Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    KESANTUNAN BERBAHASA SANTRI WANITA DALAM KOMUNIKASI DI PESANTREN

    Get PDF
    AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk  maksim kesantunan berbahasa santri wanita di lingkungan Pesantren Modern Islam Assalaam dan Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki di Kabupaten Sukoharjo. Data dalam penelitian ini adalah tuturan santri wanita yang mengandung kesantunan dalam situasi formal dan informal di lingkungan Pesantren Modern Islam Assalaam dan Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki di Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa maksim kesantunan yang digunakan oleh santri wanita dalam berinteriksi adalah (1)  maksim kebijaksanaan (taxt maxim), (2) maksim kemurahan (generosity maxim), (3) maksim penerimaan (approbation maxim), (4) maksim kerendahatian (modesty maxim), (5) maksim kesepakatan (agreement maxim), (6) maksim kesimpatian (sympathy maxim), (7) maksim permintaan maaf (obligation of S to O maxim), (8) maksim pemberian maaf (obligation of O to S maxim) , (9) maksim perasaan (feeling recitence maxim), (10)  maksim berpendapat dan bersikap diam (opinion Reticente maxim).Kata kunci:  kesantunan berbahasa, santri wanita, pesantren AbstractThis study aims to describe the maxims used by female students in the Islamic Modern Boarding School of Assalaam and Islamic Boarding School Al-Mukmin Ngruki in Sukoharjo Regency. The data are the utterances that contain politeness of female students in formal and informal situations. The result indicates that female student use several maxims in interacting, namely (1) taxt maxim, (2) generosity maxim, (3) approbation maxim, (4) modesty maxim, 5) agreement maxim, (6) sympathy maxim, (7) obligation of S to O maxim, (8) obligation of O to S maxim , (9) feeling recitence maxim, (10)  opinion Reticente maxim. Keywords: language politenss, female student, Islamic boarding school  

    FOLKLOR DEWI RENGGANIS SEBAGAI MOTIF DASAR NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURIAWAN

    Get PDF
    Abstrak:Ditulis isi berisi pembacaan novel Cantik itu Luka (2002) karya Eka Kurniawan dengan perspektif folklor. Hal itu dilakukan karena, menurut hemat kami, dunia folklor melandasi keseluruhan novel tersebut. Dengan menggunakan teori folklor dan semiotika Charles Sander Peirce akan dijelaskan ciri folklor, kedudukan folklor dalam struktur novel, serta makna dan ideologi novel. Hasilnya menunjukkan bahwa folklor Dewi Rengganis yang ada di dalam novel merupakan motif dasar atau la mise en abyme ‘tanda kecil yang memiliki acuan besar’ bagi keseluruhan novel. Oleh karena itu, keseluruhan novel dapat diinterpretasikan berdasarkan motif folklor tersebut dan ideologi novel dapat diinterpretasikan berdasarkan sifat-sifat folklor. Dengan mengacu pada motif dasar tersebut maka novel Cantik itu Luka menunjukkan adanya upaya penggabungan dan penjajaran dari hal-hal yang berbeda bahkan bertentangan, serta pengulangan dengan variasi yang berbeda dari motif dasar

    HUKUM TARIK-MENARIK DALAM NOVEL KLASIK UNDER THE GREENWOOD TREE KARYA THOMAS HARDY

    Get PDF
    Paulo Coelho dalam buku The Alchemist pernah berkata bahwa, “ketika kamu menginginkan sesuatu, alam semesta berkonspirasi untuk membantumu mencapainya.” Mendapatkan apa yang diinginkan pada praktiknya tidak sesederhana itu. Dalam Under The Greenwood Tree, Dick Dewy tidak hanya menginginkan Fancy Day sebatas keinginan saja. Dick harus melakukan beberapa hal guna memastikan Fancy jatuh ke dalam pelukannya. Hukum tarik-menarik (the law of attraction) yang menjadi dasar rujukan penelitian ini bekerja secara universal menarik ke dalam kehidupan seseorang, apa pun (baik positif maupun negatif) yang orang itu berikan perhatian, energi, dan fokus. Menggunakan novel romance klasik karya Thomas Hardy, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan upaya-upaya Dick dalam mendapatkan Fancy. Penggunaan metode kualitatif dan teori the law of attraction yang dikembangkan Michael J. Losier membuat penelitian ini menemukan bahwa Dick menerapkan tiga proses dalam the law of attraction dalam mendapatkan Fancy. Tiga proses tersebut adalah law of attraction, law of creating, dan law of allowing.Kata-kata kunci: Hukum Tarik-Menarik, Thomas Hardy, Era Victoria, Sastra Banding, Michael J. Losier

