Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Gim Edukasi Berbasis Android pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia
The use of android-based learning media when distance learning has not been optimized so that boredom arises in the learning process carried out by students, especially learning about the theory of writing scientific papers in Indonesian language courses. So it is necessary to design an innovative learning media so that students are motivated to learn better during distance learning. This study aims to describe the design process for making the Edu Karim game or short for an android-based scientific work educational game. The research method used in this research is Research and Development (R & D) about the analysis, design, development, implementation, and evaluation or ADDIE stages. The data analysis technique used in this research is quantitative-descriptive of the average score of the validator of learning media experts and student responses to the Edu Karim game. The results of the study show that educational games for Indonesian language courses are very suitable to be used in learning to write Indonesian language scientific papers in universities. AbstrakPenggunaan media pembelajaran berbasis android saat pembelajaran jarak jauh belum dioptimalkan sehingga timbul rasa bosan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa khususnya belajar tentang teori menulis karya ilmiah pada mata kuliah bahasa Indonesia. Maka perlu dirancang sebuah media pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa termotivasi untuk belajar lebih baik saat pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses desain pembuatan gim Edu Karim atau kependekan dari gim edukasi karya ilmiah berbasis android. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan mengacu pada tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi atau ADDIE. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dari skor rata-rata validator ahli media pembelajaran serta respons mahasiswa terhadap gim Edu Karim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gim edukasi karya ilmiah mata kuliah bahasa Indonesia sangat layak digunakan dalam pembelajaran menulis karya ilmiah mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi
Warna Lokal Bali pada Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini
Keeksotisan Bali tak pernah luput dari perhatian masyarakat luas. Namun, siapa sangka di balik keindahan adat dan istiadat serta keteguhan masyarakatnya dalam menjaga budaya tersebut, justru tersimpan realitas pahit yang mesti dihadapi seorang perempuan. Oka Rusmini menuliskan realitas adat istiadat Bali dalam novel Tarian Bumi berikut dengan kentalnya warna lokal yang menjadi latar ceritanya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan analisis warna lokal dalam novel Tarian Bumi karangan Oka Rusmini yang berfokus pada tujuh kebudayaan universal. Metode penelitian yang diterapkan atau digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data berupa simak dan catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang berasal dari peneliti itu sendiri. Sumber data yang digunakan adalah novel Tarian Bumi karangan Oka Rusmini dan artikel-artikel pendukung lainnya. Hasil penelitian yang diperoleh melalui penelitian ini adalah warna lokal Bali yang teridentifikasi melalui tujuh kebudayaan universal yang terdiri dari, sistem kepercayaan, sistem kemasyarakatan, sistem mata pencaharian, sistem perlengkapan dan peralatan hidup/teknologi, bahasa, kesenian, dan sistem pengetahuan yang menjadi warna lokal Bali dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini
PRINSIP KESANTUNAN PADA FILM 99 NAMA CINTA KARYA DANIAL RIFKI SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIYAH
This study examines the principle of politeness in the film 99 Nama Cinta by Danial Rifki.The aims of this study are (1) to determine the politeness principles contained in Danial Rifki's film 99 Nama Cinta, (2) to determine the relevance of Danial Rifki's film 99 Nama Cinta to learning Indonesian at Madrasah Aliyah. This study uses a qualitative description method and uses a pragmatic approach. Data collection techniques used are listening techniques, note-taking techniques, and pause or pause techniques. The results of this study indicate that (1) Language politeness in Danial Rifki's film 99 Nama Cinta found 65 data including 40 data on compliance with language politeness consisting of 5 maxims of wisdom, 6 maxims of generosity, 20 maxims of appreciation, 3 maxims of simplicity, 4 maxim of consensus, 2 maxims of sympathy. There are 25 violations in the film 99 Nama Cinta, consisting of 3 violations of the maxim of wisdom, 1 violation of the maxim of generosity, 11 violations of the maxim of appreciation, 4 violations of the maxim of simplicity, 4 violations of the maxim of consensus, and 2 violations of the maxim of sympathy. (2) Relevance in learning Indonesian at Madrasah Aliyah, at KD 4.16 Prepare a review by taking into account the results of the comparison of several review texts. The film 99 Names of Love can be relevant in this learning as a learning medium for students to be able to compose review texts according to the systematics of reviewers
THE USE OF INDONESIAN LOAN WORDS IN MUNA LANGUAGE (Penggunaan Kata-Kata Serapan Bahasa Indonesia dalam Bahasa Muna)
