Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Desain Student Active Learning Kombinasi Synchronous dan Asynchronous

    Get PDF
    The purpose of this research is to create an online learning design based on student active learning to improve students' speaking skills. The type of research used is Research & Development (R&D) method development research in the field of education. The stages carried out are limited to the stages of information gathering, planning, and making initial products. This learning is designed based on the foundational study and literature data about online learning, student active learning, and speaking. The result of the research is an online learning design. The online learning is done by combining synchronous and asynchronous with zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, and jamboard applications. The stages go through five stages, namely ICARE, namely Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extention. Learning activities that support speaking skills include four activities, namely telling pictures, compiling concept maps, creating scenarios, and role playing. AbstrakTujuan penelitian ini membuat desain pembelajaran daring berbasis student active learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan metode Research & Development (R&D) dalam bidang pendidikan. Tahap yang dilakukan dibatasi pada tahap pengumpulan informasi, perencanaan, dan pembuatan produk awal. Pembelajaran ini dirancang berdasarkan studi pendaluhuan dan data literatur tentang pembelajaran daring, student active learning, dan berbicara. Hasil penelitian didapatkan sebuah desain pembelajaran daring. Pembelajaran daring tersebut dilakukan dengan cara kombinasi synchronous dan asynchronous dengan aplikasi zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, dan jamboard. Tahapannya melalui lima tahap, yakni ICARE, yakni Introduction (mengenalkan), Connection (menghubungkan), Application (menerapkan), Reflection (merefleksikan), dan Extention (mengembangkan). Kegiatan pembelajaran yang mendukung keterampilan berbicara meliputi empat kegiatan yakni menceritakan gambar, menyusun peta konsep, membuat skenario, dan bermain peran

    VARIASI LEKSIKAL BAHASA WAKATOBI: KAJIAN DIALEKTOLOGI (Lexical Variation of the Wakatobi Language: Dialectology Study)

    Get PDF
    The Wakatobi language variations are still a subject of interesting discussion and debate, not only among language researchers, but also among the people of Wakatobi. Previous studies that have different conclusions encourage wide discussions and studies on the diversity of Wakatobi languages. This study provides an overview and concrete manifestation of this variation, especially regarding the lexical variation of the Wakatobi language. Data collection was done by interview and observation methods. The tabulated data were analyzed descriptively qualitatively using traditional dialectology theory. The results of the research show that all fields of meaning consisting of several glosses provide an overview of lexical variations at several observation points. Almost all the compared lexicons show a grouping of language variations, which were observed from different islands. This study concludes that there are four major variations (isolects) of the Wakatobi language, namely the language variations spoken on Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, and Binongko Islands. However, not all lexicons differ from these variations (isolects). There are isolects that have the same lexicons as other isolects, such as the gloss ‘mole’, for the Waha, Mandati Lia, and Kapota areas, are not different from the Kaledupa area, but different from the Tomia area and also different from the Binongko area. Variasi bahasa Wakatobi masih menjadi bahan diskusi dan perdebatan yang menarik, tidak hanya di kalangan peneliti bahasa, melainkan juga di kalangan masyarakat Wakatobi. Penelitian terdahulu yang menghasilkan kesimpulan yang berbeda membuka lebar diskusi dan kajian kebervariasian bahasa Wakatobi. Penelitian ini memberikan gambaran dan wujud nyata adanya kebervariasian tersebut, khususnya terkait variasi leksikal bahasa Wakatobi. Penyediaan data dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Data yang telah ditabulasi dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan teori dialektologi tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua medan makna yang terdiri atas beberapa glos memberikan gambaran variasi leksikal di beberapa titik pengamatan. Hampir semua berian yang dibandingkan memperlihatkan adanya pengelompokan variasi bahasa, yang diamati dari pulau yang berbeda. Kajian ini menyimpulkan bahwa ada empat variasi (isolek) besar bahasa Wakatobi, yaitu variasi bahasa Wakatobi yang dituturkan di Pulau Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Namun demikian, tidak semua berian berbeda dari semua variasi (isolek) tersebut. Ada isolek yang memiliki berian yang sama dengan isolek lainnya, seperti glos ‘tahi lalat’, wilayah Waha, Mandati Lia, Kapota, tidak berbeda dengan wilayah Kaledupa, tetapi berbeda dengan wilayah Tomia dan juga berbeda dengan wilayah Binongko

    IDENTITAS GENDER DALAM NOVEL LELAKI TERINDAH KARYA ANDREI AKSANA (Gender Identity in Novel Lelaki Terindah by Andrei Aksana)

    Get PDF
    This article discussed about undynamic gender identity of Valent‟s character in novel “Lelaki Terindah” written by Andrei Aksana. The approach used was the  concept  of  Stuart  Hall  about  identity.  Descriptive  analysis  used  in  thisresearch focused on two items, (1) what obstacle faced by Valent in transgender was and (2) what strategy to overcome the obstacle from social environmentfaced by Valent.The result indicated that feminism and masculine concept and identity evaluation by other people and body identity become an obstacle character in transgender. The steps used to overcome the obstacle was to carry out dynamism gender identity and sexual, characteristic, attitude, behavior to become a woman.Tulisan ini akan membahas  ketidakdinamisan identitas gender tokoh Valent dalam novel Lelaki Terindah karya Andrei Aksana. Pendekatan yang digunakandalam  penelitian  ini  adalah  konsep  Stuart  Hall  mengenai  identitas.  Teknik analisis deskriptif diterapkan dalam tulisan ini dengan penekanan pada dua hal, yaitu (1) halangan apa yang dihadapi oleh tokoh Valent dalam bertransgender;(2)  strategi  tokoh  Valent  dalam  menghadapi  halangan  yang  muncul  dari lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep maskulinitas femininitas dan penilaian identitas oleh orang lain serta identitas tubuh menjadi faktor penghalang tokoh Valent dalam bertransgender. Langkah yang di tempuh oleh tokoh Valent untuk menghadapi halangan tersebut adalah dengan melakukan kedinamisan  identitas  gender  dan  seksual,  sifat,  sikap,  dan  perilaku  untuk menjadi perempuan.

    Gangguan Berbicara pada Anak Penderita Cerebral Palsy

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk gangguan fonologis yang terdapat pada tuturan anak penderita cerebral palsy. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah seorang anak penderita cerebral palsy yang sedang menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jakarta, yaitu HDE yang berusia 18 tahun. Kemudian peneliti menjadikan tuturannya sebagai data pada penelitian ini. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap dan teknik rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fonologis pada tuturan anak penderita cerebral palsy mengalami tiga perubahan bentuk, yaitu penggantian, penambahan, dan penghilangan fonem. Pada bentuk penggantian fonem ditemukan beberapa penggantian fonem, yaitu penggantian fonem /a/ menjadi /i/, /b/ menjadi /g/, /c/ menjadi /k/, /d/ menjadi /j/, /j/ menjadi /g/, /r/ menjadi /h/, /r/ menjadi /l/, /r/ menjadi /y/, /t/ menjadi /k/, dan /u/ menjadi /i/. Pada bentuk penambahan fonem ditemukan beberapa penambahan fonem, yaitu penambahan fonem /ə/, /g/, /h/, /y/, dan /ŋ/. Pada bentuk penghilangan fonem ditemukan beberapa penghilangan fonem, yaitu penghilangan fonem /a/, /b/, /ə/, /h/, /k/, /ɲ/, dan /ŋ/

    Pola Urutan Kata pada Anak Pengidap Lidah Tongue Tie

    No full text
    Abstrak: Bahasa adalah alat komunikasi yang harus dimiliki setiap manusia. Bahasa menjadi modal utama dalam proses tumbuh kembang anak. Perkembangan bahasa anak dipengaruhi oleh faktor ekstren dan intern. Perkembangan yang terhambat ternyata dapat mempengaruhi kemampuan berbahasa pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola urutan kata pada anak penderita tongue-tie dan mendeskripsikan faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa pada anak penderita tongue-tie. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif.  Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, yaitu menyimak ujaran anak penderita tongue-tie lalu mencatat hasil tuturannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak pengidap tongue-tie mengalami gagap dalam berbicara. Selain itu, wujud gangguan berbahasa yang paling signifikan pada penderita tongue-tie adalah kekacauan pola urutan kata dalam kalimat.Kata kunci: gangguan berbahasa, tongue-tie, psikolinguistik  Abstract: Language is a communication tool that every human being should have. Language is the main capital in the process of child development. Children's language development is influenced by external and internal factors. Delayed development can affect language skills in children. This study aims to describe the pattern of word order in children with tongue-tie and describe the factors that influence language development in children with tongue-tie. This research was conducted with descriptive qualitative method. The data in this study were collected by listening and note-taking techniques, namely listening to the speech of children with tongue-tie and then recording the results of their speech. The results showed that children with tongue-tie experienced stuttering in speaking. In addition, the most significant form of language disorder in tongue-tie sufferers is the disorder of word order patterns in sentences.Key words: language disorders, tongue-tie, psycholinguisti

    Kearifan Orang Banjar dalam Cerita Rakyat Kalimantan Selatan “Mencari Ilmu Berumah Tangga”

    Get PDF
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kearifan orang Banjar dalam berumah tangga yang tergambar dalam cerita rakyat Kalimantan Selatan “Mencari Ilmu Berumah Tangga”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data primer penelitian ini adalah cerita rakyat Banjar yang berjudul “Mencari Ilmu Berumah Tangga” yang diperoleh dari buku Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Selatan hasil penelitian Drs. Abdurrahman Ismail, dkk. yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara teknik dibaca dan dicatat, yaitu dengan mencatat dan mengkalsfikasi kearifan lokal yang terdapat dalam cerita rakyat “Mencari Ilmu Berumah Tangga”. Hasil penelitian menunjukkan adanya karifan lokal seperti budaya menuntut ilmu, kesetaraan jender dalam menuntut ilmu, mau bermodal dalam menuntut ilmu, tidak pelit membagi ilmu, tidak memperjualbelikan ilmu dengan cara yang buruk, dan mengaplikasikan ilmu yang berhubungan dengan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjar mengutamakan ilmu dalam setiap sisi kehidupan. Kata kunci: kearifan lokal, cerita rakyat, ilmu, dan rumah tangga Abstract: This study aims to describe how the wisdom of the Banjarese in the household is depicted in the South Kalimantan folklore “Mencari Ilmu Berumah Tangga”. The method used in this study is the descriptive method. The primary source of data for this study is Banjar folklore entitled “Mencari Ilmu Berumah Tangga” which was obtained from the South Kalimantan Regional Folklore book researched by Drs. Abdurrahman Ismail, et al. published by the Ministry of Education and Culture. Data collection techniques are used by reading and recording techniques, The results showed that there are local wisdom such as the culture of studying, gender equality in studying, being willing to be capitalized in studying, not being stingy in sharing knowledge, not selling knowledge in a bad way, and applying knowledge related to the household. This shows that Banjarese prioritizes knowledge in every side of life.Keywords: local wisdom, folklore, knowledge, househol

    Pemetaan Penguasaan Materi Sastra Guru Bahasa Indonesia Tingkat SMP pada Tiga Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendesripsikan penguasaan materi sastra pada guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP dan untuk mengetahui adakah perbedaan penguasaan sastra pada guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP di pada kabupaten yang menjadi lokasi penelitian? Adapun masalah yang terdapat dalam penelitian ini dititikberatkan pada pemetaan penguasaan materi sastra, yaitu: 1. bagaimanakah tingkat penguasaan materi sastra guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP?; 2. Adakah perbedaan penguasaan  materi sastra guru Bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia tingkat SMP pada kabupaten yang menjadi lokasi penelitian?. Metode yang diguanakan dalam peneltian ini adalah metode  deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa memang terdapat perbedaan penguasaan materi sastra pada guru-guru Bahasa Indonesia tingkat SMP yang menjadi objek penelitian di tiga kabupaten yang menjadi lokasi penelitian, tetapi secara umum penguasaan materi sastra mereka masih tergolong baik. Kata kunci: Penguasaan, guru SMP, sastra AbstractThe purpose of this study was to determine and describe the mastery of Indonesian language teachers in Indonesian language textbooks at the junior high school level and to find out whether there are differences in the literary mastery of Indonesian teachers in Indonesian language textbooks at the junior high school level in the districts where the research was conducted. The problems contained in this study are focused on mapping the mastery of literary materials, namely: 1. how is the level of mastery of Indonesian teachers' literary materials in Indonesian language textbooks at the junior high school level?; 2. Are there differences in the mastery of Indonesian teachers' literary materials in Indonesian language textbooks at the junior high school level in the districts where the research is located? The method used in this research is descriptive quantitative and qualitative methods. Based on the analysis carried out, it can be seen that there are indeed differences in the mastery of literary material for Indonesian language teachers at the junior high school level who are the object of research in the three districts that are the research locations, but in general their mastery of literary material is still relatively good.  Keywords: Mastery, SMP teacher, literatur

    Psychopoetry/Poetry Therapy dalam Puisi “Sulaman Rindu” Karya Achmat Nasihi MT

    Get PDF
    Psychopoetry is a form of seni-based therapy that psychologists can use for soul-healing. The purpose of this study is to analyse the essay "Sulaman Rindu" using essay-writing techniques. In this study, the deskriptif analytic method was employed. Using the antologia for the essay "Sulaman Rindu" by Karya Achmad Nasihi MT, we may obtain the entire set of factually accurate data that is present in the essay. Poetry from the anthology "Sulaman Rindu" may be used in psychotherapy. Merely studying sufi puisi-puisi will suffice to sooth Tuhan's heart. The reader will likely give their heart to a transcendental persona. AbstrakPsikopoetry adalah salah satu bentuk terapi berbasis seni yang dapat digunakan psikolog untuk jiwa-penyembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karangan “Sulaman Rindu” dengan menggunakan teknik penulisan karangan. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analitik. Dengan menggunakan antologia esai "Sulaman Rindu" karya Achmad Nasihi MT, kita dapat memperoleh seluruh rangkaian data yang akurat secara faktual yang ada dalam esai tersebut. Puisi dari antologi "Sulaman Rindu" dapat digunakan dalam psikoterapi. Sekedar mempelajari sufi puisi-puisi saja sudah cukup untuk menyejukkan hati Tuhan. Pembaca kemungkinan besar akan memberikan hati mereka kepada persona transendental

    Model Authentic Assessment dalam Pembelajaran Sastra Terintegrasi Karakter Multikultural

    Get PDF
    Character education, incredibly multicultural characters, must be instilled in students significantly to minimize conflict in a society, including the plural and heterogeneous Indonesian society. Planting multicultural characters, especially in academic learning, can be done by integrating these characters in the learning and assessment process. The research goals to develop an assessment activity and an authentic assessment instrument model in academic learning that integrates multicultural characters. The research method is Research and Development (R&D). The research uses ADDIE model developed by Reiser and Molley, namely Analysis, Design, and Development. The results of the research formulates two findings, first, the model of assessment activities in literary learning that integrates multicultural characters can be done through (1) social studies of life in literary works, (2) through appreciation of literary works that contain multicultural values,(3) through role-playing in drama, (4) through a comparison of literary works, and (5) through field experience when appreciating and writing literary works. Second, the authentic assessment instrument model in academic learning that integrates multicultural characters are developed through the techniques of (1) observing multicultural attitudes, (2) self-assessment related to multicultural attitudes, (3) peer assessment related to multicultural attitudes, (4) direct questions about multicultural attitudes furthermore (5) personal reports related to multicultural attitudes. AbstrakPendidikan karakter khususnya karakter multikultural perlu dan penting untuk ditanamkan pada peserta didik terutama untuk meminimalisasi konflik pada suatu masyarakat termasuk masyarakat Indonesia yang majemuk dan heterogen. Penanaman karakter multikultural khususnya dalam pembelajaran sastra dapat dilakukan dengan mengintegrasikan karakter tersebut dalam proses pembelajaran dan asesmennya. Tujuan kajian adalah mengembangkan model kegiatan asesmen dan model instrumen authentic asessment dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural. Rancangan penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Penelitian menggunakan R & D model ADDIE yang dikembangkan Reiser dan Molley yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Hasil penelitian memformulasikan dua temuan, pertama, model aktivitas asesmen dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural dapat dilakukan melalui (1) kajian-kajian sosial kehidupan dalam karya sastra, (2) apresiasi karya sastra yang mengandung nilai-nilai multikultural, (3) permainan peran dalam drama, (4) perbandingan karya sastra, dan (5) pengalaman lapangan ketika mengapresiasi dan menulis karya sastra. Kedua, model instrumen authentic assessment dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural dikembangkan melalui teknik (1) observasi sikap multikultural, (2) penilaian diri terkait sikap multikultural, (3) penilaian antarteman terkait sikap multikultural, (4) pertanyaan langsung tentang sikap multikultural, dan (5) laporan pribadi terkait sikap multikultural

    Metafungsi Interpersonal Siberteks Vaksinasi Covid-19: Perspektif Multimodalitas

    Get PDF
    The purpose of this study was to describe the interpersonal metafunctions of the Covid-19 vaccination cybertext in a multimodality perspective. The source of the locational data for this research was the posters of Covid-19 vaccination obtained from google pictures which have been downloaded and acknowledged that their citation was in accordance with applicable scientific procedures, so that they did not conflict with ethical clearance principles of internet-based research. The data of this research were in the form of speeches and graphic images contained in Covid-19 vaccination posters which contain interpersonal metafunctions. Data were collected by reading and taking notes. The method that accommodates the two data collection techniques was the observation method. Data that had been collected properly is selected to separate good data from bad data. Good data were then classified to obtain data types to be subjected to data analysis methods and techniques. Data were validated against relevant experts and theories. The data were analyzed using the extra lingual equivalent analysis method. The matching process was carried out on the extra lingual aspects. The results of this research on interpersonal metafunctions in this multimodality perspective were: (1) Interpersonal metafunctions that provide clarity on the flow of the Covid-19 vaccination, (2) Interpersonal metafunctions that motivate people to undergo Covid-19 vaccination, (3) Interpersonal metafunctions for inviting the success of the Covid-19 vaccination program, (4) Interpersonal metafunctions that provide an explanation for the impact of Covid-19 vaccination, (5) Interpersonal metafunctions invite residents to administer Covid-19 vaccinations. With the findings of metafunction in cybertext through the research, it can be emphasized that interpersonal metafunctions in a multimodality perspective can manifest in various ways. The diversity of these manifestations cannot be separated from technology as a major part of culture which determines the development of language in this new era. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan manisfetasi metafungsi interpersonal teks siber vaksinasi Covid-19 dalam perspektif multimodalitas. Sumber data lokasional penelitian ini adalah poster-poster vaksinasi Covid-19 yang diperoleh dari google pictures yang telah diunduh dan diakui penyitirannya sesuai dengan prosedur ilmiah yang berlaku, sehingga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip etik (ethical clearance) penelitian berbasis internet. Data penelitian ini berupa tuturan dan gambar grafis yang terdapat dalam poster-poster vaksinasi Covid-19 yang di dalamnya terkandung metafungsi interpersonal. Data diperoleh di seputar waktu pelaksanaan penelitian, yakni pertengahan hingga akhir tahun 2021. Data dikumpulkan dengan teknik membaca dan mencatat. Metode yang mewadahi kedua teknik pengumpulan data tersebut adalah metode simak. Data yang telah dikumpulkan dengan baik diseleksi untuk memisahkan data baik dan data nakal atau tidak baik. Data yang baik selanjutnya diklasifikasi untuk mendapatkan tipe-tipe data untuk dikenakan metode dan teknik analisis data. Data divalidasikan kepada pakar dan teori yang relevan. Data dianalisis dengan metode analisis padan ekstralingual. Lanskap pemadanan dilakukan pada aspek-aspek ekstralingualnya. Hasil penelitian metafungsi interpersonal dalam perspektif multimodalitas ini ini adalah: (1) Metafungsi interpersonal pemberi kejelasan alur pelaksanaan vaksinasi Covid-19, (2) Metafungsi interpersonal pemotivasi orang menjalani vaksinasi Covid-19, (3) Metafungsi interpersonal pengajak menyukseskan program vaksinasi Covid-19, (4) Metafungsi interpersonal pemberi penjelasan dampak vaksinasi Covid-19, (5) Metafungsi interpersonal pengajak warga melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dengan temuan-temuan metafungsi dalam siberteks tersebut dapat ditegaskan bahwa metafungsi interpersonal dalam perspektif multimodalitas dapat bermanifestasi beragam. Keberagaman manifestasi tersebut tidak lepas dari teknologi sebagai bagian pokok dari budaya yang menjadi penentu  perkembangan bahasa di era baru sekarang ini

    1,167

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