Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa Jawa Kromo Ketika Lebaran Pada Ranah Keluarga: Tinjauan Sosiolinguistik
This study aims to reveal the shift and maintenance of formal Javanese (kromo) during Eid in the family domain by searching the language choices and its underlying factors. This is qualitative research. The research data consists of verbal data (the utterances that used when sungkeman or greeting as a central ritual in Eid) and social data, namely the reasons behind the use of these utterances. Both are obtained by semi-structured interviews. In addition, social data is obtained by literature study. The data are analyzed by using ethnographic methods, namely (1) analyzing the forms of language choice in accordance with the theory; and (2) explaining the constellation factors and language shifts-maintenance of informants’ explanations, interpretations, and expert explanations. Based on the research result, language choices include variations in the same language, code switching, and a combination of code-switching and code-mixing between formal Javanese, Indonesian, and Arabic. The selection is motivated by linguistic factors and social factors. This shows that the shift from Javanese to other languages during Eid do not fully occur. Its use is still maintained. Both are motivated by social factors of each. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pergeseran dan pemertahanan bahasa Jawa kromo ketika lebaran pada ranah keluarga dengan menelusuri pilihan bahasa dan faktor yang melatarbelakanginya. Data penelitian terdiri atas data verbal (tuturan-tuturan yang digunakan ketika sungkeman atau salaman sebagai ritual sentral dalam lebaran) dan data sosial, yaitu alasan-alasan di balik penggunaan tuturan-tuturan tersebut. Keduanya diperoleh dengan wawancara semi terstruktur. Sebagai tambahan, data sosial diperoleh dengan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan metode etnografi, yaitu (1) menganalisis bentuk-bentuk pilihan bahasa sesuai dengan teori; serta (2) menjelaskan konstelasi faktor dan pergeseran-pemertahanan bahasa berdasarkan penjelasan informan, interpretasi, dan penjelasan pakar. Berdasarkan hasil penelitian, pilihan-pilihan bahasa meliputi variasi dalam bahasa yang sama, alih kode, dan gabungan alih kode-campur kode antara bahasa Jawa kromo, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Pemilihan itu dilatarbelakangi oleh faktor linguistis dan faktor sosial. Hal itu menunjukkan bahwa pergeseran dari bahasa Jawa kromo ke bahasa-bahasa lain pada saat lebaran tidak sepenuhnya terjadi. Penggunaannya masih dipertahankan. Keduanya dilatarbelakangi oleh faktor sosial masing-masing
Preservasi Bahasa Jawa Krama Sebagai Monumen Hidup Kearifan Lokal Masyarakat Jawa
This study examines the efforts to preserve the Javanese language (BJ) Krama as a living repository of indigenous knowledge. This study focuses on how to preserve BJ Krama for the younger generation of Yogyakarta (GMY), with subproblems (a) a description of GMY's capacity to speak Javanese Krama and (b) preservation efforts for BJ Krama for GMY. Sources of data for this study include ethnic Javanese students in a multilingual speech context (Javanese, Indonesian, English, and other regional languages), particularly those enrolled in the undergraduate program at Sanata Dharma University. This study's data consists of descriptions of questionnaire responses from student respondents. The technique of content analysis was employed to analyze the data. This investigation led to the discovery of techniques for retaining verbal-oral BJ Krama for GMY. There are two distinct discoveries in particular. First, contextually, the situation of GMY as young BJ speakers is that they are still engaged in learning BJ Krama despite facing internal and external barriers. Second, there are at least two projections regarding preservation initiatives, including (a) commencing cooperation with government and private entities and (b) building creative work spaces through various language-based business incubation activities. This essentially indicates that cross-institutional BJ Krama preservation efforts based on enhancing GMY creativity are viable and can be constructed at the level of praxis activities, in accordance with the local wisdom values agreed upon by the speech community group. AbstrakKajian ini mendeskripsikan upaya mempreservasi bahasa Jawa (BJ) Krama sebagai monumen hidup kearifan lokal. Permasalahan utama kajian ini adalah cara mempreservasi BJ Krama verbal-lisan untuk generasi muda Yogyakarta (GMY), dengan submasalah (a) deskripsi kemampuan GMY berbahasa Jawa Krama dan (b) upaya mempreservasi BJ Krama bagi GMY. Sumber data kajian ini adalah mahasiswa-mahasiswi etnis Jawa dalam lingkungan