Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
NEGOSIASI BUDAYA SULAWESI TENGGARA DI ARENA GELANGGANG BUDAYA NEGERI SEMBILAN-MALAYSIA (The Cultural Negotiations of Southeast Sulawesi in the Arena of Gelanggang Budaya Negeri Sembilan-Malaysia)
The presence of the Southeast Sulawesi arts team at the Negeri Sembilan Cultural Center event in Malaysia in 2017 is interesting to study from the perspective of cultural negotiations. Processed and displayed art has a vital role in building cultural diplomacy missions. This research was conducted to determine the condition of Indonesia-Malaysia diplomatic relations and describe the types of art chosen as a cultural negotiating tool discussed in a descriptive-qualitative approach. The results of this study indicate that there are ups and downs in diplomatic relations between Indonesia and Malaysia. Apart from being caused by geocultural proximity, the same cultural roots sometimes become a potential source of conflict. The Southeast Sulawesi arts team succeeded in playing its role in cultural negotiations by choosing works and works of art, namely traditional and modern music; fine arts from two artists; poetry anthology of poets of two countries; monologue theatrical stage; and Southeast Sulawesi literature and culture magazine. Apart from that, the art team also took part in cultural dialogues and visits to the village library, where the event took place. The greeting and appreciation from Raja Luak Johol and the activity participants demonstrated the distinct achievement of the cultural mission of the activity, which involved three countries: Malaysia, Indonesia, and Singapore. Negeri Sembilan Cultural Center contributes to cultural diplomacy that provides space for equality, humanity, and peace. The relationship between the art network between Malaysia and Indonesia is getting closer. Kehadiran tim kesenian Sulawesi Tenggara pada ajang Gelanggang Budaya Negeri Sembilan di Malaysia pada tahun 2017 menarik untuk dikaji dalam perspektif negosiasi budaya. Kesenian yang diolah dan ditampilkan memiliki peran penting dalam membangun misi diplomasi kebudayaan. Itulah sebabnya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia dan membentangkan jenis kesenian yang dipilih sebagai alat negosiasi budaya yang dibahas dalam pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pasang surut dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia. Selain disebabkan oleh kedekatan geobudaya, juga akar kebudayaan yang sama sehingga kadang menjadi sumber potensi konflik. Tim kesenian Sulawesi Tenggara berhasil memainkan perannnya dalam negosiasi budaya dengan memilih kerja dan karya seni, yakni musik tradisi dan modern; seni rupa dari dua perupa; antologi puisi penyair dua negara; pentas teater monolog; dan majalah sastra dan budaya Sulawesi Tenggara. Selain itu, tim kesenian juga mengikuti dialog budaya dan kunjungan ke perpustakaan desa, tempat pelaksanaan acara berlangsung. Sambutan dan apresiasi dari Raja Luak Johol dan peserta kegiatan menunjukkan pencapaian tersendiri misi kebudayaan pada kegiatan yang melibatkan tiga negara tersebut, yakni Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Gelanggang Budaya Negeri Sembilan memberikan kontribusinya bagi diplomasi budaya yang memberi ruang bagi kesetaraan, kemanusiaan, dan perdamaian. Hubungan jejaring kesenian antara Malaysia dan Indonesia semakin erat terjalin
Kritik Sosial dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra Sastra)
The disclosure of literary criticism on the novel by Andrea Hirata does not merely look at it clearly. Still, it refers to the social aspect as an outline of the conflict in the storyline. The study aims to reveal and describe the social criticism forms in the novel Padang Bulan by Andera Hirata using the sociology of literature study. The method used in this research is descriptive method and this type of research is qualitative research. The results of the analysis of this study indicate that there are five social criticisms in the novel Padang Bulan, such as moral criticism, political criticism, educational criticism, economic criticism, and cultural criticism. AbstrakPengungkapan kritik sastra pada novel karta Andrea Hirata tidak semata-mata hanya melihat secara gamblang, melainkan berpatokan pada aspek sosial sebagai garis besar konflik pada alur cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam novel Padang Bulan karya Andera Hirata menggunakan kajian sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima kritik sosial dalam novel Padang Bulan, yaitu kritik moral, kritik politik, kritik pendidikan, kritik ekonomi, dan kritik kebudayaan
Identitas Kuliner Nusantara dalam Kumpulan Puisi Aku Lihat Bali Karya Mas Triadnyani
