Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Potret Guru Mengaji dalam Novel Ghuffron Karya Humam S. Chudori
The role of the teacher cannot be separated from the task of optimizing education. The community environment knows violation education which is closely related to Quran teachers. The discussion about teachers in literary works is interesting to study, one of them is in the novel Ghuffron by Humam S. Chudori, which tells about the ups and downs of a Quran teacher. This study aims to describe the portrait of the Quran teachers found in the novel. This research uses literature study with qualitative descriptive approach, note-taking technique to collect data in the form of quotations from the novel as data analysis method and literature sociology as approaches. The results show that the portrait of the Quran teacher, based the community views, as a person who is knowledgeable, respected and trusted, sincerel and professional because teaching is a noble job. AbstrakPeran guru tidak lepas dari tugas untuk mengoptimalkan pendidikan. Lingkungan masyarakat mengenal pendidikan langgar yang erat kaitannya dengan guru mengaji. Pembahasan tentang guru dalam karya sastra menarik untuk dikaji, salah satunya dalam novel Ghuffron karya Humam S. Chudori, yang menceritakan tentang lika-liku kehidupan guru mengaji. Penelitian yang menggunakan studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan potret guru mengaji yang terdapat dalam novel tersebut. Selain itu, peneliti menggunakan metode analisis data dengan teknik simak catat dan mengumpulkan data berupa kutipan dalam novel serta menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukan bahwa potret guru mengaji berdasarkan pandangan masyarakat adalah sebagai orang yang berilmu, berpengetahuan, dihormati dan dipercaya masyarakat, ikhlas, profesional karena guru merupakan pekerjaan yang luhur dan mulia.The role of the teacher cannot be separated from the task of optimizing education. The community environment knows violation education which is closely related to Quran teachers. The discussion about teachers in literary works is interesting to study, one of them is in the novel Ghuffron by Humam S. Chudori, which tells about the ups and downs of a Quran teacher. This study aims to describe the portrait of the Quran teachers found in the novel. This research uses literature study with qualitative descriptive approach, note-taking technique to collect data in the form of quotations from the novel as data analysis method and literature sociology as approaches. The results show that the portrait of the Quran teacher, based the community views, as a person who is knowledgeable, respected and trusted, sincerel and professional because teaching is a noble job. AbstrakPeran guru tidak lepas dari tugas untuk mengoptimalkan pendidikan. Lingkungan masyarakat mengenal pendidikan langgar yang erat kaitannya dengan guru mengaji. Pembahasan tentang guru dalam karya sastra menarik untuk dikaji, salah satunya dalam novel Ghuffron karya Humam S. Chudori, yang menceritakan tentang lika-liku kehidupan guru mengaji. Penelitian yang menggunakan studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan potret guru mengaji yang terdapat dalam novel tersebut. Selain itu, peneliti menggunakan metode analisis data dengan teknik simak catat dan mengumpulkan data berupa kutipan dalam novel serta menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukan bahwa potret guru mengaji berdasarkan pandangan masyarakat adalah sebagai orang yang berilmu, berpengetahuan, dihormati dan dipercaya masyarakat, ikhlas, profesional karena guru merupakan pekerjaan yang luhur dan mulia
Mengungkap Bentuk, Makna, dan Fungsi Ritual Vunja: Upaya Pemertahanan Kearifan Lokal Masyarakat Pantolobe
The study that uses descriptive qualitative method with hermeneutic approach aims to reveal the form, significance, and function of the "vunja" ritual. The result shows that there are eight forms of the ritual, such as molibu, mompelohi, mompanggahe, mompayo ada-ada manusia, mombangu vunja, mompanau ntoniasa, rego, and patompo manu. We discovered that vunja rituals have two significant meanings, verbal and nonverbal symbols. Whereas, we also discovered the significance of the rituals as (1) a sign of respect for the ancestor who bestowed a bountiful harvest, (2) an offering to the ancestor in the hope of future harvests, (3) a forum mutual cooperation of the local community for the swift implementation of the vunja ritual, and (4) a means for the vunja community members to interact with one another. AbstrakPenelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik ini bertujuan untuk mengungkap bentuk, makna, dan fungsi ritual vunja. Hasil penelitian menyimpulkan bentuk ritual vunja terdiri atas delapan tahapan, yaitu molibu, mompelohi, mompanggahe, mompayo ada-ada manusia, mombangu vunja, mompanau ntoniasa, rego, dan patompo manu. Makna yang terkandung dalam ritual vunja adalah makna simbol verbal dan makna simbol nonverbal. Sementara itu, fungsi ritual vunja adalah (1) sebagai bentuk penghargaan kepada nenek moyang yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah, (2) bentuk persembahan dengan harapan diberikan hasil yang lebih baik lagi pada musim tanam berikutnya, (3) wadah gotong royong masyarakat setempat untuk kelancaran pelaksanakan ritual vunja, dan (4) wadah menjalin interaksi antara masyarakat yang melaksanakan vunja dengan kerabat yang datang dari desa lain.The study that uses descriptive qualitative method with hermeneutic approach aims to reveal the form, significance, and function of the "vunja" ritual. The result shows that there are eight forms of the ritual, such as molibu, mompelohi, mompanggahe, mompayo ada-ada manusia, mombangu vunja, mompanau ntoniasa, rego, and patompo manu. We discovered that vunja rituals have two significant meanings, verbal and nonverbal symbols. Whereas, we also discovered the significance of the rituals as (1) a sign of respect for the ancestor who bestowed a bountiful harvest, (2) an offering to the ancestor in the hope of future harvests, (3) a forum mutual cooperation of the local community for the swift implementation of the vunja ritual, and (4) a means for the vunja community members to interact with one another. AbstrakPenelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik ini bertujuan untuk mengungkap bentuk, makna, dan fungsi ritual vunja. Hasil penelitian menyimpulkan bentuk ritual vunja terdiri atas delapan tahapan, yaitu molibu, mompelohi, mompanggahe, mompayo ada-ada manusia, mombangu vunja, mompanau ntoniasa, rego, dan patompo manu. Makna yang terkandung dalam ritual vunja adalah makna simbol verbal dan makna simbol nonverbal. Sementara itu, fungsi ritual vunja adalah (1) sebagai bentuk penghargaan kepada nenek moyang yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah, (2) bentuk persembahan dengan harapan diberikan hasil yang lebih baik lagi pada musim tanam berikutnya, (3) wadah gotong royong masyarakat setempat untuk kelancaran pelaksanakan ritual vunja, dan (4) wadah menjalin interaksi antara masyarakat yang melaksanakan vunja dengan kerabat yang datang dari desa lain
Corpus Driven Analysis of the Coronavirus Prevention Handbook
Information about coronavirus prevention is important to know because coronavirus as the global pandemic after being designated by the World Health Organization (WHO) for four years. The aim of this article is to find out linguistic evidences from the lexical aspects such as lexical items, lexical categories, lexical cohesion and lexical bundles. Then analyzed it through corpus-driven analysis using AntConc software, this software is employed to process the data. This research uses a mix method and concurrent embedded model, after that downloading the data, observation and documentation as technique of collecting data, while the technique of analysis data use converting and compiling data, reduction data classification data and display data. The results of the quantitative and qualitative analyses show the result of corpus driven analysis through AntConc show the most common of lexical and syntactical aspects such as word classes, and sentences patterns used in the coronavirus prevention handbook. AbstrakInformasi tentang pencegahan virus korona penting untuk diketahui, karena virus korona sebagai pandemi global setelah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah berjalan selama satu tahun. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mencoba mencari tahu bukti linguistik dari aspek leksikal dan sintaksis. Kemudian dianalisis melalui analisis berbasis korpus menggunakan aplikasi Antconc, perangkat lunak ini digunakan untuk memproses data. Penelitian ini menggunakan metode campuran dan model campuran tidak berimbang, setelah itu mengunduh data, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, adapun teknik data analisis menggunakan data konversi dan penyusunan data, data klasifikasi data pengurangan dan data tampilan. Hasil analisis kuantitatif dan kualitatif menunjukkan hasil AntConc dan menunjukkan aspek leksikal dan sintaksis yang paling umum seperti kelas kata, dan pola kalimat yang digunakan dalam buku pegangan pencegahan virus korona.