tutur multibahasa (bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah lain), khususnya pada program sarjana di Universitas Sanata Dharma. Data kajian ini berwujud uraian jawaban angket/kuesioner dari mahasiswa responden. Data dianalisis berdasarkan teknik analisis-isi (content analysis). Hasil penelitian ini, secara umum, adalah ditemukan cara-cara mempreservasi BJ Krama verbal-lisan untuk GMY. Secara khusus, terdapat dua temuan spesifik. Pertama, secara kontekstual, kondisi GMY sebagai penutur muda BJ adalah masih berminat menguasai BJ Krama tetapi menghadapi kendala internal dan eksternal. Kedua, berkaitan dengan upaya preservatif, sekurang-kurangnya terdapat dua proyeksi meliputi (a) inisiasi kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta dan (b) penciptaan ruang kerja kreatif dengan membuat berbagai kegiatan inkubasi usaha berbasis bahasa. Secara implikasional, dapat dinyatakan bahwa upaya preservasi BJ Krama lintas institusional berbasis optimalisasi kreativitas GMY bersifat prospektif dan dapat direalisasikan dalam tataran kegiatan praksis secara terstruktur sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang disepakati oleh kelompok masyarakat tutur
PERUBAHAN TEKS DALAM NOVEL GENI JORA KARYA ABIDAH EL KHALIEQY TERBITAN MAHATARI DAN QANITA
Abidah El Khalieqy's work entitled Geni Jora has different publishers namely, Mahatari and Qanita. Geni Jora's novel raises the issue of women who always come second after men. The figure of Kejora is here to erase these stigmas. However, the writer sees that there are differences in the words and sentences of several characters in the texts published by Mahatari and Qanita. In addition, there are also spelling differences in the two publications. Therefore, the purpose of this study is to look at the text changes that occurred in the two publications. Using a literary sociology approach related to the publisher and its ideology. The method used is qualitative analysis by reading, recording and classifying techniques. The results showed that there were differences in the contents of the two publications. Mahatari and Qanita as publishers have their own strengths and weaknesses
Pemanfaatan laman BIPA daring sebagai media pembelajaran BIPA berkonteks kearifan lokal di ASEAN
Associated with the context of local wisdom, BIPA Daring as a learning media and reference for network-based BIPA activities has not been discussed in scientific article. Local wisdom is used as anticipation of BIPA learners in terms of culture shock and as a lure to attract BIPA learners. Unfortunately, the most local wisdom displayed in BIPA teaching materials raises Javanese culture only. Meanwhile, Indonesia's local wisdom is very diverse. This study aims to describe how to utilize Indonesian local wisdom material in the BIPA Daring and how to utilize it in scope of the ASEAN region. This research method uses qualitative descriptive analysis conducted in February 2022 at Pustanda. Data sources obtain from the website administrator and three BIPA teachers. Data collection techniques by direct observation and obtained by purposive sampling. Data validation is done by triangulating data sources. The results showed that BIPA Daring provides materials related to Indonesian local wisdom in two channels. The conclusion is that BIPA Daring contained the local wisdom of the Indonesian people tucked into each teaching material and the high interest of service users in the ASEAN region regarding Indonesian local wisdo
PENDIDIKAN BERBASIS SASTRA LISAN (LUKISAN ANALITIK ATAS NILAI PEDAGOGI DALAM FOLKLOR ORANG WAKATOBI) (Education Based on Oral Literature (An Analytical Description of Pedagogical Values in Wakatobi People Folklore))
This research is an analytic painting about the content of educational values in the oral literature of the people of Wakatobi. All data in this study were sourced from in-depth interviews, observations, and document studies. Considering this research is related to aspects of oral literature in the socio-cultural space, the data analysis was carried out using a hermeneutic phenomenology approach. Folklore in the form of folklore (tula-tula) and kabanti (folksong) are two forms of oral literature that are still used as educational media by Wakatobi people. This study found that the contents of the tula-tula and kabanti that grew in the cultural space of the Wakatobi people functioned as treasures of knowledge and entertainment value and contained ethical values. Through oral literature, the Wakatobi people consciously try to build values in order to maintain harmony with nature, microcosmic relations between humans, and macrocosm relations to the Creator. The characteristics of the learning model in the tula and kabanti, are more