialek yang berbeda. Hasil saat ini mengungkapkan strategi yang efektif dalam komunikasi dengan saling mengakomodasi (penjual-pembeli). Selanjutnya diuraikan strategi pola akomodasi dalam dua dialek yang berbeda yang biasa digunakan oleh penjual-pembeli dalam melakukan transaksi. Peneliti saat ini menyusun data melalui wawancara, observasi langsung, dan pencatatan atau pencatatan. Metode yang digunakan untuk mengungkap fenomena tersebut adalah metode kualitatif dan menginterpretasikan data untuk memenuhi hasil penelitian yang memenuhi syarat. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akomodasi antar dialek efektif

    COVER DEPAN

    No full text

    Pemanfaatan Aplikasi SIPEBI untuk Pemelajar BIPA

    Get PDF
    Learning Indonesian for foreign speakers is not an easy thing. This difficulty arises because in Indonesian there are various kinds of language rules regulated by: KBBI, PUPI, PUEBI, and other grammars. The purpose of writing this article is to convey that the use of technology can streamline learning activities. This paper will discuss how the Sipebi application can be used for BIPA learning activities, especially in studying writing competence. This article is still limited to a literature review, so this design still needs to be implemented in learning activities. However, the use of the Sipebi application in improving the ability of BIPA students in writing was considered effective based on the design presented by the researcher. The design includes: application introduction, installation, application utilization, writing, and evaluation. By utilizing the Sipebi application, researchers hope that BIPA students will be happier learning Indonesian

    Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar di Era Pandemi

    Get PDF
    Teaching materials are one of the important components needed in the learning process. With the appropriate teaching materials, it is hoped that it can help the smooth running of learning activities. Likewise with teaching materials in this Pandemic Era. Teaching materials that have been used in learning activities are simple teaching materials made by lecturers. This study aims to analyze student needs for teaching materials in the era of the COVID-19 pandemic, at STKIP PGRI West Sumatra. The subjects in this study were 106 students of STKIP PGRI West Sumatra. The data in this study were obtained from the results of a questionnaire on the analysis of student needs for teaching materials in the Covid 19 pandemic era through the google form that has been provided by researchers to find out student responses regarding the teaching materials that have been obtained so far. The results of the research from the analysis of student needs for teaching materials are: first, students need teaching materials provided by lecturers from e-learning. Second, students understand a teaching material more quickly if the teaching material is provided by the lecturer through e-learning then download and print it. third, students prefer a power point display that is complete with lecturers' explanations. fourth, students like the use of a standard language style, but not rigid of a teaching material. Fifth, the teaching materials that have been given by lecturers during online chasing are sufficient to meet the needs but not maximally, sixth, the teaching materials provided by lecturers during online learning are quite relevant / in accordance with the topic, seventh, the need for students for teaching materials is very high. This shows that students need more detailed information about the lesson in order to gain a deep understanding. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumbar yang. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19 melalui google form yang telah disediakan peneliti untuk mengetahui tanggapan-tanggapan mahasiswa mengenai bahan ajar yang diperoleh selama ini. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yaitu: pertama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang disediakan oleh dosen dari e-learning. kedua, mahasiswa lebih cepat memahami sebuah bahan ajar jika bahan ajar tersebut diberikan oleh dosen melalui e-learning lalu mengunduh dan memprintnya. ketiga, mahasiswa lebih menyukai tampilan power point yang lengkap disertai penjelasan dosen, keempat, mahasiswa menyukai penggunaan gaya bahasa baku, namun tidak kaku dari sebuah bahan ajar. kelima,  bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring selama ini cukup memenuhi kebutuhan namun belum maksimal, keenam, bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring cukup relevan/sesuai dengan topik, ketujuh, kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pelajaran  dalam rangka mendapatkan pemahaman yang mendalam

    Ritual Masyarakat Banjar dan Dayak dalam Novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda dan Avesina: Kajian Antropologi

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu tujuan teoritis dan tujuan praktis. Tujuan teoretis dalam penelitian ini yaitu pembaca dan penulis dapat mengetahui ritual yang ada pada masyarakat Banjar dan Dayak dalam novel Jendela Seribu Sungai, yang dalam penelitian ini difokuskan pada ritual. Selain tujuan teoretis terdapat tujuan praktis dalam penelitian ini yaitu menambah pengetahuan tentang kebudayaan kepada penulis secara pribadi dan bagi masyarakat luas. Ritual merupakan tata cara dalam kegiatan upacara atau suatu perbuatan yang dianggap keramat yang dilakukan oleh sekelompok umat beragama dalam suatu daerah tertentu. Ritual ditandai dengan adanya berbagai macam unsur serta komponen yang tidak dapat dilepaskan dengan berlangsungnya kegiatan ritual dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik kualitatif. Metode kualitatif dengan memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Metode analisis data yang digunakan dengan mengolah, mengumpulkan data dan analisis data yang akan disajikan. Data-data yang telah dijelaskan sebelumnya kemudian akan ditarik sebuah simpulan dari temuan-temuan yang telah ditemukan dari proses analisis tersebut.