    Gangguan Berbahasa pada Tokoh Bertie dalam Film The King’s Speech (2010)

    Get PDF
    This study aims to describe and examine the causes, forms, and treatment of stuttering experienced by Bertie's character in the film The King's Speech. This study uses a qualitative method by listening to the film The King's Speech and noting important things related to the material to be studied. From the results of the study it was found that Bertie experienced stuttering which was probably caused by the retraining she did as a child, as well as psychological factors because since childhood she had been pressured by many rules in the kingdom. The forms of stuttering experienced are repetition and blocking, and the most dominant form of stuttering is blocking. The treatment that Lionel, the therapist does, is to train the breathing mechanism and instill confidence in Bertie. Although his stuttering did not go away completely, Bertie was able to read speeches to his subjects with proper breathing and pauses

    MELACAK JAKARTA DARI 1950-AN SAMPAI DENGAN 1970-AN DALAM KARYA SASTRA

    Get PDF
    AbstrakArtikel ini ditulis dengan tujuan melakukan pelacakan wilayah Jakarta dalam karya Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, dan Ali Topan Anak Jalanan. Pelacakan wilayah di dalam karya sastra ini menjadi penting untuk melengkapi pembuatan peta yang dilakukan oleh kartograf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra dan kartografi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah wilayah-wilayah yang digambarkan dalam 4 karya sastra yang dibahas pada tahun 1950-an sampai 1960-an adalah wilayah Jakarta Pusat. Wilayah ini digambarkan sebagai sebuah tempat yang padat penduduknya, juga pusat peradaban atau pusat kebudayaan, secara khusus Pasar Senen. Jakarta pada masa itu merupakan kota yang ramai dan sudah penuh dengan debu, tetapi masih dikelilingi oleh dusun dan wilayah persawahan. Pada tahun 1970-an kondisi Jakarta sudah mulai berubah. Kota satelit Kebayoran Baru dikenal sebagai wilayah orang “gedongan”. Beberapa tempat wisata juga sudah ada yakni Bina Ria dan Taman Ria Senayan. Namun, ada yang menarik sejak tahun 1950-an sampai 1970-an kehidupan malam di kota Jakarta sudah ramai.Kata kunci: Jakarta, Kartografi, Jakarta Pusat, Kebayoran Baru AbstractIt aims to track literary works of Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, And Ali Topan Anak Jalanan in Jakarta. This tracing is important in order to complete the map-making by cartographers. It is qualitative research. The theories used are sociology of literature and cartography. The result reveals that Central Jakarta was the areas described in those four literary works in the 1950s to the 1960s. It was described as a densely populated place, as well as a center of civilization or cultural center, especially Pasar Senen. Jakarta at that time was a busy city and full of dust, but it was still surrounded by villages and rice fields. In the 1970s Jakarta had begun to change. The satellite city of Kebayoran Baru was known as the area of “gedongan” people. There were several tourist attractions, namely Bina Ria and Taman Ria Senayan. There was an interesting fact about the busy night life in Jakarta since the 1950s to the 1970s.Keywords: Jakarta, cartography, Central Jakarta, Kebayoran Baru

    Analisis Kelayakan Isi Materi pada Buku Teks Sahabatku Indonesia untuk Pelajar BIPA 1

    Get PDF
    This study aims to describe the appropriateness of the content in the Sahabatku Indonesia textbook for BIPA level 1 students published by the Language and Book Development Agency of the Ministry of Education and Culture in 2019. This study uses a qualitative descriptive method with the data source of the Sahabatku Indonesia textbook for BIPA students. level 1. The data of this research are in the form of material in the Sahabatku Indonesia textbook for BIPA level 1 students. Data analysis techniques include several stages, namely data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the Sahabatku Indonesia textbook for BIPA level 1 students was suitable for use in the BIPA level 1 learning process, although there were several units that needed to be refined, namely the aspects of accuracy in concepts and theory, and accuracy in training