Sistem Nama Diri Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar
The background of this research is the curiosity about the practice of giving personal names in the Kasepuhan Ciptagelar indigenous people. In the name string generally implies faith and wisdom (wisdom) and can reflect prayer, ideals (expectation). This means that the name given (bears) will be in accordance with the demands (expectations) of the community at the time it was made. The purpose of this study is to photograph the practice of giving personal names in the Kasepuhan Ciptagelar indigenous people and to examine the factors and values underlying this practice. This study uses a qualitative methodological approach, namely descriptive analytical method. The data source in this study is the Kasepuhan Ciptagelar indigenous people in three generations. Data collection techniques in this study were participant observation and observation and note-taking techniques. Data analysis techniques begin with collecting data, reducing data, conducting analysis based on classification. The results of this study show that the pattern of giving and changing names is caused by several reasons. First, driven for psychological reasons, in the form of hopes such as for the sake of glory, fame, profit and avoidance of disaster as well as inner satisfaction. Second, related to socio-cultural values that have roots in the past. From the diachronic study, the pattern of naming the Kasepuhan Ciptagelar indigenous people has experienced a shift, although the shift or change is relatively not that massive. This is because the Kasepuhan Ciptagelar indigenous people still adhere to traditions and customs that have been passed down from generation to generation. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan praktik pemberian nama diri di masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar. Dalam untaian nama itu umumnya menyiratkan keyakinan dan kebijaksanaan (wisdom) serta dapat merefleksikan doa, cita-cita (expectation). Artinya bahwa nama yang diberikan (disandangnya) tersebut akan sesuai dengan tuntutan (harapan) masyarakat pada masa dibuatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memotret praktik pemberian nama diri dalam masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar dan akan mengkaji faktor-faktor dan nilai-nilai apa saja yang melatarbelakangi praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif yakni metode deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar dalam tiga generasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipan serta teknik simak dan catat. Teknik analisis data dimulai dengan mengumpulkan data, mereduksi data, melakukan analisis berdasarkan klasifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa pola pemberian maupun pergantian nama disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, didorong karena alasan psikologis, berupa harapan seperti demi kejayaan, ketenaran, keuntungan dan terhindar dari malapetaka serta kepuasan batiniah. Kedua, yaitu berkaitan dengan nilai sosio-kultural yang mempunyai akar ke masa silam. Dari kajian secara diakronis pola pemberian nama masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar telah mengalami pergeseran, walaupun pergeseran atau perubahan itu relatif tidak begitu masif. Hal ini dikarenakan masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar masih pengkuh (kuat) memegang tradisi dan adat istiadat yang sudah diwariskan secara turun-temurun
How Psychopragmatic Studies Can Be an Approach to Seeing a Pattern of Covid-19 Spread
The Covid-19 pandemic has caused widespread concern and apprehension among individuals globally, including those residing in Indonesia. This infectious disease primarily affects the respiratory system. This investigation uses psychopragmatic analysis to analyze various types of discourse that may contribute to the propagation of Covid-19 or coronavirus. Specifically, the study will focus on panic and anxiety speech, which are influenced by the speaker's psychological state. The theoretical framework employed in this research is based on Capano (2013). The utilized research methodology is founded on Sudaryanto's (2015) perspective, employing a distribution approach. The findings of this research indicate that a speaker's psychology can impact the development of Covid-19 in other speakers, as evidenced by the influence of panic and anxiety speech. This phenomenon arises from the experience of panic and anxiety, resulting in an excessive manifestation of fear and anxiety. AbstrakPandemi Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan yang meluas di kalangan individu secara global, termasuk mereka yang berada di Indonesia. Penyakit menular ini terutama memengaruhi sistem pernapasan. Investigasi ini bertujuan untuk menganalisis berbagai jenis wacana yang dapat berkontribusi pada penyebaran Covid-19 atau virus corona dengan menggunakan analisis psikopragmatik. Secara khusus, penelitian ini akan berfokus pada pidato panik dan kecemasan yang dipengaruhi oleh keadaan psikologis pembicara. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada Capano (2013). Metodologi penelitian yang digunakan didasarkan pada perspektif Sudaryanto (2015), dengan menggunakan pendekatan distribusi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa psikologi seorang pembicara dapat berdampak pada perkembangan Covid-19 pada pembicara lain, terbukti dengan pengaruh pidato panik dan kecemasan. Fenomena ini muncul dari pengalaman panik dan kecemasan, yang mengakibatkan manifestasi ketakutan dan kecemasan yang berlebihan
POLA STRATEGI KESANTUNAN DALAM INTERAKSI PERDAGANGAN DI WARUNG TRADISONAL (Politeness Strategy Patterns in Trade Interactions in Traditional Stalls)
