Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Tindak Ilokusi dalam Komentar Juri American Idol dan Indonesian Idol: Kajian Pragmatik Lintas Budaya

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tuturan juri American Idol musim kelima dan Indonesian Idol musim kesepuluh dalam kajian pragmatik lintas budaya. Dua musim tersebut dipilih sebagai sumber data karena memiliki rating share tertinggi bagi masing-masing acara di negaranya. Peneliti mengamati tindak ilokusi yang muncul pada tuturan juri dalam video tersebut. Metode pengumpulan data dengan dokumentatif. Peneliti melakukan transkripsi terhadap video sumber data kemudian menganalisisnya dengan teori tindak tutur Searle. Hasil penelitian menunjukkan dalam American Idol tindak tutur mengeluh (34%) muncul sangat dominan. Sebaliknya, dalam Indonesian Idol tindak tutur yang muncul secara dominan adalah memuji (28%). Dua tindak tutur yang dominan muncul bisa sangat berbeda bergantung pada latar belakang budaya masyarakat penikmat acara tersebut.Kata kunci: tindak ilokusi, American Idol, Indonesian Idol, pragmatik lintas budaya Abstract: This study aims to compare the judge’s speeches of the fifth season of American Idol and the tenth season of Indonesian Idol in a cross-cultural pragmatic study. The two seasons were chosen as data sources because they have the highest share rating for each program in their country. The researcher observed the illocutionary acts that appeared in the judge’s speech in the video. Documentation method of data collection. The researcher transcribed the video data source and then analyzed it using Searle’s speech act theory. The results showed that in American Idol the speech act of complaining (34%) appeared very dominant. On the other hand, in Indonesian Idol the dominant speech act was praising (28%). The two dominant speech acts that appear can be very different depending on the cultural background of the people who enjoy the event. Keywords: illocutionary act, American Idol, Indonesian Idol, cross-cultural pragmati

    Etnisitas dalam Buku Puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hanna Fransisca

    Get PDF
    Abstrak: tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dimensi etnisitas yang ada dalam buku puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hana Fransisca. Penelitian ini menggunakan teori wacana sebagai cara untuk mengungkap makna yang terkandung di dalam karya sastra. Penelitian ini berada pada wilayah analisis sastra yang berusaha untuk mengungkap ilmu pengetahuan pada puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hana Fransisca untuk membuktikan kebenaran melalui deskripsi mendalam karena memasuki ranah berpikir kritis. Arahan penelitian ini bukan hanya interpretasi sebuah teks, melainkan lebih pada pemerincian tatanan institusional mengenai wacana-wacana sebagai integrasi sosial dan sistem sosial. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa buku puisi Benih Kayu Dewa Dapur karya Hanna Fransisca ditulis sebagai sebagai upaya membongkar realitas yang selama ini tak banyak diketahui publik. Puisi bagi tersebut menjadi suara yang kritis terhadap kehidupan yang membelenggu. Perasaan-perasaan kecintaan pada Indonesia dimunculkan sebagai suatu kehidupan yang memberinya kebebasan untuk berekspresi untuk etnis minoritas. Walaupun hidup di daerah perbatasan Kalimantan, ia merasa lahir dan hidup di Indonesia sehingga merupakan bagian dari Indonesia sebagai etnis Tionghoa.Kata kunci: puisi; wacana; etnis; dan nasionalisme.This paper aims to reveal the dimensions of ethnicity in the poem book Benih Kayu Dewa Dapur by Hana Fransisca. This study uses discourse theory as a way to reveal the meaning contained in literary works. This research is in the area of literary analysis which seeks to reveal knowledge in the poem Benih Kayu Dewa Dapur by Hana Fransisca to prove the truth through in-depth descriptions because it enters the realm of critical thinking. The direction of this research is not only the interpretation of a text, but rather the detailing of the institutional order regarding discourses as social integration and social systems. The results of this study reveal that the poetry book Benih Kayu Dewa Dapur by Hanna Fransisca was written as an effort to uncover a reality that has not been widely known to the public. Poetry for this is a critical voice for the life that is shackled. Feelings of love for Indonesia emerged as a life that gave him freedom of expression for ethnic minorities. Even though he lives in the border area of Kalimantan, he feels that he was born and lives in Indonesia so that he is part of Indonesia as an ethnic Chinese