Culinary-themed poetry phenomenon shows that poets begin to construct and utilize culinary issues in the creative process. Responding to this phenomenon, it is important to interpret the elements of literary gastronomy in culinary-themed poetic texts. This research aims to describe the culinary identity of the deep archipelago poetry collection I See Bali by Mas Triadnyani. Poetry studies utilize a qualitative approach and study design gastrocritic. The approach and design of the study are used as an effort to unravel the culinary identity of the archipelago in poetry texts. Data collection techniques apply reading techniques, note-taking techniques, and literature study techniques to books, journals, articles, and readings that are relevant to the focus of the study. The data that has been collected is processed through several stages, including data selection, data meaning, and conclusions in the form of interpretation of the selected data. The results of the analysis show that the lyrics in the poetry text symbolically show behavior in the form of (1) the feeling of pleasure when eating crackers and spice-scented dishes, (2) measurements are used to create dishes according to recipes, (3) the unique sound created when eating crackers is a contemporary musical performance; (4) ketupat and kerupuk have different names in each region, (5) the diamond is closely related to the history of the spread of Islam by Sunan Kalijaga, (6) ketupat become one of the culinary archipelagoes that is closely related to tradition Idulfitri, and (7) crackers has existed since the Mataram kingdom, Dutch East Indies colonialism, to the contemporary era. AbstrakFenomena puisi bertema kuliner menunjukkan para penyair mulai mengonstruksi dan memanfaatkan isu kuliner dalam proses kreatif. Merespons fenomena tersebut, penting dilakukan penafsiran anasir gastronomi sastra dalam teks-teks puisi bertema kuliner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan identitas kuliner nusantara dalam kumpulan puisi Aku Lihat Bali karya Mas Triadnyani. Kajian puisi memanfaatkan pendekatan kualitatif dan desain kajian gastrokritik. Pendekatan dan desain kajian dimanfaatkan sebagai upaya membongkar identitas kuliner nusantara dalam teks puisi. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik membaca, teknik mencatat, serta teknik studi literatur terhadap buku, jurnal, artikel, dan berbagai bacaan yang relevan dengan fokus kajian. Semua data yang telah dihimpun diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, pemaknaan data, serta simpulan berupa tafsir terhadap data terpilih. Hasil analisis menunjukkan aku lirik dalam teks puisi secara simbolis menunjukkan perilaku berupa (1) perasaan senang saat menyantap kerupuk dan masakan beraroma rempah, (2) takaran digunakan untuk menciptakan masakan sesuai dengan resep, (3) suara unik yang tercipta saat menyantap kerupuk merupakan sebuah pertunjukkan musik kontemporer, (4) ketupat dan kerupuk mempunyai penamaan yang berbeda-beda di setiap daerah, (5) ketupat berhubungan erat dengan sejarah penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, (6) ketupat menjadi salah satu kuliner nusantara yang bertalian erat dengan tradisi Idulfitri, dan (7) kerupuk memiliki eksistensi mulai dari masa kerajaan Mataram, kolonialisme Hindia Belanda, hingga era kontemporer
Praktik Sosial Budaya pada Berita Online Rencana DPR Mencetak Uang untuk Menanggulangi Dampak Covid-19
This study aims to explain sociocultural practice in a news text about the DPR's plan to print money to overcome the impact of Covid-19 on the May 2020 edition of the online news portal. This news is interesting because it involves figures arguing with each other, even criticizing money printing plans. The news involved Dahlan Iskan criticizing and opposing the DPR's proposed money printing plan. The news is analyzed based on the assumption that the social context that exists outside the media influences the discourse that appears in the news. The source of this research data is found in the online news Kompas.com, Detik.com, and Republika.com May 2020 edition. The method used in this study is descriptive qualitative with a critical approach to norman Fairclough's model. The great point of concern of Fairclough is to see language as a social practice. The results of this study show that in the situational aspect there is a contra between Dahlan Iskan and the discourse raised by the DPR from the Golkar faction who asked to print money. There are two social aspects of the discourse battle. First, if the issuance of new money worth 600 trillion will cause inflationary impacts. Secondly, the discourse battle can be said to have a bit of an inner conflict between Dahlan Iskan and Soetrisno Bachir. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan sociocultural practice dalam suatu teks berita seputar rencana DPR mencetak uang untuk menanggulangi dampak Covid-19 pada portal berita online edisi Mei 2020. Pemberitaan ini menarik karena melibatkan tokoh-tokoh yang saling beradu argumen, bahkan mengkritik rencana pencetakan uang. Berita tersebut melibatkan Dahlan Iskan yang mengkritik dan menentang rencana pencetakan uang yang diusulkan DPR. Berita tersebut dianalisis berdasarkan asumsi bahwa konteks sosial yang ada di luar media memengaruhi wacana yang muncul dalam berita. Sumber data penelitian ini terdapat pada berita daring Kompas.com, Detik.com, dan Republika.com edisi bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritis model Norman Fairclough. Titik perhatian besar dari Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aspek situasional terdapat hal kontra antara Dahlan Iskan terhadap wacana yang dimunculkan oleh DPR dari fraksi Golkar yang meminta mencetak uang. Terdapat dua aspek sosial dari pertarungan wacana tersebut. Pertama, bila penerbitan uang baru senilai 600 triliun akan menimbulkan dampak inflasi. Kedua, pertarungan wacana tersebut dapat dapat dikatakan ada sedikit konflik batin antara Dahlan Iskan dengan Soetrisno Bachir