Artikel ini bertujuan untuk membahas penggunaaan kata-kata serapan bahasa Indonesia dalam bahasa Muna. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan, partisipasi, rekaman, catat, dan interpretasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengklasifikasi data yang dikumpul, menentukan kata-kata serapan, memformulasikan dan menjelaskan kata-kata serapan dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata serapan bahasa Indonesia dalam bahasa Muna selalu dipengaruhi oleh aspek fonologis atau perubahan bunyi. Karakteristik bahasa Muna sebagai bahasa vokalis menyebabkan semua silabel atau kata-kata pinjaman dari bahasa Indonesia ke bahasa Muna senantiasa menjadi silabel terbuka. Hal itu dapat terjadi melalui berbagai perubahan, seperti penambahan dan penghilangan konsonan, penambahan vokal, dan pemecahan kluster atau gugus konsonan.This article aims at discussing the use of Indonesian loan words in the Muna language. The data were collected through observation, participation, recording, noting, and interpretation. The data were then analyzed descriptively by classifying the gathered data, indicating the word classes, formulating and describing loan words, and making a conclusion. The result of this study showed that Indonesian loan words in the Muna language are mostly affected by phonological aspects or sound changes. Muna language's characteristics as vocalist language bring all loan words from Indonesian into Muna language always become open syllable. It occurs both by adding or deleting one of the consonants, adding or inserting vocals, and breaking cluster or consonant cluster
AKTIVITAS SASTRA DI UNIVERSITAS HALU OLEO (Literature Activity in Halu Oleo University)
This study aimed to describe the literary activities carried out at Halu Oleo University (UHO) Kendari in the perspective of the sociology of literature by Pierre Bourdieu. This research is a qualitative descriptive study. Research data were information about literary activities at UHO obtained through questionnaires, interviews, note-taking, and literature studies. The informants' answers from the interviews in the research instrument were recorded. Literature study was used to obtain as much data as possible from relevant books or writings. Data from interviews, recordings, and literature studies were described and then classified according to the research problem. The results showed that literary activities that are often held at UHO include various literary activities that were packaged in an activity. In it, various literary activities were carried out, such as the Gerbang Lastra (Lastra Gate), Pentas Arena (Arena Performances), Pekan Sastra (Literature Week), Hibah Sastra (Literature Grants), Lomba Seni dan Pameran Karya (Lensa) (Art Competitions and Work Exhibitions), and so on. Student organizations that often hold literary activities included the Studio Drama, FKIP UHO, Bengkel Sastra Indonesia (BSI, Indonesian Literature Workshop), Pekerja Puisi Sulawesi Tenggara (Eksis) (Southeast Sulawesi Poetry Worker), Laskar Sastra (Lastra), UK-Seni, Sanggar Katalis, Fista, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia HMJJPBI (Indonesian Language Education Department Student Association), and Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HMSSI) (Indonesian Literature Student Association). Literary activities that were built were born from the correlation between habitus, arena, capital capital, social capital, cultural capital, and symbolic capital. In carrying out literary activities, event organizers are still often constrained by funding, training venues, and secretariat rooms. Funding constraints are overcome by using membership fees, charging competition participants, sponsors, or holding fundraising activities through bazaar activities.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas sastra yang dilaksanakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dalam perspektif sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian merupakan informasi mengenai aktivitas sastra di UHO yang diperoleh melalui teknik kuisioner, wawancara, pencatatan, dan studi pustaka. Jawaban informan dari hasil wawancara dalam instrumen penelitian dicatat. Studi pustaka digunakan untuk memperoleh data sebanyak-banyaknya dari buku-buku atau tulisan yang relevan. Data hasil wawancara, pencatatan, dan studi pustaka dideskripsikan kemudian diklasifikasi sesuai dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sastra yang sering diadakan di UHO meliputi berbagai kegiatan sastra yang dikemas dalam suatu kegiatan. Di dalamnya dilaksanakan berbagai aktivitas sastra, seperti Gerbang Lastra, Pentas Arena, Pekan Sastra, Hibah Sastra, Lomba Seni dan Pameran Karya (Lensa), dan sebagainya. Organisasi kemahasiswaan yang kerap menggelar kegiatan sastra antara lain Studio Drama FKIP UHO, Bengkel Sastra Indonesia (BSI), Pekerja Puisi Sulawesi Tenggara (Eksis), Laskar Sastra (Lastra), UK-Seni, Sanggar Katalis, Fista, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia HMJJPBI), dan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HMSSI). Aktivitas sastra yang dibangun lahir dari adanya korelasi antara habitus, arena, modal kapital, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik. Dalam menjalankan aktivitas sastra, penyelenggara kegiatan masih sering terkendala dengan pendanaan, tempat latihan, dan ruang sekertariat. Kendala dana diatasi dengan menggunakan iuran anggota, mengenakan biaya pada peserta lomba, sponsor, atau mengadakan kegiatan pencarian dana melalui kegiatan bazar
PARAS CANTIK PEMBAWA PETAKA DALAM CERITA RAKYAT SUMATRA SELATAN: PUTRI PINANG MASAK