    Pengembangan Materi Ajar dengan Analisis Struktur dan Nilai Edukasi dalam Cerita Rakyat Sendang Panguripan dan Asal-Usul Pesanggrahan Langenharjo di Kabupaten Sukoharjo

    Get PDF
    The failure of learning literature in schools makes moral damage that is different from the previous generation. This study depicts to provide an analysis of the description of the appropriate literary learning taught to students as education values in educational institutions through the folklore of Sendang Panguripan and the origins of Pesanggrahan Langenharjo in Sukoharjo Regency. This study uses a qualitative approach and uses purposive sampling and snowball sampling in determining the sample. Researcher used three data collection techniques including in-depth interview techniques, direct observation techniques and content analysis techniques. Researcher used triangulation to obtain valid data by using triangulation methods, triangulation of data sources, and review of informants. The data analysis technique used in this study is an interactive model of the analysis technique. This study concludes that the two folk tales have different stories in structure and content, and both have educational values needed by children in learning including religious values (religion), social values, moral values, and cultural values. AbstrakPenelitian ini berusaha memberikan analisis struktur cerita rakyat Sendang Panguripan dan asal-usul Pesanggrahan Langenharjo di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling dalam penentuan sample. Peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data diantaranya teknik wawancara mendalam, teknik pengamatan dan teknik analisis isi (content analysis). Peneliti menggunakan triangulasi untuk mendapatkan data yang valid dengan menggunakan triangulasi metode, triangulasi sumber data, dan review informan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis model interaktif (interaktif model of analysis). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut memiliki cerita yang berbeda secara struktur isi, dan keduanya memiliki nilai edukasi yang dibutuhkan oleh anak dalam pembelajaran diantranya nilai religius (agama), nilai sosial, nilai moral, dan nilai budaya

    Bahasa Informal dalam WhatsApp Grup sebagai Sarana Pemerolehan Bahasa Bagi Pemelajar BIPA di Indonesia

    Get PDF
    One of the current means of communication that students widely use is WhatsApp (WA), and in communicating, they often use non-standard language. This paper identifies 1) non-standard words, affixes, phrases, and rephrases with their abbreviations, 2) slang vocabulary and its abbreviations, and 3) regional and foreign vocabularies often obtained by BIPA students in WA and their abbreviations. This analytical descriptive research method analyzes slang, foreign, regional, and abbreviations obtained through WA. The informants are KNB students from the 2018/2019 class, totaling six people. The data collection technique was that they sent conversations in WA groups for two days, 18-19 June 2019, and wrote down the words they had just obtained. As a result, 1) standard-non-standard root words, affixes, and abbreviated phrases are in 7 forms, while repeated words are in two forms; 2) the slang vocabulary obtained is in the form of phonemes, abbreviations, and acronyms; 3) foreign, regional, and mixed vocabulary obtained in 5 forms and there are original forms. In conclusion, the language obtained by BIPA students is not only found in slang but also in regional and foreign expressions. The research implication is that the WA group can be a means of acquiring a non-formal variety of Indonesian for international students. AbstrakSalah satu sarana berkomunikasi saat ini yang banyak digunakan oleh mahasiswa adalah WhatsApp (WA) dan dalam berkomunikasi mereka sering menggunakan bahasa tidak baku. Tulisan ini mengidentifikasi 1) kata-kata baku-nonbaku, kata berimbuhan, frasa, dan kata ulang dengan penyingkatannya; 2) kosakata gaul dan penyingkatannya, dan 3) kosakata daerah serta asing yang sering diperoleh pemelajar BIPA dalam ber-WA serta penyingkatannya. Metode penelitian ini deskriptif analitis dengan menganalisis kata gaul, asing, daerah, dan singkatan yang diperolehnya melalui WA. Informan adalah mahasiswa KNB angkatan 2018/2019 yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data adalah mereka mengirimkan percakapan dalam grup WA selama dua hari, 18-19 Juni 2019 serta menuliskan kata-kata yang baru mereka peroleh. Hasilnya, 1) kata dasar baku-nonbaku, kata berimbuhan, dan frasa yang disingkat ada dalam 7 bentuk, sedangkan kata ulang dalam dua bentuk; 2) kosakata gaul yang diperoleh ada berupa fonem-fonetik, singkatan, akronim; 3) kosakata asing, daerah, dan campuran yang diperoleh ada dalam 5 bentuk dan ada bentuk aslinya. Simpulan, bahasa yang diperoleh pemelajar BIPA tidak hanya ditemukan bahasa gaul, tetapi juga ungkapan daerah dan asing. Implikasi penelitian adalah grup WA dapat menjadi sarana pemerolehan bahasa Indonesia ragam nonformal bagi mahasiswa asing.

    COVER BELAKANG

    No full text

    Bahasa Ronggga sebagai Bahasa Vokalik

    No full text
    This study aims to find out whether the Rongga language (hereinafter abbreviated as bR) is a vocal language, and the reasons why bR is said to be a vocal language. This study uses a qualitative method. Data was collected using observation methods, field linguistics, literature assisted by elicitation techniques, record keeping, and recording. Data were analyzed qualitatively and presented descriptively. Based on the results of this study it was found that bR is a vocal language. This is based on (1) segmentation the series of letters , , constitute a sound segment: labial prenasal inhibition [ᵐb], alveolar prenasal inhibition [ⁿd], and velar prenasal inhibition [ᵑg] so that the word -words in bR like are pronounced as [ᵐbalu] 'storm', [ⁿdate] 'create', and [ᵑgare] 'gali', and are not pronounced as [ǝmbalu], [ǝndate], and [ǝngare]. (2) Based on the canonical pattern of syllables and words, bR has a canonical pattern that always ends in a vowel, and, (3) every word from the Indonesian language that ends in a consonant, both in the middle and final positions of syllables and words when absorbed in bR always conforms to the canonical pattern of bR syllables and words. For example, [paɠa].'fence', [aɗa] 'custom', [gapa] 'easy'. Thus, the Rongga language is a vocalic language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahasa Rongga (selanjutnya disingkat bR) merupakan bahasa vokalik, dan alasan bR mengapa dikatakan sebagai bahasa vokalik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, linguistik lapangan, kepustakaan dibantu teknik elisitasi, pencatatan, dan perekaman. Data dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa ternyata bR merupakan bahasa vokalik. Hal ini didasarkan pada (1) secara segmentasi rangkaian huruf , , merupakan sebuah segmen bunyi: hambat pranasal labial [ᵐb], hambat pranasal alveolar [ⁿd], dan hambat pranasal velar [ᵑg] sehingga kata-kata dalam bR seperti dilafalkan sebagai [ᵐbalu] ‘badai’, [ⁿdate] ‘buat’, dan [ᵑgare] ‘gali’, dan tidak dilafalkan sebagai [ǝmbalu], [ǝndate], dan [ǝnggare]. (2) Secara pola kanonik sukukata dan kata, bR mempunyai pola kanonik yang selalu berakhir dengan vokal, dan, (3) setiap kata dari bahasa Indonesia yang berakhir dengan konsonan, baik pada posisi tengah maupun akhir sukukata dan kata ketika terserap dalam bR selalu menyesuaikan diri dengan pola kanonik sukukata dan kata bR. Contohnya [paɠa].’pagar’, [aɗa] ‘adat’, [gapa] ‘gampang’. Dengan demikian, bahasa Rongga merupakan bahasa vokalik

    Perubahan Bahasa Aceh: Tinjauan Realitas Penggunaan Bahasa Aceh dalam Interaksi Sosial di Aceh