    Bahasa Iklan di Antara Erotisme dan Simbiosis Mutualisme

    Get PDF
    The main problem discussed in this study is the use of language in advertising media as a form of using Indonesian in public spaces. Through promotion through advertising, a product can be known by the public and this is the purpose of an advertised product. The approach used in this study is a qualitative approach, namely research that produces descriptive data in the form of spoken or written words from people or observed behavior. The described aspect is the result of an analysis of the use of vulgar language and the meaning contained in each advertisement. Based on an analysis of several advertised products, both on electronic media (television) and on social media, it is evident that erotic word choices are used in advertising media. AbstrakMasalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah pemakaian bahasa di media iklan sebagai salah satu bentuk pemakaian bahasa Indonesia di ruang publik. Melalui promosi lewat iklan, sebuah produk dapat dikenal oleh masyarakat dan inilah yang menjadi tujuan sebuah produk diiklankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan atau tertulis dari orang atau prilaku yang diamati. Aspek yang dideskripsikan adalah hasil analisis pemakaian bahasa vulgar dan makna yang terkandung dalam setiap iklan. Berdasarkan hasil analisis terhadap beberapa produk yang diiklankan, baik di media elektronek (televisi) maupun di media sosial terbukti bahwa pilihan kata yang bersifat erotis digunakan dalam media iklan

    TOKOH NYI POHACI SANGHYANG SRI DALAM WAWACAN SULANJANA DAN CARITA PANTUN SRI SADANA: TINJAUAN INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA

    Get PDF
    Penelitian ini akan membandingkan cerita, tokoh, dan peristiwa antara teks dalam naskah Wawacan Sulanjana dan teks dalam Carita Pantun Sri Sadana. Kedua teks tersebut memiliki bentuk berbeda yaitu yang satu teks tertulis dan yang satu teks yang dituturkan secara lisan. Adapun teori yang digunakan yaitu teori intertekstualitas yang dikemukakan oleh Julia Kristeva. Secara genre, Wawacan Sulanjana dan Carita Pantun Sri Sadana bisa dikategorikan sebagai puisi. Disinyalir Wawacan Sulanjana menjadi salah satu bentuk transformasi dari Carita Pantun Sri Sadana. Adapun untuk membuktikan transformasi dan hipogram maka digunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva. Berdasarkan hasil analisis maka didapatkan kesimpulan bahwa tema dalam kedua teks tersebut memiliki satu kesamaan yaitu tentang kehidupan masyarakat agraris di tanah Sunda. Adapun yang menjadi objek cerita yaitu seorang tokoh bernama Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Setelah dibandingkan, ada sedikit perbedaan urutan peristiwa dalam cerita dan adanya tokoh-tokoh lain yang menyertai cerita di dalam teks Carita Pantun Sri Sadana, tidak disertakan dalam cerita Wawacan Sulanjana. AbstractThis research will compare the stories, chadacters, and events in the text between the Wawacan Sulanjana manuscript and the text in the Carita Pantun Sri Sadana. The two texts have different forms, one is a written text and one is oral text. The theory used is the intertextuality theory proposed by Julia Kristeva. In genre, Wawacan Sulanjana and Carita Pantun Sri Sadana can be categorized as poetry. It is pointed out that Wawacan Sulanjana is a form of transformation of Carita Pantun Sri Sadana. As for proving the transformation and hypogram, Julia Kristeva's theory of intertextuality is used. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the themes in the two texts have one thing in common, namely about the life of agrarian communities in Sundanese land. The story is based on one of the character, namely Nyi Pohaci Sanghyang Sri. After comparison, there is a slight different in the sequence of the events, and there are several characters who told in the Carita Pantun Sri Sadana were not involved in the Wawacan Sulanjana

    Nilai-Nilai Kearifan dalam Dongeng Banjar

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini membahas bagaimana dongeng Banjar ditinjau dari perspektif nilai. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang dongeng Banjar ditinjau dari perspektif nilai yang digambarkan dalam teks dongeng dan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Dongeng secara umum banyak lahir dari imajinasi manusia atau khayalan manusia tentang kehidupan mereka sehari-hari yang dari waktu ke waktu dapat berubah, bahkan dikurangi dan ditambahkan oleh pemilik cerita sesuai dengan keperluan waktunya. Proses berlangsungnya cerita dongeng di masyarakat menghasilkan, salah satunya ialah sebuah kepercayaan (mitos). Cerita dongeng juga bagi anak di antaranya sebagai alat hiburan dan anak akan mendapatkan pesan serta nilai-nilai cerita dongeng yang akan diingatnya sepanjang masa. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengulas dari perspektif nilai. Penelitian ini menggunakan metode pemaparan atau deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif-kualitatif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang pesan nilai-nilai dalam dongeng. Hasil penelitian memberikan gambaran isi dan nilai-nilai yang disampaikan melalui dongeng Banjar.Kata kunci: dongeng, perspektif, nilai

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