Appraisal System on Twitter: An Attitudinal Analysis Toward Alleged Islamic Blasphemy Case of M Kece
This study examines the public's assessment of an Islamic blasphemy case named M. Kece on Twitter. It is a qualitative descriptive study. The data is a public assessment regarding the Islamic blasphemy case named M. Kece on Twitter using Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Focusing on Attitudinal Analysis, the result shows the Attitudinal Analysis in social media, precisely Twitter, on the alleged Islamic blasphemy of M. Kece. Judgment is the most dominant, with as much as 54% over Affect (19%) and Appreciation (27%). In all three, more than three fourth of the data are negative. This dominant negative appraisal of netizens of Twitter users shows the public's assessment of what M. Kece has done, namely the content of his YouTube channel, which was reported and imprisoned due to a blasphemy case. This study affirmed that all content creators must be careful about the content they post. On the other hand, the viewer also must be selective about the content they access on social media not to be misleading. AbstrakStudi ini mengkaji penilaian publik terhadap kasus penistaan agama Islam bernama M. Kece di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penilaian publik terkait kasus penistaan agama Islam bernama M. Kece di Twitter dengan menggunakan Appraisal Theory (Martin & White, 2005). Berfokus pada Analisis Sikap, hasilnya menunjukkan Analisis Sikap di media sosial, tepatnya Twitter, tentang dugaan penistaan agama Islam terhadap M. Kece. Afeksi adalah yang paling dominan, dengan sebanyak 54% di atas judgment (19%) dan Apresiasi (27%). Dari ketiga kategori ini, lebih dari tiga perempat data merupakan penialaian negatif. Dominasi penilaian netizen pengguna Twitter ini menunjukkan penilaian mereka terhadap apa yang telah dilakukan M. Kece, yaitu konten channel YouTube-nya yang dilaporkan dan dipenjara akibat kasus penistaan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa semua pembuat konten harus berhati-hati dengan konten yang mereka posting. Di sisi lain, penonton juga harus selektif terhadap konten yang mereka akses di media sosial agar tidak menyesatkan
Pengembangan Modul Elektronik Keterampilan Berbicara Bipa 1 dengan Pendekatan Komunikatif bagi Pemelajar Diaspora Anak-Anak
Pembelajaran BIPA, baik di luar negeri maupun di Indonesia memiliki beragam tujuan dan level. Oleh karena itu, kebutuhan bahan ajar dalam pembelajaran BIPA semakin meningkat. Namun, ketersediaan bahan ajar dengan tujuan khusus berbanding terbalik dengan jumlah bahan ajar yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan modul elektronik keterampilan berbicara BIPA 1 menggunakan pendekatan komunikatif untuk pemelajar diaspora anak. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE (analysis, design, development and production, implementation, and evaluation) yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Produk hasil pengembangan dalam penelitian ini berupa modul elektronik dengan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara pemelajar diaspora anak tingkat BIPA 1. Modul dalam penelitian ini disesuaikan dengan bahan ajar yang sudah ada dan ditambah beberapa topik agar lebih komunikatif. Pengembangan modul dalam penelitian ini memperhatikan 3 hal dalam prosesnya, yaitu tujuan modul, karakteristik modul, dan sistematika modul. Selain itu, masukan, komentar, dan saran dari para ahli juga sangat dipertimbangkan sehingga dapat menghasilkan modul elektronik yang layak untuk diimplementasikan
Strategi internasionalisasi bahasa Indonesia melalui program BIPA
Efforts to internationalize the Indonesian language are implicitly stated in Law Number 24 of 2009 Article 32, Section 2 which says that the Indonesian language can be used in international forums abroad. This study aims to describe strategies that can be used to internationalize Indonesian through the BIPA program. This study used a qualitative research method with a literature study approach. The results of the study show that strategies that can be implemented include (1) developing BIPA institutions in every country that has diplomatic relations with Indonesia; (2) internalization of Indonesian cultural material in BIPA material; (3) internalization of Indonesian music material in BIPA material; and (4) obliging UKBI for foreigners who will work or study in Indonesia
Pendekatan real-life untuk meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Indonesia bagi penutur asing