This study aims to find politeness strategy patterns in Trade Interactions in Traditional Stalls n the interaction between sellers and buyers in traditional stalls. This study used a qualitative descriptive method, a pragmatic equivalent approach by paying attention to the context of the situation in each dialogue that occurs in traditional stalls in Denpasar City and Badung Regency. The method used in this study is the observation method with data collection techniques, namely, recording, listening, and taking notes, as well as interviewing traders. The results showed that there were implementations of positive and negative politeness strategies. Although traders prefer silence, there is no interaction by speaking verbally, when serving consumers, nonverbal interactions occur between speech participants. However, it does not reduce the value of politeness and the form of service from the seller to the buyer. This is due to the same background knowledge among the speech participants and the crowded context of the situation so that buyers understand this condition. Interactions in the trading domain in traditional stores predominantly use short, concise, straightforward speech, and when the shop is crowded, buyers speak more dominantly than sellers. This study implies that the politeness strategy used by the seller to the buyer is largely determined by the context of the situation when the interaction occurs. Although the speech is short, the service is fast, and according to the wishes of consumers, buying and selling interactions can run harmoniously. The contribution of this study can add to the treasures in the study of linguistic politeness. In addition, it is a guideline for language learners that the context of the situation has an important role in determining language politeness strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola strategi kesantunan dalam interaksi perdagangan di warung tradisional pola kesantunan berbahasa pada interaksi antara penjual dan pembeli di warung tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan padan pragmatik dengan memperhatikan konteks situasi dalam setiap dialog yang terjadi di warung tradisional di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengumpulan data yaitu, merekam, menyimak dan mencatat, serta mewawancarai para pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya implementasi dari strategi kesantunan positif dan negatif. Meskipun pedagang lebih banyak memilih diam tidak terjadi interaksi dengan menuturkan secara lisan, ketika melayani konsumen, tetapi terjadi interaksi secara nonverbal di antara peserta tutur. Meskipun demikian, tidak mengurangi nilai kesantunan dan wujud pelayanan dari penjual kepada pembeli. Hal ini disebabkan oleh background knowledge di antara peserta tutur sama dan konteks situasi ramai sehingga pembeli memaklumi kondisi ini. Interaksi dalam domain perdagangan di warung tradisional secara dominan menggunakan tuturan pendek, singkat, tidak bertele-tele, dan ketika warung dalam kondisi ramai, pembeli lebih dominan bertutur dibandingkan penjual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa strategi kesantunan yang digunakan penjual kepada pembeli sangat ditentukan oleh konteks situasi saat terjadinya interaksi. Meskipun tuturan singkat, tetapi pelayanan yang cepat sesuai keinginan konsumen interaksi jual beli dapat berjalan harmonis. Adapun kontribusi dari hasil penelitian ini dapat menambah khazanah dalam kajian kesantunan berbahasa. Di samping itu, menjadikan suatu pedoman bagi pembelajar bahasa bahwa konteks situasi memiliki peran penting dalam menentukan strategi kesantunan berbahasa
Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Proyek: Penggunaan Aplikasi Sipebi dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia
The limited time in learning activities and the lack of student understanding in writing make this output-based learning often experience obstacles. One of the most common obstacles is the non-achievement of learner output targets. The purpose of writing this article is to present how the Sipebi application can support outcome-based learning activities in Indonesian language courses. The research method used by researchers is mixed method, which is a combination of qualitative and quantitative. The research stages carried out began with the introduction of the Indonesian language course, providing RPS, teaching, practice, evaluation, and solutions provided by the teacher. The results in this learning activity were found that students were able to use the Sipebi application in learning activities. In addition, students get publications in digital newspapers which are the initial purpose of publication. AbstrakKeterbatasan waktu di dalam kegiatan pembelajaran dan kurangnya pemahaman mahasiswa dalam penulisan membuat pembelajaran berbasis luaran sering mengalami kendala. Salah satu kendala yang paling sering terjadi yaitu tidak tercapainya target luaran pemelajar. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyajikan bagaimana aplikasi Sipebi mampu mendukung kegiatan pembelajaran berbasis luaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan mixed method, yaitu gabungan antara kualitatif dengan kuantitatif. Tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dengan tahap pengenalan mata kuliah Bahasa Indonesia, pemberian RPS, pengajaran, praktik, evaluasi, dan solusi yang diberikan pengajar. Hasil dalam kegiatan pembelajaran ini didapatkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan aplikasi Sipebi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, mahasiswa mendapatkan publikasi di koran digital yang menjadi tujuan awal publikasinya