Secara umum memiliki wajah cantik adalah idaman bagi perempuan. Hal tersebut disebabkan kecantikan menjadi pesona atau daya tarik tersendiri bagi kaum perempuan untuk mendapatkan perhatian dari laki-laki. Namun berbeda dengan tokoh perempuan yang terdapat dalam cerita rakyat Putri Pinang Masak. Bagi tokoh perempuan dalam cerita rakyat tersebut cantik telah membawa petaka. Berparas cantik memiliki konsekuensi yang sangat besar karena harus menerima penderitaan akibat kecantikan yang dimilikinya. Hal yang menarik minat untuk mengkaji cerita rakyat tersebut adalah terepresentasinya teks mendekonstruksi tentang wacana perempuan mengenai kecantikan yang dianggap sebagai anugerah tak ternilai dan membawa kebahagiaan bagi pemilikinya. Selain itu, sepengetahuan penulis belum ada kajian yang membahas tentang cerita rakyat tersebut yang terkait dengan masalah kecantikan. Penelitian ini adalah penelitain deskriptif. Peneliti akan mendeskripsikan bagaimana tokoh mengalami penderitaan lahir dan batin akibat kecantikan yang dimilikinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Data primer penelitian ini adalah cerita rakyat yang berasal dari Desa Senuro, Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan yang dimiliki oleh tokoh perempuan mengakibatkan penderitaan yang luar biasa. Penderitaan tersebut disebabkan perempuan dijadikan objek dalam hal pengamatan, objek kekerasan seksual, dan objek kekuasaan serta kesewenang-wenangan. Kata kunci: cantik, petaka, cerita rakya
INTERPRETASI KARAKTER HEWAN DALAM FABEL: KAJIAN HERMENEUTIKA
AbstrakFabel merupakan cerita yang diperankan oleh hewan, tetapi karakteristik hewan tersebut adalah sifat manusia. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Sifat hewan tesebut juga berkaitan dengan bentuk fisik dan sifat hewan tersebut di alamnya. Penelitian ini bertujuan mengiterpretasikan karakter yang diperankan hewan dalam fabel dengan sifat sesungguhnya pada hewan tesebut. Kajian interpretasi pada fabel ini menggunakan toeri hermeneutika Gadamer yang menggabungkan dialektis dan histori. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat dismpulkan bahwa ada hubungan dan persamaan antara karakter hewan di dalam fabel dengan sifat manusia yang diperankannya dalam cerita tersebut. Hewan buas memerankan karakter manusia yang kuat dan berkuasa bahkan terkadang menyakiti hewan yang lemah. Hewan kecil seperti kancil memerankan sifat dan karakter manusia yang cerdik yang terkadang sifat cerdiknya yang dapat mengalahkan hewan yang kuat. Oleh karena itu, karakter hewan disesuaikan dengan karakter manusia yang diperankannya. Hewan buas sebagai metafor manusia yang jahat dan hewan kecil dan cerdik sebagai metafor masyarakat biasa yang cerdas. AbstractFables are stories that are played by animals, but the characteristics of these animals are human nature. Fable stories are often called moral stories because the messages in fable stories are closely related to morals. The nature of the animal is also related to the physical form and nature of the animal in its nature. This study aims to interpret the characters played by animals in the fable with the real characteristics of these animals. The interpretation of this fable uses Gadamer's hermeneutic theory which combines dialectical and historical. Based on the analysis carried out, it can be concluded that there are relationships and similarities between the animal characters in the fable and the human nature they play in the story. Wild animals portray human characters who are strong and powerful, sometimes even hurting weak animals. Small animals such as the mouse deer portray the nature and character of a clever human who sometimes can beat strong animals.
MEMAHAMI PANDANGAN EKOLOGI KORRIE LAYUN RAMPAN MELALUI TIGA CERITA PENDEK DALAM ANTOLOGI RIAM
Abstrak Penelitian ini mengungkapkan pandangan ekologi Korrie Layun Rampan sebagai pengarang tiga cerita pendek, yaitu "Teluk Par", Sungai Nyuatan", dan "Madu Lomuq" yang terdapat dalam Antologi Riam. Pandangan tersebut meliputi gambaran dan cara-cara hidup masyarakat berhubungan dengan alam. Masalah yang difokuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan ekologi Korrie yang terdapat dalam ketiga cerita pendek tersebut? Metode kualitatif digunakan untuk memecahkan masalah, yaitu dengan cara mendeskripsikan gambaran alam dan cara-cara ekologi masyarakat dalam kehidupan mereka. Dengan menggunakan teori ekokritik sastra, tulisan ini menganalisis pandangan-pandangan Korrie yang terbagi dalam kajian pastoral, apokaliptik, dan etika lingkungan. Hasil penelitian membuktikan/menunjukkan bahwa terdapat kajian ekologi ssatra yang ditemukan dalam ketiga cerita pendek tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Korrie Layun Rampan adalah pengarang yang memiliki konsep ekologi dalan karya-karyanya. Kata kunci: pandangan, ekologi, Korrie, cerpen Abstract This study reveals the ecological view of Korrie Layun Rampan as the author of three short stories, of "Teluk Par", Sungai Nyuatan", and "Madu Lomuq" from the Riam Anthology. These views include the description and ways of life of the community in relation to nature. The problem of this research is how Korrie's ecological views are contained in the three short stories? Qualitative methods are used to solve the problem, by describing the picture of nature and the ecological ways of society in their lives. Using literary ecocritic theory, this paper analyzes Korrie's views are divided into pastoral, apocalyptic, and environmental studies. The results of the research prove/show that there is a literary ecology study found in the three short stories. From the results of the study it can be concluded that Korrie Layun Rampan is an author who has an ecological concept in his works. Keywords: views, ecology, Korrie, shorstories
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah
The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi.