Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
ADVERB IN JAVANESE (Adverbia dalam Bahasa Jawa)
Makalah ini berkenaan dengan bentuk dan makna adverbia di dalam bahasa Jawa yang permasalahannya belum pernah diteliti secara mendalam oleh para ahli bahasa. Dengan menggunakan data yang dikoleksi dari majalah Djaka Lodang, salah satu majalah berbahasa Jawa yang masih terbit di komunitas pemakaian bahasa Jawa, ditemukan bahwa adverbia bahasa Jawa dapat diungkapkan dalam bentuk kata-kata monomorfemik dan polimorfemik. Adverbia polimorfemik dapat dibedakan ke dalam bentuk kata berafiks, kata ulang, dan kata majemuk. Sementara itu, dalam kaitannya dengan masalah makna, adverbia bahasa Jawa dapat digunakan untuk mengungkapkan beberapa makna, seperti waktu, tempat, perturutan, keseringan, jumlah, perulangan dan kesamaan, cara, superlativitas, modalitas, sebab, dan perlawanan. This paper deals with forms and meanings of adverb in Javanese whose problems have not been profoundly studied by the linguists. By using data collected from Djaka Lodang, one among a few number of Javanese magazines still exist in Javanese community, it is found that formally Javanese adverbs can be expressed in the forms of monomorphemic words and polymorphemic ones. The polymorphemic words can be distincted into affixed words, reduplicative words, and compounds. Meanwhile, with regard to the meanings, the Javanese adverbs can be used to expressed several meanings, such as time, place, succession, frequency, quantity, repeatedness and similarity, manner, superlativity modality, cause, and contrast
Studi Ketahanan Bahasa Mandobo Atas [AAX] dan Mandobo Bawah [BWP]
The Upper Mandobo [aax] and Lower Mandobo [bwp] languages, as minority languages, are vulnerable to extinct, especially if the government does not concern to promote the learning and use of the languages. On the other hand, Indonesian Language and South Papuan Malay are becoming stronger, because these languages are taught in schools and used in the daily life and economic transaction. Therefore, this paper would like to research the language vitality of Upper Mandobo and Lower Mandobo, that is exposed to those condition. The research method used Participatory Approach Method, with Wheel of Vitality as the survey tool, combined with EGIDS (Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale). The data collection technique used purposive sampling and the analysis technique used qualitative approach. The research result, we found the vitality is decreasing to EGIDS 6b (endangered) for Upper Mandobo and EGIDS 7 (shifting) for Lower Mandobo. Follow up recommendations are language development for Upper Mandobo and language documentation for Lower Mandobo AbstrakBahasa Mandobo Atas [aax] dan Mandobo Bawah [bwp], sebagai bahasa minoritas, memiliki kerentanan untuk punah, terlebih tanpa adanya perhatian dari pemerintah untuk mempromosikan pembelajaran dan penggunannya. Sebaliknya, Bahasa Indonesia dan Melayu Papua Selatan menjadi makin kuat, sebab bahasa tersebut diajarkan di sekolah dan digunakan sehari-hari dan dalam transaksi ekonomi. Paper ini ditujukan untuk mengkaji kembali ketahanan bahasa Mandobo Atas dan Mandobo Bawah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris, dengan alat survei roda ketahanan bahasa yang dipadukan dengan EGIDS (Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale). Teknik pengumpulan data menggunakan purpossive sampling dan teknik analisis menggunakan pendekatan kualitatif. Dari analisis hasil temuan, diperoleh bahwa terdapat penurunan ketahanan bahasa menjadi EGIDS 6b untuk Mandobo Atas dan EGIDS 7 untuk Mandobo Bawah. Rekomendasi untuk menindaklanjuti pemeliharaan bahasa tersebut adalah pengembangan bahasa untuk Mandobo Atas dan dokumentasi bahasa untuk Mandobo Bawah
Nilai Etnopedagogi pada Novel Nu Ngageugeuh Legok Kiara Karya Dadan Sutisna
This research aims to elucidate the educational values of ethnopedagogy found in the novel Nu Ngageugeuh Legok Kiara by Dadan Sutisna. The approach used is descriptive, intending to detail the data, specifically related to the ethnopedagogical educational values in the novel. The research method employed is qualitative, which helps to describe the condition of the research subject and reveal the background of the research subject based on facts and reality. The data collected involves excerpts from the novel Nu Ngageugeuh Legok Kiara by Dadan Sutisna that reflect the introduction of local culture, traditional knowledge, engagement with nature, and appreciation of local wisdom. The stages of data collection involve reading, noting, and marking. The research results show that there are 41 data points of ethnopedagogical educational values, including 3 data points on the introduction of local culture, 8 data points on traditional knowledge, 10 data points on engagement with nature, and 20 data points on appreciation of local wisdom. The benefits of this research include strengthening the local cultural values contained in literature, assisting in the preservation of cultural heritage, and providing practical guidance in integrating local cultural elements into education to enhance the relevance and effectiveness of learning for students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kajian nilai pendidikan etnopedagogi yang terdapat dalam novel Nu Ngageugeuh Legok Kiara karya Dadan Sutisna. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif, yang bertujuan untuk menguraikan data, khususnya terkait nilai-nilai pendidikan etnopedagogi dalam novel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode ini membantu menggambarkan kondisi subjek penelitian dan mengungkap latar belakang subjek penelitian berdasarkan fakta dan kenyataan. Data yang dikumpulkan melibatkan kutipan-kutipan dari novel Nu Ngageugeuh Legok Kiara karya Dadan Sutisna yang mencerminkan pengenalan budaya lokal, pengetahuan tradisional, keterlibatan dengan alam dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Tahapan pengumpulan data melibatkan proses membaca, mencatat, dan menandai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41 data nilai etnopedagogi, diantaranya 3 data pengenalan budaya lokal, 8 data pengetahuan tradisional, 10 data keterlibatan dengan alam, dan 20 data penghargaan terhadap kearifan lokal. Adapun manfaat penelitian ini untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam sastra, membantu pelestarian warisan budaya, serta memberikan panduan praktis dalam mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam pendidikan untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran bagi peserta didik
Representasi Degradasi Keimanan dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri
A decline in one's faith may result from a lack of literacy or knowledge about the ethical principles associated with transcendence. It is of significant importance to enhance the literacy about transcendence, with the objective of elevating the quality of religious individuals. This study aims to elucidate the phenomenon of the degradation of faith as depicted in the short story "Wabah" by Ahmad Mustofa Bisri. The term "ethics of transcendence" is used to describe the formulation of prophetic literary ethics, as proposed by Kuntowijoyo. This study employs a qualitative descriptive research design. The data tabulation in this study employs data sources in the form of words, phrases, and sentences from the short story Wabah by Ahmad Mustofa Bisri, which was published in 2018. The analysis was conducted using the content analysis technique. The researcher acted as the primary data collector and played a role in determining the validity of the data through the triangulation method, until the conclusions were drawn. The results of this study demonstrate the representation of the deterioration of faith in the form of deviations from the Islamic faith, including acts of shirk and deviations from Ihsan, such as acts of slander and gossip. Additionally, the representation of the deterioration of faith in the short story Wabah can be utilized as a reflection of the human condition when confronted with challenges and when faith is often tested by fear, despair, and external pressures that override reason and spirituality. AbstrakKemerosotan keimanan seseorang dapat terjadi akibat kurangnya literasi maupun pengetahuan tentang etika transendensi. Literasi mengenai transendensi penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena degradasi keimanan yang ada dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi mengacu pada rumusan etika sastra profetik yang dikemukakan Kuntowijoyo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tabulasi data pada penelitian ini menggunakan sumber data berupa kata, frasa, dan kalimat dari cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri yang terbit di tahun 2018. Metode analisis dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Sementara instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data utama dan berperan dalam menentukan validitas data melalui metode triangulasi, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan representasi degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Representasi degradasi keimanan dalam cerpen Wabah dapat dijadikan cerminan atas kondisi manusia ketika dihadapkan pada suatu masalah dan iman seringkali diuji dengan rasa takut, putus asa, dan tekanan dari luar yang mendominasi akal dan spiritualitas
Kajian Semiotik Roland Barthes pada Puisi Sawer Pengantin Sunda sebagai Usulan Bahan Ajar Puisi Rakyat di Kelas VII SMP
The research was carried out to find out the meaning contained in the bride's sawer poem which will later be used as a proposal for teaching materials for class VII junior high school folk poetry. The bride's sawer poems studied are sawer poems with the rules of pupuh kinanti and asmarandana, which will be analyzed using the Roland Barthes semiotics approach. Denotative meaning and connotative meaning are important points in this study because the results of the meaning analysis will be used as a proposal for teaching materials for folk poetry in grade VII of junior high school, which is then made a folk poetry learning module. The research method used is a qualitative descriptive method that aims to understand the written and oral language of the community and observable behavior. The results of the analysis show that the connotative meaning of the Sundanese bride sawer poem is a request to God so that the expectations of the bride and groom are always fulfilled and get the best in their married life. The text of the Sundanese bride sawer poem has five meanings denotatively: piety to God, hope, responsibility, affection, and ethics. The denotative and connotative meanings that have been analyzed can be used as a reference for the proposed teaching materials for folk poetry in grade VII of junior high school. Because in phase D of the independent curriculum, students are expected to be able to read and watch the content of folk poetry. AbstrakPenelitian dilakukan guna mengetahui makna yang terdapat pada puisi sawer pengantin yang nantinya akan dijadikan sebagai usulan bahan ajar puisi rakyat kelas VII SMP. Puisi sawer pengantin yang dikaji adalah puisi sawer dengan aturan pupuh kinanti dan asmarandana, yang akan dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Makna denotatif dan makna konotatif menjadi poin penting dalam penelitian ini karena hasil analisis makna tersebut akan bisa digunakan sebagai usulan bahan ajar puisi rakyat di kelas VII SMP, yang selanjutnya dibuatkan modul pembelajaran puisi rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami bahasa tulis dan lisan masyarakat serta perilaku yang dapat diamati. Hasil analisis menunjukkan bahwa makna konotatif dari puisi sawer pengantin Sunda adalah permohonan kepada Tuhan agar harapan kedua mempelai senantiasa terpenuhi dan mendapatkan yang terbaik dalam hidup rumah tangga mereka. Teks puisi sawer pengantin Sunda memiliki lima makna secara denotatif: ketakwaan kepada Tuhan, harapan, tanggung jawab, kasih sayang, dan budi pekerti. Makna denotatif dan konotatif yang telah dianalisis bisa dijadikan sebagai acuan dari usulan bahan ajar puisi rakyat di kelas VII sekolah menengah pertama. Karena pada fase D kurikulum merdeka peserta didik diharapkan mampu untuk membaca dan memirsa isi dari puisi rakyat
Representasi Bahagia dan Kasih Sayang dalam Novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala Karya Henny Triskaidekaman: Kajian Psikologi Sastra
Humans are always looking for the meaning of happiness in their life. But various things can become obstacles in the process of interpreting happiness. This study aims to analyze the representation of happiness and love in the novel How to Be Happy Without a Head by Henny Triskaidekaman using a literary psychology approach. The theory used is Martin Seligman's positive psychology theory and Erich Fromm's theory of love. This research was conducted qualitatively through a series of analyzes of material objects to obtain concrete evidence. The results of this study reveal that the characters in the novel How to Be Happy Without a Head go through a series of events that make it difficult for them to find the meaning of happiness because efforts to achieve happiness itself are still hampered by various things including affection which is not conveyed and well received, so many problems arise. in the lives of the characters that affect the quality of their lives. But humans can live more meaningfully if each individual can accept circumstances and forgive the past. AbstrakManusia senantiasa mencari makna kebahagiaan dalam hidupnya, tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi hambatan dalam proses memaknai kebahagiaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi bahagia dan kasih sayang dalam novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala karya Henny Triskaidekaman dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Adapun teori yang digunakan adalah teori psikologi positif Martin Seligman dan teori cinta Erich Fromm. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui serangkaian analisis terhadap objek material untuk mendapatkan bukti konkret. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa para tokoh dalam novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala melalui serangkaian kejadian yang membuat mereka sulit menemukan makna bahagia karena upaya dalam mencapai kebahagiaan itu sendiri masih terhambat oleh berbagai hal termasuk kasih sayang yang tidak tersampaikan dan diterima dengan baik, sehingga muncul banyak permasalahan dalam kehidupan para tokoh yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Namun manusia dapat hidup lebih bermakna jika setiap individu mampu untuk menerima keadaan dan memaafkan masa lalu.
Keterampilan Berpidato Mahasiswa dalam Bentuk Video Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek: Pendekatan Reflektif
Public speaking skills are a necessary communication skill for students in the 21st century. This research aims to investigate how public speaking skills of students in the form of videos at universities in Central Sulawesi through project-based learning. The purpose of this study is to describe students' public speaking skills developed in project-based learning. This research was conducted using a qualitative approach, namely descriptive qualitative method. The research data were speech videos uploaded through students' YouTube channels. The analysis technique used content analysis. The research results show three things. First, students have composed speech videos with an opening, content, and closing structure. Second, the language used in the speech videos has both formal and informal variations. Third, the students' appearance shows naturalness. AbstrakKeterampilan berpidato adalah salah satu kemampuan komunikasi yang dibutuhkan oleh siswa di abad 21. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah keterampilan berpidato mahasiswa yang disajikan dalam bentuk video di perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah melalui pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berpidato mahasiswa yang dikembangkan dalam pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah video pidato yang diunggah melalui kanal youtube milik mahasiswa. Teknik analisis menggunakan analisis konten (isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpidato mahasiswa yang disajikan dalam bentuk video terdiri atas tiga hal. Pertama, mahasiswa telah menyusun video pidato dengan struktur pembukaan, isi, dan penutup. Kedua, bahasa yang digunakan dalam video pidato memiliki ragam formal dan nonformal. Ketiga, penampilan mahasiswa menunjukkan kewajaran
Promoting an Appreciation for Diversity Through Reading Literary Works to Prevent Radicalism
This study aims to identify the factors of prejudice that can lead to radicalization among elementary school students and to improve understanding of the values of diversity and tolerance through academic literacy. This study was conducted in elementary schools in Palu City involving 500 students who were divided into two groups: experimental and control. The research method used was descriptive research with a quasi-experimental design, where both groups were given pre- and post-tests to measure the increase in attitudes of respect and tolerance. Data were collected through test instruments that measured students' moral attitudes towards diversity and radicalization, while data analysis techniques used descriptive statistics and hypothesis testing. The results showed that the experimental group that participated in the "Baku Sayang and Baku Jaga" program experienced a significant increase in respect and tolerance values. The N-gain score for respect in the experimental group increased by 0.79 (high category), and for tolerance increased by 0.82 (high category), while the control group only showed a moderate increase with N-gain scores of 0.33 and 0.35, respectively. The findings confirm that the program is effective in increasing students’ respect and tolerance which can reduce the potential for radicalization among them. This study suggests that academic literacy-based approaches and discussion groups are effective strategies to support character education in elementary schools. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor prasangka yang dapat menyebabkan radikalisasi di kalangan siswa sekolah dasar serta untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai keberagaman dan toleransi melalui literasi akademik. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar Kota Palu dengan melibatkan 500 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain kuasi-eksperimental, di mana kedua kelompok diberi tes pra dan pasca untuk mengukur peningkatan sikap menghormati dan toleransi. Data dikumpulkan melalui instrumen tes yang mengukur sikap moral siswa terhadap keberagaman dan radikalisasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang mengikuti program “Baku Sayang dan Baku Jaga” mengalami peningkatan yang signifikan pada nilai rasa hormat dan toleransi. Skor N-gain untuk rasa hormat pada kelompok eksperimen meningkat sebesar 0,79 (kategori tinggi), dan untuk toleransi meningkat sebesar 0,82 (kategori tinggi), sementara kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan yang moderat dengan skor N-gain masing-masing 0 ,33 dan 0,35. Temuan ini menegaskan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan sikap menghormati dan toleransi siswa yang dapat mengurangi potensi radikalisasi di kalangan mereka. Penelitian ini menyarankan bahwa pendekatan berbasis literasi akademik dan kelompok diskusi merupakan strategi yang efektif untuk mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar
ANALISIS SISTEM APPRAISAL PADA PEMBERITAAN KONFLIK ISRAEL-PALESTINA DI MEDIA KOMPAS.COM DAN CNN INDONESIA (Appraisal System Analysis on News of The Israel-Palestine Conflict on Kompas.com and CNN Indonesia Media)
This research aims to analyze the ecological discourse presented in the news on two Indonesian online mass media, namely kompas.com and CNN Indonesia. This research uses a qualitative descriptive method focusing discussion on the study of ecological discourse analysis (EDA). This research uses Systemic Functional Linguistics (SFL) and an ecolinguistic appraisal system as the basis for theoretical design. Data collection techniques were carried out through listening and note-taking techniques. Based on the results that have been analyzed, two different types of attitudes and assessments towards ecosophy were found, namely beneficial/constructive attitudes and detrimental/destructive attitudes. The research results state that the first form of attitude appraisal found in reporting on the Israeli-Palestinian conflict in the online media Kompas TV and CNN Indonesia consists of affect, assessment (Judgement) and appreciation. Second, the form of positioning appraisal found in reporting on the Israeli-Palestinian conflict in the online media Kompas TV and CNN Indonesia consists of heteroglossics. Third, the form of graduation appraisal found in reporting on the Israeli-Palestinian conflict in the online media Kompas TV and CNN Indonesia consists of increasing and decreasing graduation sub-elements. This research is very important to carry out as an effort to maintain world peace. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana ekologis yang disajikan dalam pemberitaan pada dua media massa online Indonesia, yaitu kompas.com dan CNN Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif memfokuskan pembahasan pada kajian analisis wacana ekologi (AWE). Penelitian ini menggunakan Systemic Functional Linguistics (SFL) dan sistem appraisal ekolinguistik sebagai landasan perancangan teori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil yang telah dianalisis, ditemukan dua jenis sikap dan penilaian yang berbeda terhadap ekosofi, yaitu sikap yang menguntungkan/konstruktif dan sikap yang merugikan/destruktif. Hasil penelitian menyatakan bahwa yang pertama bentuk appraisal sikap yang terdapat pada pemberitaan konflik Israel-Palestina dalam media daring Kompas TV dan CNN Indonesia terdiri dari affect, penilaian (Judgement) dan apresiasi. Kedua, bentuk appraisal pemosisian yang terdapat pada pemberitaan konflik Israel-Palestina dalam media daring Kompas TV dan CNN Indonesia terdiri dari heteroglosik. Ketiga, bentuk appraisal graduasi yang terdapat pada pemberitaan konflik Israel-Palestina dalam media daring Kompas TV dan CNN Indonesia terdiri dari sub-elemen graduasi menaikkan dan menurunkan. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya menjaga perdamaian dunia
Current situation of Chinese learning Indonesian
Indonesia is a nation with a wide variety of tongues. Through the use of the Indonesian language, Indonesia can capitalize on its diverse ethnic groups and cultures to promote unity and strengthen its national identity. Due to the continuous development of Indonesia's economy and the friendly diplomatic relations between China and Indonesia, education has attracted students from China to study in Indonesia. However, during the epidemic, Chinese students have encountered many problems in learning Indonesian. Writing the data for this article uses a qualitative method of literature study with a literature review of journals for the years 2016-2022, The results found through the Internet, language learning platforms, etc., can effectively help Chinese students improve their learning efficiency of Indonesia