This article explores the BIPA (Indonesian as a foreign language) learners’ competency in listening conversations using a real-life approach. This is based on the background that mastering a foreign language, especially listening in real-life conversation, is difficult even though they have learned the language. To address these issues, a real-life approach was adopted to train the BIPA students to listen to the conversations in a real-world setting. This study uses the qualitative descriptive method to investigate how using a real-life approach can aid BIPA learners in developing their listening abilities. BIPA students from India, Japan, Austria, and South Korea were included as a sample in this study. As a result, the appearance of other sound variants in real-life conversation turns out to become an aspect to distract them from listening. In addition, students frequently imitate pronunciation and pick up vocabulary from the literature and environment they are listening to. Therefore, the real-life approach helps the BIPA students to have a better understanding of listening in real-world conversations. Additionally, students can distinguish between different sound variants and pinpoint the purpose of their listening
MENGUNGKAP MAKSUD TERSEMBUNYI PERTANYAAN ANAK USIA 5 TAHUN DALAM PERCAKAPAN KELUARGA
This research problem is what are the hidden meaning of five age children‟squestion in family conversation? The purpose of this research is to describe and gain a deep understanding of the hidden meaning of five aged children‟s question in family conversation. The design used in this study was decriptive qualitative design. The result of the study: (1) the hidden meaning of five age children‟s quetion in family conversation are the ruling in five forbid ask and reject, (2) understand the question, in particular the purpose hidden in the question, a person must consider the context of the speech very well. Without it, the hidden meaning of five aged children‟s quetion in family conversation cannot be interpreted correctly. A similar question when different context would lead to differences in meaning. Masalah penelitian ini adalah: Apa maksud tersembunyi pertanyaan anak usia 5 tahun dalam percakapan keluarga? Penelitian ini bertujuan untukmendekripsikan dan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang maksud tersembunyi pertanyaan anak usia lima tahun dalam percakapan keluarga yang berbahasa Indonesia. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahrancangan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) maksud tersembunyi dalam pertanyaan anak usia lima tahun dalam percakapan keluargaada lima, yakni memerintah, mengajak, melarang, meminta, dan menolak, (2) dapat memahami pertanyaan, khususnya maksud dan fungsi tersembunyi dalam pertanyaan, seseorang harus memperhatikan konteks tuturan dengan baik.Tanpa hal tersebut, implikatur pertanyaan tidak dapat dimaknai dengan benar. Suatu pertanyaan yang sama apabila berbeda konteksnya akan menimbulkanperbedaan maknanya
PEMANFAATAN KARYA SASTRA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS MELALUI TEKNIK MENULIS ULANG (The Utilization of Literary Works in Teaching Writing through Rewriting Technique)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankan tata cara pembelajaranmenulis yang baik dan efektif dengan menawarkan dua hal pokok, yaitu materi ajar berupa karya sastra (puisi) dan teknik pembelajaran menulis berupa teknik menulis ulang. Sejalan dengan tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan mengedepankan penerapan data dalam proses pembelajaran. Data dalam penelitian ini adalah puisi yang berjudul “Fire and Ice” karya Robert Frost. Data diperoleh dari Wikipedia yang telah diterbitkan oleh Harper‟s Magazine pada tahun 1920. Berdasarkan hasil penelitian, materi ajar puisi dan teknik menulis ulang dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris melalui rencana pembelajaran yang ditetapkan. Rencana pembelajaran tersebut didesain dengan menggunakan materi ajar puisi, kemudian siswa diarahkan untuk menulis dengan menggunakan teknik menulis ulang. Rencana pembelajaran tersebut dapat pula membantu guru dan siswa agar dapat berinteraksi secara aktif dan efektif dalam proses pembelajaran menulis bahasa Inggris di kelas. This research is aimed to describe the way of teaching writing well and effectively by suggesting two mainpoints, those are poetry as a part of literary works as teaching material and rewriting technique as an applicable techniquein teaching writing. As line with the aim, this research applies qualitative descriptive method which focuses on the application of a datum in teaching-learning process. The datum of this research is a poem under the title of “Fire and Ice” by Robert Frost. The datum is from Wikipedia which had published by Harper‟s Magazine in 1920. Based on the result of this research, teachingmaterial of poetry and rewriting technique can be applied in teaching English writing through lesson plan designed. The lesson plan is designed by usingteaching material of poetry, and then the students are directed to write by using rewriting technique. The lesson plan can also guide teacher and students to interact actively and effectively in teaching and learning English writing in theclassroom