information-giving, in the form of facts and memories, generally one-way, and the style of the speaker/teacher is preferred in conveying messages, intonation, improvisation, enthusiasm, and systematic message. Penelitian ini merupakan lukisan analitik tentang muatan nilai pendidikan dalam sastra lisan orang Wakatobi. Seluruh data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara mendalam, pengamatan, serta studi dokumen. Mengingat penelitian ini terkait dengan aspek sastra lisan dalam ruang sosial budaya, analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik. Folklor dalam bentuk cerita rakyat (tula-tula) dan kabanti (folksong) adalah dua bentuk sastra lisan yang hingga kini masih digunakan sebagai media pendidikan oleh orang Wakatobi. Penelitian ini menemukan bahwa muatan tula-tula dan kabanti yang tumbuh dalam ruang budaya orang Wakatobi tidak hanya berfungsi sebagai khazanah pengetahuan dan bernilai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai etika. Melalui sastra lisan, orang Wakatobi secara sadar berusaha membangun nilai dalam rangka menjaga harmoni dengan alam, hubungan mikrokosmis sesama manusia, dan hubungan makrokosmos kepada sang Pencipta. Karakteristik model pembelajaran dalam tula-tula dan kabanti lebih bersifat pemberian informasi berupa fakta dan ingatan, umumnya bersifat satu arah, dan gaya penutur/guru lebih diutamakan dalam menyampaikan pesan, intonasi, improvisasi, semangat, dan sistematika pesan
PENGEMBANGAN PENULISAN CERPEN BERBASIS CERITA RAKYAT (Development of Creating Short Story Based on Folktale)
The process of creating literary works is a creative process that requires a comprehensive imagination space. Literature and human life are two inseparable sides. The existence of short stories has not been widely used as a medium and source of short story writing. Therefore, this study examines the development of short story writing based on folklore. The purpose of this study was to describe and explain the development of writing literary works based on folklore for students of the Department of Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This research uses analytical descriptive method. The data source is in the form of short stories written by students of the Department of Indonesian Language and Literature Education. The results of this study indicate that the development of short story writing based on folklore is carried out through: (1) developing a theme as a short story identity in the form of the emergence of various themes such as brotherhood, affection, patriotism, spirit of life, and work ethic, and honesty, (2) Plot As Storytelling innovation is described by the variety of plots shown for a folklore such as backwards or mixed plots, as well as fleshback plots, and (3) Setting as the field of events Short stories are presented according to the reality of current conditions and atmosphere. Proses penciptaan karya sastra merupakan proses kreatif yang membutuhkan ruang imajinasi komperhensif. Karya sastra dan kehidupan manusia merupakan dua sisi yang tidak dapat terpisahkan. Keberadaan cerita pendek belum banyak digunakan sebagai media dan sumber penulisan cerpen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mengkaji tentang pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengembangan penulisan karya sastra berbasis cerita rakyat pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif analitik. Sumber data berupa naskahcerpen yang tulis mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat dilakukan melalui: (1) pengembangan tema sebagai identitas cerpen berupa munculnya beragam seperti tema persaudaraan, kasih sayang, patriotisme, semangat hidup, dan etos kerja,dan kejujuran, (2) Alur Sebagai Inovasi Penceritaan digambarkan dengan ada variasi alur yang ditampilkan untuk sebuah cerita rakyat seperti dengan alur mundur ataupun alur campuran, maupun alur fleshback, dan (3) Latar sebagai Medan peristiwa Cerpen disajikan sesuai realita kondisi dan suasana masa kini
Class Struggle Seen in Ernest Jones’ Three Selected Poems: The Song of The Poor, The Song The Lower Classes, and A Song for People
This article discusses class struggle of the working class through Ernest Jones’ three selected poems: The Song of The Poor, The Song of The Lower Classes, and A Song for People in the Industrial Revolution era in England. Industrial Revolution is a shift in goods production from human power into mechanical power. This research uses Michael Riffaterre’s Semiotics of Poetry theory to find out the meaning and significance of the chosen poems and uses some opinions and history as hypogram to portray the class struggle of the workers in Industrial Revolution era. The result of this research shows that these poems articulate the voices of the working class in struggling to get justice against the ruling class. AbstrakArtikel ini membahas tentang perjuangan kelas pekerja di tiga puisi pilihan karya Ernest Jones: The Song of The Poor, The Song of The Lower Classes, dan A Song for People di era Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri adalah perubahan cara produksi barang yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mekanik. Penelitian ini menggunakan teori Semiotika Puisi oleh Michael Riffaterre untuk mengetahui meaning (makna) dan significance (arti) puisi yang terpilih dan menggunakan beberapa opini dan sejarah sebagai hipogram untuk menggambarkan perjuangan kelas pekerja di era Revolusi Industri. Hasil penelitian ini mengeksplorasi perjuangan para pekerja di era Revolusi Industri. Jones melalui puisinya mengartikulasikan suara-suara kelas pekerja dalam perjuangannya mendapatkan keadilan melawan kelas pengusa
Javenglish: Permainan Bahasa di Era Masyarakat Multilingual.
Javanglish is a combination of two languages, namely Java or Java with English or English. These two languages are very interesting to study with a sociolinguistic approach because both languages contain linguistic and social facts. This study aims to determine the form of language games used in Javenglish, and the similarities and differences between the two languages. The method in this study went through three stages, namely provision, analysis and exposure. The results show that Javenglish aims to play language by gathuk mathuk between Javanese and English so that it creates a uniqueness, and it's funny because there are several language element games in the form of phonological games or language sounds, and semantic games or language meanings. AbstrakJavenglish merupakan penggabungan dari dua bahasa yaitu bahasa Jawa atau Java dengan bahasa Inggris atau English. Kedua bahasa tersebut sangat menarik dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik karena dalam dua bahasa tersebut mengandung fakta bahasa dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk permainan bahasa yang digunakan dalam Javenglish, dan kesamaan dan perbedaan di antara dua bahasa tersebut, metode dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, analisis, dan pemaparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Javenglish bertujuan untuk permainan bahasa dengan cara gathuk mathuk antara bahasa Jawa dan English sehingga memunculkan keunikan dan lucu karena terdapat beberapa permainan unsur bahasa berbentuk seperti permainan fonologi atau bunyi bahasa dan permainan semantik atau makna bahasa
NILAI MORAL DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S KHAIREN: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIYAH
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang muncul pada novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui nilai moral yang terkandung dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan tinjauan sosiologi sastra, (2) untuk mengetahui relevansi novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X MA.Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakan atau bisa disebut library research. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan mendeskripsikan nilai moral yang muncul dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan tinjauan sosiologi sastra. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan relevansi novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X MA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khieren, terbitan PT Bukune Kreatif Cipta, memiliki 355 halaman dan diterbitkan pada 2019 dan sumber buku referensi, jurnal, skripsi, tesis, maupun artikel yang mendukung dan menunjang permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengguakan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teknik analisis data interakif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) Hasil dari penelitian ini ditemukan 5 nilai moral yang muncul dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen, diantaranya adalah nilai moral tanggung jawab terdiri dari 1 data, kasih sayang terdiri dari 1 data, peduli terdiri dari 1 data, religius terdiri dari 1 data, pantang menyerah terdiri dari 1 data (2) Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khairen sangat relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di MA yang sesuai dengan kurikulum 2013 kelas X semester genap, yaitu dengan materi sastra, tepatnya KD 3.18 Menganalisis isi dari minimal satu buku fiksi dan satu buku nonfiksi yang sudah dibaca. Sehingga novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khairen tersebut sangat relevan untuk dijadikan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata kunci: Nilai Moral, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Novel