ENABLER FACTORS IN THE SURVIVAL OF “NGOKO” JAVANESE IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA (Enabler Factors Survival Bahasa Jawa “Ngoko” di Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih jauh alasan di balik preferensi pemilihan salah satu ragam bahasa Jawa, yakni bahasa Jawa Ngoko di kalangan siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas di lima wilayah kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alasan pemilihan bahasa ini dipandang memiliki kaitan erat dengan sosialisasi bahasa yang dilakukan di lingkup keluarga, peer groups dan media, baik media sosial maupun media konvensional. Teori mengenai kerentanan bahasa dipakai untuk menganalisis sumber data. Penelitian ini menggunakan mix method, yakni dengan penelitian survei menggunakan analisis kuantitatif terhadap aspek-aspek terkait dengan alasan pemilihan bahasa dan peran subjek-subjek yang berpotensi menjadi enabler factor pemilihan bahasa Jawa Ngoko tersebut. Metode kedua adalah dengan Geographic Information system yang merupakan metode dengan fokus pada spasialitas untuk menengarai sebaran pemilihan-pemilihan bahasa Jawa di lima wilayah yang dianalisis. Penelitian ini menemukan bahwa practical reason menjadi alasan utama dari para siswa untuk menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Habitus DIY merupakan enabler factor alasan pemilihan ragam bahasa ini secara umum di jenjang sekolah yang berbeda. Selain itu, keluarga, peer groups serta sosial media memiliki potensi sebagai enabler factor yang lain meskipun membutuhkan cara dan mekanisme yang berbeda di dalam pengelolaanya. Conducted in one city and five regencies in DIY (the Special Region of Yogyakarta), this study aimed to identify the reason as to why the elementary, junior high, and high school students in these regions prefer using one Javanese register, namely ngoko, over the other registers. It is believed that this preference pertains to language socialization within the family, peer groups, and the media, both social and conventional. The theory of language vulnerability was used to analyze the data. The study employed two relevant quantitative methods. The first one includes a quantitative analysis of survey data on the background of language selection and the roles of subjects believed to be the enabler factors in the selection of ngoko. The second one is GIS (Geographic Information System) mapping to display spatial information on the distribution of Javanese register usage in the five regions. This study found that practicality is the main reason for students to use ngoko in everyday life. The habitus of DIY is an enabler factor in choosing this language variety at different school levels. Additionally, family, peer groups, and social media have the potential to be enabler factors, although it requires different ways and mechanisms to manage them
KONSEPTUALISASI METAFORA FEMINIS DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER: ANALISIS SEMANTIK KOGNITIF (Conceptualization of Feminist Metaphors in Social Media Twitter: Cognitive Semantic Analysis)
There are several places in which feminist expressions can be found, including on social media platforms like Twitter. A variety can write arguments, opinions, and ideas communicated through Twitter tweets. This study aims to discover conceptual metaphors for feminist expressions that influencer Iim Fahima Jachja posted on Twitter. The listen and record method was employed to collect data. The data analysis is based on Lakoff & Johnson's (2003) theory of conceptual metaphors as well as Croft & Cruse's (2004) image schemes theory. There were 11 conceptual metaphorical data points were found, split into five structural metaphors, two orientational metaphors, and four ontological metaphors. Meanwhile, three types of schemes may be discovered in the image schemes: force schemes, identity schemes, and existence schemes. Ungkapan feminis dapat ditemukan pada berbagai wacana, termasuk media sosial seperti twitter. Berbagai tokoh dapat menuliskan ujarannya mulai dari argumen, pendapat, dan ide yang dituangkan melalui twitter. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi metafora konseptual pada ungkapan feminis yang terdapat pada twitter dari influencer Iim Fahima Jachja. Metode simak dan cata digunakan sebagai pengumpulan data. Analisis datanya didasarkan pada metafora konseptual Lakoff & Johnson (2003) dan teori skema citra Croft & Cruse (2004). Ditemukan 11 data metafora konseptual yang terbagi menjadi: a) 5 metafora struktural; b) 2 metafora orientasional; c) 4 metafora ontologis. Sedangkan, pada skema citra terdapat 3 jenis skema yang ditemukan yaitu, skema kekuatan, skema identitas, dan skema eksistensi.
TANGGAPAN PENGUSAHA “AYAM DAN BEBEK GANJA” TERHADAP IMBAUAN PENAMAAN PRODUK MAKANAN
Makanan di era modern saat ini semakin berkembang dan bervariasi. Variasi makanan menciptakan kreasi makanan beserta dengan nama-nama yang unik. Salah satu makanan dengan nama unik hadir pertama kali di Samarinda, yaitu Ayam dan Bebek Ganja. Makanan ini menjadi viral di masyarakat karena rasanya yang enak walaupun penamaannya menciptakan perdebatan. Surat imbauan Pemerintah Kota Samarinda terhadap penamaan makanan ini lantas menciptakan kreativitas pengusaha untuk mengubah nama makanan tersebut dengan nama lain. Pengubahan ini menciptakan fenomena kebahasaan yang layak untuk diketahui. Penelitian ini akan melihat perubahan kata dengan teori perubahan kata yang dimiliki oleh ilmu fonologi. Perubahan akan ditinjau dari bentuk zeroisasi, anaptiksis, perubahan fonem, dan perubahan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menelaah data perubahan nama. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan hasil dari upaya pengubahan kata ganja menjadi kata lain dan melihat apakah perubahan kata tersebut menghasilkan makna yang menjauh dari makna ganja secara leksikal