    Get PDF
    This study aimed to describe changes the Acehnese language in the lexical aspect in the reality of everyday Acehnese speech. Qualitative research methods have also been established as research methods for all research activities. Two groups of bilingual speakers, namely the Acehnese (Aceh-Indonesian) ethnic community who speak two languages, namely Acehnese and Indonesian in daily social interactions and the bilingual Acehnese (Aceh-Indonesian) ethnic community who use the Acehnese language in social interactions have been designated as data source. The study was carried out in three districts/cities in Aceh Province, namely Banda Aceh City, Aceh Besar District, and Aceh Jaya District, involving participants in childhood, adulthood, and old age. The results showed that the lexical changes of language were in the form of lexical loss, lexical borrowing, and lexical creation. The most dominant factor causing the Acehnese lexical change is the external motivation factor. The conclusion of this study is that the lexical change of the Acehnese language in the context of bilingual speakers has taken place, is ongoing, and has the potential to continue in line with the social changes of society due to the progress of the times. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan bahasa Aceh pada aspek leksikal dalam realitas tuturan penutur bahasa Aceh sehari-hari. Metode penelitian kualitatif pula telah ditetapkan sebagai metode penelitian untuk keseluruhan aktivitas penelitian. Dua kelompok penutur bilingual, yaitu masyarakat etnis Aceh (Aceh-Indonesia) penutur dua bahasa, yaitu bahasa Aceh dan bahasa Indonesia dalam interaksi sosial sehari-hari dan masyarakat etnis Aceh bilingual (Aceh-Indonesia) yang menggunakan bahasa Aceh dalam interaksi sosial telah ditetapkan sebagai sumber data. Kajian dijalankan pada tiga kabupaten/kota di Provinsi Aceh, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Jaya dengan melibatkan partisipan usia kanak-kanak, usia dewasa, dan usia tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan leksikal bahasa wujud dalam bentuk kehilangan leksikal, peminjaman leksikal, dan penciptaan leksikal. Faktor penyebab perubahan leksikal bahasa Aceh yang paling dominan adalah faktor motivasi eksternal. Simpulan hasil kajian ini adalah perubahan leksikal bahasa Aceh dalam konteks penutur bilingual telah berlangsung, sedang berlangsung, dan memiliki potensi akan terus berlangsung sejalan dengan perubahan sosial masyarakat akibat kemajuan zaman.    

    Sastra sebagai materi pembelajaran BIPA berwawasan interkultural

    Get PDF
    Literary works are authentic representations of society's socio-cultural reality. On this basic principle, literary works are particularly appropriate for use as teaching materials in international language learning.  This qualitative descriptive study aimed to identify Indonesian literary works that can be used as teaching materials for BIPA learning, as well as to construct BIPA learning designs using literature as teaching materials from an intercultural perspective. The research data originated from the works of Indonesian authors, including Clara Ng's Dongeng Tujuh Menit --which contains seven stories, Umar Kayam's Lebaran di Karet, di Karet..., and Kuntowijoyo's Impian Amerika --which contains 30 stories. Data in the form of discourse units, phrases, clauses, sentences, and words relevant to the study's focus were analyzed using Lazar, Bibby & McIllroy, and the CEFR category in grading the ability of foreign language learners to determine its relevance as teaching material from a linguistic standpoint. Repeated readings (semantic validity), referral to relevant reference materials (referential validity), and discussions with peers (interater reliability) were all used to establish the data's validity. The study's findings were as follows. First, literary works relevant to BIPA learning from an intercultural perspective were identified, with the “Cerita Wayang Sebelum Tidur” and “Padi Merah Jambu” by Clara Ng being appropriate for intermediate (B2) students, while the short stories “Lebaran di Karet, di Karet...” by Umar Kayam and “Aku Cinta Indonesia” by Kuntowijoyo being appropriate for advanced BIPA students (A2). Second, based on Liddicoat's (2011) intercultural learning model (interacting), BIPA learning with intercultural insight by using literary works as teaching materials is designed with four cyclical steps, namely (1) paying attention (noticing), (2) comparing (comparing), (3) reflecting (reflecting), and (4) interactin

    Pengembangan media pembelajaran BIPA tingkat dasar berbasis web

    Get PDF
    This research aims to develop a product in the form of a prototype of a basic web-based BIPA learning media. This study uses the Borg & Gall research and development (R&D) method which is limited to the revision stage based on expert assessment. The steps used in this research are 1) potentials and problems; 2) data collection; 3) product design; 4) design validation; and 5) design revision. Based on these five steps, research activities will be divided into two major stages, namely the preliminary stage and the design stage. The data used in the preliminary stage is a word or sentence sourced from some literature as well as videos related to potential and problems that occur in the BIPA learning program. The data used in the product design stage is the results of the preliminary stage and expert assessment of product design. The results of this study are in the form of BIPA learning web products with the status that the product is considered a prototype ready for limited trials. This study concluded that the web-based basic-level BIPA learning media product prototype was declared feasible (within a limited scope) with a feasibility level of 71.52

    PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI

    No full text

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