    NASIONALISME CHAIRIL ANWAR

    Get PDF
    Chairil Anwar adalah sastrawan besar yang hidup pada masa perjuangan bangsaIndonesia. Hal ini memungkinkan baginya untuk menulis pesan-pesan nasionalis dalam puisi- puisinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk membongkar nasionalisme Chairil Anwar yang tertuang dalam puisi-puisinya. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer yang didukung dengan Analisis Wacana Kritis Teeun A. Van Dijk untuk menyingkap bagaimana Chairil Anwar memahami praktik ideologi nasionalisme pada masa tersebut dan kemudian menuangkannya dalam puisi-puisinya. Unit data yang dianalisis adalah puisi-puisinya yang bertema nasionalis yang ditulis dalam rentang waktu 1942-1949 sebanyak 13 puisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut merepresentasikan pemikiran nasionalisme Chairil Anwar. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari kognisi individu dan konteks sosial terhadap proses penciptaan puisi

    Consonant Change in Cognates Shared by Indonesian and Palembang Malay

    No full text
    This article describes the phenomena of sound changes, i.e., changes of single segmental sound of consonants, found in cognates shared by Indonesian and Palembang Malay. A list containing 2,535 cognates shared by Indonesian and Palembang Malay becomes the corpus. Since Indonesian is a modern language derived from Standard Malay, it becomes the reference language in the efforts of descriptions. Consonant strengthening, fortition, consonant weakening, lenition, and glottalization become the phenomena found in the consonant changes. Various syllabic structures in which the consonants distributed are also described. The differences of productivity of certain consonant-changes compared to others are found. The productivity shows that, compared to Indonesian, the occurrences of weaker consonants lenis consonants are more productive in Palembang Malay. AbstrakArtikel ini membahas gejala penggantian bunyi, yakni penggantian bunyi-segmental konsonan tunggal, yang didapati dalam kognat atau kata seasal yang dimiliki bersama oleh bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Palembang. Sebuah daftar yang memuat 2.535 kognat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Palembang menjadi korpus. Karena merupakan bahasa modern yang terderivasi dari bahasa Melayu Baku, bahasa Indonesia menjadi bahasa acuan dalam pembahasan. Penguatan konsonan, fortisi, pelemahan konsonan, lenisi, dan glotalisasi menjadi gejala yang didapati dalam penggantian konsonan. Struktur suku kata yang di dalamnya konsonan tersebut di atas terdistribusi juga dibahas. Didapati perbedaan produktivitas gejala penggantian konsonan tertentu dibandingkan dengan gejala yang lain. Produktivitas itu menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia, kehadiran konsonan lemah atau konsonan lenis lebih produktif dalam bahasa Melayu Palembang

    Pembelajaran Menulis Naskah Drama dengan Strategi Menulis Terbimbing

    Get PDF
    The main purpose of writing a drama script is to be read by the reader and as a guide for people who will play a drama. Drama scripts which follow the rules of writing, will make the readers become easier to understand the contents of the script. The main object of this research is the product of learning guidelines for writing drama scripts that have been practiced for participants in the drama script writing class (KMND). The research subjects were 25 KMND students at the Balai Bahasa Sumatera Utara (North Sumatera Language Center). The results of this study were drama manuscripts written by the participants of the KMND class which were  assessed and analyzed based on the structure and elements of the drama script. Data was collected using the following methods: (1) observation, (2) interviews, (3) questionnaires, and (4) documentation. Data analysis includes data reduction activities, data presentation, and drawing conclusions

    Representasi Budaya Jawa dalam Film “Lagi-Lagi Ateng” Karya Monty Tiwa serta Implementasinya sebagai Bahan Ajar BIPA Tingkat Mahir

    Get PDF
    AbstractThere are many ways to improve the quality of BIPA institutions, one of which is through teaching materials. Films can be used as an alternative choice of media for delivering teaching materials in introducing language and culture to foreign students. This research is a qualitative descriptive study with a content analysis strategy in the film "Lagi-Lagi Ateng" by Monty Tiwa. The data sources in this research are shot/sequence/scene and dialogue text contained in the film. The data collection technique used the listening and note-taking technique. The data validity technique uses source triangulation and theory. Finally, the data analysis technique uses the Miles & Huberman model. Based on the results and discussion, it was found that the cultural aspects of objects in the film "Lagi-Lagi Ateng" include, among others, a) clothing, in the form of palace clothing and buns, b) technology, in the form of wooden rakes and buffalo for plowing the fields, c) cultural arts, in the form of caping and songong, and d) typical food such as tempeh. The representation of Javanese culture in the category of non-object culture includes, among others, a) belief, in the form of kejawen which has animist and shamanic belief patterns, b) values and norms, in the form of adjusting attitudes and speech aimed at creating harmony between human beings. This teaching material can be developed based on the innovativeness of the teacher.Keywords: Cultural Representation, Film, BIP

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